Homo Homini Lupus

Aishhhhh masih pada ingat ngga dengan istilah Homo Homini Lupus.. yang artinya manusia adalah serigala (pemangsa) bagi manusia lainnya. Hahhaha.. Tiba-tiba saja teringat akan istilah ini, usai pembicaraanku dengan seorang kawan.

image

Sejatinya kita selalu diminta untuk berbuat baik pada sesama manusia atau حَبْلٌ مِّنَ النَّاسِ / hablumminannasi. Dalam Al-Quran (QS An-Nur [24]: 22) disebutkan bahwa “Janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan memberi bantuan kepada kaum kerabat(-nya), orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah dijalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan, serta berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampuni kamu? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

Sebagian dari ciri orang bertakwa dijelaskan dalam Quran surat Ali Imran (3): 134, yaitu: Maksudnya mereka mampu menahan amarahnya, dan memaafkan, (bahkan) berbuat baik (terhadap mereka yang pernah melakukan kesalahan terhadapnya), sesungguhnya Allah senang terhadap orang yang berbuat baik. 

Sudah jelas perintah Allah, kita diminta untuk berbuat baik, saling memaafkan.. lantas mengapa sifat liar Homo Homini Lupus yang disebutkan oleh Plautus Asinaria (495 M) itu tidak pernah bisa kita lepaskan dari diri kita, dari bangsa kiya? Saling memangsa satu sama lain, tidak peduli dia siapa… apakah kerabat, kawan bahkan orang yang tidak dikenal sekalipun.

image

Perbincanganku dengan kawan ini terkait dengan Pilkada serentak yang menjadi sebuah arena pertarungan di Indonesia, utamanya di kampungku, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Sungguh mulai jarang aku mendengarkan perkataan yang baik kecuali untuk tokoh yang didukung oleh masing-masing pendukung yang bersangkutan. Seakan-akan hanya tokoh idolanya yang bersih, benar dan tanpa cacat, sementara calon lainnya tidak memiliki kebaikan sedikitpun. Bahkan hujatan, cacian, perkataan buruk semakin menjadi buaian dalam kegelisahan.

Sesungguhnya, semua orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Sungguh jarang bisa menemukan orang yang sempurna dan sanggup melihat secara bijaksana. Bahkan dalam kebodohanku, aku pun terpaku mendengarkan bahwa seorang bijaksanapun memilih untuk berlaku ‘liar’ hamya demi menegaskan kekuasaan dirinya. Sungguh miris mendengarkannya.

image

Memang aku paham, bahwa setiap langkah yang kita ambil dalam hidup ini, tentu dengan alasannya masing-masing. Yang mana hal itu bisa positif dan juga negatif, tergantung sudut pandang kita masing-masing. Karena itu aku setuju dengan  konsep 129.000 seorang blogger, Hari Subagya dalam  melihat sebuah kejadian sebagai suatu lingkaran. Apabila ada satu sudut pandang pada setiap DERAJATNYA, maka perspektif itu ada 360.

image

Pada gambar diatas menggambarkan sebuah masalah sebagai bola yang bulat, sehingga kita bisa melihatnya dalam 129.000 Sudut pandang.  (360 x 360 = 129600). konsep ini sangat sederhana. Sehingga kita diajarkan, jika kita melihat permasalahan, tidak hanya dari kaca mata kita saja, maka kita tidak akan mudah marah, mudah tersinggung dan juga mudah menyalahkan. Kita akan mulai bisa memahami dan lebih bisa menerima pendapat orang lain.

Akh… andai ilmu bijaksana itu adalah mudah, maka aku yakin, keadilan, kebersamaan dan kesejahteraan akan menjadi bagian dari hidup kita, seperti tujuan pembentukan negara kita. Namun… ke-liar-an jiwa kitalah yang sering menjadi batu sandungan, ketika kita tidak cakap membuat strategi untuk mengelolanya.

Kembali ke persoalan Pilkada, sadarkah mereka bahwa kelakuan mereka menjadi lupus bagi sebagian lainnya? adegan perburuan kekuasaan, kepentingan, uang dan pengaruh. Hanya demi kekuasaan antar partai saling memangsa, lebih ganas dari singa lain kali. Hanya demi uang semua keroyokan dan kerusuhan penuh dendam mematikan. Demi pengaruh dan kepentingan partai satu ingin mematikan partai lain dengan cara-cara sub-human: memaki seperti tidak pernah dididik orang tua maupun guru, menghardik seperti anak TK dan saling fitnah, lebih pedas rasanya daripada tusukan sebilah pisau.

Semua menjadi berisik seperti serigala-serigala lapar, mengaum-gaum terus karena lapar uang. Menjerit karena saling menggigit. Gigitan penuh bisa. Bisa para lupus, serigala. Namun serigala-serigala modern dalam saling memburu mangsa masing-masing lebih sering tampil manis seperti angsa hitam yang gemulai bersahabat dan menarik atau laksana tingkah simpatik si merpati penuh setia namun lihai dan cerdik seperti serigala.

image

Naudzubillahi min zalik, seorang blogger, malah menggambarkan lupus modern ini selalu tahu cara jitu menghindar dari terkaman lawan, pun harus menginjak-injak martabat jelata-jelata negeri ini. Serigala berantem, anak-anak negeri mati atau tercerai. Piatu yang tidak lama mati sendirian. Dengan cara apapun akhirnya toch nampak sama dan sepikiran saja: Saling buru-memburu. Cegat-mencegat. Tidak sekadar bertetangga yang saling hobi berisiki satu terhadap lainnya. Semua ingin bilang kuburu kau sampai akhir hayat. Semua diliputi naluri binatang: dendam dan harus mengalahkan lawan. Memenangi adalah dengan cara mematikan. Tidak perlu cara lain, pun sebenarnya lulusan diplomasi doktoral atau profesor. Tidak ada cara dan pilihan lebih waras sebab aku bukan orang waras. Itu karena aku serigala bagimu.

Astaghfirullahan adzim…
Semoga kita terhindar dari sifat yang seperti itu… Maha suci Engkau Ya Allah, tidak ada yang Kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana (al baqarah 2: 32).

Mari kita mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian di muka bumi ini seperti yang dijelaskan dalam surat An Nahl:125, “serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”

#RenunganVie #MyFreedomSpace #askvie

la_vie

Advertisements

Catatanku Usai Upacara di Istana

Tidak semua orang bisa mengikuti upacara kemerdekaan di lapangan Istana Merdeka Kepresidenan, sehingga mendapat undangan untuk mendampingi menjadi sesuatu yang wah buatku. Apalagi mendampingi Andi Fauziah Hatta yang sering disapa Andi Ichi, anggota DPR RI fraksi Golkar. Sungguh merupakan kehormatan bagiku.

image

Namun ada yang menggelitik saat disampaikan pakaian yang dikenakan untuk upacara tersebut. KEBAYA… jlebbbb… langsung kubayangkan gempalnya tubuhku mengenakan kebaya hahahahha, hampir saja kuurungkan niatku, namun rasa penasaran akan rasanya upacara di istana presiden membuatku melupakan kekhawatiran bentuk tubuhku dalam balutan kebaya hejehjee. Resiko orang besar yang sulit mencari baju pas terutama pas waktunya mepet dan nenteng kamera wkekkekekekkee.
image

Kami berangkat tidak terlalu pagi, bahkan setiba di Istana kami masih sempat berfoto-foto ria, walhasil meski tetap masuk di tenda VIP 2, tetapi bukan pada deretan pertama lagi. Namun tentu saja tidak mengurangi kekhidmatan upacara detik-detik proklamasi di pagi itu. Walaupun banyak sekali kasak kusuk ketidakpuasan peserta upacara yang mendapat undangan di tenda A2 namun begitu tiba, beberapa seat telah diblok untuk keluarga seorang pejabat negara.
image

Upacara berlangsung khidmat. Namun menjelang akhir dari rangkaian upacara, terdapat atraksi yang membuatku terpana, menyangka bahwa mereka begitu dekat. Dentuman meriam yang ditembakkan tank-tank baja itu begitu menggelegar, namun ternyata letaknya jauh dan yang tersisa hanyalah audionya saja disertai tampilan visual atau gambarnya pada layar putih. Wkwkwkw hampir jantungan aaaa dag dig dug…
image

Namun berbeda saat atraksi pesawat-pesawat tempur itu terbang rendah di atas istana… OMG…. beginikah yang dirasakan saat berada di tengah-tengah medan pertempuran?? Rasa takut akan kejatuhan bom, rasa was-was, rasa yang tidak bisa dilukiskan lagi dengan kata-kata. Mereka begitu dekat.. erangan suara berkelebat, berdesing memekakkan telinga meski hanya sebentar. Hahahaha sekejab rasa parno itu menyelimuti diriku.
image

Aishhhh sungguh pengalaman yang mengagumkan, belum lagi aku bertemu bahkan duduk berdampingan dengan beberapa petinggi-petinggi DPR RI, Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, Kehakiman Agung, aishhh hehehehhe susah mendapatkan moment seperti ini.

Apalagi pada kesempatan ini, hadir pula kanda Sulhaeini Badaruddin, Kepala Sekolah TK Sorowako yang mendapatkan penghargaan sekolah sehat diantara 40 ribu undangan yang hadir. Luar biasa…
image

Hanya saja, ditengah decak kekagumanku, ada rasa sedih yang menyelimuti jiwaku. Pertanyaan demi pertanyaan terlontar dalam benakku. Apakah arti kemerdekaan di usia 70 tahun bangsaku? Mengapa kemerdekaan itu seakan masih terbelenggu bahkan oleh penjajahan bangsa sendiri? Begitu banyak kasus korupsi, begitu banyak pengangguran tetapi pemerintah malah membuka keran tenaga kerja asing masuk ke negara ini, baik selaku pemilik modal sampai kepada buruh kasar?
image

Kemanakah panah kehidupan ini melesat, mengapa kesejahteraan masyarakat Indonesia belum juga nampak dipelupuk mata? Dimanakah keadilan bagi rakyat kecil yang meminta dan menghiba atas penghidupan yang layak? Sementara kaum cendikiawan negeriku banyak yang berpesta pora diatas nama rakyat bahkan ada yang memilih hengkang dari negeri ini mencari sebuah penerimaan di negeri orang.
image

Terkenang aneka jenis perayaan hari kemerdekaan di masa kecilku. Seputar panjat pinang yang menyimbolkan perebutan kekuasaan untuk mencapai hadiah-hadiah yang digantung di atas. Kadangkala tidak peduli harus menginjak kepala, pundak, bergantungan bahkan harus mencium pantat kawan.. apakah kemerdekaan seperti itu yang dibanggakan??
image

Ataukah lari karung, lomba makan kerupuk, lomba membawa kelereng, lomba lari dengan bakiak, lomba memasukkan pensil ke dalam botol. Atau malam pentas seni dengan lomba paduan suara, pembacaan puisi dan lomba menyanyi. Seperti itu sajakah perayaan kemerdekaan kita??

Yang pasti, usai pelaksanaan upacara, kesempatan untuk mengambil beberapa shoot foto session sebagai pilihan. Entah, kapan lagi bisa berkeliling istana negara dan menikmati lingkungan sekitarnya. Karena belum tentu, mereka yang berada di istana, sudah berkeliling dan menikmatinya selain untuk bekerja dan melaksanakan tugasnya masing-masing. Hehehhehe…
image

Sumber foto : googling dan koleksi pribadi

#kemerdekaan #istananegara #hutri70 #myfreedomspace #ceritavie

Jejak Bung Karno di Bandung

Aku bersyukur ya Allah… tiada hentinya nikmat yang Engkau berikan. Bahkan sebuah nikmat yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Nikmat yang tidak pernah aku impikan. Semuanya menjadi begitu nyata.. begitu mempesona, begitu membahana. Seperti hari ini, saat aku menelusuri jejak pemimpin bangsaku, tanpa perencanaan.

image

Terima kasihku untuk bu Aini Endis Anrika, Kepala DPPKAD Luwu Timur yang mengajakku turut serta mendampingi dalam sebuah kegiatan di kota Bandung. Tidak pernah aku sangka, kehadiranku di kota mojang geulis kali ini menghantarkan aku melacak sendiri jejak bung Karno.

image

Bukan pertama kali aku ke kota Bandung, dan bukan pertama kali aku memasuki museum Konfrensi Tingkat Tinggi Asia Afrika (KTT-AA) yang menjadi saksi sejarah perjuangan Presiden Republik Indonesia yang pertama, Soekarno dalam memperjuangkan kemerdekaan seluruh bangsa di dunia ini. Namun kunjunganku kali ini diisi dengan keinginan untuk melihat, menyentuh bahkan merasakan kehadiran beliau dalam Konferensi di tahun 1955 itu.

image

Bermula dari rasa iseng untuk berkunjung kembali ke museum KTT Asia Afrika yang dekat dengan lokasi kegiatan Bu Endis. Karena hanya utusan dengan mandat yang bisa mengikuti kegiatan itu, sehingga aku tidak memiliki agenda apapun. Itupun setelah mengontak beberapa teman dan kami tidak dapat bertemu karena mereka semua sibuk berada di tempat kerja masing-masing.

Nah.. usai melihat-lihat di ruang pameran, berpose di beberapa spot-spot yang menarik termasuk pada dinding selfie, maka aku masuk ke ruang Koferensi. Seorang Bapak menyapaku, lalu kami berbincang.

image

Rupanya beliau adalah salah satu guide yang bertugas mendampingi dan memberikan penjelasan yang dibutuhkan tamu yang berkunjung. Seperti biasa, aku mulai bertanya ini dan itu, sampai akhirnya dia memintaku  untuk duduk dan berfoto di sebuah kursi yang menjadi kursi Preaiden Republik Indonesia dalam KTT-AA, mulai dari Soekarno dalam KTT 1955, Susilo Bambang Yudhoyono pada KTT 2005 hingga Joko Widodo di KTT 2015.

image

Wuih, terbayang deh, sudut pandang dari seorang Presiden yang duduk di kursi itu saat memandang ratusan bendera di panggung utama. Bahkan, Pak Kudri yang sudah mengabdi lebih dari 50 tahun di gedung Merdeka itu memperlihatkanku bahwa kursi-kursi dari bahan Jati kualitas terbaik yang dipesan sendiri oleh Bung Karno itu aslinya adalah aset Majelis Permusyarakatan Rakyat Sementara (MPRS) yang masih terawat dengan baik hingga hari ini.

image

Lalu Bapak itu bercerita panjang lebar mengenai alasan terpilihnya Bandung sebagai tempat pelaksanaan KTT Asia Afrika. Menurut beliau, alasannya adalah karena hubungan emosional Bung Karno yang sangat erat dengan kota Bandung.
1. Bung Karno pernah menetap di Bandung, menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB), arsitek gedung Merdeka adalah guru besar Bung Karno di ITB bahkan bung Karno pernah ditahan di Bandung.
2. Fasilitas Konferensi pada waktu itu sudah lengkap di Kota Bandung, diantaranya: Gedung Merdeka merupakan gedung terbesar se Asia, Hotel Savoy Homan Bandung memiliki fasilitas standart internasional, bandar udara yang tersedia, kendaraan, serta seluruh fasilitas pendukung konferensi ada di Bandung pada saat itu.
3. Masyarakat Bandung yang ramah untuk menjadi tuan rumah konferensi

image

Aishhh semakin tertariklah aku mendengarkan cerita Pak Kudri. Menyaksikan betapa antusiasnya beliau bercerita tentang kekagumannya pada Bung Karno. Bahkan aku seakan menangkap aura Bung Karno melalui cerita-ceritanya. Bagaimana emosi yang terbangun dalam setiap kata-katanya. Melihat seorang pencinta Bung Karno yang bercerita dengan menggebu-gebu tentang ide-ide besar pujaannya.

Menurutnya, KTT ini merupakan ide bung Karno. Beliau ingin memotivasi semua bangsa-bangsa terjajah untuk memerdekakan bangsanya. Karena kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa. Betapa bung Karno tidak menyetujui penciptaan senjata nuklir yang bahkan diperlombakan sebagai kekuatan keangkuhan keadidayaan sebuah negara.. juga terjadinya perang dingin karena pembagian blok barat dan blok timur, sebagai bentuk peniscayaan perbedaan. Selain itu beliau sangat anti rasialisme, perbedaan warna kulit yang bertentangan dengan harkat dan martabat manusia. Gagasan ini pun tercetus sejak tahun 1933  dan butuh 20 tahun untuk mewujudkannya di tahun 1955.

image

Sungguh luar biasa.. benar-benar informasi yang tidak pernah menarik perhatianku selama ini. Tapi dengan cara penyampaiannya, dengan antusiasmenya, aku dapat memetik pembelajaran daripadanya. Lalu pak Kudri bercerita tentang Hotel Savoy Homan sebagai salah satu saksi sejarah dari KTT Asia Afrika. Tentang jejak-jejak sejarah yang bisa aku telusuri dan sungguh menarik rasa keingintahuan yang luar biasa.

image

Suatu keberuntungan, karena lokasi kegiatan Bu Endis di hotel Savoy, maka dengan penuh percaya diri aku meminta ijin untuk melihat-lihat peninggalan sejarah KTT di hotel Savoy. Dengan ditemani pak David, Duty Manager hotel Savoy, berkelilinglah aku dengan decak kekaguman melihat benda-benda yang digunakan dulu.

image

Senangnya, akupun diajak berkeliling melihat kamar yang dulu digunakan bung karno. Meski tidak bisa melihat ke dalam kamr karena sedang digunakan tamu, paling tidak aku bisa melihat tempatnya hehhehe. Bahkan dari hasil googlingku, kutemukan tiga nomor keramat bagi beberapa orang dan ternyata merupakan tiga nomor kamar yang digunakan oleh tokoh-tokoh besar dunia ketika KTT Asia Afrika 1955.  Yakni kamar 144 digunakan oleh Jawaharlal Nehru, Perdana Menteri India, lalu kamar 244 oleh Soekarno, Presiden Republik Indonesia dan kamar 344 dipakai oleh Chou En Lai, Perdana Menteri RRC

image

Usai berkeliling.. oleh pak David, aku juga diperlihatkan sebuah buku tentang sejarah hotel Savoy Homan yang ternyata nama hotelnya diambil dari nama pemiliknya yakni seorang warga negara Jerman bernama Mister Homann.

image

Sungguh luar biasa perjalanku kali ini. Aku dapat menyaksikan sebuah perjalanan seorang Soekarno dalam mengembangkan gagasannya, pada sebuah bentuk kecil untuk mengenang kejadian kala itu.
Negara yang besar adalah negara yang menghargai sejarahnya.

image

Let a new Asia and new Africa born – Soekarno 1955.

Sumber foto: koleksi pribadi.

#viestory #

la_vie

Pusaka Bahari Danau Matano

Serangkaian pertanyaan muncul ketika aku melihat seperangkat benda-benda tua yang terpajang diantara keris-keris dan pusaka lainnya. Apatah lagi disebutkan bahwa benda tua itu berasal dari danau Matano, luwu Timur, tanah kelahiranku di Sulawesi selatan Indonesia. Barang-barang yang sekilas terlihat seperti onggokan besi tak bertuan itu ternyata memiliki sejarah yang luar biasa dalam peradaban manusia khususnya di tanah Bugis Sulawesi.

image

Dalam penasaranku usai mendapat info akan pameran Keris dan Benda Pusaka Bahari yang dilaksanakan di Gedung Kompas, aku pun meluangkan waktu untuk berkunjung. Biasanya aku tidak tertarik dengan benda-benda pusaka, namun kehadiran teman-teman muda pencinta benda pusaka Pompessi dari Tanah Luwu membuatku berfikir untuk membuktikan apa yang sudah sering aku dengar tentang benda-benda pusaka di tanah kami. Bahkan pada kesempatan itu aku mendapat kehormatan oleh Yang Mulia Datu Luwu, dengan penyematan pin kedatuan sebagai tanda restu beliau.

image

Dari cerita yang aku dengar bahwa sejak dahulu teluk bone dan perairan tana luwu telah menjadi jalur pelayaran lintas Negara dan eksploitasi bahan logam khususnya besi. Bahkan menjadi komuditas yang populer saat itu. Menurut Andi zulkarnain dari Pompessi Luwu Timur, salah satu pakar budaya yang juga merupakan kurator pada pameran ini, Jimmi Harianto atau yang biasa dikenal dengan nama Ganja Wulung Pakbo menyatakan bahwa sebagian besar penempa keris di nusantara ini tak lepas dari budaya keris bugis yang hulunya terbuat dari gigi dan tulang ikan.

image

Salah satu jenis kepala keris berbentuk kepala burung laut, bagian dari sarung keris yang oleh orang Bugis disebut jonga-jonga adalah model perahu layar. Selain itu salah satu pamor keris dan pusaka yang paling digemari orang bugis adalah timpa laja, yang disebut gunungan di tanah Jawa.

image

Pameran keris dan Pusaka Bahari ini secara resmi dibuka oleh Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Awalnya sedikit heran, koq bukan Menteri pariwisata yang membidangi kebudayaan yah??  Hwhehe ternyata terjawab sendiri dari judulnya yakni pusaka bahari dna konsep negara kita adalah bahari bukan agraris seperti yang selama ini didengung-dengungkan. Dan dari sambutannya, ibu Susi menyampaikan bahwa ada banyak sekali benda-benda pusaka yang ditemukan di lautan dan semuanya merupakan kekayaan negara kita yang tidak ternilai harganya.

image

Termasuk juga temuan-temuan senjata kuno yang diikutkan dalam pameran ini yang ternyata diambil dari dasar Danau Matano di sorowako pada kedalaman 15 hingga 20 meter. Senjata-senjata ini diperkirakan  rata-rata berusia ratusan tahun.

image

Teman-teman Pompessilah yang membawa benda-benda pusaka ini ke Jakarta, sebagai kelompok anak-anak muda pencinta Benda Pusaka Tanah Luwu sebagai warisan budaya leluhur. Kehadiran mereka mendapat restu dari Raja Luwu, Sri Paduka Yang Mulia Datu Luwu H. Andi Maradang Makkulau Opu To Bau yang juga berkenan hadir pada pembukaan pameran ini didampingi Permaisuri Lina Widyastuti Wahyuningsih.

image

Sebuah negara menjadi besar ketika dia mengetahui asal-usulnya. Dan untuk mengetahui kejayaan sebuah peradaban dapat dilihat dari budayanya. Untuk terus mempertahankan kebudayaan Tana Luwu, maka budayanya harus terus kita lestarikan begitu pula dengan budaya Indonesia. Betapa bangga kita sebagai bagian dari tana Luwu, karena sebagai bagian dari sebuah kerajaan besar di Indonesia dan masih tetap ada hingga hari ini. Dan tugas kitalah sebagai generasi muda untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu kita dan melestarikan budaya yang telah mereka bangun selama berpuluh-puluh bahkan ratusan tahun lamanya. Utamanya kita yang tinggal di kawasan danau Matani yang ternyata menyimpan begitu banyak bukti sejarah Tana Luwu.

Sumber foto: koleksi pribadi

#Myfreedomspace #ceritavie

la_vie

Kuliner Jepang -2-Sushi

Lanjut bagian ke-2

Setelah penyajian Sashimi, Chef Osawa mengajak hadirin membuat Sushi Roll dengan 2 teknik penyajian.

image

Sushi

Kebanyakan orang salah menganggap bahwa sushi adalah makan ikan mentah. Padahal sushi adalah makanan Jepang yang berarti nasi yang diberikan bumbu cuka, gula, dan garam. Nah yang ikan mentah itu yaa sashimi yang udah aku tulis sebelumnya. Hehehehehehe… 

image

Membuat Sushi ternyata gampang-gampang susah. Sederhana namun membutuhkan keterampilan tersendiri. Mulai dari teknik membuat nasi sushi dengan saos khusus, menggulung sushi dengan isinya, dan juga menghias sushi untuk penyajian.

Berikut tips membuat sushi roll dari Chef Shuichi Osawa – Japanesse Master Chef Restoran Sana Sini, Pullman Jakarta Indonesia:

1. Nasi difermentasi sebelum dibuat sushi. Caranya dengan menambahkan cuka ke atas nasi hangat dan mengaduknya sampai rata.

Perbandingan cuka dan nasinya adalah 1:10. Setelah diaduk, diamkan nasi sampai dingin agar mudah diolah menjadi sushi. Saat mengaduk nasi, mesti hati-hati agar nasi tidak hancur.

image

2. Berhubung beras Indonesia kurang lengket jika dibandingkan dengan beras Jepang namun tetap bisa menggunakan beras lokal untuk membuat sushi. Yang bisa dilakukan untuk membuatnya menjadi lebih lengket adalah dengan menambahkan bubuk agar-agar berwarna bening saat memasak nasi.

3. Di Jepang, nasi sushi difermentasi di dalam wadah yang terbuat dari kayu. Hal itu dikarenakan kayu mampu menyerap cairan berlebih sehingga nasi pun tidak terlalu lembek.

4. Salah satu teknik mendinginkan nasi dengan cara membawanya ke pinggir wadah sambil dikipas-kipas

5. Saat akan mulai membuat sushi roll, perlu diperhatikan bahwa dalam menggunakan nori atau rumput laut kering untuk pembungkusnya,  pastikan bahwa bagian yang teksturnya halus merupakan bagian luar. Sedangkan bagian yang sedikit kasar berada bagian dalam.

6. Selain sushi roll biasa, dapat juga dibuat dalam bentuk futo maki, sushi roll tebal dan ura maki, sushi roll yang dibuat terbalik dengan lembar nori di bagian dalam dan nasi di bagian luar.

image

7. Sebaiknya menggunakan sarung tangan plastik saat akan membuat sushi. Jangan lupa untuk membasahi jari tangan dengan sedikit air agar nasi tidak menempel ke tangan

8. Penting untuk diperhatikan, saat meletakkan nasi pada gulungan sushi roll, usahakan untuk tidak menekan-nekan nasi. Cukup ratakan menggunakan tangan. Selain itu, ketebalan nasinya pun harus sama.

image

9. Setelah nasi rata, mulailah meletakkan isian sesuai selera.
Beberapa isian sushi roll biasanya terdiri dari daging ikan salmon, tuna, udang, gurita dan jenis boga bahari lain dalam bentuk mentah sehingga terasa sangat segar. Bisa juga ditambah alpukat atau ketimun yang dipotong memanjang. Selain itu sushi juga tidak diberikan bumbu terlalu banyak, sesuai dengan filosofi budaya Jepang yang sangat menghargai segala sesuatu yang alami.

image

10. Setelah diatur maka secara perlahan, nasi dan isinya digulung. Sebagai tambahan ada juga sushi yang diberi biji wijen untuk taburan di bagian atasnya, tapi tidak menggunakan minyak wijen.

Tadaaa… jadilah sushi yang diinginkan.. seperti yang diperagakan Leila Fitriyani Wahab, yang juga alumni Kosmik Unhas seperti kanda Mubarika Darmayanti yang mengundangku bersama beberapa blogger Indonesia lainnya dalam acara.

image

Banyak hal yang dapat kita pelajari dari melihat dan menikmati hidangan kuliner dari dalam negeri sendiri maupun mancanegara. Bahkan dengan menghadiri pengenalan kuliner Jepang yang diadakan oleh Bagian Penerangan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia ini, banyak sekali informasi tentang bagaimana mengolah bahan makanan laut menjadi sebuah santapan yang lezat dan sehat serta filosofi dari bahan masakan itu sendiri.

Sehingga tidak heran kalau Master Chef yang berasal dari Kiryu Gurma Jepang ini tidak hanya master di makanan Jepang, Master chef Osawa  juga pandai membuat masakan Indonesia dan Eropa. Suami dari Desy Safarina ini merupakan penggemar masakan Padang dan sangat suka dengan Rendang.

Dari empat tahun pernikahan dengan puteri Indonesia kelahiran Kalimantan ini, mereka dikaruniai seorang puteri bernama Yurika Osawa (3) dan seorang putera, Muhammad Hiroki Osawa (2bln).

image

Arigato Chef… Sukses terus ya… oh iya… sebelum tulisan ini kuakhiri.. Setelah makan sashimi atau sushi, orang Jepang biasanya makan sup miso di akhir makan untuk membantu pencernaan. Jadi bukan kayak kita di Indonesia, sop nya dicampur ke nasi yaaaa kekekekek…. di pergaan ini Chef Osawa sempat mengajarkan teknik membuat kaldu.. dari bahan ikan cakalang maupun rumput laut.. uihhh saya lebih suka yang cakalang.. rasanya lebih segar dan agak manis. tapi bagi yang suka minum teh hijau.. sepertinya bakal lebih suka kaldu rumput laut deh.. hehhehe.. selamat mencoba..

image

Sepp yakkk..

Sumber foto: Koleksi pribadi

#ceritavie #myfreedomspace #askvie

la_vie

Mengenal Kuliner Jepang -1- sashimi

Notifikasi dari senior Kosmik Unhas, kanda Mubarika Damayanti untuk mengikuti pengenalan budaya Jepang kuliner di Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta Barat (11/8) sungguh menggiurkan. Begitu menerima undangan ke Binus, aku langsung membayangkan nikmatnya  sashimi dan sushi, yang merupakan kuliner tradisional Jepang atau dikenal dengan sebutan Washoku.

image

Pengenalan Washoku kali ini dilakukan oleh Japanesse Master Chef Suichi Osawa yang merupakan kepala koki di Restoran Sana Sini, Pullman Jakarta Indonesia.

Sashimi

Sashimi menjadi salah satu menu favorit di restoran Jepang. Irisan daging ikan mentah yang disajikan bersama parutan wortel dan lobak, wasabi, gari (acar jahe muda), selada, serta peterseli.

Pada kesempatan itu, Chef Osawa memperlihatkan teknik membuat Sugata Zukuri atau teknik penyajian sashimi yang beralaskan tulang atau badan ikan. Untuk itu, Chef Osawa menggunakan ikan bawal sebagai alas penyajiannya.

image

Penyajian Sugata Zukuri pada dasarnya adalah untuk memperlihatkan pada orang-orang bahwa sashimi yang disajikan berasal dari ikan segar.

Ada teknik yang disampaikan oleh Chef Osawa agar ikan tetap tampak segar dalam penyajiannya, yaitu bagian sirip ikan disangga menggunakan tusuk lidi agar terlihat mekar dengan posisi agak ditekuk. Selain itu, sirip dapat di sayat sekitar 2 ruas lalu di masukkan kedalam lapisan insang sehingga bagian sirip lainnya tampak berdiri, seakan melambai hehehhehe…

image

Sashimi yang disajikan dengan cara penyajian ini disebut Sashimi Moriawase yaitu beragam jenis sashimi mulai dari daging bawal, daging tuna, salmon, udang dan gurita. Biasanya disajikan pada saat-saat istimewa.

image

Telah menjadi kebiasaan di Jepang bahwa menyajikan sashimi dengan mengelompokkan daging ikan terdiri dari tiga potongan sashimi. Hal ini dianggap sebagai sesuatu yang baik dan menguntungkan.

image

Sebagai tambahan, Chef Osawa menyajikannya bersama potongan wortel, lobak, ketimun dan daun oba atau daun basil Jepang. Yang kesemuanya diiris tipis lalu di gulung atau di potong halus memanjang.

image

Di meja Chef Osawa terdapat empat buah pisau yang akan digunakan saat proses pembersihan hingga pemotongan sashimi. Ada pisau biasa atau vegetable knife, ada pula doba knife untuk memotong tulang. Selain itu, terdapat tako hiki yang panjang untuk membuat fillet dari daging bertekstur lembut dan sashimi knife untuk memotong-motong fillet menjadi sashimi.

image

Meskipun penggemar sashimi banyak di Indonesia.. namun masih banyak yang salah dalam tata cara mengkonsumsinya. Banyak yang hanya suka menghabiskan sashimi atau ikan filletnya saja tanpa memakan hidangan pendampingnya. Ternyata, secara filosofis, ikan mengandung bakteri meskipun segar karena masih mentah. Sedangkan, salad irisan lobak, daun oba dan wasabi ini memiliki manfaat untuk tubuh  karena memiliki sifat anti bakteri di dalamnya.

image

Tidak hanya itu, lobak, daun oba dan wasabi juga berfungsi untuk mendinginkan perut setelah makan ikan. Itulah filosofis hidangan Jepang yang kurang diperhatikan selama ini. Di makanan Jepang, semua yang ada di atas piring punya manfaat dan fungsinya masing-masing.

Sumber foto: koleksi pribadi

#asksulvi #askvie #myfreedomspace #kulinerjepang #sashimi

Bersambung ke kuliner Jepang -2- Sushi

la_vie

Just a Little Surprise …

Banyak teman banyak rejeki.. itulah yang mendasari kejutan-kejutan kecil untuk teman-teman terbaikku di Agustus ini. Apalagi kehadiran mereka menjadi pelipur lara dalam kesendirianku selama ini di antara riuhnya bingar kehidupan kota Jakarta.

image

Kehadiran mereka memang senantiasa memberikan kebahagiaan tersendiri.. sehingga kejutan-kejutan kecil ini menjadi harapan untuk berterima kasih atas kebahagaiaanku selama ini..

Dan sungguh suatu kebahagiaan.. melihat mereka menerimanya dengan senang hati tanpa melihat nilai laiknya sang pemilih.

image

Namun sesungguhnya.. kejutan-kejutan kecil yang kusiapkan untuk mereka hanyalah sebagian kecil dari kejutan yang aku terima dari Tanteku yang baru tiba dari Perancis. Tiada ungkapan kebahagiaan yang luar biasa.. hanyalah kesyukuran yang segalanya.

image

Hahaha siapa seh yang ga senang memerima kejutan.. sepanjang kejutan itu menyenangkan tentu ya hahahaa..

image

Tenkyuuu for being such a wonderful, inspirer and motivator in my life.. you guys are as an inspiration…kekeee may our friendship will last forever ;););););)

#ceritavie #myfreedomspace

Sumber foto: galery pribadi.

la_vie