HBH IKA Unhas 2018

Kemarin (22/7/18) usai sholat subuh aku mengorder gojek untuk mengantarku ke kantor kementerian Perindustrian jalan Gatot Subroto Jakarta. Meski gelap masih mewarnai dan dingin masih membekap, aku mencoba menyemangati diri. Sedikit agak tergesa karena bangun kesiangan, syukur-syukur ada Tety sahabatku yang membangunkan. Padahal alarm dan telpon dari Giedha terus berdering namun tak ku dengar.

Akhirnya sampai juga aku di kantor kementerian perindustrian. Disana aku bertemu Giedha, kawan yang akan menemaniku bersama ribuan rombongan alumni Unhas menuju Istana Kepresidenan Cipanas dalam rangka Halal Bi Halal Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin 2018. Antrian cukup panjang saat aku tiba, kami semua harus melalui mesin screening sebelum naik ke bus yang akan ditumpangi.

Usai melewati mesin screening, kami dibagikan baju kaos. Lalu aku memilih untuk naik bus nomor lima, karena keempat bus di depan sudah hampir penuh dan berdua Giedha kami mau duduk di kursi depan πŸ˜€. Belum lama kami duduk, satu-persatu peserta akhirnya mengisi kursi kosong lainnya sehingga bus kami penuh. Total 8 bus yang berangkat pagi itu menuju Cipanas.

Dengan bantuan Ita, panitia khusus escort di bus kami, sticker dan kudapan pun dibagikan. Kudapan yang cukup untuk sarapan pagi, mengisi perut keroncongan yang hanya tersentuh segelas air putih hangat sebelum meninggalkan mess. Segelas air mineral ditemani arem-arem, roti manis dan risoles.

Akhirnya bus berangkat menuju Cipanas. Peserta HBH di bus kami semua koplak dan membuat perut sakit karena tertawa. Belum lagi sopir bus dan keneknya yang selalu punya topik pembicaraan yang tak kunjung usai. Ditambah suara merdu seorang peserta yang berkaraoke sepanjang perjalanan menuju puncak. Pokoke seruu

Ketika tiba di Cipanas, kami langsung menuju lokasi acara. Di bawah tenda besar, berkumpul ribuan peserta HBH. Tak lama kemudian, acara dimulai, semilir angin berhembus, meski terik matahari membakar kulit, namun sejuk Bogor kota Hujan terasa menyambut suasana kekeluargaan dalam kebersamaan ikatan alumni Unhas.

Rangkaian-demi rangkaian acara pembukaan dilalui, dilanjutkan jalan santai bersama mengitari halaman istana kepresidenan Cipanas. Aneka tanaman hias dan pepohonan diatur sedemikian rupa sehingga menjadi hutan kecil yang cantik. Jalan santai ini dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia HM Jusuf Kalla yang juga adalah Ketua IKA Unhas.

Turut hadir Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Prof Aswanto, Ketua MK 2013-2015 Hamdan Zoelva, Dirjen Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe, Rektor Universitas Hasanuddin periode 2006-2014 Prof dr Idrus Paturusi dan Gubernur Sulsel terpilih 2018-2023 Prof Nurdin Abdullah serta para Civitas Akademika Unhas.

Beragam kegiatan mewarnai Halal Bi Halal. Berbeda dari lazimnya sambutan, dalam suasana kekeluargaan Jusuf Kalla menerima kehadiran para alumni dan rombongan dengan beragam gurauan. Tak lepas dari pandangan, sosok wakil presiden RI dua periode inj senantiasa berkelakar disambut tawa bersama alumni dan civitas Unhas.
Bahkan saat memberikan sambutan, sang cucu tak melepaskan diri dari JK. Sambil berseloroh, JK pun menceritakan bahwa hanya ada tiga orang yang bisa memerintah dirinya, meskipun sebagai Wakil Presiden. β€œTiga orang yang dapat memerintah saya; Presiden, Cucu saya dan Tukang Foto saat pengambilan gambar resmi,” gurau Jusuf Kalla disambut tawa hadirin.

Suasana kekeluargaan ini diisi dengan beragam aktivitas. Setelah jalan santai mengelilingi hutan kecil di pekarangan istana, juga dilakukan penanaman pohon alpokat dan jambu bool, donor darah dan aneka permainan seru seperti lomba joget, lomba bakiak untuk perempuan, lomba Engrang untuk laki-laki, dan lomba bawa kelereng untuk anak-anak.

Sebagaimana harapan pak JK, bahwa kegiatan halal bi halal merupakan wadah silaturahmi, tentu saja bertemu kembali dengan rekan-rekan alumni Unhas bisa memberikan beragam informasi unik dan dapat diambil manfaatnya. Utamanya kontak dan hubungan relasi yang semakin luas.

Tentu saja bisa bergembira karena saya #I’MSOSPOL Bersama, Bersatu, Berjaya πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ.

Thanks to Giedha yang udah mau menemani dan tanpa drama πŸ˜‰ πŸ™πŸ™πŸ™ .

* * * *

Advertisements

LUTIM SAMBANGI JERMAN UNTUK PROMOSI

Beragam upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk membuka keran investasi guna pembangunan di wilayahnya. Salah satunya adalah melakukan road show kunjungan promosi ke beberapa Kedutaan yang ada di Jakarta.

Kunjungan Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam di Kedutaan Jerman di Jakarta pada Jumat (20/7) diterima oleh Deputy Ambassador Hendrik Barkeling, Head of The Economic Section dan Dr. Andreas Kleine, First Secretary Deputy Head of Economic Affairs.

Dalam pemaparannya, .Irwan menjelaskan 6 sektor peluang investasi di Luwu Timur. Sektor pertambangan, perkebunan, kelautan perikanan, sarana prasarana, energy dan Kawasan Industri Malili (KIMAL). β€œkami mengundang Kedutaan Jerman dan investornya untuk datang dan melihat potensi yang kami miliki secara langsung,” undang Irwan.

Undangan ini disambut baik oleh pihak Kedutaan Jerman yang akan diawali dengan pertemuan pihak investor dengan Pemda Luwu Timur, Kadin Luwu Timur dan BUMD Timur Agro. Selanjutnya akan diikuti dengan penandatanganan Nota Kesepemahaman diantara Kedutaan Jerman dan Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur yang kemudian akan ditindaklanjuti oleh Kadin dari Jerman dan Luwu Timur.

β€œKami tertarik dengan investasi pabrik pengolahan kakao dan merica pasca panen. Tentu saja kami harapkan Pemda Luwu Timur dapat menyiapkan lahan dan kemudahan perizinan bagi investasi ini, jelas Hendrik.

Wakil Bupati Luwu Timur menyambut baik hal ini, demikian juga Ketua Kadin Luwu Timur, Hasan Basri. β€œKita akan segera menindaklanjuti hasil pertemuan Bapak Wakil Bupati Luwu Timur dengan Kedutaan Jerman, sehingga harapan kita untuk terwujudnya pabrik-pabrik pengolahan hasil pertanian masyarakat Kabupaten Luwu Timur juga segera tercapai,” jelas Hasan.

Irwan menjelaskan bahwa Pemerintah kabupaten Luwu Timur terus berupaya meningkatkan kegiatan investasi. Berbagai kebijakan berinvestasi diberikan seperti pelayanan terintegrasi satu pintu secara online. Sebagaimana Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Luwu Timur.

Dinas Penanaman Modal dan PTSP menindaklanjutinya ke dalam dua Peraturan Bupati untuk memberikan kemudahan dan pelayanan investasi. Perbup nomor 55 tentang penyederhanaan perizinan dan perbup nomor 56 tahun 2017 tentang pendelegasian penyelenggaraan dan penanadatanganan perizinan dan non perizinan dari Bupati kepada Kepala DPMPTSP, sehingga proses pengurusan izin dilaksanakan satu pintu.

Turut mendampingi Wabup Lutim adalah Ketua Kadin Luwu Timur Hasan Basri, Direktur BUMD Bumi Timur Agro Reinaldi Sugihen, Plt. Kepala DPMPTSP Andi Habil Unru, Kabid Penanaman Modal DPMPTSP Abd. Wahid R. Sangka dan Exexutive Director of EMPATI Luwu Timur Bryan Balebu.

LUTIM BIDIK INVESTOR ITALY

Menjemput bola dilakukan Wakil Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam dalam kunjungannya ke kantor Kedutaan Besar Italia untuk Jakarta pada Kamis (19/7). Diterima Alessandro Garbellini, Konsulat dan Kepala Misi Perdagangan Italia untuk Indonesia, Wabup Lutim menjelaskan potensi investasi di Luwu Timur.

Dalam penjelasannya, Wabup Lutim membagi peluang investasi daerah Luwu Timur dalam bidang pertambangan, pariwisata, sarana prasarana, perikanan dan kelautan, perkebunan dan energi.

“Wilayah kami luas dengan jumlah penduduk yang kecil, sehingga masih banyak lahan-lahan yang bisa dimanfaatkan untuk bidang usaha”, jelas Irwan.

Dicontohkan pada bidang pertambangan, Luwu Timur hanya memiki satu smelter, sementara luas lahan tambang masih memungkinkan untuk penambahan dua smelter. Untuk bidang pariwisata, Irwan memberikan gambaran tiga danau purba yang besar di Luwu Timur yang belum dimanfaatkan dengan maksimal.

Di bidang infrastruktur sarana prasarana, Irwan menjelaskan kondisi pelabuhan Internasional yang baru saja diresmikan beberapa waktu lalu, sebagai dukungan export import, juga peluang pembangunan bandara komersial serta potensi pengembangan kawasan industri terpadu seluas 750 ha yang akan digunakan untuk agro dan mineral.

Membidik peluang pasar Italia, bidang perkebunan juga menjadi unggulan Pemda Luwu Timur. Peluang investasi pembangunan pabrik CFO, baru ataupun pembaharuan dibuka dengan luas kepada para investor. Demikian pula pengelolaan kakao, lada dan beras. Di sektor perikanan, potensi Luwu Timur untuk pengembangan rumput laut, lobster, ikan bandeng dan kepiting. Serta potensi energi PLTA di 10 titik di Luwu Timur.

Menanggapi penjelasan Wabup Lutim, Alessandro mengharapkan agar iklim investasi di Luwu Timur dapat dipermudah utamanya perizinan dan komunikasi yang efektif. “Mengingat jarak yang sangat jaih, maka komunikasi yang mudah dan terbuka memungkinkan kerjasama yang baik antara calon investor dengan pemerintah kabupaten Luwu Timur,” ujarnya.

Alessandro juga menjelaskan bahwa pengusaha atau investor Italy lebih mengarah pada kerjasama menggandeng pengusaha lokal untuk pengadaan peralatan mesin-mesin industri dan proses pengolahan produksi seperti yang dilakukan di pirelly yang bekerjasama dengan Astra untuk pembuatan mobil, juga Parvati perusahaan permen Italy dalam membuat permen karet.

“Hal yang menjadi perhatian para investor Italy dan Eropa secara umum adalah perbedaan standarisasi yang digunakan di Indonesia jauh lebih ringan dibandingkan standarisasi yang diberlakukan di Italy dan Eropa. Selain itu sertifikasi produk Indonesia dan sustainability produksinya”, Jelas Alesandro.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan perkenalan Luwu Timur membidik investor Italy, maka disepakati dalam pertemuan selanjutnya, Pemda Luwu Timur akan dipertemukan dengan para pelaku bisnis yang sudah ada di Indonesa, Kadin Italy, Asosiasi Pengusaha Italy untuk Indonesia, Bank of Italy dan bidang kerjasama Kedutaan Italia untuk Indonesia.

Kunjungan Wabup Lutim didampingi Ketua Kadin Luwu Timur Hasan Basri, Direktur BUMD Bumi Timur Agro Reinaldi Sugihen, Plt. Kepala DPMPTSP Andi Habil Unru dan Kabid Penanaman Modal DPMPTSP Abd. Wahid R. Sangka.

JEERA BINA NAPI LAPAS

Kalau mendengar kata Narapidana (NAPI), kesannya angker, jahat banget, orang-orang yang jalan hidupnya tidak benar, susah diatur dan sebagainya. Mengingatkan semua kisah-kisah kejahatan dan kelakuan orang-orang yang tidak baik. Tapi kali ini, hanya kata WOW yang terucap di bibir, tak percaya namun nyata.

Memang benar, mereka berkumpul di Lembaga Pemasyarakatan disingkat Lapas karena beragam alasan kejahatan yang mereka lakukan. Namun JEERA memberikan harapan baru The New Begining dan kesempatan kedua (second chance) kepada mereka yang ingin berubah dan memperbaiki diri.

JEERA merupakan program kerjasama Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta dan KNPI DKI Jakarta yang memberikan peluang pada setiap narapidana dan petugas pemasyarakatan untuk mengembangkan produk industri kreatif di dalam penjara. Kegiatan ini dilaksanakan dengan keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pelatihan, peningkatan kualitas produk dalam bentuk pengadaan alat bantu produksi dan pemasaran produk narapidana keluar dari penjara.

Seperti halnya Sendi (26) yang masuk lapas karena kegiatan jual beli satwa liar, kukang online. Setelah berhasil melakukan perdagangan selama 6 bulan, akhirnya tertangkap dan dikenakan tahanan kurungan dua tahun satu bulan.

Ternyata setelah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Sendi menemukan sebuah gairah hidup yang baru dengan bantuan JEERA. Sendi belajar menjadi seorang Barista dan mendapat kepercayaan bergabung dalam tim pameran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Otonomi Expo, 6-8 Juli 2018 bertempat di Indonesia Convention Exhibition ICE BSD Tangerang.

Ternyata banyak Sendy-Sendy lain yang mendapatkan manfaat dari binaan JEERA ini. Sebagaimana mata saya tertuju pada sebuah lukisan berisi potret Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly yang dibuat oleh Erik, narapidana buta warna, dari limbah kulit warna-warni. Erik mengerjakannya dengan bantuan teman-teman JEERA dan narapidana lainnya dengan membuat potongan-potongan kecil yang ditempelkan berdasarkan angka yang telah diatur sebelumnya.

Meskipun stand pameran ini dibuat seperti gambaran Lapas dengan dekorasi jeruji besi dan kawat besi, namun hasil buah tangan para napi yang ditampilkan sangatlah luar biasa. Kagum dengan semangat dan kerja keras mereka, bahkan WOW menjadi kata pamungkas ketika mengetahui produk-produk para Napi ini sudah banyak yang di ekspor seperti tas kulit, craft dan kopi.

Kunjungan ini memberikan gambaran baru kepada saya, dan tentunya kepada pengunjung lainnya di stand ini, bahwa masa lalu tidak akan menghalangi pencapaian tujuan hidup ini ke arah yang lebih baik. Masa lalu adalah keputusan yang telah kita ambil dan lalui, dan semestinya menjadi pelajaran untuk berbuat lebih baik lagi untuk masa depan yang lebih cemerlang.

Tertarik mengetahui JEERA lebih lanjut silahkan kunjungi http://www.mauberubah.com @jeerafoundation

Hasil STIFIn Saya THINKING EXTROVERT

Sahabat saya, Tety Shyntia memberi kabar akan ke Mess dan janjian bertemu senior saya We Aisyah Lamboge untuk melakukan tes STIFIn. Seperti biasa, saya pun mengiyakan, karena saya juga tertarik untuk mengetahui, seperti apa sih tes STIFIn ini.

Akhirnya bertemulah kami bertiga. Secara singkat, senior yang saya panggil kak Icha ini pun menjelaskan bahwa STIFIn adalah sebuah alat tes mesin kecerdasan. Dimana tes ini anak memetakan mesin kecerdasan dan kepribadian seseorang cukup dengan mengambil sidik jari dari peserta tes. Tes ini memetakan sistem operasi otak yang menjawab 2 pertanyaan dasar:

1. Dimana letak belahan otak dominan

2. Pada belahan otak yang dominan itu, dimana lapisan otak yang dominan.

Data guratan atau sidik jari kita kemudian diolah oleh aplikasi komputer untuk menentukan belahan dan lapisan otak dominan, dari situ kemudian diketahui jenis kecerdasan kita; salah sati diantara 5 mesin kecerdasan dan salah satu diantara 9 personaliti genetik.

Kelima jenis kecerdasan adalah Sensing introvert (Si), Sensing extrovert (Se), Thinking introvert (Ti), Thinking extrovert (Te) dan Intuiting intovert (Ii).

Tes STIFIn mengukur unsur genetik seseorang, sesuatu yang dibawa lahir dan tidak berubah sepanjang hayat. Sedangkan alat seperti pencil dan paper test seringkali hanya bisa mengukur fenotip seseorang, sesuatu yang tampak secara lahiriah ketika tes sedang dilaksanakan. Itu sama artinya dengan tampilan yang berubah sesuai dengan kondisi lingkungan. Ahli kedokteran olahraga dari University of London, Nicola Maffulli, mengatakan faktor gen menemukan 30-60 persen keberhasilan latihan fisik orang biasa. Pada atlet, gen menentukan keberhasilan hingga 83 persen. Sedang menurut Stephen Roth ahli genetika dari University of Maryland di Baltimore, 80 persen kemampuan fisik ditentukan oleh gen bukan oleh latihan (Koran Tempo 2 Agustus 2012 halaman A12)

Konsep STIFIn diperkenalkan oleh Farid Poniman dengan mengkompilasi teori-teori psikologi, neuroscience, dan ilmu Sumber Daya Manusia yang pada prinsipnya mengacu pada konsep kecerdasan tunggal dari Carl Gustaav Jung. Tujuan dari konsep ini adalah untuk mengenali cara belajar, memilih profesi yang tepat, dan menghindari spekulasi kemampuan peserta tes.

Nah, setelah mengambil ke-sepuluh sidik jari saya, maka saya hanya menunggu sekitar 15 menit dan mengetahui hasilnya. Ternyata saya bertipe Te. Otak dominan yang bekerja adalah bagian sebelah kiri, atau disebut otak kiri. Kemudian kecerdasanku di lapisan abu-abu yang terletak di luar atau permukaan otak.

Tipe sepertiku sangat membutuhkan rangsangan energi luar yang kata lainnya adalah tantangan dan ambisi sebagai motor penggerak.

* * *

THINKING itu ibarat besi. Kokoh, tegak, dan tidak memerlukan bantuan benda lain untuk berdiri sendiri. Besi adalah simbol kemandi-rian, ketegasan, dan kepandaian. Besi memang kaku. Faktor kakunya itulah yang membuat besi dipilih menjadi kerangka rumah. Besi merupakan unsur tanah tertentu yang berbentuk butiran, bijian, atau lempengan yang mengandung elemen keras dan padat.
Sifat besi terkerangka, kait mengait secara sistematis. Orang T: tegas, mandiri, kokoh seperti besi, memiliki kepandaian menunjukkan kesalahan dengan kepandaiannya, dan diberikan kemampuan untuk memerintah memegang kekuasaan.

Dan hasilnya “VERY ME” banget. Jadi tes ini sangat bermanfaat untuk mengetahui bakat kita yang sebenarnya. Jadi, kalau belum, ikutilah tes ini, agar kita bisa lebih fokus dalam menjalani hidup ini. Kalau ada yang minat, isi komen aja yaaa πŸ˜€

Sumber foto : google

ANGGREK TANAH SOROWAKO

Barusan kali ini saya pulang kampung agak lama setelah bertahun-tahun pindah ke ibukota Jakarta. Ternyata masih banyak hal-hal yang membuat saya terperanjat ketika mengetahui satu demi satu cerita tentang tanah kelahiran saya, SOROWAKO.

Sorowako terkenal dengan keberadaan perusahaan tambang nikel PT Vale Indonesia, dulu bernama PT INCO, Tbk. Perusahaan internasional atau PMA ini sudah berada di Sorowako sejak tahun 1968. Awalnya merupakan perusahan dengan kepemilikan Canada namun sejak 2007 telah beralih ke Brazil.

Sorowako sendiri merupakan sebuah nama desa yang berada di wilayah kecamatan Nuha, kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan. Meskipun secara administrasi desa ini telah terpecah menjadi 1 kelurahan dan 2 desa namun, kami tetap menyebut Sorowako sebagai asal tempat kelahiran. ☺

Nah, kali ini saya ingin bercerita tentang anggrek tanah yang tumbuh liar dan bisa ditemukan di sepanjang jalan dan hutan di sorowako. Ketertarikan saya akan anggrek ini, paska berbincang dengan bang Hary, aktifis lingkungan yang juga suami penyanyi konservasi alam kondang, Ully Sigar Rusady. Saya sampai terheran-heran ketika beliau menjelaskan bahwa jenis anggrek hutan yang ada di Sorowako itu sampai ratusan jenis. “Akh, masa?” Hahaha.. jauh-jauh saya ke Jakarta ternyata baru tau informasi ini.

Lalu dalam perjalanan pulkam kemarin, saya pun mulai mengeksplore. Dan rasa penasaran saya pun mulai bertambah. Ketika dalam perjalanan saya dari ibukota kabupaten Luwu Timur, Malili menuju Sorowako saya sempatkan singgah di tepi jalan yang banyak bunga anggreknya, ternyata saya menemukan 4 jenis bunga anggrek yang berbeda, oalahhhh… πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Namun saya sedih, setelah singgah itu, saya tidak sempat melanjutkan pencarian lagi karena padatnya jadwal perjalanan #soksibuk. Namun sebelum kembali ke ibukota, saya menyempatkan untuk mengambil serumpun bunga yang kemudian coba saya keringkan secara konservatif.

Lalu, iseng saya coba mencari nama anggrek tanah tersebut, keterkejutan saya pun berlanjut, lah, ternyata anggrek-anggrek ini sudah sangat terkenal bahkan bibitnya pun diperjualbelikan. Anggrek-anggrek penghias kamar ku ini ternyata lebih dikenal sebagai Anggrek Tanah Philippine 😭 padahal di Sorowako ada banyak sekali dan mudah ditemukan, tumbuh secara liar di tanah. Akhirnya saya pun mulai mencari nama-nama anggrek yang saya temukan dan hasilnya seperti dibawah ini..

Spathoglottis Augustorum

Anggrek putih cantik ini bernama Spathoglottis Augustorum (White Ground Orchid) atau juga disebut anggrek congkok. Anggrek jenis Apathoglottis memiliki varian warna bunga yang banyak. Sedikit unik karena memiliki kelopak bunga tersembunyi.

Spathoglottis Plicata

Yang satu ini bernama Spathoglottis Plicata atau anggrek tanah ungu (purple ground orchid). Spathoglottis Plicata merupakan jenis yang paling banyak dijumpai. Nama generik spathoglottis berasal dari bahasa Yunani “spathe” berarti pedang dan “glossa” atau “glotta” yang berarti lidah. Plicata sendiri diperoleh dari penampilan atau lekukan daunnya.

Bletilla Striata (Thunb.) Reichb.f.

Anggrek tanah ini disebut Bletilla Striata (Thunb.) Reichb.f. dengan bunga merah muda keunguan. Sangat lembut dengan daun kelopak hampir sama panjang dengan mahkota tapi sedikit sempit. Bibir bunga merah muda dengan garis-garis ungu dan kuning.

Arundina Graminifolia

Yang satu ini disebut Arundina Graminifolia dengan bunga didominasi warna putih. Bibir bunganya unik membentuk corong dengan tepian ungu melebar keluar. Dan didalamnya berbercak kuning dan kecoklatan membentuk garis ke pangkal bibir.

Akh… selalu ada hal baru yang bisa dipelajari setiap hari. Dan ternyata anggrek-anggrek liar ini juga cantik menjadi pajangan meja. 😍😍

Sumber: dari berbagai sumber

#renunganvie

Bazaar Ugik 2018

Rasa haru dan bangga ketika melihat warga asing lain senang dan antusias mencoba mengenakan pakaian tradisional kita. Itulah yang kami rasakan ketika baju bodo dan jas tutup khas Luwu Sulawesi Selatan Indonesia tidak hanya dipamerkan tapi juga dikenakan oleh warga negara asing di Singapore.

Kesempatan ini didapatkan di Bazar Ugik, Bugis Festival di Malay Heritage Centre (MHC) Kampong Glam Singapore pada Sabtu 14 April 2018. Festival ini dilaksanakan Bugis Melayu Society Singapore bekerja sama dengan Malay Heritage Centre, Kedatuan Luwu, Kerajaan Riau Lingga dan Persatuan Pencak Silat Sendeng Ritz Singapore.

Sesungguhnya, hampir saja perjalanan ini batal karena izin cuti keluar last minutes hehhehe. Alhamdulillah, semua berjalan sesuai rencana bahkan dengan beberapa perubahan yang sangat membahagiakan. Yang mana berdasarkan Surat Tugas Datu Luwu XL Nomor 01/ST/KDL-PLP/IV/2018 maka ibu Hartawati Andi Djelling Opu Odeng dan penulis bertindak mewakili Kedatuan Luwu dan disponsori oleh CV Mario Putra Tana Manai Jakarta.

Selain kami berdua, turut hadir dari Indonesia, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Tana Luwu (KKTL) Dr. dr. Andi Arus Viktor, SpM(K) dan Nuhudawi Andi Affan Naja Opu Ireng, juga istri dari Gubernur Kepulauan Riau, Noorlizah Nurdin dan rombongan dari Batam dan Tanjung Pinang.

Pukul 8 pagi, kami memulai persiapan penataan stand bazaar di halaman Malay Heritage Centre. Dari Stand Kedatuan Luwu, kami memajang pakaian tradisional bugis dengan aneka model dan warna baju bodo lengkap dengan aksesorisnya, jas tutup untuk laki-laki, makanan ringan seperti jipang dan baruasa, serta pisang epek dengan rasa original dan durian.

Menjenguk ke stand sebelah, ada stand dari perkumpulan pencak silat Singapore, aneka makanan khas Bugis seperti kapurung, lawa, coto pangkal pinang, ayam lekku dan masih banyak lagi buah tangan dari Kepulauan Riau disamping pameran baju bodo, lalu ada stand dari Bugis Melayu Society singapore dan kelas memasak kue Bugis yakni metode pembuatan barongko dan sanggara balanda.

Selain itu ada sajian tari-tarian diantaranya tari Pakarena Bugis, Zapin Melayu, Tari Pagellu Toraja, ada pula peragaan pakaian pengantin Bugis dan tabuhan gendang.

Ini adalah pengalaman pertama kami melakukan pameran di luar Indonesia, sehingga semua terasa excited dan penuh rasa ingin tahu – curiosity. Namun kami memiliki pemandu yang cantik dan baik hati Haslinna Jaaman yang senantiasa memberikan penjelasan sehingga kami tidak terlalu kaku dalam kegiatan itu.

Walhasil, kami merasa senang ketika rombongan wisatawan Eropa berkunjung ke stand kami. Mereka mencoba pisang epek bahkan menggunakan baju bodo dan jas tutup. Bahkan sempat membuat heboh, seorang bloger asal Mexico Edgar mendadak menjadi pusat perhatian dengan menggunakan jas tutup warna hijau. Dengan gayanya yang lucu dan mengundang perhatian, Edgar “diserbu” untuk berfoto bahkan dipanggil Datuk Museng πŸ˜‚πŸ˜‚. Frankly said, he is so charming.

Pameran ditutup dengan hujan dan insiden kecil yang membuat Ibu Noorlizah Nurdin sangat terluka. Dia menumpahkan isi hatinya melalui media sosial miliknya.

Namun demikian, semoga insiden ini menjadi koreksi bersama. Teringat pepatah dimana langit dipijak disitu langit dijunjung. Terkadang, kekurangan informasi menyebabkan keputusan yang kita ambil menjadi sepihak dan tidak mengindahkan pihak lain sehingga terkesan individualistik. Apalagi sampai menyinggung tetamu yang hadir.

Salam budaya πŸ™πŸ™πŸ™