Di Simpang Jalan

Pengen nulis tentang kejadian di kampungku, eh tertegun lihat diskusi Bang Karny Indonesia Lawyers Club di TV One yang temanya “Sudirman VS Novanto: Sinetron Perang Antar Geng”.

Pas juga pak Menko Rizal Ramli, ngomongin gaduh itu ada dua jenis: gaduh putih dan gaduh hitam. Gaduh putih itu misalnya di sawah ada banyak tikusnya nah… cara untuk mengusir para tikus-tikus itu dengan membuat suara-suara gaduh. Sedangkan gaduh hitam adalah kegaduhan yang timbul gara-gara pembagian yang tidak adil.

image

Huaaaa.. koq mirip-mirip yang terjadi di daerahku yang lagi gaduh2 yah?? Cuma pertanyaannya gaduh yang manakah yang terjadi di Sorowako? Putih atau hitam?

Jadi mentok di persimpamgan jalan deh. Mau ke kiri salah.. ke kanan salah.. jadi kemana donk…

la_vie

Advertisements

Belum waktunya..

Menggelitik ketika mendengar kalimat itu lagi.. belum waktunya… jadi kapan donk? Hehehhehe

Jadi ingat ketika Pilpres dan ada statement dari tokoh nasional “belum waktunya orang Timur memimpin Indonesia” aishhh kala itu saya berfikir sendiri, dari sebegitu banyak orang Sulawesi yang cerdas pemain belakang layar keberhasilan tokoh-tokoh nasional kita, lantas mengapa dikatakan belum waktunya kita memimpin?

Pertanyaan sederhananya adalah apakah akan menjadi “waktunya” ketika dirimu yang berada disitu ataukah orang-orangmu yang berada disitu?

Karena saya berfikir bahwa yang dimaksud dengan “waktunya” itu adalah setiap keputusan yang kita ambil terhadap suatu hal. Bukan prosesnya. Karena dalam proses sekalipun, tetap ada keputusan-keputusan kecil yang kita ambil sebagai langkah-langkah konkrit.

Sama ketika ada yang berteriak “wettunnami = waktunya mi” pada seorang kandidat bupati di daerah kami. Menjadikan saya berfikir, apakah benar sekarang sudah waktunya? Sementara dalam prosesnya, pasangan calon itu berada di bawah bayang-bayang mantan bupati sebelumnya.

Apakah salah ketika dengan logika sederhana saya pun mempertanyakan kemampuan pasangan itu tanpa dukungan Bupati sebelumnya?

Apakah salah ketika saya berfikir, masyarakat daerah kami masih fanatik pada ketokohan bupati yang digantikan?

Apakah salah ketika saya berfikir, jika pun pasangan calon itu terpilih nantinya seperti kata “sudah waktunya” apakah harapan pendukung fanatik dari bupati sebelumnya akan terwujud? karena dasar kefanatikan mereka sebenarnya bukan pada pasangan calon itu tapi pada mantan bupati pendukungnya?

Ahhhhh pertanyaan yang berat ketika saya sendiri diminta netral dalam pemilukada ini. Tapi wajarlah ketika ASN itu diminta netral, karena siapapun yang akan terpilih nantinya, tentu harus didukung sepenuh hati. Karena kita akan bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan pasangan terpilih apalagi titipan-titipannya.

Saya hanya berharap, semoga pemilukada serentak 2015 ini akan berjalan dengan aman, lancar dan damai. Dan jika memang sudah “waktunya mi”, daerah kami akan mendapatkan pemimpin yang amanah dan mengawal daerah kami menjadi daerah yang sejahtera.

Sudah banyak pemilih-pemilih cerdas, yang bisa melihat siapa pemimpin yang layak dipilih, yang mampu berdiri kokoh, yang percaya diri dengan kemampuan mereka dalam memimpin dan menjalankan program-program yang handal demi memajukan daerah kami.

Bukan sekedar calon pemimpin yang hanya bisa berbicara tentang masa lalu. Bukan hanya calon pemimpin yang bisa berbicara tentang kejayaan di masa lalu.. tetapi pemimpin yang punya visi, yang memiliki keyakinan akan masa depan, yang lebih baik.

Yang terbaik untuk Bumi Batara Guru… karena seyogyanya.. ada 2 jenis pemimpin dalam Islam: ulul amri (pemimpin ummat) dan khadimul ummah (pelayan ummat). Mungkin pengertian awamku ini yang membuatku salut pada ust. Maulana “Jamaah oh jamaah” yang baru saja dibully karena mengatakan pemimpin bisa dari non muslim sepanjang dia mau melayani masyarakat, karena dalilnya memang ada pada pemimpin khadimul ummah.

Anyway… yang penting adalah jangan kita mencari pemimpin yang:
1. Mau Sekali
2. Tidak Mau Sekali
3. Tidak amanah

Selamat berpesta pada Pemilukada serentak 9 Desember 2015 di Indonesiaku tercinta. Semoga rantai kemiskinan rakyat begitupula rantai mafia kewenangan bisa terputus dan kita mendapatkan pemimpin-pemimpin Indonesia yang berpijak pada kebenaran dan keadilan serta mencapai tujuan negara Indonesia yakni masyarakat adil dan makmur, sejahtera.. aaaamiiiin ya rabbal aaalaaamiiinnnn….

la_vie

Pameran Ajang Promosi

Tak kenal maka tak sayang. Seperti itulah falsafah sebuah promosi. Untuk memperkenalkan suatu produk ataupun sesuatu pada khalayak ramai. Pun berlaku untuk memperkenalkan suatu wilayah atau potensi.

Bertanya kabar, saya menelpon bu Yenny Husain, kepala perwakilan kabupaten Polewali Mandar. Di ujung telepon, si ibu menyampaikan kabar tentang keikutsertaan Polewali Mandar dalam Festival Kopi dan Kakao yang dilaksanakan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) 7-8 November 2015 di parkir gelora senayan Jakarta.

Festival Kampung Kopi And Kakao APKASI 2015 merupakan pameran komuditas series AITIS (Apkasi International Trade And Investment Summit) yang dilaksanakan kedua kalinya sejak 2014. Jadilah saya berjanji untuk berkunjung di stand pameran tersebut. Ternyata dari Sulawesu Selatan, hadir Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Luwu, Kabupate Luwu Utara dab Kabupaten Enrekang.

image

Perasaan sayang pun menyelimuti kunjunganku. Sayang, mengapa kabupatenku tidak ikut berpartisipasi dalam Festival ini. Padahal setahuku, potensi kakao Luwu Timur masih cukup tinggi. Terbukti dengan kehadiran Pusat Pelatihan Kakao yang didirikan PT Mars Indonesia selaku perusahaan pengelola cokelat di desa Tarengge kecamatan Wotu.

image

Memang, sedikit demi sedikit tanaman kakao ini mulai tergantikan oleh produksi sawit dan merica, tapi kakao tetap menjadi salah satu unggulan. Ingatan saya kembali pada Cokelat “SAYANG” yang dulu sering menjadi produk unggulan Luwu Timur. Kemana-mana pameran, sering diunggulkan, dan sekarang tidak pernah muncul sekalipun..

image

Seyogyanya, pameran itu merupakan wadah promosi daerah. Apalagi pameran komoditas yang dilakukan dalam rangka meningkatkan daya saing daerah kabupaten di tingkat regional maupun global, khusus bidang pemasaran dan pengembangan produk seperti festival kopi dan kokoa Apkasi ini. Tentu saja harapannya agar potensi agribisnis dari komoditas-komoditas di Indonesiabisa semakin meningkat produktivitas maupun kualitasnya.

Selain itu, pameran dan festival juga dapat menjadi etalase yang menjanjikan bagi para pengusaha lokal dan investor asing, untuk terjun di bidang perkebunan kopi, pengolahan, dan industri hilir, serta perdagangan global khususnya untuk komoditas di Indonesia.

image

Aishhhh berharap Luwu Timur akan selalu memanfaatkan kesempatan-kesempatan promosi melalui pameran atau festival seperti ini. Memanfaatkan kesempatan untuk melihat, berdiskusi dan belajar dari keberhasilan-keberhasilan kabupaten lain dalam meraih kerjasama baik produksi maupun pemasaran. Kan sayang, kalau kehadiran asosiasi pengusaha asal Inggris, British Chamber Of Commerce In Indonesia, yang diwakili oleh Britcham Executive Director, Chris Wren dalam Festival Kopi dan Kokoa Apkasi tidak dimanfaatkan untuk melihat peluang kerjasama pemasaran maupun pembinaan.

Akh… untukmu segalanya Luwu Timurku.. harapanku yang terbaik atas keberhasilanmu. Dan semoga mereka-mereka yang menggerakkanmu, akan senantiasa mengarah pada kebaikan dan pembangunan berkelanjutan, sehingga kesejahteraan masyarakat Luwu Timur tercapai.

#RenunganVie

la_vie

Sedikki’ Mo…

Bersamamu, kunikmati indah kebersamaan
Bersamamu, kujelang rasa yang telah lama kucari
Bersamamu, tiada duka yang mewarnai hariku…

Sungguh,
Bersamamu, indah hari-hariku begitu nyata,
Bersamamu, damai hatiku tanpa kesudahan,
Bersamamu, segalanya indah…

Tanpamu…
Aishhh kau pasti tak akan mau merasakannya…

Tanpamu…
Sepi…

Karena itu…
Bisakah kau luangkan..
Sedikki’mo waktu
disela-sela kesibukanmu, pekerjaanmu

Karena…
Bersamamu, kunikmati indah kebersamaan
Bersamamu, kujelang rasa yang telah lama kucari
Bersamamu, tiada duka yang mewarnai hariku…

Sungguh,
Bersamamu, indah hari-hariku begitu nyata,
Bersamamu, damai hatiku tanpa kesudahan,
Bersamamu, segalanya indah…

la_vie