Yuks, ke Danau Matano

Saya tinggal di Sorowako, namun bekerja di ibukota kabupaten Luwu Timur yakni Malili, yang ditempuh dalam waktu sejam berkendara dari Sorowako. Sorowako memiliki danau Matano cantik dengan kedalaman sekitar 590m. Disebut sebagai danau terdalam di Asia Tenggara dan urutan ke delapan di dunia. Matano sendiri berarti air dalam bahasa setempat. Meski tinggal disini, jarang sekali saya bisa bermain di danau Matano seperti saat saya masih kecil dulu. Sehingga saat mengetahui jadwal tugas pendampingan saya (Sabtu, 12/6/2021) akan berkunjung ke danau Matano, saya menjadi sangat bahagia dan senang sekali.

This image has an empty alt attribute; its file name is img-20210612-wa0157.jpg

Kami berangkat cukup pagi meninggalkan Malili menuju Sorowako dan langsung menuju dermaga Sorowako. Disana telah menunggu 3 speed boat yang akan kami gunakan berkeliling. Aku lalu membagi timku; fotographer Ayik ikut di speed boat yang digunakan Bupati Luwu Timur, Budiman, Kameramen Ully dan Ridho bersamaku di speed boat yang terpisah dan teman protokol Tika dan Rasma bersama rombongan lainnya di speed boat yang lebih besar dengan kapasitas penumpang lebih banyak.

This image has an empty alt attribute; its file name is img-20210612-wa0064.jpg

KALI DINGIN LAWA

Tujuan pertama kami adalah ke Kali Dingin Lawa. Disana telah menunggu teman-teman yang lebih dahulu bahkan menginap menikmati indahnya danau Matano dengan tenda-tenda di tepian danau. Rupayanya kami disambut dengan hidangan luar biasa. di Tempat ini, Bupati Budiman memberikan pengarahan kepada Kepala Desa Matano dan masyarakat Matano yang hadir untuk senantiasa menjaga alam dan lokasi wisata Lawa.

This image has an empty alt attribute; its file name is img_20210612_092320.jpg

DESA MATANO

Meninggalkan Kali Dingin Lawa, kami menuju salah satu villa di Desa Matano. Wah, keren banget villanya, serasa orang paling kaya yang punya, dengan danau yang terhampar luas di hadapannya.

This image has an empty alt attribute; its file name is img_20210612_113128.jpg

TAIPA

Selama ini saya melihat gambar-gambar yang berseliweran di laman facebook. Akhirnya kami sampai juga ke tempat ini. Mashaallah, luar biasa hasil kerja Pak Desa Sorowako Lau Jiha, yang telah merubah tempat ini menjadi sebuah lokasi wisata dengan beragam fasilitas yang bisa digunakan. Tentu tidak lepas dari spot-spot foto yang keren dan kekinian.

This image has an empty alt attribute; its file name is img_20210612_165504.jpg

GOA AIR

Kami juga melewati Goa Air. Meski tidak singgah, tapi Goa air ini merupakan salah satu destinasi wisata di danau Matano yang Disebut Goa air karena untuk masuk ke dalam goa, kita harus menyelam di pintu goa yang tertutup air. Di dalam Goa, kita akan menemukan stalaktit atau batuan runcing dan lancip, kadang berongga yang menggantung di langit Goa dan menghadap ke bawah. untuk yang senang uji nyali, kita juga bisa memanjat di depan goa untuk naik ke atas dan terjun ke bawah, di tengah-tengah goa.

This image has an empty alt attribute; its file name is img_20210612_134052.jpg

Selalu bahagia jika bisa bertugas sambil piknik, karena akan sangat berbeda dengan saat kita melakukan wisata biasa. Yuks ke danau Matano, menikmati indahnya karunia Ilahi dengan kejernihan danau dan keindahan alam di sekitarnya.

100 Hari Kepergian Bupatiku

Pak Haji, bagaimana kabar Bapak disana? Kami rindu pak Haji. Banyak sekali memory indah yang masih tergambar jelas saat bersama pak haji.


Pak haji, kemarin saya kembali bertugas ke rujab. Ternyata saya tidak setegar yang saya pikirkan. Air mata masih menetes. Bayangan pak haji berjalan dari ruang pribadi menenteng baju, berkas atau sepatu menuju mobil terasa begitu nyata. Saat pak haji membuka pintu lalu tersenyum dan bertanya apakah semua sudah siap masih terasa begitu nyata.

Bayangan pak haji di atas mobil kemudian membuka kaca jendela saat kami tidak mengikutimu masih terasa begitu nyata. Atau saat kami berlarian menuju mobil saat pak haji sudah siap berangkat masih terasa begitu nyata.

Bayangan pak haji saat pengambilan gambar di ruang tamu, di ruang makan, di ruang gubernur atau di halaman depan, semuanya masih sangat terasa begitu nyata.

Rumah Jabatan Bupati Luwu Timur

Kemarin saya menemani pejabat yang baru menerima kunjungan anak sekolah dan mengajak mereka melihat ruangan kantor Bupati dan Rumah Jabatan Bupati dan mengajak mereka berkeliling. Saya merasa bayangan pak haji yang tersenyum terasa begitu nyata bersama kami.
Berat rasanya pak haji.. berat sekali dada ini..  tidak lama saya bekerja langsung untuk pak haji, tapi kenangan bersama pak haji sangat membekas. Kebaikan pak haji, kebaikan ibu haji, kebaikan yang saya dapatkan selama saya bertugas sangat membekas dan masih terasa begitu nyata.

Pak haji, saya sedih karena belum berhasil membuat video Bapak sebagai pemersatu keberagaman di Luwu Timur. Video yang menggambarkan bagaimana kebijaksanaan Pak Haji menyikapi keberagaman di Bumi Batara Guru ini. Tapi saya percaya bahwa manusia hanya dapat berencana tapi Allah SWT yang berkehendak.
Pak Haji,
Menegenang 100 hari kepergianmu, hanya doa yang terkirim sebagai rasa terima kasih atas semua kebaikan pak haji. Semoga pak haji tenang di tempat terbaik yang Allah SWT berikan untuk pak haji.

Allaahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihii wa’fu anhu wa akrim nuzu lahu wa wassi’ madkhalahu waghsilhu bilmaai wats-tsalji walbaradi wanaqqihi minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wazaujan khairan min zaajihi wa adkhilhuljannata wa ‘aidzhu min ‘adzaabilqabri wafitnatihi wamin ‘adzaabinnaari.

Allaahummaghfir lihayyinaa wamayyitinaa wasyaahidinaa waghaaibinaa washaghiiranaa wakabiiranaa wadzakarinaa wauntsaana.

Allaahumma man ahyaitahu minnaa fa ahyihi ‘alal islaami waman tawaffaitahu minnaa fatawaffahu ‘alal iimaani.

Allaahumma laa tahrimnaa ajrahu walaa tudhillanaa ba’dahu birahmatika yaa arhamar raahimiina. Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin

Artinya :

“Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskan lah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskan lah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami atau istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia kedalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur serta fitnah nya, dan dari siksa api neraka.

Ya Allah, berikanlah ampun, kami yang masih hidup dan kami yang telah meninggal dunia, kami yang hadir, kami yang ghoib, kami yang kecil – kecil kami yang dewasa, kami yang laki – laki maupun perempuan.

Ya Allah, siapapun yang Engkau hidupkan dari kami, maka hidupkanlah dalam keadaan iman.

Ya Allah janganlah Engkau menghalangi kami, akan pahala beramal kepadanya dan janganlah Engkau menyesatkan kami sepeninggal dia dengan mendapat rahmat-Mu wahai Allah yang lebih belas kasihan. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Aamiin aamiin aamiin ya rabbal alaamiin.

Achmad Langit Syandrie

Mashaallah…
Melihatmu di ranjang bayi saat didorong keluar dari ruang operasi, membuatku menitikkan airmata. Airmata bahagia nak. Sungguh, keputusan yang cukup berat dalam menjemput kehadiranmu di dunia ini, di masa Pandemi Covid-19.

Selamat untuk Bunda Shiey, ayah Andrie dan kakak Affan Bintang Syandrie, Kakek dan Nenek serta semua keluarga kerabat yang berbahagia.

Selamat datang ade’ Achmad Langit Syandrie


08.33
Ibu menelpon. “Ya Bu.”
“Adekmu mau melahirkan. Bisa pulang sekarang? Kami sedang di Puskesmas. Di rujuk ke rumah sakit disini, penuh. Rencana mau dirujuk ke rumah sakit daerah di kabupaten tetangga karena dokter di rumah sakit daerah kita sedang isolasi mandiri.

Dug, hatiku sedih sekali. “Bu, ban mobilku botak, tidak berani saya gunakan pulang ke rumah.

“Tolong usahakan, dan pulanglah nak.”

08.45
Aku menelpon bengkel, bertanya kesediaan ban mobil yang kubutuhkan. Wah, sekali lagi hatiku sedih, aku tak punya uang.

09.00
Aku coba menghubungi kakakku. Sedikit menjelaskan situasi yang kualami.
Kembali hatiku sedih, kakakku mengatakan belum bisa bantu.

09.15
Ibu kembali menelpon.
“Maaf ibu, saya tidak sanggup. Kusebutkan nilai yang kubutuhkan, “sebentar ibu transfer nak”

Ya Allah, air mataku menitik. Belakangan ini, aku sangat menyusahkan ibuku. Mestinya aku yang memberikan kebutuhannya, namun justru kebutuhanku yang dipenuhinya.

Akupun bergegas, bersiap untuk pulang.

09.31
Bapak menelpon, “iya pak”

“Bapak sudah transfer. Segera pulang nak” pesan Bapak di ujung suara.

“Baik pak, aku pulang.

10.04
Aku sudah di bengkel mengganti ban, menelpon Bapak dan beberapa orang lainnya.
Syukurlah, ban yang kubutuhkan tersedia, meski harganya lebih tinggi dari seharusnya. Namun aku tak punya pilihan lain.

10.44
Selesai, aku pun bergegas pulang.

Ibu menelpon. “Nak, alhamdulillah. Adikmu sudah masuk rumah sakit disini, tadi dia reaktif saat di puskesmas jadi adikmu harus swab.

“Iya bu, tidak apa-apa. Ikuti saja protokol Covid-19, karena sebelum tindakan dilakukan, pasien memang harus di swab, menjaga pasien dan juga tenaga kesehatan yang menanganinya.”

Menghela nafas panjang.

“Ibu jangan khawatir, kita doakan yang terbaik. Saya sudah dalam perjalanan pulang, hp saya matikan supaya fokus bawa mobil ya bu.”

11.29
Rupanya adikku ditempatkan di ruang khusus untuk penanganan pasien suspect Covid-19. Subhanallah. Syukur aku bisa masuk dan bersamanya. Sedikit terbantu karena beberapa perawat mengenalku dan paham kami tetap mengikuti protokol kesehatan.

Rangkaian penanganan diberikan kepada adikku. Swab antigen dan swab PCR dilakukan.

17.23
Adikku mulai dipindahkan ke ruang tindakan. Semua berjalan sebagaimana protokol Covid-19.

Hanya doa dan harapan semoga tindakan yang diberikan berjalan lancar.

18.20
Pintu ruang operasi terbuka dan perawat mendorongmu menuju ruang bayi. Mashaallah nak.. aku mengikutimu dan perawat itu, mencoba mengabadikanmu nak.

Kau lahir kecil nak. Bundamu bahkan menangis terisak saat dia belum diperbolehkan menyentuhmu, memelukmu bahkan menyusuimu karena protokol Covid-19. Tapi satu kesyukuran karena para perawat itu tidak memberimu susu formula melainkan ASI bundamu meski dibantu dengan botol.

Alhamdulillah, hari ini tepat 40 hari setelah kelahiranmu, kau tumbuh sehat dan memberi kebahagiaan dalam suasana Pandemi ini.

Yaa Robb,
Bimbinglah ia menjadi anak shaleh, lembutkan hati, lisan dan perbuatannya…
jadikanlah ia penyejuk hati kedua orangtuanya dan penyatu di dalam keluarganya.
Aamiin yaa mujibassailin


I love you nak…

Ya Allah, Sampaikanlah Rindu untuk Bupatiku

Ya Allah, ya Tuhanku, salam sembah sujud yang teramat dalam untukMu, Engkau Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Engkau Sang Pemilik Segalanya, Penguasa alam semesta beserta seluruh isinya.

Hari ini, tepat 14 hari setelah kepergian Bupati kami, Ir. H. Muh. Thorig Husler (alm). Entah mengapa, meski aku telah mengunjungi pusaranya, aku tidak merasa kalau beliau telah pergi selama-lamanya. Entah mengapa aku merasa beliau sepertinya hanya sedang bepergian sebentar dan akan kembali.

Jenazah dikebumikan di Pekuburan Keluarga, Kampung Kampal, Kelurahan Kappuna, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Jumat (25/12/2020).

Ya Khaliq Ya Baari, bukan hanya aku yang kehilangan. Orang-orang di sekelilingkupun sangat kehilangan. Semua berduka yang dalam atas kepergian beliau. Belum pernah aku melihat reaksi duka yang begitu dahsyat. Kehilangan yang begitu menyayat hati. Kerumunan massa yang menantikan jenazah beliau di setiap kabupaten kota yang dilalui dalam perjalanan menuju tempat peristirahatan terakhir beliau.

Al-Fatihah

Ya Aliim Ya Baasith, bapak Bupatiku baru saja terpilih kembali untuk periode keduanya. Pesta kemenangan belum dilaksanakan. Orasi kemenangan belum disampaikan. Letih dan semua tekanan belum hilang dari pundak pendukungnya. Namun semua tersapu oleh derai air mata duka yang sangat dalam atas kepergian beliau.

Bupati Luwu Timur Periode 2016-2021 Ir. H. Muhammad Thorig Husler (alm) Lahir: 19 April 1963 Wafat : 24 Desember 2020

Ada rindu yang menggumpal dalam dada ini ya Hakam. Rindu akan sosok beliau yang bersahaja, yang berkarakter, yang sabar, yang baik, yang selalu memaafkan, yang selalu tersenyum bahkan saat marah sekalipun, beliau masih mampu memperlihatkan kepemimpinan beliau. Beliau adalah pemimpin kami, orang tua kami, sahabat kami. Banyak pelajaran yang kami dapatkan dari beliau, banyak kesempatan yang beliau berikan sebagai bentuk kepercayaan pada tugas kami. Masih berat rasanya untuk percaya ya Muktadir. Maafkan kekhilafan kami ini ya Ghaffaar.

Sesaat setelah pengambilan Sumpah dan Janji dalam jabatan sebagai Kasubag Publikasi dan Dokumentasi Bagian Humas dan Protokol Pemkab Luwu Timur (2202019)

Allahumma ya Allah, Engkau yang Rahim, Engkau yang Rahmat, Engkau yang Haqq. Andai bisa terkumpul setiap titik airmata yang menangisi kepergian beliau, jadikanlah air mata itu sebagai pencuci dosa-dosa beliau. Sebagaimana Engkau berikan 14 hari dalam sakitnya untuk membersihkan dosa-dosanya, sebelum beliau menutup matanya.

Ya Dzul Jalaali Wal Ikraam, hanya Engkaulah Yang Maha Mengetahui apa yang terjadi. Kami hanya bisa meminta pertolonganMu. Sesungguhnya kami tiada daya dan upaya selain daripada petunjukMu. Lapangkanlah kuburnya ya Malikul Mulk. Ampunilah, rahmatilah, muliakanlah beliau. Masukkanlah beliau ke dalam surgaMu dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnah nya, dan dsri siksa api nerakaMu.

Ya Afuww, ya Haadii, Aku berlindung diri kepada Engkau dari setan yang di rajam. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang yang memperoleh nikmat sama memuji, dengan pujian yang sesuai dengan nikmatnya dan memungkinkan di tambah nikmatnya. Ya samii, hanya Engkau segala puji, sebagaimana yang patut terhadap kemuliaan Engkau dan keagungan Engkau.

Ya Fattah tambahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada penghulu kami Nabi Muhammad SAW dan kepada keluarganya. Ya Baashiir, terimalah dan sampaikanlah pahala ayat-ayat Quraanul ‘adhim yang telah kami baca, tahlil kami, tasbih dan istighfar kami, dan bacaan shalawat kami kepada penghulu kami Nabi Muhammad SAW dan kepada keluarganya. Sebagai hadiah yang bisa sampai, rahmat yang turun, dan berkah yang cukup kepada kekasih kami, penolong dan buah mata kami, penghulu dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, kepada semua temannya dari para Nabi dan para Utusan, kepada para wali, pahlawan yang gugur (Syuhada), orang-orang yang salih, para sahabat, dan tabi’in (para pengikutnya); kepada para ulama yang mengamalkan ilmunya, kepada semua pejuang di jalan Allah (membela agama-Nya), Allah raja seru sekalian alam; dan kepada para Malaikat munggarrabin, terutama Bapak Bupati kami Ir. H. Muh. Thorig Husler (alm), kemudian kepada Ahlul kubur, muslim yang laki-laki dan yang perempuan, mukmin yang laki-laki dan yang perempuan, dari dunia timur dan barat di darat dan di laut, terutama lagi kepada bapak kami, ibu kami, nenek-nenek kami yang laki-laki dan yang perempuan.

Ya Ghaffaar ampunilah mereka, kasihanilah mereka, dan maafkanlah mereka. Turunkanlah rahmat, dan ampunan kepada ahlul kubur yang ahli mengucapkan “Laa ilaaha illaallah, Muhammadur rasulullah” (Tidak ada tuhan selain Allah, Muhammad Utusan Allah). Ya Allah, tunjukkanlah kami kebenaran dengan jelas, jadikanlah kami pengikutnya, tunjukkanlah kami perkara batil dengan jelas, dan jadikanlah kami menjauhinya. Ya Lathiif, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka, Maha Suci Engkau Ya Allah, Tuhan yang bersih dari sifat yang di berikan oleh orang-orang kafir, semoga keselamatan tetap melimpahkan kepada para Utusannya dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian Alam. Al Faatihah…

Allahumma shalli ala dzaztil mukammalati wa rahmatil munazzalati sayyidina muhammadi wa ala alihi wa shohbihi wasallam.

Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam untuk zat yang disempurnakan dan rahmat yang diturunkan, yaitu Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabatnya.

Allahumma kamaa khashashtana bikitabikalkariimi wa hadaitanaa ila shirathal mustaqiimi, wa ashlih bihi minna jamii’a maa fasaw, wa thahhir bihi minna maa dhahara wa maa bathana.

Ya Allah, sebagaimana Kau muliakan kami dengan Kitab suci-Mu yang mulia dan Kau tunjuki kami ke jalan yang lurus, maka berikanlah kemaslahatan untuk kami sebagai pengganti mafsadat dan sucikan kami dari kotoran yang tampak dan tersembunyi.

Allahummashrah bilqur’ani shudurana wabassir bihi umrana wa ‘adzim bihi uju rana wa hassin bihi ahlqana wawassi’bihi arzaqana wanawwir bihi quburana.

“Ya Allah, dengan Al-Qur’an lapangkanlah hati kami, mudahkan urusan kami, lipatgandakanlah pahala kami, perbaiki akhlak kami, luaskan rezeki kami, dan terangilah kubur kami.”

“Ya Allah, turunkanlah di kuburnya bapak almarhum Ir. H. Muh.Thorig Husler rahmat, sinar, cahaya, kegembiraan, kesenangan, keharuman, dan kebahagiaan sejak hari ini hingga hari kebangunan dan kebangkitan. Sungguh, Kau penguasa, tuhan yang maha pengampun.”

Allahummal qur’ana’ adzima fii qabrihi mu’nisa, wa fil qiyamati syafi’an, wa fil hasyri dhiya an wa dzillan wadalilan, wafilmizani rajihan. wa’ala shirathinuuran wa qa idan, wa ‘annari sitran wahijaban, wafil jannati rafiiqan.

“Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an di kuburnya sebagai teman, di Hari Kiamat sebagai pemberi syafaat, di tempat berkumpul (mahsyar) kelak sebagai sinar, naungan, dan petunjuk, di mizan sebagai pemberat timbangan amal baik, di sirath sebagai cahaya dan penuntun, dari api neraka sebagai tabir dan hijab, dan di surga sebagai kawan.”

Ia dulu pernah bersaksi bahwa tiada tuhan selain Engkau dan Nabi Muhammad SAW adalah hamba dan utusan-Mu. Kau pun lebih tahu akan hal ini. “Ya Allah, dia kembali kepada-Mu. Engkau adalah sebaik-baik tempat kembali. Ia membutuhkan rahmat-Mu. Sementara Engkau tidak perlu menyiksanya. Kami mendatangi-Mu seraya mengharap kepada-Mu agar dapat memberikan syafa’at baginya. Ya Allah, jika ia orang baik, maka tambahkanlah kebaikannya. Jika ia orang jahat, maka maafkanlah keburukannya. Pertemukan ia dan ridha-Mu berkat rahmat-Mu. Peliharalah ia dari fitnah dan azab kubur. Lapangkanlah kuburnya. Jauhkanlah dinding bumi dari kedua sisi badannya. Pertemukanlah ia dan keamanan berkat rahmat-Mu dari azab-Mu hingga Engkau membangkitkannya dalam keadaan aman menuju surga-Mu berkat rahmat-Mu, wahai Zat Yang Maha Pengasih.

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuahu “Ya Allah, ampunilah dirinya, kasihanilah dirinya, afiatkan dirinya, dan maafkanlah dirinya.”

Allahumma dzakkirnaa minhu maa nasiina wa ‘allimnaahu maa jahilnaa warzuqnaa tilaawatahu anaaallaili wa athrafannahari, waj’alhu hujjatallanaa walaa taj’alhu hujjatan alainaa.

“Ya Allah, ingatkan kami ayat-ayat Al-Qur‘an yang kami terlupa. Beritahukan kami sesuatu yang kami tidak ketahui. Anugerahkan kami kesempatan untuk membacanya sepanjang malam dan di tepi-tepi siang. Jadikanlah Al-Qur‘an sebagai pembela kami. Jangan jadikan Al-Qur‘an sebagai penghujat kami kelak.”

Allahumma bi fadhlika ummana, wabiluthfika huffanaa, wa’alalislaami wal imani wjam’an tawaffanaa wa anta radhi’anna, wa khtim bisshalihati a’malana, rabbanaa atina fiiddunya hasanatan wafil akhirati hazanatan waqinaa adzabannar, birahmatika yaa arhamarrahimiin, wal hamdulillahi rabbil’aamina.

“Ya Allah, ratakanlah keutamaan-Mu. Selimuti kami dengan kelembutan-Mu. Atas Islam dan iman sekaligus, matikanlah kami sementara Kaumeridhai kami. Akhiri amal kami dengan kesalehan. Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”

Ya Kariim, jagalah ibu dan anak keturunan beliau. Berikanlah kekuatan agar mereka dapat melanjutkan perjungan yang telah dimulai almarhum. Hanya Engkaulah al Khaliq yang Maha Pemberi Petunjuk dan Muqsith. Berikanlah petunjukMu agar langkah mereka tetap dalam lindunganMu.

Kabulkanlah doa dan permintaan kami ya Allah. Aamiin Yaa Mujiibassaa`iliin, Kabulkanlah Wahai Yang Maha Mengabulkan Doa 🤲🏻

Malili, 7 Januari 2021

Tenun dan Roto Rongkong

Keberuntungan membawaku menginjakkan kaki ke tanah Rongkong, Luwu Utara. Desa yang terletak di kaki bukit ini diberi julukan negeri berselimut awan Tanah Masakke atau Tanah yang berkah. Bersama teman-teman Ejayya Art dan disponsori Ketua Umum AKAR (Aliansi Keluarga Rongkong) Bersatu, Dewi Sartika Pasande.
Kami diterima di baruga Tomaka Limbong Rongkong atau Pemangku Adat Limbong Rongkong. Setelah melihat beberapa tarian etnis rongkong juga nyanyian, kami pun menuju Kampung tenun dan wisata alam Rongkong.

Gerbang kampung tenun Rongkong


Di kampung ini, saya bertemu Hadia (53). Rupanya, si ibu bersama 4 ibu lainnya yakni Siti Norma (50), junaya (48) fajarwati (28) dan Elfi (23) telah membentuk kelompok tenunan yang diberi nama kelompok Bunga Risin. Mereka menenun di dusun Salurante Desa Rinding Allo kec. Rongkong Luwu Utara.

Bersama ibu Hadia


Hadia bercerita bahwa budaya tenun ini diangkat kembali pada tahun 2017, setelah 18 tahun budaya ini hilang. Saat itu, muncul kesadaran akan punahnya budaya tenun ini jika satu-satunya pewaris budaya ini meninggal dunia. Sehingga mereka pun belajar dari ibunya bernama Mawila  yang baru saja meninggal dunia tahun 2020 di usia 80 tahun.

Motif Bunga Rissin Tenun Rongkong



Motif ini disebut bunga rissin yang merupakan tradisi turun temurun baik dari bapak maupun ibu, Entah siapa yang pertama kali mengajarkan design tenunan ini, namun tenunan rongkong dibuat dari hati. Untuk membuat 1 lembar kain dengan motif bunga rissin, membutuhkan waktu 6 bulan dengan pengerjaan secara rutin. Sedangkan untuk kain puri lonjong butuh waktu 1 tahun.

Aneka motif kain Roto Rongkong


Selain bunga Rissin, ada juga motif Sekong Sirenden, Kulambu Tanete, Rundun Lolo, Tali Tobatu, Pori Lonjong, Pori Roto dan Pori Ta’tak dan lain sebagainya.

Teknik Pembuatan Tenun dan Kain Roto Rongkong

Pewarnaan pada tenun dan kain roto Rongkong menggunakan bahan pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan, sehingga benang dan kain yang akan diwarnai harus diperlakukan secara khusus terlebih dahulu. Hal ini untuk mengikat warna. Sehingga kain dan benang yang akan diwarnai harus disiapkan dengan beberapa langkah.

Pertama; benang dan kain ditumbuk dengan air palli atau campuran rempah lalu dijemur, dan diulang sekitar seminggu hingga benang dan kain siap untuk diwarnai.

Proses menumbuk kain Roto Rongkong


Kedua; benang dan kain yang sudah disimpan 1 minggu, diikat. Lalu dicelup ke dalam cairan warna. Untuk warna hitam dari daun kayu, kalau merah dari akar kayu

Benang dan kain diikat sebelum dicelup ke pewarna



Daun tanaman Indigo atau Tarum warna hijau


Akar mengkudu untuk warna merah Perpaduan daun tarum dan mengkudu menghasilkan warna hitam


Benang yang sudah ditumbuk lalu dijemur supaya warna melengket karena pewarnaan alam dari tumbuh-tumbuhan

Benang yang sudah diwarnai dan siap dipintal untuk ditenun



Proses Tenun



Kain pun ditumbuk supaya mudah menyerap, seminggu ditumbuk dengan kemiri atau air, basah dijemur kering ditumbuk lagi selama seminggu.

 

Motif sekong mandi’

Motif sora yang artinya pertahanan


Keindahan dan keanekaragaman budaya Indonesia perlu dilestarikan. Begitu pula tenun dan roto Rongkong ini. Mari mencintai produk-produk asli Indonesia. Dari bahan-bahan alami dan masih tradisional pekerjaan tangan (handmade).

Bumi Tanah Masakke, 4 Oktober 2020

Expert Class 23

Belajar photography memang membutuhkan kesabaran tingkat tinggi, apalagi jika motret sesuatu yang biasa-biasa saja menjadi sebuah karya yang keren. Untuk itulah diperlukan teknik pengambilan gambar, baik angle atau sudut pengambilan gambarnya, pencahayaan, dan sebagainya.Untuk itulah saya kembali mengikuti kelas photography online yang dibuka oleh Kelas Moto Teh Ina by Ina Ghassany dengan Admin Rina Saraswati Aras.

Kali ini saya mengikuti kelas Expert yang bertujuan untuk membuat foto yang lebih menarik dengan mempelajari pencahayaan exposure, warna tone, komposisi dan waktu pengambilan foto.

Day-1, Framing Photo

Tugas hari pertama ini harus benar-benar kreatif karena temanya adalah frame atau bingkai. Sempat berfikir panjang apa yang harus daya lakukan, karena tidak punya pagar, biasanya sih bagus di pagar. Akhirnya jepret jepret pakai lingkaran, kotak-kotak eh terfikir pakai bambu penggulung sushi, biar sedikit dramatis dengan panjang matt nya. Eh, ternyata tidak semudah yang saya bayangkan, membuat bulatannya yang sedikit challenging.


Day-2, Fokus on the Ground Photo

Tugas hari kedua gampang-gampang susah. Karena ambil foto terang di background blur di depan tanpa bokeh. Jeiiii sekian banyak foto, tetap saja bokehnya muncul..


Day-3, Foreground Foto

Tugas hari ketiga kebalikan dari tugas hari kedua. Sempat kirim foto yang komentarnya mentor bikin imun turun pagi-pagi, tapi jadi lebih paham penugasannya. Kali ini obyeknya di depan dan backgroundnya menjadi blur.


Day-4, Abandoned Photo

Nah, tugas hari keempat ini bikin mikir panjang mau foto apaan. Wah, akhirnya teringat beberapa buku-buku tua yang tersimpan. Idenya adalah motret benda-benda usang. Wah.. apanya yang bagus ya? Foto benda karatan, benda tua, benda yang sudah tidak digunakan.. wah.. ternyata saya salah, begitu lihat hasil fotonya, auchhh jadi senyum-senyum sendiri ternyata keren yakkk…


Day-5, Urban Decay
Wah, tugas hari kelima terasa berat karena hujan di pagi hari sampai sore. Lewat deh waktu setor foto. Begitu ada matahari sedikit jelang magrib, saya pun berkeliling-keliling kota Malili. Akhirnya menemukan empat bangunan tua yang cukup creepy dan seram-seram. Aishhh ternyata hasil fotonya  cakep.. seperti di luar negeri gitu deh .. ternyata tema hari ini makin serem makin dapat feel fotonya.


Day-6, Hands in Frame

Waduh ga ada yang bantuin foto, padahal tugasnya foto tangan. Akhirnya nunggu waktu pulang ke rumah dulu baru bisa nemu tangan cantik buat objek. Tangan inilah yang telah merawatku dari kecil hingga besar, namun tetap terawat bahkan kadang bikin iri karena kecantikannya. Tentu saja hasil fotoku pun bikin senyum-senyum sendiri.


Day-7, Digital Imaging

Kali ini, aku hanya kepikiran untuk bermain dengan bijih-bijih kopi. Kalau yang lainnya senang dengan splash air dan potongan-potongan buah. Benar-benar dituntut kreatifitas dan imaginasi apa yang harus dilakukan. Akhirnya saya jadi paham teknik pengambilan gambar digital imaging, wah.. hasilnya memang luar biasa…


Intinya belajar dan belajar. Dengan ilmunya, kita akan semakin nyaman dalam melakukan sebuah kegiatan. Apalagi motret sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Yang mana terkadang kita berusaha untuk menyimpan memori moment yang kita alami. Dan saya menemukan manfaat yang luar biasa. Mungkin kamu pun bisa menemukan manfaat itu.

Selamat mengeksplore kemampuanmu yaaa…

SI BIRU BAGI PENCINTA TEH

Saat adikku Adhy menanam bunga rambat ini, aku bahkan tidak tahu namanya. Dia hanya menyampaikan bahwa tanaman ini bisa menjadi pagar hidup dengan bunga yang cantik. Aku pun setuju dan membiarkan tanaman ini tumbuh subur sebagai pagar hidup.

Beberapa waktu lalu aku menerima sebuah pesan yang menawarkan teh biru. Sebagai pencinta teh seperti diriku, yang sudah mencoba beragam teh, umumnya menemukan teh itu berwarna cokelat, hijau, hitam, dan merah. Setelah kuperhatikan beberapa saat, baru aku sadari bahwa bunga tehnya persis sama dengan bunga di halaman rumahku. Bunga cantik berwarna biru keunguan ini rupanya disebut kembang telang atau blue pea vine / butterfly pea / pigeon wings.

Langsung saja aku bertanya pada mbah Google, rupanya bunga yang memiliki banyak khasiat yang luar biasa. Utamanya untuk otak seperti hasil studi jurnal Pharmacology Biochemistry and Behavior yang menjelaskan bahwa senyawa dalam bunga telang berpotensi meningkatkan fungsi otak serta meredakan aktivitas otak yang sangat aku butuhkan saat ini. (Sumber : https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/resep-sehat/resep-minuman-bunga-telang)

Akhirnya aku pun memetiknya. Bahkan sampai melibatkan beberapa ibu-ibu tetangga. Tentu saja ditambah beberapa rincian rumpi sehingga tidak terasa bunga-bunga ini telah terlepas dari tangkainya dan berpindah ke bakulku. Bunganya cantik. Berwarna biru keunguan dan sangat mudah berkembang ini disebut juga clitoria ternatea.

Untuk membuat teh, maka kembang telang ini dijemur sampai kering. Sebenarnya bisa saja dibuat teh dalam kondisi baru petik, tapi untuk membuatnya tahan lebih lama, maka baiknya dikeringkan. Akupun menyiapkan wadah untuk mengeringkannya, dan aku menggunakan bambu yang dibentangkan lalu menggunakan jaring sebagai alasnya.

Penjemurannya sendiri butuh 2 hari dibawah terik matahari sehingga kembang telang ini betul-betul kering dan siap untuk disimpan atau diseduh menjadi teh. Ketika disentuh juga seperti krispi dan wangi.

Begitu kering, maka kembang telang ini siap dibuat teh. Teh berwarna biru yang menurut Journal of Ethnopharmacology dilansir oleh teahow.com telah digunakan selama berabad-abad sebagai penambah daya ingat, nootropik, antistres, anxiolytic, antidepresan, antikonvulsan dan obat penenang.

(Sumber: https://www.google.com/amp/s/www.suara.com/health/2020/03/06/103421/manfaat-kesehatan-teh-telang-atau-teh-biru-termasuk-atasi-diabetes)

Sedikit penasaran, maka saya menambahkan air perasan jeruk nipis pada teh berwarna biru ini. Walhasil warna teh biru berubah menjadi ungu. Wow.. luar biasa manfaat teh ini sebagaimana juga dijelaskan dalam jurnal Ancient Science of Life, bahwa konsumsi bunga telang bisa mengatasi gangguan kecemasan (anxiety disorder) Bahkan, dalam satu sesi yoga saja,

(Sumber: https://www.sehatq.com/artikel/7-manfaat-bunga-telang-si-cantik-yang-menyehatkan/amp)

Setelah diskusi dengan teman-teman, akhirnya saya ber-eksperimen lagi dengan menambahkan lebih banyak jeruk maka warna tehnya berubah menjadi pink.

Mashaallah.. rupanya sebagai pencinta teh, saya masih harus banyak belajar dan mengeksplorasi ciptaan Allah SWT, sungguh kami tiada daya dan upaya melainkan petunjukNya. Dan untuk wanita, kembang telang ini juga saat bermanfaat pada organ-organ kewanitaan.

(Sumber: https://www.google.com/amp/s/www.harapanrakyat.com/2020/02/manfaat-bunga-telang/amp)

Sebagaimana aku yang mengambil manfaat dari setiap langkah yang kuambil, semoga kalian yang membaca tulisan ini juga mendapatkan manfaat dari tulisan ini. 🙏

Malili 03062020

Kelas Foto Advance Online

Belajar dasar fotography membuatku ingin melanjutkan ke kelas advance. Apalagi fotonya menggunakan handphone ku saja. Jadi tidak perlu bawa kamera kemana-mana, cukup hp saja.

Day-1 Street Food

Hari pertama saya kurang sehat sehingga baru bergerak di hari kedua. Demi mendapatkan foto street food maka saya memutuskan untuk sarapan bubur ayam di Lorong Dua sebelum ke kantor.

Day-2  Harsh Light

Nah, yang satu ini sempat delay juga, mendung menyelimuti Malili sehingga susah sekali ketemu sinar matahari. Akhirnya kita mencoba menggunakan senter, Alhamdulillah dapat juga harsh lightnya dan mendapat pelajaran tentang perbedaan cermin dan bayangan, alhamdulillah.


Day-3  Figure To Ground

Kalau teknik satu ini membutuhkan konsentrasi yang lebih. Karena tantangannya menemukan sebuah objek dengan warna yang mencolok dari sekitarnya sehingga langsung bisa menjadi pusat perhatian. Wah.. banyak foto yang disetor tapi belum masuk kategori hingga akhirnya bisa. Yeiii


Day-4  Splashing

Wah.. tantangan foto teknik ini lebih bikin hati merana, bukan aku loh yaaa, tapi asisten fotographer. Berhubung untuk membuat foto cipratan ini, harus menggunakan asisten. Sehingga benda yang jatuh di dalam air menjadi sebuah cipratan yang cantik. Percobaaannya hingga puluhan kali, bahkan sampai memenuhi memori hp dan filenya harus dipindahkan, hanya untuk mendapatkan 3 foto yang memenuhi kriteria, hehehe tapi melihat hasilnya, sungguh menjadi terkagum-kagum sendiri.


Day-5  Negative Space

Nah, teknik ini memberikan tantangan tersendiri. Mirip-mirip dengan FGT sampai-sampai beberapa foto untuk teknik NS ini disetorkan, tapi justru masuk kategori FTG. Rupanya, warnanya tidak boleh mencolol hehehhe..


Day-6  Bird Eye

Untuk teknik yang satu ini sungguh tidak cocok bagi yang phobia ketinggian, karena pengambilan fotonya dari ketinggian, seperti elang yang sedang melihat ke bawah mencari mangsa.


Day-7  Food on Messy

Awalnya aku pikir untuk pengambilan teknik ini, makanannya harus berantakan. Tapi kemudian dijelaskan, intinya adalah meski memperlihatkan makanan atau meja yang berantakan, tetapi tetap menimbulkan ketertarikan atas hidangan yang disajikan. Tadaaa…


Yah.. demikian lah, tujuh hari pernuh dengan teknik-teknik motret yang seru. Ternyata untuk mendapatkan hasil foto yang bagus, diperlukan teknik yang tepat. Bukan persoalan apakah kamera yang digunakan itu canggih dan mahal. Karena biar alatnya bagus, tapi teknik motonya belum dapat, hasilnya juga biasa-biasa saja.

Sangat berbeda ketika kita paham akan teknik pengambilan gambarnya, maka meskipun hpnya biasa, yang disajikan biasa, maka hasil fotonya  akan luar biasa..

Kelas Foto Basic Online

Awal mulanya tertarik melihat hasil foto beberapa teman di facebook. Koq bisa buat foto yang dramatisir begitu deh. Dan lebih wow lagi ketika tahu bahwa hasil foto-foto itu hanya diambil dan di edit melalui handphone. Padahal setahu saya, biasanya foto-foto seperti ini diambil menggunakan kamera DSLR atau kamera besar.Ketika ditawari, saya pun mencoba mengambil kesempatan ini. Dan saya tidak menyangka, hasilnya membuat saya terkagum-kagum sendiri, tidak percaya. Rupanya saya juga bisa.Saya masuk di kelas dasar, dengan mentor utama Ina Ghassani didampingi asisten mentor Rina Saraswati Aras. Kelas yang saya ikuti secara online melalui group Whatsapp sejak 11-17 April 2020. Pesertanya cukup banyak hingga 30-an orang.Day-1 Yellow Theme PhotographSaat diminta foto tema kuning, wah saya langsung senyum-senyum sendiri, mengingat kebetulan saya lagi menyiapkan kelengkapan saya untuk hari esok. Walhasil, jeprat jepret dah kita 🤭.Day-2 Raw Food FotographKalau yang satu ini, sempat jingkrak-jingkrak. Kebetulan, di halaman belakang tomat dan cabe rawit sudah pada merah-merah, trus petik daun jinten atau oregano leaves ditambah bawang bombay atau brown onion dan jadilah foto bahan dapur yang elegan.Day-3 Low Key PhotographKalau ini sedikit challenging menantang, karena bingung mesti pakai alas hitam. Intinya sih alasnya gelap dengan pencahayaan yang terbatas. Cuma mesti buat berulang, gegara minum capucino itu enaknya pas masih hangat hehheDay-4 Frog Eye PhotographTeknik satu ini membuat kita jungkir balik hehehe.. sempat bingung karena saat pengambilan gambarnya saya lagi tugas full day di rumah jabatan Bupati karena Video Conference yang berturut-turut, sehingga cari obyeknya menjadi terbatas. Eh, ketemu bunga kamboja pink di samping ruang Gubernur, dikumpulkan satu-satu deh buat difoto. Lumayanlah hasil nungging nya lumayan keren.Day-5 Mens Stuff PhotographSempat bingung disuruh foto benda-benda yang dipakai kaum pria. Persoalannya di rumah kan diriku sendiri, lah ga ada cowok. Pinjem punya tetangga nanti malah jadi runyam hehehe. Eh, rupanya sisa-sisa jaman baheula dulu waktu masih suka tampilan gaya cowok masih ada, bongkar- bongkar lah kita demi foto yang cakep nan keren ini.Day-6 Eye Level PhotographTantangan hari keenam adalah saya kena piket masuk kantor. Mau keluar kantor tapi kerjaan berkas bertumouk di mejaku. Walhasil keripik pisang menjadi objek foto kali ini. Setelah beberapa kali shoot, lumayan lah hasilnya. Untung bisa diterima, soalnya ga lama setelah foto, kripiknya pun jadi santapan.Day-7 Macro PhotographWalah, lihat foto-foto setoran peserta pelatihan lainnya keren-keren. Sebenarnya paling suka teknik foto makro begini, dari yang kecil menjadi besar dan keren. Hanya saja, barusan ambil dengan menggunakan hp, jadi punya tantangan tersendiri. Namun, tetap saja, terkagum-kagum ketika hasilnya luar biasa.Mashaallah… Sungguh diluar dugaan.. dan saya senang sekali bisa belajar teknik foto yang hasilnya luar biasa keren. Ternyata, dengan hp saja, bisa memghasilkan foto yang tidak kalah dengan hasil kamera DSLR, yeiiiii…Sorowako, 2020

TALAJA PINKERS

Entah kapan sebutan talaja menjadi viral. Tapi yang jelas, bu bidan cantik Nasmasriati atau dikenal dengan sebutan Bidan Nur, Rihul dan diriku akhirnya sering disebut talaja. Padahal kami memiliki group sendiri yang disebut kwek-kwek. Dalam group ini, ada satu lelaki yang bernama Untung Pitoyo disingkat mas Upit, yang disebut-sebut sebagai pengikat talaja.

Dalam beberapa kegiatan memang kami sering bersama. Kalau diingat-ingat sepertinya belum lama kami ini berkumpul, hanya setelah saya kembali ke Luwu Timur. Tapi sekarang, rasanya seperti keluarga sendiri, rinduuu rasanya jika tak berkabar.

Bidan Nur

Sebelum bertandang ke rumahnya, saya hanya mendengar cerita bahwa bu bidan yang kami kenal ini adalah juga seorang ASN yang juga kontraktor. Rupanya memang beliau adalah seorang bidan ASN dengan penugasan di Puskesmas Mangkutana, tetapi juga memiliki klinik bersalin di rumahnya, yang tidak memungut bayaran.. mashaallah…

Bahkan yang paling mengejutkan, adalah ketika dia membantu proses melahirkan seorang ibu di tengah-tengah kebun, di atas sebuah mobil pick up, yang kemudian membuat ibu bidan cantik ini melakukan wawancara live dengan beberapa stasiun TV Indonesia. Menjadikannya seorang bidan yang siap bertugas kapan saja, dimana saja dan dalam kondisi apapun.

Iseng saya pernah menanyakan, benarkah dia seorang kontraktor? Ternyata secara administrasi memang bukan, tetapi dalam pelaksanaan pekerjaan, dia selalu memastikan bahwa pekerjaan yang dikerjakan oleh perusahaan keluarganya, dilaksanakan dengan penuh amanah dan tentu saja, dari hasil pekerjaan kontraktor inilah, dia bisa membiayai klinik pribadinya terutama petugas kesehatan yang membantunya menangani kasus-kasus kesehatan khususnya di sekitar Kasintuwu Mangkutana tempatnya tinggal.

Selain itu, keseruan bidan cantik ini adalah kemampuannya meloby sebuah perusahaan supply kendaraan berat untuk memberikannya sebuah escavator berwarna pink sebagaimana warna kesukaannya.

Rihul Rahim

Si hidung mancung ini bernama Rihul Rahim, entah mengapa aku nyaman memanggilnya “hul’ bukan hulk loh hahaha… Memiliki perawakan khas kental Wotu, saya mengenalnya sejak pertama kali bergabung sebagai ASN di kabupaten Luwu Timur tahun 2009. Setelah itu saya ditugaskan ke Jakarta tahun 2012.

Sejak saya kembali ke Luwu Timur di tahun 2019 kami menjadi dekat, terlebih lagi karena saya membutuhkan seorang protokol yang benar-benar mengerjakan tugas sebagai seorang protokol, tidak hanya menjadi MC saja. Atau hanya menjadi protokol pada acara-acara besar saja, itupun hanya sebatas pengurusan tempat duduk dan MC (lagi). Syukurlah, Rihul bersedia saya gembleng dan ternyata cepat belajar sehingga dia bisa bekerja sebagaimana yang diharapkan.

Semakin menambah kedekatan kami, saat Rihul bersedia membantuku membuat Iklan Layanan Masyarakat tentang Potensi Rumput Laut Luwu Timur dan Kerajinan Luwu Timur. Ibu dari si cantik Nandra ini bersedia berulang-ulang dalam proses pengambilan gambar sampai semua benar-benar pas pengambilannya menurutku sebagai sutradara dan pengarah heheheh, maafkan ya Hul…

Tapi hal ini berbuah perjalanan ke Jakarta mengikuti pameran Apkasi tahun 2019. Lah, kaget juga ternyata bekerja sekian tahun, baru kali itu dia menginjak ibukota Indonesia di Jakarta. Jadilah sekali mengayuh, dua tiga pulau terlampaui. Berhubung pamerannya beberapa hari dan ada penjadwalan tugas penjagaan stand, aku pun mengajak timku ke Bogor dan belajar langsung dari Radar Bogor, kebetulan direkturnya adalah sahabatku sejak dari Unhas dulu.

Eh, rupanya, kebersamaan ini justru membawa kami semakin dekat. Bahkan berdampak pada kedekatan bersama bu Bidan Nur.

Untung Pitoyo a.k.a Upit

Kalau lelaki satu ini, aslinya Jawa. Aku panggilnya mas Upit. Beliau ini ajudan Bupati Luwu Timur yang sok ganteng hehehhe meski pada dasarnya emang ganteng pada masanya. Entah mengapa dia bisa berada di tengah kami-kami. Bahkan parahnya menjadi salah satu the pinkers.

Tapi yaaa, tentu saja hal ini semakin menambah keseruan geng kwek-kwek kami. Setidaknya, ada kehidupan lain yang kami miliki diluar pekerjaan yang sepertinya tak berujung. Apalagi si mas satu ini ternyata cerewet sekali. Saya ingat saat itu kami bertiga baru kembali dari Palopo. Dan Rihul mendapat omelan dahsyat, gara-gara membiarkan saya pulang dari Wotu ke Malili naik motor tengah malam. Jiahhh bener-bener dah.

Trus si mas ini rela pakai baju pink dan menjadi pinkers demi sebuah kebersamaan. Wah, pokoknya lengkap deh.

Terima kasih atas kebersamaannya semua yaa.. sempat galau saat harus meninggalkan ibukota kembali ke kampung tercinta. Namun kehadiran kalian membuatku merasa bahagia dan tentu saja memiliki ikatan baru dalam sebuah kebersamaan.

Salam pinkers telolet 😍