Vie Bali Trip 2026

Tetiba namaku disebut untuk dampingi pimpinan dinas ke pulau Dewata, Bali. Senang? Wah.. ini kejutan yang luar biasa. Apalagi sudah lama sejak terakhir aku menginjakkan kaki di pulau eksotik itu.

Mengunakan Batik Air ID 6508, aku ikut dalam rombongan Tasbara BNPP-RI pada Selasa, 5/5/2026. Saat akan mendarat, sebuah pengumuman memberitahukan bahwa kami akan berputar beberapa saat menunggu jadwal pendaratan karena padatnya arus perlintasan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Hingga akhirnya pesawat yang kami tumpangi berhenti dengan sempurna.

Welcome to Bali

Alhamdulillah, setelah dua jam perjalanan, pesawat mendarat mulus di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Begitu keluar dari bandara, aku langsung merasakan suasana yang berbeda. Udara Bali terasa lebih hangat dengan aroma khas laut dan bunga kamboja yang samar terbawa angin. Deretan patung, ukiran khas Bali, dan senyum ramah masyarakat membuatku merasa disambut dengan hangat. Bersama rombongan, kami pun melanjutkan perjalanan ke Aston Kuta Hotel & Residence untuk beristirahat.

Aston Kuta

Tring… Sebuah pesan masuk meminta kami berkumpul di lobby. Saatnya makan malam. Sate ayam menjadi pilihanku ditemani manggo lassi, sambil menikmati suasana malam di Kuta.

Dinner Time

Alhamdulillah, setelah santap malam dan diskusi yang cukup panjang, kamipun kembali dan beristirahat.

Matahari mengintip di balik jendela. Aku dan rekanku Dwi pun bersiap-siap untuk memulai aktivitas hari ini. Agenda panitia cukup padat, diawali dengan Rapat Koordinasi, class breaking games dan makan malam bersana.

Rapat dibuka oleh Sekretaris BNPP-RI

Rapat kerja berlangsung serius namun tetap cair. Berbagai pembahasan mengenai program kerja, evaluasi kegiatan, hingga rencana pengembangan ke depan dibicarakan secara mendalam.

Diskusi dalam tentang evaluasi program kerja
Class Breaking Games

Siang harinya, panitia mengadakan sesi games untuk mempererat kebersamaan. Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan mengikuti tantangan-tantangan sederhana namun menghibur.  Momen itu membuat hubungan antar peserta menjadi lebih akrab.

Dinner Time

Hari yang panjang dan seru ditutup dengan makan malam yang santai.

Hari ketiga kami diajak untuk menikmati makan siang di Grand Puncak Sari dengan pemandangan gunung Batur yang masih aktif dan danau Batur. Kedua objek wisata ini terletak di lecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Perjalanan menuju dataran tinggi itu dipenuhi pemandangan hijau yang menenangkan. Jalanan berliku membawa mereka semakin dekat dengan panorama alam Bali yang memukau.

Lunch di Grand Puncak Sari, Kintamani

Saat tiba di restoran Grand Puncak Sari, tempat makan siang, kami terpukau oleh pemandangan di hadapannya. Gunung Batur berdiri megah dengan kabut tipis yang menyelimuti puncaknya. Di bawahnya, Danau Batur tampak tenang berkilau terkena cahaya matahari siang. Udara di Kintamani terasa sejuk dan segar.

Foto bersama dengan latar Gunung Batur dan Danau Batur, Kintamani

Sore harinya, rombongan kembali ke hotel. Perjalanan pulang terasa tenang karena sebagian peserta mulai kelelahan setelah aktivitas beberapa hari terakhir. Setibanya di hotel, aku memilih beristirahat di kamar. Menikmati suasana santai sambil meminum teh hangat dan memandangi langit Bali yang mulai berubah jingga menjelang malam.

Keesokan harinya, pesawat Batik Air ID 6517 membawaku kembali ke Jakarta lepas landas tepat waktu. Dari balik jendela, aku melihat perlahan Pulau Bali menjauh. Tersenyum kecil sambil membatin bahwa suatu hari nanti, aku ingin kembali lagi ke pulau indah ituโ€”bukan hanya untuk bekerja, tetapi untuk menikmati lebih banyak cerita yang belum sempat aku temui.

Alhamdulillah, sampai jumpa lagi di kisah selanjutnya..

Allah Tempatku Berserah

Dunia Vie seakan runtuh dalam sekejap mata. Baru kemarin lusa hatinya melambung penuh rasa syukur. Gangguan penglihatan yang telah mengganggunya akhirnya dinyatakan sembuh total oleh dokter. Kebahagiaan Vie terasa makin sempurna saat sang ibu tercinta, yang tanpa terduga, akhirnya luluh untuk menemui dokter dan memeriksakan diri.

Vie dan ibu

“Vie, Ibu ikut kata dokter. Mudah-mudahan kondisi ibu bisa lebih baik,” ujar ibunya malam itu, mencoba tersenyum tipis sembari menyembunyikan tangan yang gemetar menahan sesak di dada.

Vie bersimpuh, menggenggam jemari ibunya yang mulai keriput dengan erat. “Bu. Inshaallah Vie sudah sembuh, sekarang giliran Ibu. Tolong jangan sembunyikan sakit ini lagi. Tiga puluh empat tahun Ibu menahan semuanya sendiri demi kami. Vie mohon, Bu… Vie ingin melihat Ibu sehat dan menikmati masa tua tanpa rasa sakit.”

Air mata Vie yang menetes malam itu akhirnya meruntuhkan keteguhan sang ibu. Sambil mengusap kepala putrinya, sang ibu mengangguk pelan. Vie merajut harapan bahwa ini adalah awal dari babak baru yang bahagia. Namun, ketetapan Allah SWT adalah misteri yang tidak pernah bisa diintervensi oleh rencana manusia.

Setelah kunjungan dokter, Vie dan adik-adiknya kembali ke kontrakan untuk bersih-bersih sebelum kembali ke rumah sakit. Namun, belum juga tiba, hp adiknya berdering, setelah diangkat dan berbicara singkat, Shiey adik Vie meminta untuk kembali ke rumah sakit.

“Ibu? Ibu lihat Vie! Ibu jangan tidur!” seru Vie panik. ” teriaknya histeris saat merasakan telapak tangan ibunya dingin. Innalillahi wainnailaihi roji’un.

Adiknya; Dhie dan Shiey mencoba menenangkannya. Dada Vie bergemuruh hebat oleh rasa takut dan kehilangan.

Melepas kepergian ibu

“Pak, mohon maaf… Kami sudah mengerahkan seluruh upaya terbaik kami. Namun, tubuh Ibu sudah terlalu lelah untuk menahan sakit yang terpendam selama puluhan tahun. Ibu telah berpulang dengan sangat tenang,” cerita Bapak saat dokter mengkonfirmasi kepergian ibu dengan suara rendah, menyampaikan takdir yang memutus seluruh harapan Vie.

Allah SWT ternyata lebih menyayangi ibunya. Allah memilih untuk menyembuhkan sang ibu dengan cara-Nya sendiri; menjemputnya pulang ke haribaan-Nya, membebaskannya dari segala penderitaan duniawi yang telah dipikul dengan sabar selama lebih dari tiga dekade.

Bagi Vie, kenyataan ini adalah sebuah hantaman yang luar biasa pedih. Rasa bahagia yang baru saja dikecapnya menguap, digantikan oleh kabut duka yang teramat pekat. Kepergian ibunya begitu memukul batinnya hingga ke titik terdalam. Rumah yang biasanya hangat kini menjelma menjadi ruang yang asing dan sunyi. Vie merasa sebatang kara di tengah dunia yang bising.

d’suardis

“Vie, kamu harus ikhlas. Ini sudah takdir dan jalan terbaik yang Allah gariskan untuk ibumu,” hibur seorang kerabat yang datang melayat, mencoba menguatkan sembari menepuk lembut pundaknya yang bergetar hebat.

Vie hanya terdiam membisu, menatap kosong ke arah lantai. Di dalam lubuk hatinya, dia menjerit perih, Bagaimana bisa aku kuat saat duniaku baru saja hancur? Kenapa di saat aku siap membahagiakannya, Ibu justru pergi? Tidak satu pun ucapan manusia yang mampu menyembuhkan badai kesedihan di dadanya.

Kepedihan itu bahkan terbawa hingga ke alam bawah sadar. Dalam tidurnya yang singkat dan gelisah, air mata Vie tetap mengalir deras membasahi bantal. Dadanya sesak oleh kerinduan yang mencekik. Dalam kesunyian sepertiga malam yang buta, Vie terbangun dengan napas memburu dan sisa isak tangis yang tertahan di tenggorokan.

Pada momen itulah, Vie menyadari satu hakikat terdalam: dia tidak memiliki tempat untuk bercerita, mengadu, dan menumpahkan segala kepedihan ini selain kepada Allah SWT. Manusia memiliki batas untuk mendengarkan, tetapi pintu rahmat Allah selalu terbuka lebar. Di atas sajadah yang terbentang, dalam sujudnya yang panjang dan pasrah, Vie menumpahkan seluruh kerapuhannya.

“Ya Allah…” bisik Vie, tangisnya pecah mengadu pada kain sajadah. “Hamba rindu… Hamba pedih sekali, Ya Allah. Kenapa Engkau mengambil Ibu di saat hamba baru saja sembuh? Mengapa kesempatan untuk berbakti dan membahagiakannya tidak Engkau sisakan sedikit saja untukku?”
Vie mencurahkan segala rasa hancurnya, tentang pengorbanan ibunya yang belum sempat dia balas, dan tentang rasa sepi yang kini mencengkeram hidupnya.

Dalam sujud ku berserah

“Wahai Zat yang Maha Membolak-balikkan hati, hamba tidak memiliki kekuatan jika harus melangkah sendiri. Hanya Engkau yang tahu seberapa hancur dan remuknya dada hamba saat ini. Tolong peluk hati hamba dengan rahmat-Mu, Ya Allah… Kuatkan hamba,” rintihnya pasrah, membiarkan air matanya membanjiri tempat sujud.

Dia menceritakan segalanya kepada Allah, Zat yang Maha Mendengar tanpa pernah jemu. Vie melepaskan seluruh egonya, berserah diri sepenuhnya atas takdir yang telah digariskan.

Perlahan tapi pasti, keajaiban dari sebuah pengaduan yang tulus mulai merasuk dan membalut lukanya. Seiring dengan untaian doa dan zikir yang terus dilantunkan, ketenangan yang tak kasat mata mulai menyelimuti hatinya. Isak tangisnya yang semula sarat akan keputusasaan berubah menjadi helaan napas yang lebih teratur dan damai.

Allah SWT menurunkan sakinah ke dalam hati Vie. Melalui dialog sunyinya dengan Sang Khalik, sebuah pemahaman baru hadir menyentuh jiwanya: Allah membawa ibunya pulang sebagai bentuk istirahat terbaik setelah 34 tahun berjuang dalam kesakitan yang tak pernah dikeluhkan.

Vie menyadari bahwa meskipun ibunya telah tiada, dia tidak benar-benar sendiri. Selama dia menjadikan Allah sebagai satu-satunya tempat bersandar dan mencurahkan isi hati, dia akan selalu memiliki kekuatan untuk menatap hari esok. Kini, hatinya jauh lebih tenang, siap memeluk takdir dengan keikhlasan yang utuh.

Moment Idul Fitri bersama kenangan Ibu

Untuk itu, moment Idul Fitri menjadi saat dimana Vie berusaha kembali ke rumah, karena disana, hati Vie selalu tenang dalam pelukan ibu, Al-Fatihah ๐Ÿคฒ๐Ÿป

-untuk ibuku tersayang-

Lamaran Rara

Sebuah pesan whatsapp dari sahabatku, dr. Sintha mengabarkan puteri keduanya, Rara akan dilamar. Alhamdulillah, senang sekali menerima berita bahagia ini.

Lepas magrib pada Jumat (4/7) aku berangkat ke rumah bu dokter menggunakan kereta. Aku mulai nyaman berkendara kereta, meskipun tetap memilih untuk berangkat pada jam-jam tidak terlalu padat.

Perpaduan dalam balutan keasrian

Alhamdulillah perjalanan lancar. Saat tiba, rupanya semua keluarga masih berada di venue untuk persiapan. Tapi karena aku cukup letih, istirahat menjadi pilihan. Apalagi tidur di kamar eyang alamarhum mama dr. Sintha, membuatku rindu pada beliau. Kukirimkan salam dan Al-Fatihah untuk eyang. Aamiin YRA ๐Ÿคฒ๐Ÿป

Cahaya

Pagi-pagi sekali kami berangkat ke venue acara, Panggonan Ciracas, Mengenakan dress code biru, aku kembali merasakan hangatnya keluarga besar. Semua tampak bahagia, terutama Rara yang akan menerima lamaran. Senyum merekah membalut letih pada wajahnya. Barakallahu dek.

Pangonan Ciracas

Tiba di venue, kami langsung bersiap-siap. Suasana romantis membuat flow acara semakin hikmat dan berkesan. Bangunan kayu dengan halaman asri, dipadu padankan dengan aneka bunga memberikan sentuhan keunikan dan ekslusifitas acara ini.

Prosesi pelamaran di Pangonan Ciracas

Kehadiran keluarga dan teman-teman dekat menjadi semangat dan support kekhidmatan acara. Sepenggal cerita kenangan perkenalan pasangan Rara dan Rizky menambah keseruan mengurai ketegangan prosesi lamaran.

dr.sintha, Norma, Rizky, Rara dan Sulvi (ki-ka)

Alhamdulillah, niat tulus Rizky dan keluarga bak gayung bersambut. Harapan yang dibawa oleh keluarga besar dari Lampung diterima dengan baik oleh keluarga dr. Sintha. Kedua pasangan telah menerima restu untuk menuju jenjang pernikahan demi men”sah” kan hubungan mereka menjadi keluarga SAMAWA, inshaallah.

Rara & Rizky

Turut bersuka cita. Semoga segala doa dan harapan terwujud. Kedua calon mempelai beserta keluarga diberi nikmat sehat dan segala persiapan dimudahkan serta dilancarkan, Aamiin YRA.

#

Happy Birthday Vie

Pantun untukku โค๏ธ

Burung merpati terbang tinggi,

Hinggap sejenak di atas dahan,

Usia bertambah ku syukuri,

Semoga hidup penuh kemudahan.

Cakeppppp…..

Ke pantai berjalan kaki,

Menikmati angin sepoi-sepoi,

Bertambah usia kian berarti,

Semoga hidup makin termotivasi

Inshaallah Aamiin YRA ๐Ÿคฒ๐Ÿป

Terima kasih bu dr.Ety

Terima kasih atas cinta dan dukungan dari keluarga, sahabat, teman-teman dan rekan kerja yang selalu memberikan arti dalam hidup ini.

Banyak yang telah terjadi, namun masih banyak pula yang akan kualami, semoga selalu mendapatkan ijin, ridha dan kehendak dariNya, Aamiin YRA ๐Ÿคฒ๐Ÿป

Keluarga besar Tasbara, BNPP
Special dari Dapur Umichy
Terima kasih Echy โค๏ธ
Alhamdulillah ๐Ÿคฒ๐Ÿป

Hari yang istimewa dari keluarga dan sahabat tercinta. Terima kasih atas dukungan dan semua cinta yang diberikan.

Alhamdulillah, bertambah satu tahun usiaku.ย Semoga perjalanan hidupku semakin diberi keberkahan oleh Allah SWT.ย Barakallah!

Ya Allah panjangkanlah umur kami, sehatkanlah badan kami, terangilah hati kami, kuatkanlah hati kami, baikkanlah amal kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami dengan kebaikan dan jauhkan kami dengan kejahatan.

Aamiin Allahumma Aamiin

Aamiin Aamiin Aamiin Ya Rabbal Aalaamiin ๐Ÿคฒ๐Ÿป

Gebyar Sambut 2025

Jelang akhir tahun 2024 aku tetap masuk kantor seperti biasa. Tak ada libur selain di akhir pekan dan hari raya Natal. Bahkan kami sempat mengabadikan moment bersama Asisten Deputi Pengelolaan Lintas Batas Negara, Bapak Budi Setyono dan istrinya, ibu dr. Caroline di ruang Tasbara BNPP-RI.

Keluarga Tasbara BNPP-RI, Selasa, 31 Desember 2024

Kembali ke rumah, aku istirahat sejenak sebelum kakak sepupuku, Sri Mulyati tiba dengan Eca dan Saki. Kami berencana menikmati malam pergantian tahun di Monas, yang merupakan salah satu titik kumpul masyarakat di Jakarta.

Wah, begitu antusias masyarakat yang ingin menyambut tahun baru 2025. Bahkan terdapat beberapa titik panggung di sekitaran monas yang ramai oleh pengunjung.

Alhamdulillah, akhirnya kami berhasil menembus kerumunan dan masuk ke pelataran monas, menggelar alas di atas rerumputan dan menikmati pagelaran musik hingga pesta kembang api menjemput tahun 2025.

Mashaallah, Allah SWT perkenankan kami menyaksikanย  malam pergantian tahun 2024 ke 2025 dalam keadaan sehat bersama keluarga dengan suasana yang indah di Halaman Monumen Nasional (Monas) Jakarta.

ุงูŽู„ู„ู‘ูฐู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ุฃูŽุจูŽุฏููŠูู‘ ุงู„ู‚ูŽุฏููŠู…ู ุงู„ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ููŽุถู’ู„ููƒูŽ ุงู„ุนูŽุธููŠู’ู…ู ูˆูŽูƒูŽุฑููŠู’ู…ู ุฌููˆู’ุฏููƒูŽ ุงู„ู…ูุนูŽูˆูŽู‘ู„ูุŒ ูˆูŽู‡ูฐุฐูŽุง ุนูŽุงู…ูŒ ุฌูŽุฏููŠู’ุฏูŒ ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽู‚ู’ุจูŽู„ูŽุŒ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุงู„ุนูุตู’ู…ูŽุฉูŽ ูููŠู’ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูŽุงู†ู ูˆูŽุฃูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุฆูู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ุนูŽูˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‡ูฐุฐูู‡ู ุงู„ู†ูŽู‘ูู’ุณู ุงู„ุฃูŽู…ูŽู‘ุงุฑูŽุฉู ุจูุงู„ุณูู‘ูˆู’ุกูุŒ ูˆูŽุงู„ุงูุดู’ุชูุบูŽุงู„ูŽ ุจูู…ูŽุง ูŠูู‚ูŽุฑูู‘ุจูู†ููŠู’ ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุฒูู„ู’ููŽู‰ ูŠูŽุง ุฐูŽุง ุงู„ุฌูŽู„ูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ุฅููƒู’ุฑูŽุงู…ู

Arab Latin: Allรขhumma antal abadiyyul qadรฎmul awwal. Wa ‘alรข fadhlikal ‘azhรฎmi wa karรฎmi jรปdikal mu’awwal. Hรขdzรข ‘รขmun jadรฎdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fรฎhi minas syaithรขni wa auliyรข’ih, wal ‘auna ‘alรข hรขdzihin nafsil ammรขrati bis sรป’I, wal isytighรขla bimรข yuqarribunรฎ ilaika zulfรข, yรข dzal jalรขli wal ikrรขm.

Artinya: “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

Sumber: “Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun: Arab, Latin dan Artinya” selengkapnyaย https://www.detik.com/hikmah/doa-dan-hadits/d-7710999/doa-akhir-tahun-dan-awal-tahun-arab-latin-dan-artinya.

Banyak hal yang menjadi pencapaian juga evaluasi dari aktivitas di tahun 2024. Mari kita perbaiki diri menjadi lebih baik di tahun 2025. Harus tetap optimis, semangat dan hati-hati dalam melangkah serta mengambil keputusan. Menjadi pribadi yang lebih baik lagi namun tidak berputus asa saat menemui kegagalan. Tetap semangat untuk bangkit dan mencoba untuk mendapatkan izin, ridha dan kehendak Allah SWT.

Semoga tahun 2025 kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi, senantiasa bersyukur dan introspeksi diri dalam lindungan Allah SWT, Aamiin YRA ๐Ÿคฒ๐Ÿป

Vie Ikuti IMT-GT ke-30

Alhamdulillah, kali ini aku mendapat tugas perjalanan ke Johor Bahru, Malaysia. Namun bahagiaku membuncah. Perjalananku kali ini resmi dinas karena berangkat menggunakan paspor biru tepatnya Paspor Dinas.

Ya Allah, terima kasih atas segala karuniaMu. satu persatu impian kecilku tercapai. Ketika mulai menikmati dunia kerja, aku ingin bisa kerja dengan menggunakan transportasi udara. Alhamdulillah, aku dinas dengan pesawat terbang ke beberapa kota di Indonesia bahkan ke beberapa negara lain. Kini perdinku resmi ke mancanegara.

Sejak bergabung dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), kali ini aku berangkat tugas ke Malaysia secara resmi sebagai delegasi Indonesia. Berangkat meninggalkan Jakarta dengan Garuda Indonesia rute Jakarta-Kuala Lumpur GA 820 lanjut Batik Air rute Kuala Lumpur-Johor OD 2405.

Senin (9/9) kami tiba Johor, Malaysia. Kami disambut panitiaย kemudian dihantarkan menuju Sand & Sandals Desaru Beach Resort and Spa. Karena beda penerbangan, barulah saat ibu Karo PK dan bapak Asdep PKPD tiba di hotel, kami menikmati santap malam lalu beristirahat.

Hari kedua, setelah sarapan pagi, kami menuju lokasi kegiatan di Desaru Coast Conference Centre untuk mengikutiย  Petemuan Tingkat Pejabat Senior ke-31. Pertemuan dibuka dan dipimpin oleh Menteri Ekonomi Malaysia sebagai tuan rumah dan ketua IMT GT 2024-2025 dan Ketua delegasi Malaysia, yang dihadiri oleh delegasi Indonesia dengan ketua delegasi Deputi Kerjasama Ekonomi Internasional, Kemenko Bidang Perekonomian, delegasi Thailand dengan ketua delegasi Senior Advisor Dewan Nasional Pembangunan Ekonomi dan Sosial Thailand, Vice President ADB, Deputi Sekjen ASEAN Secretariat, Perwakilan UNINET, Pewakilan JBC, CIMT serta para kepala daerah yang tergabung dalam IMT-GT. Delegasi dari BNPP dihadiri oleh Kepala Biro, Perencana Muda dan analis dari Biro PK, Asdep PKPD, serta Perencana Madya dan analis dari Keasdepan Tasbara.

Hari ketiga, Forum Menteri dan Gubernur ke-21. IMT-GT dibentuk dengan tujuan untuk dapat menjalin kegiatan strategis yang terintegrasi secara paralel di setiap negara anggota dan daerah di dalamnya yang dapat mengimmplementasikan nilai-nilai pembangunan ekonomi yang secara mandiri dapat mendorong perekonomian keseluruhan.

Ada kebahagiaan yang aku rasakan dalam setiap perjalanan bersama tim yang berbeda. Kesempatan untuk saling mengenal secara tidak formal yang bisa merekatkan hubungan impersonal. Pengenalan karakter, pemahaman kebijakan dan yang paling penting adalah membangun kebersamaan.

Hari keempat, Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-30 dan Pertemuan Terkait lainnya. Beberapa hal yang akan dilakukan ke depan oleh IMT-GT yaitu memanfaatkan potensi Blue Economy untuk dikembangkan, menguatkan implementasi dan pengawasan program/kegiatan yang telah disusun dan dilaksanakan, menguatkan akselerasi implementasi pembangunan kota berkelanjutan serta menguatkan kolaborasi di perbatasan.

Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Menggunakan pesawat AirAsia QZ 241 rombongan kami kembali ke Jakarta melalui bandar International Senai, Johor.

Ada banyak hal yang bisa kita pelajari di setiap perjalanan hidup ini. Bersyukur atas segala nikmat dariNya. Sampai jumpa lagi di perjalanan saya selanjutnya…

STUDY TIRU KE VIETNAM 2023

Samar kudengar namaku dipanggil pimpinan. Segera kujawab sambil melangkah ke ruang kerjanya. Kuketuk dan masuk setelah melihat isyarat darinya.

Tidak terduga. Rupanya panggilan ini untuk penugasan yang tak kusangka-sangka. Aku diminta menghubungi seniorku dan mempersiapkan diri untuk dinas ke luar negeri atas undangan United Nations on Drugs and Crime (UNODC) ke Viet Nam pada 7-11 Juli 2023.

Meskipun ada rasa tak nyaman dengan penugasan ini karena aku anak baru di kantor, namun aku juga yakin bahwa tidak ada Pimpinan yang memberikan tugas pada bawahannya tanpa pertimbangan. Karena itu aku menepis segala pikiran jelek dan menjadikan hal ini motivasi mempersiapkan diriku dengan cara mempelajari topik yang akan dibahas selama pertemuan.

Day-1

Saat berangkat tiba. Dengan Singapore Airlines SQ 951 aku tinggalkan Jakarta menuju Singapore dan lanjut ke Hanoi Nobai Vietnam dengan SQ 192. Tiba di Hanoi pukul 19.40 sebuah mini bus telah menunggu kemudian mengantarkan kami ke hotel Fortuna Hanoi di Lang Ha Street district Hanoi, Vietnam.

Saat tiba di Hotel, kami dijamu santap siang yang diselesaikan dengan cepat kemudian beristirahat. Namun tak lama aku mendapat telepon dari senior yang kudampingi dari BNPP kak Chali untuk keliling kota. Kami menuju Pasar Hang Da. Namun sayang pertokoannya masih tutup saat kami tiba. Sehingga kami hanya berkeliling kemudian naik cyclo atau becak ke danau Hoan Kiem.

Ingin copot rasanya jantung ini, saat sebuah bus tiba-tiba berhenti di depan cyclo (sebutan becak di Viet Nam) yang kami tumpangi. Ishh ga sopan banget ๐Ÿคฆ Tapi gendeng, sopir cyclo kami santai aja bermanuver di depan bus.

Akhirnya kami tiba kembali di hotel. Setelah menitipkan ke Concierge seluruh belanjaan, kamipun naik ke lantai 2 untuk santap malam.

Day-2 Rapat

Jam 8 pagi kami turun sarapan. Lalu jam 9.30 bus jemputan kami tiba untuk mengantar seluruh rombongan ke kantor Kementerian Keamanan bagian Penanganan Narkotika (Counter Narcotics Poluce Department / Ministry of Public Security (MoPS). Turut serta perwakilan dari BLO Thailand dan BCs Indonesia.

Setelah penjelasan dari NPD dan UNODC, dilakukan penjelasan dan tanya jawab. Usai tanya jawab, kami diajak makan siang di restaurant Seafood Chinh Phuong di Thanh Xuan District, Hanoi.

Kampung tengah sudah terisi, kami lanjutkan program hari ini dengan pertemuan bersama Bagian Umum dari General Department of Viet Nam Customs (GDVC) Departemen dan Departement anti smuglling.

Day-3 pindah ke Quang Ninh Province

Pagi ini cerah. Selesai sarapan kami diminta check out dan meneruskan perjalanan ke Provinsi Quang Ninh. Perjalanan cukup jauh dan melelahkan. Sekitar tiga jam baru kami tiba.

Saat tiba di kota Quang Ninh, kami langsung menuju restaurant Hong Nanh Long City untuk santap siang. Hidangan yang disajikan tetap seafood.

Setelah itu kami bertemu beberapa representatif Kepolisian Provinsi Quang Ninh. Dalam diskusi, dibahas upaya koordinasi setiap pengelola BLO antara Momg Cai BLO dan BLO di Cina.

Malamnya kami bersantap malam di Son A Dong Redtaurant sebelum kembali ke Wyndham Legend Halong Hotel untuk istirahat. Tentu saja setelah menikmati permainan piano salah satu peserta Indonesia.

Day-3

Setelah sarapan, kami melakukan diskusi antara BLO Thailand, Indonesia BC’s dan UNODC untuk mendapatkan catatan tindak lanjut dari pertemuan ini.

Kemudian kami semua diarahkan untuk naik ke bus dan melanjutkan perjalanan. Kali ini kami akan rekreasi menikmati indahnya laut Viet Nam.

Satu hal di Viet Nam, jalur kendaraan berada di kanan, sebagaimana sopir berada di kiri. Jadi saat menyeberang, kita hatus melihat ke kiri lebih dahulu.

Tiba di pelabuhan Menggunakan kapal Binh Minh 19, kami berkeliling perairan Viet Nam menuju Pulau Tuan Chau, Ha Long bay, Quang Ninh. Sungguh indah menyaksikan hamparan gunung dan bukit

Kami bahkan melewati spot foto yang menjadi gambar latar uang 200.000 Dรดng Viet Nam.

Kami juga singgah di sebuah spot yang menyediakan perahu kecil untuk mengeksplore celah bebatuan bermuatan 5 orang.

Tentu saja tidak lupa foto bersama rombongan di atas kapal.

Day-4

Pagi-pagi kami semua menuju Bandara Viet Nam. Kembali ke Indonesi menggunakan Singapore Airlines SQ 191 rute Hanoi Nubai – Singapore dilanjutkan SQ 968 rute Singapore – Jakarta Internasional Airport.

Alhamdulillah. Pukul 20.05 WIB kami tiba di Bandara Soekarno Hatta dengan sehat dan selamat, sampai ke rumah dan istirahat.

Sampai ketemu lagi di perjalanan selanjutnya ๐Ÿ˜€