Indonesiaku

❤  *Fakta-fakta Membanggakan Tentang Indonesia Di Dunia*

Ditengah carut marutnya negara kita tercinta ini ada fakta-fakta yang membanggakan sekaligus mengharukan tentang Indonesia di mata dunia Internasional…

✴ *PT.PAL tlah sukses membuat salah satu kapal terbaik di dunia “Star 50″ berbobot 50,000 ton.*
*Salah satu negara yang memesan kapal ini adalah Singapura.*

✴ *Di Singapura gamelan jadi mata pelajaran wajib di sekolah dasar pada hampir sebagian wilayahnya.*

✴ *Pabrik/manufaktur Mattel (boneka Barbie USA) hanya ada dua di dunia salah satunya di Indonesia.*
*Pabrik pertama berada di China dan lainnya di Jababeka, Cikarang, Jawa Barat.*

✴ *Brand internasional yang amat prestisius, Gucci, menggunakan kain tenun asli Indonesia sebagai bahan bakunya.*

✴ *Mobil terpopuler di Uni Emirat Arab adalah Toyota Kijang Innova yang sepenuhnya diproduksi di Indonesia.*

✴ *Bunga nasional Korea Utara yang amat popular, Kimilsungia berasal dari Indonesia dan diberi nama oleh Presiden RI pertama Ir. Soekarno.*

✴ *Tahukah Anda, Airbridge (Garbarata)–tangga belalai menuju pintu pesawat yang ngetrend di bandara-bandara dunia kali pertama dibuat oleh PT Bukaka, Indonesia.*

✴ *Pejuang HAM legendaris dan bapak pembebasan Negara Afrika Selatan Nelson Mandela, setelah berhasil menghapus Apartheid di negerinya, mengakui bahwa perjuangannya itu diinspirasikan oleh perjuangan Syekh Yusuf dari Makassar-Indonesia.*

✴ *Tahukah anda karena mengapresiasi Dukungan Indonesia atas Kemerdekaan Afrika Selatan atas Politik Apartheid,maka Nelson Mandela senantiasa Gunakan Baju Batik Indonesia di tiap Acara Kenegaraannya baik di dalam maupun di luar negeri.*

✴ *Tahukah anda bahwa Batik tlah dinobatkan sebagai The World Heritage oleh Badan dunia PBB.*

✴ *Tahukah anda bahwa karena Kekaguman Pimpinan Cuba kepada Presiden RI Ir. Soekarno sebagai Pengagas & Pendiri Gerakan Non Blok,maka Cuba tetapkan Baju  Seragam Merah-Putih dipakai Anak-anak SD di Cuba.*

✴ *Tahun 2002, dalam Special Edition TIME Magazine on Asian Heroes, penyanyi Iwan Fals menjadi cover fullpage. Begitu juga dengan Aa Gym di tahun 2006 (The Holy Quran)*

✴ *Mobil prestisius, Mercedes Benz, menggunakan knalpot buatan Indonesia, yang pengerjaannya sepenuhnya dilakukan di Purbalingga, Jawa Tengah.*

✴ *Tahukah anda bahwa produsen Pisau Komando Pasukan NAVI SEAL & Pasukan  Amerika lainnya ternyata adalah Perajin Pisau belati & pedang Asal Bandung Indonedia.*

✴ *Presiden RI ke-3, BJ Habibie adalah pemegang 46 paten di bidang aeronautika dunia.*

✴ *Tahukah anda bahwa Prof. Dr. Ir. BJ Habibie adalah Satu-satu orang Indonesia & Satu-satunya orang di luar Jerman yang pernah Mampu Menduduki Jabatan Prestius sebagai Direktur Kepala Bagian Aeronautika MBB- Boeing Jerman.*
*Yang dalam sejarahnya tak pernah diduduki siapapun kecuali orang Jerman. Sebab Jerman sangat terkenal dengan Sifat Cauvinisme. Yaitu Sangat-sangat Bangga dengan bangsanya sendiri,yaitu Ras Aria. Namun sa’at jumpa Prof. Dr. Ir. BJ. Habibie itu mereka lupakan sifat cauvinisme itu.*

✴ *David Foster mengaku, lagu ciptaanya ‘To Love You More’ yang dibawakan Celine Dion terinspirasi dari musik keroncong yang berasal dari Indonesia.*

✴ *Dunia gempar, sebab tlah lahir Musisi Jazz Dunia Termuda & Peraih Penghargaan Musik Grammy Award Termuda kategori Jazz dari Indonesia. Dialah Joey Alexander bocah cilik umur 12 tahun asal Bali Indonesia.*
*Untuk mengapresiasi hal itu,dia baru-baru ini diundang Barrack Obama ke White House untuk unjuk kebolehannya didepan semua Pejabat Negara Amerika.*

✴ *Menara Kuala Lumpur (Gedung Petronas-Malaysia) ternyata di dirancang oleh putra Indonesia, Ir.Achmad Murdijat alumni ITB.*
*Gedung ini termasuk salah satu Pencakar Langit yang Mengagumkan Dunia. Untuk mengapresiasi Kekaguman itu Hollywood tlah Membuat Film Action dengan bintang film Sean Connery yang terjun dari atas gedung itu.*

✴ *Pemenang Juara Kontes Robot Dunia di Jepang 3 kali berturut adalah Indonesia. Yakni Team B-Cak ITS yang dipimpin Dr. Ir. Sigit Riyanto. Ini terjadi enam tahun yang lalu. Tiga tahun yang lalu berturut 2 kali Juara Dunia direbut oleh Team Malaysia,karena Malaysia berhasil memboyong Dr. Ir. Sigit Riyanto ke Malaysia. Beruntung beliau kini tlah kembali pulang ke Indonesia.*

✴ *Ternyata Penemu & Ahli Teknologi Telekomunikasi 4G adalah Ilmuwan Indonesia. Beliau kini bekerja di Bagian R&D Sony Int’l di Eropa.*

✴ *Hollywood tlah Mulai Mengapresiasi Bakat Insan Film Indonesia. Terbukti dengan diajaknya beberapa Anak Muda Indonesia untuk terlibat dalam film-film box office mereka. Seperti Iko Uwais,Yayan Ruhiyat,Joe Taslim dalam film Star-Wars,Fast and Forius 6 dll.*
*Hal ini sekaligus Apresasi Dunia terhadap Seni Beladiri Silat Asli Indonesia. Sebab semua Pemuda ini Terkenal dengan Akting mereka sebagai Para Pesilat Tangguh dalam film-film: Merantau,Berandal,The Raid 1- 2 yang Sukses sebagai Film Box Office di Amerika.*

✴ *Tas Bagteria made in Indonesia telah dijajakan di berbagai etalase di mall-mall kelas atas di 32 negara di seluruh penjuru dunia. Public figure dunia yang mengenakan produk ini antara lain Paris Hilton, Zara Phillips, Emma Thomson, dan Audrey Tatou.*

✴ *Ternyata Pelukis DC Comics America yang terkenal dengan serial Superman,Batman dll adalah seorang Pelukis Otodidak dari Ponorogo Indonesia. Yang karena saking miskinnya dia cuman bisa kirimkam hasil karya pertamanya via Warnet di kampungnya.*

✴  *Tiga jenis kopi andalan Starbucks di Seattle, AS, adalah: Sumatera,Java Mocha dan Toraja Coffee. Ketiga jenis kopi ini dipajang di etalase paling depan.*

✴  *Kopi Luwak adalah Kopi Indonesia Satu-satunya Dunia yang Termahal di dunia,dengan rekor harga mencapai 2,5 – 5 juta/Kg.*
*Kopi ini menginspirasi Starbuck dalam Seleksi Standar Kopi yang boleh dijual di semua Cafe-cafe Starbuck seluruh dunia.*

✴ *Koin Ringgit Malaysia dan passport Malaysia adalah produksi PT PERURI.*

✴ *Seragam serdadu NATO diproduksi oleh PT Sritex, Solo, Jawa Tengah.*

✴ *Kacang Dua Kelinci (PT Dua Kelinci), menjadi sponsor Real Madrid.*

✴ *Komisaris Utama Club Inter Milan Italia, adalah Pengusaha Muda asal Indonesia yakni Erick Tohir.*

✴ *Motor GP, Produsen Honda menggunakan jargon “One Heart” (Honda Indonesia) yang terpasang di motor balapnya, Yamaha juga membubuhi jargon “Semakin di Depan” di baju balapnya. Walaupun motor Jepang tapi semua produksinya dilakukan di Indonesia.*

✴ *Pembalap Indonesia Rio Hariyanto adalah Satu-satu Pembalap Asia di Ajang Formula One.*

✴ *Telah lahir Qori’ & Hafidz Qur’an Termuda Juara 3 Dunia di Ajang MTQ International di Mesir. Dialah Musa,bocah usia 7 tahun asal Bangka Belitung Indonesia. Dia tlah Memikat hati semua Juri yang terdiri dari Ulama’-ulama’ dunia khususnya Pimpinan Majelis Ulama’ Mesir sampai meneteskan air matanya. Beliau berjanji Mengundang Musa sebagai Undangan Kehormatan di Peringatan Nuzulul Qur’an Negara Mesir Romadhon tahun ini dengan menanggung smua biaya akomodasinya.*

*Please Be Proud and Thanks to Allah SWT cause of our country, Indonesia and becaused We are Indonesian People. And Try to do The Best Things forsha[disingkat oleh WhatsApp]

Sumber: Group WA KoAla

la_vie

Advertisements

Kreasi Nusantara

Menyaksikan beragam produk daerah se-nusantara selalu memberikan nilai tersendiri saat saya menghadiri pameran. Kecintaan pada produksi dalam negeri, membuat saya sering melihat dan mengunjungi pameran. Begitu pula hari ini, saat menghadiri pameran Kriyanusa Dekranasda Indonesia di gedung Smesco Jakarta Selatan.

image

Namun kali ini, saya melihat sebuah pemandangan yang sedikit berbeda. Begitu masuk ke ruang pameran, saya melihat seorang ibu yang tengah asyik menenun. Begitu saya mendekat, ternyata, ibu itu sedang menenun motif ikat dari Maluku Tenggara Barat.

image

Namanya Ibu Felin (42). Dengan cekatan dia memindahkan kayu penata benang, sambil memainkan kedua tangannya, menarik dan merapatkan benang-benang tenun hingga terbentuk sebuah pola ikat. Ketika saya tanya, ibu dari Maluku Tenggara Barat tengah menenun pesanan kain istri Bupati Papua.

Menurut Bu Felin, sudah 20 tahun dia menenun. Awalnya, dia hanya senang mempelajari teknik menenun, dari membuat pola, menghitung benang dasar dan butuh sekitar 10 jam untuk menyelesaikan sehelai kain sepanjang 2 meter. “Dalam seminggu saya bisa menyelesaikan sampai 5 helai kain yang dihargai sampai 5juta per helai nya, tergantung tingkat kerumitan polanya”, ujarnya.

image

Hasil tenunan itulah yang menjadi tambahan penghasilan dari ibu yang bersuamikan seorang PNS di Maluku Tenggara Barat. Idenya sederhana, “saya hanya ingin mengembangkan tenun ikat Maluku Tenggara Barat agar dapat dinikmati semua kalangan, sebagaimana mereka menyukai batik dan sebagainya”, ujarnya tersenyum.

Payet Penggoda

Meninggalkan Maluku Tenggara Barat, saya menemui Lala (25) di Stand Pameran Sulawesi Selatan. Mata saya tak lepas dari hasil kreasi alumni Ekonomi Unhas ini. Sebuah baju bodo Tokko dengan hiasan payet telah menarik hatiku saat memasuki Stand Sulsel.

image

Lala pun bercerita, aktifitas yang digelutinya bersama saudara kembarnya Nadira yang juga alumni Universitas Hasanuddin jurusan hukum tahun 2009. Mereka berdua tertarik menggeluti bisnis fashion, karena pencinta fashion sejak kecil.

Mereka suka sekali melihat hamparan payet-payet pada selembar kain baju bodo, pakaian tradisional Sulawesi Selatan. “Kami membeli baju Tokko Sengkang, begitu pula sarung suteranya, lalu kami menambahkan aksesoris juga payet sehingga menjadi sebuah tampilan baru yang simple namun elegan”, jelasnya sambil tersenyum.

image

Lala juga bercerita, sejak kecil dia sudah suka menggambar pola baju, bahkan membuat baju-baju barbie kreasinya sendiri. “Saya tertarik dengan pattern / pola, karena itulah jiwanya fashion. Kalau pola salah maka hasil tidak memuaskan”, tuturnya.

Hal yang sering menjadi hambatan dalam kreatifitasnya adalah mengejar deadline serta menyatukan keinginan klien dengan the.alees, nama usaha yang di rintisnya bersama keluarga.

Akh.. begitu banyak kreasi anak bangsa Indonesia yang perlu kita apresiasi. Hmm, jadi terfikir, aku, kamu, kita harus mulai memikirkan kreasi apa yang kita miliki sebagai sumbangsih untuk negeri ini??

image

la_vie

Istana Alam Shah

Pagi yang redup. Akhirnya perpisahan itu menjadi kalimat terakhir dari semua kondisi. Meski berat, namun tak kuasa menahan apa yang telah menjadi tekadmu. Perjalananku masih panjang, dan kalian memilih tak bersamaku. Berat, namun senyum itu masih mau menjadi temanku. Maafkan aku.

Sedikit tergesa, karena hati tidak menyatu dengan akalku. Tapi keputusan telah diambil, dan konsekuensinya aku tetap harus bergerak. Untung Abang Romazi tetap berendah hati memaklumatkan kami untuk bersegera. Tibalah kami di Istana Alam Shah. Hari ini adalah hari terakhir sebelum kami bertolak kembali ke tanah air Indonesia, namun kami telah diundang untuk melihat-lihat Istana Alam Shah yang luar biasa megah. Setiba di Istana, kami disambut Pengku Yang Berhormat Dato’ Dr. H. Ahmad Yunus bin Hairi, Pengerusi Jawatan Kuasa Tetap Hal Ehwal Agama Islam, Adat Melayu dan Warisan, Pembangunan Desa dan Kampung Tradisi merangkap Pengerusi Perbadanan Adat Melayu dan Warisan Negeri Selangor serta pejabat tinggi Dewan Di-Raja Kesultanan Selangor lainnya.

IMG_7186

Sebelum melanjutkan program melancong di Istana, kami diminta mencicipi aneka jenis sarapan pagi. Hmmm, saya pun mengambil mie goreng, setelah mencicipi, sedikit rasa penasaran dengan mie goreng yang enak sekali, saya pun bertanya pada seorang pelayan. dan tadaaaa, ternyata kami dijamu menu khusus istana, oalah… senangnya. Lalu pelayan itu meminta saya membalik piring yang kami gunakan, dan disitu tertulis bahwa tepian piring adalah emas 24K huaaaaa dan mata saya terbelalak.. akh.. sayang sekali penyakit kleptomania tidak pernah saya miliki, padahal ingin rasanya memasukkan piring itu ke dalam tas bersama sendok garpu yang terbuat dari perak itu hahahha. tapi untungnya tidak saya lakukan, barangkali saya tidak bisa kembali ke Indonesia dan mendekam di balik jeruji istana hehehhe takut akh…

20160518_103819

Usai sarapan, kami lalu diajak oleh Penghulu Dalam Istana En. Abdul Kadir Sapuan untuk berkeliling istana. Beliau menjelaskan bahwa tempat kami dijamu sarapan disebut Balai Tengah. Lalu kami diajak masuk ke Anjung Seri. Di situ kami melihat seperangkat Gamelan  yang dipesan khusus ke Indonesia oleh Sultan Shah Alam guna pertunjukan di istana. Setelah beberapa saat, kami diajak melihat Balai Santapan Diraja. Balai Santapan Diraja ini merupakan ruang makan yang sangat besar untuk menjamu tamu-tamu kehormatan istana dalam pesta besar. Uniknya, seluruh tamu dipersilahkan makan mengikuti Sultan, tidak boleh terlambat. Jika Sultan selesai makan, maka semua sajian akan ditarik kembali oleh para pelayan. Kebayang deh kalau seperti saya yang suka menunda-nunda karena suka mengambil gambar, bisa-bisa tidak sempat makan deh hahaha.

Setelah itu, kami menuju Balai Tetamu, dimana Sultan khusus menerima tamu. lalu kami diajak melihat Balai Menghadap, yang merupakan ruang pribadi Sultan. Berhubung tidak semua tempat bisa digunakan untuk mengambil gambar, maka, di istana Sultan telah disediakan Balai Bergambar, dimana tersedia logo Kesultanan besar dan kita bisa berfoto di depannya. Setelah itu, kami diajak ke Balai Nobat Diraja dan Balai Rongsi. Kami tidak diperkenankan mengambil gambar di Balai Nobat Diraja, saya pikir lebih pada keamanannya saja, karena di dalam ruangan itu benar-benar bermandikan emas, hehehhe.

IMG_7320

Tour masih berlanjut ketika kami diajak melihat Balai Pengampunan Negeri, ruangan yang diperuntukkan untuk para wakil-wakil masyarakat untuk membicarakan suatu masalah hukum sebelum Sultan mengambil keputusan terakhir, semisal pengampunan. Lalu kami diajak masuk ke Balai Dewan Di Raja sebelum kembali ke Balai Tengah.

Setelah berpamitan, kami diajak melihat Mesjid Sultan, dan tetap membuat saya terkagum-kagum. hehehe, baru pertama kali saya melihat sebuah mesjid yang tidak terlalu besar, tetapi menggunakan eskalator hehehe, kampunganku di’!! tapi itu belum seberapa, memasuki ruang mesjid, saya melihat sebuah kipas tanpa putaran, hanya lingkaran kipas saja tetapi memberikan hawa sejuk. itu belum seberapa lagi, ketika kami diajak melihat ruang pemandian jenazah, disitu telah tersedia sehelai kain penutup keranda yang telah dipersiapkan sejak tahun 2011 seharga RM 45.000 atau setara dengan Rp. 150jt Wowwwww tak terasa air mataku menetes, sungguh tak tau harus berkata apa.

Tapi ternyata kekagumanku tidak bisa berhenti disitu. kami lalu diajak melihat Royal Automobile Gallery Sultan Selangor. Berhubung Sultan Selangor, Duli Yang Maha Mulia Sultan Sharafuddin Idris Shah Alhaj ibni Almarhum Sultan Abdul Aziz Shah Alhaj adalah pencinta automotive. Suatu kehormatan bagi kami, karena Galeri ini tertutup untuk umum dan yang biasa diajak melihat galeri ini hanya kawan-kawan Sultan saja. cieeee….

IMG_7331

Sekali lagi, hanya kekaguman yang bisa terucap. 48 koleksi mobil mewah, 7 Harley Davidson, 9 motor gede dan berbagai jenis transportasi darat serta aksesoris lainnya. yang saya pikirkan ketika melihat semuanya bersih, mengkilat bahkan sangat cantik adalah, bagaimana membersihkannya?? hahahahha Tapi saya suka, ada beberapa perjalanan road trip Sultan yang didokumentasikan dengan baik. baik petanya, rutenya, sampai foto-foto dan detail kendaraan  yang digunakan. Luar biasa sekali.

Akh.. rasanya tidak ingin menginggalkan galery itu hahahha.. sudah terlanjur cinta, namun kami harus pergi. dan tour pun berakhir. kembali ke kehidupan nyata, bahwa kami harus mengurus imigrasi dan meninggalkan Kesultanan Selangor menuju Kuala Lumpur dan kembali ke Jakarta. Namun yang pasti, ikatan kekerabatan itu telah terjalin. Datu Luwu XL telah membuka jalan bagi semua garis keturunan Melayu Bugis (Luwu) untuk menyatukan hati, dan menjadi penting sekali untuk menguntai kembali manik-manik yang terserak sehingga kembali menjadi kalung yang indah dalam naungan Pajung Luwu.

Terima kasih tak terhingga kepada Opu Andi Idhanursanty yang telah menjadi sponsor perjalanan Muhibah Kedatuan Luwu 2016, juga kepada Prof. Dr. Andi Ima Kesuma, keluarga besar Kerukunan Keluarga Tana Luwu, Excite Indonesia Group Sinar Mas, Kompas, Republika, Ida El Bahra Art Management dan Sekretariat Festival Tana Luwu 2017. Semoga perjalanan Muhibah Kedatuan Luwu 2016 memberikan manfaat bagi kita semua, insyaallah. Aamiin yra.

 

Kita adalah Sama

Muhibah Kedatuan Luwu Day – 4

Hari ini kami meninggalkan Johor menuju Selangor. Masih di negara yang bertag line Malaysia Truly Asia. Di perjalanan, benakku melayang pada kisah Opu Daeng Lima. Lima bersaudara digelar dengan nama 5 Opu Daeng, bangsawan tinggi Kerajaan Luwu’, sekarang disebut Palopo, di Sulawesi Selatan. Ke 5 Opu Daeng adalah: Opu Daeng Parani, Opu Daeng Marewa, Opu Daeng Manambung, Opu Daeng Cellak, dan Opu Daeng Kamase.

IMG_7057

Merekam jejak perjalanan kami, sejak meninggalkan Jakarta menuju Batam, Tanjung Pinang, Pulau Penyengat, Singapore dan sekarang di Malaysia, membuatku menghayal, andai saja Kedatuan Luwu itu tetap berdiri dengan tegak, tanpa perpecahan tentu kemuliaan itu tetap menjadi kebanggaannya. Namun, ibarat sebuah kalung manik-manik, yang telah disimpul dengan seutas benang merah, maka dispora yang tercerai berai itu tentu dapat disatukan kembali menjadi bingkai yang indah, dengan ciri khasnya masig-masing. Semakin faham lah saya dengan tujuan Datu Luwu XL, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau mengajak rombongan menjalin silaturahmi ke kerajaan-kerajaan kerabat di semenanjung Melayu.

Terlambat perjalanan menuju Selangor, sungguh terasa letih bagi yang tidak menikmatinya. Lelah pun terasa lebih saat hati diselimuti rasa angkuh dengan keterbatasan yang tersaji. Karena itu pula, perpecahan dan perpisahan menjadi jawaban. Mereka berjalan dengan kepongahannya, kami berjalan dalam batas-batas yang telah ditetapkan.

Cukup padat jadwal yang disajikan di hari ke-4 Muhibah Kedatuan Luwu ini. Dimulai dengan ziarah ke Makam Diraja Sultan Selangor Pertama, Sultan Salehuddin (Raja Lumu) ibni Alm. Opu Daeng Chelak (1766 – 1782).

IMG_7104

Usai Ziarah, kami menuju lokasi Diskusi sejarah yang mengambil tema Sejarah Hubungan Kesultanan Selangor dan Kedatuan Luwu. Dimana Prof Andi Ima Kesuma memberikan materi dengan judul Sejarah Kerajaan Luwu dan Perkembangannya. Dipanel dengan Mohamad Romazi Nordin dengan judul materi Retrospektif Legasi Bugis Berdaulat dan Sejarah Pentadbiran Mukim di Selangor.

Hanya sedikit waktu yang diberikan untuk bersalin pakaian. Kami meneruskan perjalanan kurang lebih 2 jam menuju Shah Alam, tempat pertemuan Keluarga Persatuan Melayu Bugis Selangor dalam bingkai Malam Citra Budaya Melayu Bugis Selangor – Luwu 2016. Malam Citra ini diadakan bersama Perbadanan Adat Melayu dan Warisan Negara Selangor, bertempat di Dewan Raja Lumu Muzium Sultan Alam Shah.

 

Sungguh luar biasa malam Citra Budaya Melayu Bugis Selangor – Luwu 2016 ini. Rombongan Datu Luwu XL dijamu dengan aneka hidangan yang lezat juga tampilan dari budaya-budaya Bugis yang telah terpadu padan dengan kebudayaan Melayu. Kami disajikan tarian dan lagu-lagu persembahan Kebudayaan dari Persatuan Melayu Bugis Selangor, PADAT dan dari rombongan Kedatuan Luwu.

“Kita adalah bersaudara, kita adalah sama, perbedaan hanya ada pada sistem di tempat kita masing-masing. Namun darah kita sama, kita satu keturunan, maka kita harus saling menjaga dan kemuliaan Tana Luwu adalah Pajung,” tegas Datu Luwu XL mengakhiri sambutannya malam itu.

Kunjungan Balasan Ke Johor

Muhibah Kedatauan Luwu Day-3

Gaduh, begitu aku membahasakan apa yang kami alami semalaman. Rasa tak nyaman, lapar, emosi yang membuncah di dalam dada. Entah telah berapa kali aku pergi bersama rombongan, baru kali inilah aku merasakan ketidaknyamanan yang menyebabkan lidah menjadi kelu dan berucappun terasa linu. Akh, andai hari itu dapat kuputar, kuingin bahagia itu menjadi temanku.

“Kita di negeri orang, bersabarlah! Semua itu ujian” pintaku pada hatiku yang sedang gundah. Entah berapa banyak istighfar terucap dari bibirku, dari relung batinku yang paling dalam. Entah berapa banyak doa dan al fatihah yang aku bacakan kiranya dada sesak ini dapat merongga. Namun kenyataan membawaku pada sebuah asa, bahwa kita jalan bersama, kita melangkah bersama, telah kita mulai sebuah perjalanan, dan akan kita akhiri bersama, layar telah terkembang, pantang surut kita ke tepian, hingga marwah menjadi jawaban.

Jemputan telah tiba, kami semua bergerak menuju pusat Singapore. Hari ini hari ketiga perjalanan muhibah kami. Kami diberikan waktu untuk berpose di bersama pokem Singapura sebelum berlanjut ke Johor. Walhasil, entah berapa kutipan kami ambil, terkenang masa kamera menggunakan roll film, tentu tidak akan ada ribuan gambar yang akan terekam, karena kami akan sangat hati-hati memilah moment  yang akan diabadikan.

13226916_802524623182614_97983903769115893_n

Belum puas rasanya. Namun perjalanan harus dilanjutkan. sehingga kami pun berangkat. Perjalanan Singapore-Johor ditempuh cukup jauh, apalagi kami harus berhenti sejenak melalui imigrasi keluar dari Singapura dan masuk ke Malaysia. Pengalaman yang unik tentunya, karena ketika keluar Singapura, kami hanya diminta membawa passport. jadi teringat saat kami masuk kemarin hahaha, kali ini tidak banyak pertanyaan, hanya stempel dan pergi. Tapi begitu kami masuk imigrasi Malaysia, mesti batenteng koper pula hehehe, untuk naik lift dan eskalator. coba tidak, huaaaa, mana tahan…

Setelah melalui segala proses imigrasi, akhirnya kami melanjutkan perjalanan dan tidak sedikit siang di Johor. Sedikit bernafas lega, kami ada waktu sejenak untuk meluruskan badan, sebelum kami harus bersiap-siap menuju tempat pertemuan berikutnya.

Hahaha, rupayanya travel yang menjemput kami tidak mengetahui lokasi kediaman pribadi Dato Seri Tengku Baha Ismail di Batu Pahat. walhasil, bukannya tiba di kediaman, kami justru masuk ke perkebunan sawit, kebayang deh kalau ada orang kampung yang bertemu kami, lengkap dengan pakaian adat dan penari hahahah.

20160516_212556

Sudah cukup malam kami tiba di kediaman Dato Baha Ismail dari Perhimpunan Waris Opu Daeng Lima. Namun penuh semangat beliau menjemput kami. Luar biasa penyambutan yang kami terima. Kami disambut pencak silat Melayu Dari Kumpulan Dato Nazri Waris Megat SriRama (Waris Laksamana Bintan).

13254555_10204586098132436_2780552673257307525_n

Sebelum jamuan makan malam, kami dihantarkan melihat ruangan pertemuan Dato Baha Ismail, yang penuh dengan beragam cinderamata. Namun sedikit terkejut, ternyata yang menyambut dan melayani kami, adalah puter-puteri Dato Baha Ismail sendiri, bukan pelayan pada umumnya. Subhanallah…

13255923_802057336562676_9153491801696177343_n

Dalam perjamuan itu, Dato Seri Tengku Baha Ismail memberikan penghargaan atas kunjungan balasan Datu Luwu XL, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau bersama Permaisuri, Opu Balirante Profesor Andi Ima Kesuma Opu Da Teriawaru II dan rombongan lainnya. Dan tentu saja kami pun senang, karena kami dapat menikmati jamuan santap malam dengan perasaan gembira, karena tuan rumah pun senang.

 

 

 

 

 

 

Penyengat yang Menyengat

Muhibah Kedatuan Luwu Day – 2

Kondisi capek dan excited bercampur baur, sungguh tak ingin membuka mata. Namun karena kawan-kawan sekamar yang cantik-cantik ini telah bangun dan bersiap-siap, akhirnya akupun mengangkat badan dan membasuh diri. Hari ini, kunjungan kedua kami di Kepulauan Riau. Rencananya kami akan naik Ferry ke Pulau Penyengat lalu kembali ke Tanjung Pinang dan berganti Ferry menuju Singapura. Pulau Penyengat merupakan pulau yang berjarak sekitar 6 kilometer di seberang kota Tanjung Pinang, ibu kota Kepulauan Riau.

Inilah jembatan yang menjemput kami di Pulau Penyengat. Sungguh cantik, dengan perpaduan Hijau dan Kuning. Sudah menanti keluarga besar Zuriat dan Kerabat Kerajaan Riau Lingga yang kemudian menghantar kami ziarah ke Makam Almarhum Raja Haji Fisabilillah serta kerabat Kerajaan Riau Lingga.

20160515_072452

Makam yang kami kunjungi berada dalam sebuah kompleks. Mula-mula rombongan diarahkan ke makam Raja Hamidah (Engku Puteri), Permaisuri Sultan Mahmud Shah III Raiu Lingga (1760-1812). Usai memanjatkan doa, kami pun mendengarkan penjelasan bahwasanya Raja Hamidah adalah istri dari Sultan Mahmud di abad ke-18. Pulau Penyengat ini adalah mas kawin pernikahan mereka. akh.. kisah cinta yang luar biasa. Pikiran saya pun melayang membayangkan prosesi ijab Qobul pernikahan mereka, Sultan Mahmud menyebutkan:

“Saya terima nikah dan kawinnya Engku Putri Raja Hamidah binti Raja Haji Fisabilillah, dengan mas kawin sebuah pulau beserta isinya dibayar tunai…”

 

Subhanallah… hehehe… meski romantisme kisah cinta Raja Hamidah dan Sultan Mahmud Shah III lebih mengisi benakku, namun kisah lain tentang pulau penyengat ini pun sempat membuatku sedikit berhati-hati dalam melangkah. konon, pulau ini adalah pulau persinggahan untuk mengambil air tawar, hingga kemudian seorang saudagar tersengat binatang (sejenis lebah) sehingga rakyat menyebutnya pulau Penyengat, meski Belanda menjulukinya Pulau Indera dan Pulau Mars, yang kemudian dirangkai menjadi Pulau Penyengat Inderasakti.

Kami juga berkesempatan berziarah ke makam Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad, yang merupakan pujangga kerajaan. Raja Ali Haji yang merupakan keturunan kedua (cucu dari Raja Haji Fisabilillah, Yang Dipertuan Muda IV dari Kesultanan Riau Lingga,  terkenal sebagai pencatat dasar-dasar tata bahasa melayu dalam buku Pedoman Bahasa yang menjadi dasar Bahasa Indonesia.Selain itu, Raja Ali Haji juga terkenal dengan mahakaryanya, Gurindam Dua Belas (1847) yang merupakan Kitab Pengetahuan Bahasa berisi syai-syair dalam sejarah Melayu. juga terkenal dengan bukunya berjudul Tuhfat al-Nafis (Bingkisan Berharga, tentang Sejarah melayu). dan masih banyak makam lainnya dalam kompleks itu.

 

img1463280449308

Usai ziarah makam, kami diajak mengunjungi Mesjid Raya Sultan Riau. memasuki pelataran mesjid ini, saya benar-benar terpukau. Langit yang biru dengan jejeran awan putih seakan tersenyum menyaksikan rombongan yang menapaki satu demi satu anak tangga menuju mesjid. cukup tinggi sih heheheh. tapi sungguh luar biasa. Hal yang saya perhatikan adalah betapa nilai-nilai sejarah itu tetap terpelihara, baik oleh masyarakat setempat, maupun oleh pemerintah setempat. terbayang perbedaannya dengan kampungku hehehe.

Tidak kalah kagum, ketika kami dipersilahkan memasuki bangunan mesjid yang konon, dibutuhkan telur berkapal-kapal untuk mendirikan masjid ini. Campuran putih telur dipakai untuk memperkuat dinding kubah, menara, dan bagian lainnya. Sedangkan kuning telurnya dipakai untuk mewarnai dinding dan kubah. Masjid ini didirikan oleh Yang Dipertuan Muda VII Raja Abdul Rahmanyang berdiri pada 1 Syawal 1249 Hijriah atau 1832 Masehi. Berukuran 54,4 x 32,2 meter, dengan bangunan induk 29,3 x 19,5 meter, masjid ini disangga empat tiang dan 17 kubah, sesuai dengan jumlah rakaat shalat wajib dalam sehari semalam.

Subhanallah.. kami diperbolehkan melihat sebuah mushaf Al-Qur’an yang ditulis tangan oleh Abdurrahman Istambul, putra Riau yang dikirim belajar ke Turki pada tahun 1867 sebelum kami dijamu pada dua buah rumah sotoh di pelataran mesjid, yang biasa digunakan sebagai tempat singgah bagi para musafir dan juga tempat bermusyawarah.

Sayang kami tak dapat berlama-lama, karena perjalanan harus diteruskan. namun kesempatan yang singkat itu, sungguh memberikan pelajaran berharga bagi kami semua. terutama, pertalian kekerabatan antara Luwu dan Riau Lingga yang tak lekang oleh zaman.

20160515_104536

Menempuh perjalanan menggunakan Ferry, akhirnya kami tiba di Tana Merah Singapore. Sedikit lelah, namun karena ibu-ibu ini tetap bersemangat, kami pun tak mau kalah.

20160515_120856img1463352537304

Sedikit terhambat kami di Imigrasi Singapore. Ada yang baru masuk, sehingga memperlihatkan KTP dan Passportnya, dimana ada perbedaan huruf antara nama di KTP dan Passport. Namun yang paling lama pengurusannya adalah Pusaka Kerajaan Tana Luwu tidak dapat masuk ke Singapore karena tidak dilengkapi beberapa dokumen. Wah, ini menjadi pelajaran berharga untuk kita semua, Imigrasi Singapore sangat peka terhadap benda-benda tajam, meskipun itu adalah benda Pusaka. Meskipun pada akhirnya,  ada isyarat tak terucap yang menyebabkan benda pusaka itu tidak bisa mendampingi tuannya melanjutkan perjalanan. hiiii.. ngeri-ngeri sedap…. 😀

Keterlambatan dalam urusan imigrasi inilah, yang membuat perubahan dalam jadwal ketat yang harus kami ikuti. walhasil, kami harus melakukan tindakan-tindakan darurat sipil hahahahah, syukurnya, kami tetap dapat diterima dengan baik oleh Istana Kampong Glam Singapore.

FB_IMG_1463676312708

“Datu Luwu senantiasa berjalan di bawah naungan lellung yakni tenda atau payung kehormatan sebagai ciri Kedatuan Luwu. Selanjutnya, sebagai rangkaian perjamuan, sejumlah tari-tarian pun dihadirkan. Di antaranya Tari Pajjaga Makkunrai, Anak Dara Sulessana, Sumpunglolo Bugis Melayu. Rombongan penari sebanyak enam orang ini diusung langsung dari Makassar serta didampingi dua penabuh gendang dan satu peniup terompet,” tulis mba Ina, wartawan Republika yang turut serta dalam rombongan Kedatuan Luwu.

Rombongan Kedatuan Luwu pun diterima oleh Tengku Shawal Tengku Aziz di Istana Kampong Glam, Usai melakukan kirab, kami dijamu dengan atraksi silat dan menyaksikan Sumpah Arok yang dilakukan oleh Datu Luwu XL dan Tengku Shawal Tengku Aziz atau Sitanjeng (persaudaraan) dalam bahasa Bugis. Suasana sore itu menjadi begitu sakral dan memberikan getaran yang saya sendiri tidak bisa memahaminya. Datu Luwu XL, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau menjelaskan, “Itu adalah simbol bahwa dua kerajaan besar yang saling ikrar untuk tidak saling menyerang dan ikrar bahwa mereka adalah bersaudara.”

Seiring dengan itu, Tengku Shawal menjelaskan bahwa Sumpah Arok ini adalah yang pertama kali dilakukan di Istana Singapore. Karena sebelumnya, sumpah yang dilakukan masih dalam konteks kerajaan Melayu. Sumpah ini pertama kali dilakukan tahun 1720 – 1722 oleh Raja Sulaiman (anak bendahara Tun Abdul Jalil) yang “bersekutu” dengan bangsawan Bugis (Opu-Opu Bugis (Luwu) Lima Bersaudara) untuk merebut kembali kekuasaan Johor Riau atas Raja Kecil dan sering dilakukan kembali…untuk mempererat hubungan Melayu dan Bugis..sehingga tahun 1812..  saat Belanda dan Inggris mulai menguasai daerah Asia Tenggara, termasuk Melayu dan Indonesia.

FB_IMG_1463676378243

“Saya sebagai keturuan ke 10 langsung dari Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah, bermaksud melanjutkan kembali ikatan persaudaraan Melayu Bugis (Luwu) bersama Datu Luwu XL,” tegas Tengku Shawal Tengku Aziz.

FB_IMG_1463676397460

Sungguh indah tali ikatan kekerabatan yang terjalin antara Kedatuan Luwu dan Keturunan Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah yang juga bergelar Raja Sulaiman (Sultan Kesultanan Riau Johor Pahang) di Singapura. Semoga harapan dan cita-cita Datu Luwu XL, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau untuk menguntai kembali diaspora Kerajaan Luwu mendapatkan ijin, ridha dan kehendakNya, Aamiin ya rabbil alaamiin….

Simbol Luwu bukanlah Badik

Muhibah Kedatuan Luwu Day-1

Hari masih gelap, namun riuh telah menjadi akrab di telinga. Semua bangun cepat hari ini, bergantian mandi dan menuju Bandara. Hari ini, kami akan mengikuti perjalanan muhibah bersama Datu Luwu XL, Haji Andi Maradang Mackulau, SH Opu To Bau.

Meeting point ke-39 rombongan Muhibah ke kerajaan-kerajaan di Semenanjung Melayu ini di Terminal 1b Bandara Soekarno Hatta. Semua berangkat dengan penerbangan Lion Air JT0374 Menuju Bandara Hang Nadim Batam Kepulauan Riau.

image

Setiba di Batam, kami dijemput kendaraan Pariwisata Riau dan diantar menuju Pelabuhan Punggur Pemprov Riau untuk melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Pinang. Di Pelabuhan Punggur, rombongan disambut oleh Opu Andi Ibrahim, Dituakan KKSS Batam beserta beberapa pengurua KKSS Batam juga ketua dan beberapa perangkat Perkumpulan Keluarga Luwu Raya Batam.

Mengendarai 2 Speed Boat milik Pemprov Riau, kami menempuh satu jam perjalanan menuju Sri Bintan Pura Ferry Terminal. Cuaca yang cerah mengawal perjalan kami hingga tiba di tujuan. Saat tiba, rupanya warga KKSS dan Perkumpulan Luwu Raya Tanjung Pinang.

Setiba di Tanjung Pinang, kami langsung bergerak melakukan Ziarah ke Makam Opu Daeng Cella dan Opu Daeng Marewa. Kedua almarhum Opu ini, merupakan pemersatu Luwu Melayu  dengan perkawinan antar bangsa dan hingga saat ini turunan kedua almarhum Opu ini masih eksis di Kepulauan Riau.

image

Usai ziarah makam, kami dijamu dengan sajian santap siang. Wah, saya menemukan sebuah menu unik yang dihidangkan yaitu kerang yang selama ini lebih sering saya lihat ditampilkan sebagai perhiasan namun ternyata sedap disantap dengan bumbu kacang. Sempat pula bercakap-cakap dengan Raja Malik Hafrizal yang merupakan satu dari keturunan langsung almarhum Opu Cella diantara yang hadir.

image

Usai santap siang, kami menuju hotel untuk beristirahat lalu bersiap diri mengikuti ramah tamah bersama Gubernur Kepulauan Riau.

Betapa nikmatnya menyaksikan sebuah keluarga besar yang saling menyapa. Datu Luwu XL dalam kesempatan ini merasa sangat terharu atas penyambutan keluarga besar Luwu-Melayu di Kepulauan Riau. Secara Kedatuan, kunjungan ke Kepulauan Riau diawali dengan Datu ke-12, lalu Datu ke-26 dn 27 dan saat ini Datu LuwuXL.

Perhelatan ramah tamah ini dimeriahkan  menampilk tari persembahan Kepulauan Riau berbalas Tari Pajaga Makkunrai dan Tari Sumpanglolo dari Tana Luwu.

image

Dalam sambutannya, Datu menjelaskan bahwa simbol Tana Luwu bukanlah pedang, bukanlah keris, juga bukan Badik. Simbol Tana luwu adalah Payung, sehingga kehadirannya bukan menjadi masalah namun memberikan solusi.

image

Pada kesempatan yang sama, Datu Luwu XL menyematkan pin Kedatuan Luwu kepada Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basitaun, Yang Dipertuan Besar Tengku Husen Saleh dan Ketua Lembaga Adat Melayu Prov. Kepri Haji Abdul Razak. Dan dibalas Gubernur Kepri dengan memasangkan Tudung Manto kepada Datu Luwu XL juga memasangkan selendang kepada Permaisuri, Opu Balirante Kedatuan Luwu Prof. Andi Ima Kesuma serta ketua Penyelenggara Festival Tana Luwu 2017.

Malam ramah tamah ditutup dengan foto bersama keluarga Luwu dan Melayu Kepulauan Riau.

image

Sumber foto : Dok Pribadi

la_vie