Mudik 2017

Ada yang berbeda di Idul Fitri tahun ini. Mungkin karena waktu pulang dekat, membuatku berfikir untuk tidak mudik. Namun ternyata, mudik menjadi sebuah keharusan karena kondisi ibuku yang beritanya kurang sehat. Menuju rumah, kami berkunjung dulu di Pangkep, rumah keluarga kakakku. Tentu saja dengan menu iftar yang istimewa hahahha.

Begitu tiba saat hari raya, alhamdulillah ibuku masih diberikan nikmat kekuatan dan kesehatan, sehingga kami menikmati kebersamaan di hari Fitri 1438 Hijriah dengan nuansa keceriaan. Apalagi, saudara-saudara ibuku datang dan merayakan hari raya bersama kami.

Alhamdulillah, suasana di hari Fitri ini juga jauh dari perkiraan kami. Awalnya kami membayangkan suasana akan sepi sekali, berhubung adik laki2ku yang tinggal serumah ibu bapakku di kampung, memilih untuk merayakan hari fitri jauh dari orang tua di Makassar. Namun, video call menjadikan jarak itu terasa dekat. Begitupun dengan saudara kami yang di Jogyakarta.

Alhamdulillah juga ketika teman dan kerabat juga masih berkenan berkunjung ke kediaman kami. Pun kami masih berkesempatan berkunjung ke rumah beberapa sahabat. Bahkan, kami mendapatkan kawan-kawan baru yang baik serta bersilaturahmi dengan keluarga-keluarga baru.

Tentu saja, salah satu kegiatan yang tidak pernah lepas dari agenda mudik adalah menikmati danau Matano di kampungku Sorowako. Bahkan piknik kali ini jauh lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa spot foto pun tak lepas dari aktivitas petualangan mudik kali ini. Seperti di lokasi air terjun kecil di jalan baru poros Malili-Sorowako serta tulisan nama kecamatan yang sempat heboh di dunia maya, khususnya di beberapa laman teman dan kerabat dari Sorowako.


Dan tentu yang tak kalah heboh adalah berkumpul dengan rekan-rekan alumni sekolah di YPS. Love-love-love ketika masih berkesempatan mudik dan berkumpul dengan keluarga dan sahabat dalam suasana hari raya yang fitrah… 😍😍😍

Taqabbalallahu Minna Waminkum Taqabbal yaa Kareem….

Mohon Maaf lahir dan Batin

Advertisements

Doa Malam Lailatul Qadar

Allahu alimin ghaibi wa syahadati fa ta’ala ama yusrikun x77     

Rabbighfir warham wa anta khairu rohimin x77  

Lahaula wa la quwwata illa billah x77. 

Innallaha laqawiyun azis x99

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk asmaul husnaMu. Assalamu’alaikum ya Asma’ul husna, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk Kitab-kitab Mu. Assalamu’alaikum ya Kitabullah, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk Al Quran. Assalamu’alaikum ya Al Quran, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk para malaikatmu. Assalamu’alaikum ya para malaikat, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk para NabiMu. Assalamu’alaikum ya para Nabiyullah, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk para Rasul Mu. Assalamu’alaikum ya para Rasulullah, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk Nabi Muhammad saw. Assalamu’alaikum ya Rasulullah Muhammad, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk bulan Ramadhan. Assalamu’alaikum ya bulan Ramadhan, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk para Suhada Mu. Assalamu’alaikum ya para Suhada Allah, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk para Mujahid. Assalamu’alaikum ya para Mujahid, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk para Waliyullah. Assalamu’alaikum ya para waliyullah, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk para kekasihMu. Assalamu’alaikum ya para Kekasih Allah, Al Fatihah………….

Ya Rabb. ya Rahman, Ya Rahim, ya Ghofar, ya Ghafur, ya Afuw. ya Ghani, ya Mughni, ya Razak, ya Malikul Mulki Dul jalali wal Ikram, ya Qudus. ya Salam, ya Muhaimin, ya Mutakabir, ya Azis, ya Ali, ya Syakur, ya Shabur, ya Rasyid,

Segala puji hanya bagiMu Rabb semesta alam

Dan syukur kami panjatkan padaMu ya Syakur, atas segala nikmat dan karunia yang tak terhingga banyaknya dan tak henti-hentinya Engkau turunkan,

Ya Rab kami mohon padaMu, jangan murkai kami apabila kami lupa atau lalai untuk mensyukuri nikmat yang Engkau karuniakan kepada kami.

Ya Rabb, kami mohon kepadaMu berupa petunjuk, bimbingan dan kekuatan untuk dapat bersyukur dan beramal saleh yang Engkau Ridhai

Ya Rabb, kami mohon ampunan dan maafMu atas segala kesalahan kami dan tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, serta teguhkan pendirian kami dalam mentauhidkan Engkau, dalam menjalankan perintah-perintah Engkau, dan dalam menjauhi larangan-larangan Mu. Dan tolonglah kami terhadap segala bentuk kekafiran.

Ya Rabb, kami mohon ampuni pula orang-orang tua kami, saudara-saudara kami, anak-anak cucu kami, kaum muslimin dan muslinat, dan kaum mukminin dan mukminat semua. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha PenerimaTaubat.

Ya Rabb karuniai kami dengan kekuatan dan perlindungan dari sisiMu, untuk tetap istiqamah, karena sesungguhnya kami tiada daya dan tiada upaya tanpa pertolonganMu.

Ya Rabb karuniai kami kekuatan dan perlindungan dari sisiMu, dan karuniakan kemampuan pada kami dalam menjalankan setiap cobaan dari sisi Engkau. Sesungguhnya kami tiada daya dan tiada upaya, dan Engkaulah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Ya Rabb, karuniakan bimbingan dan pelajaran kepada anggota kaum kami untuk menerima Kitab, Hikmah dan Kenabian dari sisiMu.

Ya Rabb kami mohon turunkan dan masukkan Al Quran kedalam dada kami, sebagai imam kami, penuntun dan sebagai penerang / cahaya dalam kehidupan kami di dunia ini.

Ya Rabb, kami mohon padaMu, kalau memang telah memenuhi kriteriaMu, dan sesuai dengan kehendakMu, untuk memasukkan kami kedalam golongan hamba-hambaMu yang saleh, yang selalu memperoleh ridha dan perlindungaMu.

Ya Rabb, bukan syurga yang kami inginkan, tetapi ampunan dan ridhaMu yang menjadi harapan kami. Bukan pula neraka yang kami takuti, tetapi kami takut kalau diri kami terjauhkan dari diriMu.

Ya Rabb bukan pula kemiskinan yang kami khawatiri, seperti yang selalu dibisikkan oleh syaithan, tetapi kami takut kalau kami tidak mampu bersabar dan bersyukur atas karunia yang Engkau limpahkan pada kami.

Ya Rabb, bukan kebodohan yang kami takuti, tetapi kami sangat khawatir dijauhkan dari bimbingan dan petunjuk Engkau.

Yaa rabb,  karuniakan kepada kami petunjuk/ cahaya dari sisi engkau,  kami memohon ampunan dan keridhoanMu,  bukakan pendengaran,  penglihatan dan hati kami untuk dapat memahami ayat2 engkau, ayat kitabiah maupun ayat kauniah, begitu banyak karunia dan pelajaran yang Engkau turunkan kepada kami malam ini.  Ya rabb,  mudahkan kami melakukan kebajikan dan hadirkan kedamaian dan ketenangan dalam hidup kami, janganlah engkau jadikan hati kami condong kepada dunia dan jangan engkau sesatkan kami setelah engkau beri petunjuk kepada kami.

Ya Rabb, kami mohon sampaikan salam dan bacaan Al Fatihah untuk lailatul Qadr, assalamu’alaikum wr wb ya lailatul Qadr, al Fatihah …….

Kabulkanlah permohonan kami ya Allah…

Allahumma Sholli ‘Ala Muhammad Wa’Ala Ali Muhammad, Innaka Hamidun Majid.” 

Ya Allah, berilah Shalawat kepada Muhammad dan kerabatnya,. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Alhamdulillahi rabbil alaamiin

Aamiin ya rabbal alaamiin…

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar,  Wa lillahilhamd.
#DIIAN

Berprasangkalah yang Baik

Kenapa begini? Kenapa begitu? Kenapa tidak seperti ini, kenapa harus seperti itu? Seharusnya begini, seharusnya begitu. Itulah pikiran kita, yang akan mempengaruhi semua keputusan yang kita ambil.

Namun, yang perlu dipahami, selalulah berprasangka baik terlebih dahulu. Jangan sekali-kali persepsi itu menjadi dasar kita mengambil keputusan. Sungguh, hanya kerugian yang akan kita terima. 

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ الصّٰلِحٰتِ  وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهٖ ۚ  وَاِنَّا لَهٗ كٰتِبُوْنَ

“Barang siapa mengerjakan kebajikan dan dia beriman maka usahanya tidak akan diingkari (disia-siakan), dan sungguh, Kamilah yang mencatat untuknya.”

(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 94)

Kadangkala, kita lupa bahwa

Allah SWT berfirman:

وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰى 

“dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,”

(QS. An-Najm 53: Ayat 39)

Jadi, apapun yang kita lakukan… Berprasangkabaiklah, terutama kepada Allah,SWT… Karena sesuatu yang terjadi pada kita, sesungguhnya adalah terjadi karena kehendak-Nya.

#RenunganVie

Allah Tempat Bergantung

Dialah Allah Rabb Yang Maha Esa, dan Dialah Allah tempat bergantung bagi seluruh makhluk.
Semenjak dari tulang sulbi, kemudian jadi nutfah, alaqah dan segumpal daging, dst.
يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْـتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّنَ الْبَـعْثِ فَاِنَّـا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّـطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّـنُبَيِّنَ لَـكُمْ   ۗ  وَنُقِرُّ فِى الْاَرْحَامِ مَا نَشَآءُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْۤا اَشُدَّكُمْ    ۚ  وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلٰٓى اَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـئًـا   ۗ  وَتَرَى الْاَرْضَ هَامِدَةً فَاِذَاۤ اَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَآءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَاَنْۢبَـتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍۢ بَهِيْجٍ

“Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) Kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan tetumbuhan yang indah.”

(QS. Al-Hajj 22: Ayat 5)
فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ

“Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”

(QS. Al-Hijr 15: Ayat 29)
ثُمَّ سَوّٰٮهُ وَنَفَخَ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِهٖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْــئِدَةَ     ۗ  قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ

“Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)nya dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati bagimu, (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.”

(QS. As-Sajdah 32: Ayat 9)
قُلِ ادْعُوا الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۚ  لَا يَمْلِكُوْنَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِى السَّمٰوٰتِ وَلَا فِى الْاَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيْهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَّمَا لَهٗ مِنْهُمْ مِّنْ ظَهِيْرٍ

“Katakanlah (Muhammad), Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah! Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka sama sekali tidak mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit dan bumi dan tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.”

(QS. Saba’ 34: Ayat 22)
وَ اِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْۤ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَ اَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ  ۚ  اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ  ۗ  قَالُوْا بَلٰى    ۛ   شَهِدْنَا     ۛ   اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَ  

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab, Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,”

(QS. Al-A’raf 7: Ayat 172)
وَ اِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْۤ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَ اَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ  ۚ  اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ  ۗ  قَالُوْا بَلٰى    ۛ   شَهِدْنَا     ۛ   اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَ  

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab, Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,”

(QS. Al-A’raf 7: Ayat 172)
Ketergantungan kita pada Allah disemua hal, ketergantungan pada penciptaan, peetumbuhan, pemeliharaan, hidup, mati, sakit, sembuh, pengajaran, petunjuk, pergerakan / berfungsinya seluruh tubuh, kemampuan, rezeki dan sebagainya, semua dalam kekuasaan Yang Maha Agung.
Kajian DIIAN 29.04.2017

Puisi Terakhir

Berbagi copy paste, tokoh ini tadinya non muslim, ketika meninggal telah memeluk Islam. beliau adalah WS RENDRA. 

KELAHIRAN SURAKARTA   1935 MENINGGAL  DI DEPOK.      2009     
* Puisi terakhir WS Rendra 

 di buat sesaat sebelum dia wafat)*
Hidup itu seperti *UAP*,  yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !! 

Ketika Orang memuji *MILIKKU*,

aku berkata bahwa ini *HANYA TITIPAN* saja.
Bahwa mobilku adalah titipan-NYA,

Bahwa rumahku adalah titipan-NYA,

Bahwa hartaku adalah titipan-NYA,

Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA …
Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,

*MENGAPA DIA* menitipkannya kepadaku?

*UNTUK APA DIA* menitipkan semuanya kepadaku.
Dan kalau bukan milikku, 

apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?
Malahan ketika diminta kembali,

_kusebut itu_ *MUSIBAH,*

_kusebut itu_ *UJIAN*,

_kusebut itu_ *PETAKA*,

_kusebut itu apa saja …_

Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah *DERITA*….
Ketika aku berdo’a, 

kuminta titipan yang cocok dengan

*KEBUTUHAN DUNIAWI*,

_Aku ingin lebih banyak_ *HARTA*,

_Aku ingin lebih banyak_ *MOBIL*,

_Aku ingin lebih banyak_ *RUMAH*,

_Aku ingin lebih banyak_ *POPULARITAS*,
_Dan kutolak_ *SAKIT*,

_Kutolak *KEMISKINAN*,_

Seolah semua *DERITA* adalah hukuman bagiku.
Seolah *KEADILAN* dan *KASIH-NYA*,  

harus berjalan seperti penyelesaian matematika 

dan sesuai dengan kehendakku. 
Aku rajin beribadah, 

maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,

Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku …
Betapa curangnya aku,

Kuperlakukan *DIA* seolah _Mitra   Dagang_ ku 

dan bukan sebagai *Kekasih!*
Kuminta *DIA* membalas _perlakuan baikku_ 

dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku …
*_Duh ALLAH …_*
Padahal setiap hari kuucapkan,

*_Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU ya ALLAH, AMPUNI AKU, YA ALLAH …_*
Mulai hari ini, 

ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur 

dalam setiap keadaan 

dan menjadi bijaksana, 

mau menuruti kehendakMU saja ya *ALLAH* …
Sebab aku yakin….

*ENGKAU* akan memberikan anugerah dalam hidupku …

*KEHENDAKMU*  adalah yang ter *BAIK* bagiku ..
Ketika aku ingin hidup *KAYA*, 

aku lupa, 

bahwa *HIDUP* itu sendiri 

adalah sebuah *KEKAYAAN*.
Ketika aku berat utk *MEMBERI*,

aku lupa, 

bahwa *SEMUA* yang aku miliki

juga adalah *PEMBERIAN*.
Ketika aku ingin jadi yang *TERKUAT*, 

….aku lupa, 

bahwa dalam *KELEMAHAN*,

Tuhan memberikan aku *KEKUATAN*.
Ketika aku takut *Rugi*, 

Aku lupa,

bahwa *HIDUPKU* adalah 

sebuah *KEBERUNTUNGAN*,

kerana *AnugerahNYA.*
Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu *BERSYUKUR* kepada *NYA*
Bukan karena hari ini *INDAH* kita *BAHAGIA*. 

Tetapi karena kita *BAHAGIA*,

maka hari ini menjadi *INDAH*.
Bukan karena tak ada *RINTANGAN* kita menjadi *OPTIMIS*. 

Tetapi karena kita optimis, *RINTANGAN* akan menjadi tak terasa.
Bukan karena *MUDAH* kita *YAKIN BISA*. 

Tetapi karena kita *YAKIN BISA*.!

semuanya menjadi *MUDAH*.
Bukan karena semua *BAIK* kita *TERSENYUM*. 

Tetapi karena kita *TERSENYUM*, maka semua menjadi *BAIK*,
Tak ada hari yang *MENYULITKAN* kita, kecuali kita *SENDIRI* yang membuat *SULIT*.
Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar, 

cukuplah menjadi *JALAN SETAPAK* 

yang dapat dilalui orang,
Bila kita tidak dapat menjadi matahari, 

cukuplah menjadi *LENTERA* 

yang dapat menerangi sekitar kita,
Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang, 

maka *BERDOALAH* untuk

 kebaikan

Perbaikilah…

“Jangan Seperti Mengumpulkan Harta di Sebuah Tas Yang Berlubang”

Engkau memperbaiki wudhu’mu namun dengan cara berlebihan dalam menggunakan airnya,

Engkau bersedekah kepada orang yg kau anggap layak diberikan, namun engkau merendahkan dan menyakiti perasaan dan hatinya,

Engkau shalat malam, puasa di siang hari, mematuhi Rabbmu namun engkau memutuskan tali silaturrahim,

Engkau berpuasa dan bersabar menahan lapar dan dahaga, namun lisanmu dengan mudah melaknat dan mencela.

Engkau menggunakan pakaian serba longgar dan berlapis menutupi kepala dan badanmu, namun tdk sedikit pun engkau menjaga lisan dan sikapmu untuk lebih menghormati orang lain.

Engkau muliakan tamu, namun saat dia keluar engkau meng’ghibahinya dan menyebut keburukan-keburukannya,

Jangan kumpulkan kebaikan-kebaikanmu di sebuah kantong yang berlubang.

Engkau mengumpulkannya dengan susah payah, namun dengan mudahnya kebaikanmu berguguran karena perbuatanmu sendiri tanpa kau sadari. 

Hingga akhirnya rahmat dari kebaikan-kebaikan yg kita lakukan itu hilang tak berbekas, seperti buih diterpa air laut. . .habis.

Sedangkan kita sendiri tak tahu berapa banyak kah yg telah terkumpul untuk bekal kita di hari akhir nanti ?

semoga ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua atas apa yg kita telah lakukan sepanjang hari. Anggap lah orang lain lebih baik dari diri kita sendiri, agar kita selalu menghormati dan menghargainya dan agar kita selalu belajar lebih bersikap mulia kepada sesama.

Sabar dan Ikhlas

Semoga Bermanfaat….



Aku dan Rinduku

Aku dan rinduku

Menyatu dalam bisu

Saat malam bercerita kelabu

Tentang cinta yang sendu
Aku dan rinduku

Menyatu dalam biru

Kala semilir angin membeku

Pertanda pagi telah berpagu
Aku dan rinduku

Telah membentur cadasnya batu

Bergelanyut dalam syahdu

Lalu terkubur oleh waktu
Aku dan rinduku

Kemana akan kuceritakan rinduku

Kemana akan kugambarkan rinduku

Kala malam telah merebut rinduku
Aku dan rinduku

Hanya aku dan rinduku

Disini…

Hanya aku dan rinduku
Jakarta – 240217
#myfreedomspace