Pohon Tua 

Niatnya mencari lokasi berkuda, ternyata begitu tiba, kami tak beruntung. “Jalanannya sedang proses betonisasi” ucap seorang bapak di pos ronda menjawab pertanyaan kami.”Cari jalan lain saja mba, lurus saja, nanti belok kiri. Tidak lama setelah itu belok kiri lagi, itu jalan masuk. Tapi mungkin tutup mba” lanjutnya menjelaskan.

Setelah mengucapkan terima kasih, kami pun berlalu. Tapi rasa penasaran membuat Rinie, Wie dan dirikupun melanjutkan pencarian, menelusuri jalan yang disebutkan oleh si Bapak di pos ronda.

Walhasil, akupun membelokkan mobil ke sebuah jalan kecil. Wah…. Yang terpampang di hadapan kami adalah sebuah potret hutan dengan kayu-kayu besar dan tua yang ternyata berusia hingga ratusan tahun.

Hujan pun turun, menemani perjalanan kami. Kami berhenti pada jalanan yang semakin rusak, setelah berbalik, kami pun mengetahui bahwa jalanan itu tidak mengarah ke tempat yang kami tuju. 

Hujan yang tercurah dari langit menambah efek semakin mendramatisir suasana siang itu. Rintik hujan yang semakin deras, ternyata tak mampu menahan keinginan kami untuk mengabadikan suasana dan keindahan yang tercipta.

Akhirnya kami bertemu pak Heri yang bercerita tentang usaha keluarga yang telah dirintis Abah Ubay sejak tahun 60-an. Usaha yang sebelumnya dimulai di Rawa Belong ini, mendapat kerjasama dengan Graha Bintaro sehingga mereka memilih pindah dan mendapatkan lahan sekitar 3000 meter.

Kami bahkan diperlihatkan sebuah pohon yang berusia lebih dari 100 tahun dengan nilai jual diatas Rp. 200jt. Dari tekstur saja sudah berbeda, begitupun warna dan guratan pada dasar pohon tua itu. wah… Saya jadi penasaran siapakah gerangan yanh akan membeli pohon ini, yang menurut pak Heri, kisaran harga pohon-pohon tua yang di jual di harga 7jt – 200an juta. Ihhhhhh kebayang deh.. pasti pembelinya kolektor atau penyayang pepohonan tua yakkkk hehehhehe.

Namun yang tak ketinggalan, kami pun mengambil kesempatan berpose di antara pohon-pohon tua yang ada di lokasi itu. Fantastik…

Meskipun tak bertemu kuda yang kami cari, setidaknya perjalanan kami tidak sia-sia. Kami mememukan alternatif menikmati turunnya hujan yang awet. Xoxo

Bakat Terpendam

Tidak menyangka sama sekali, ternyata ada bakat terpendam selama ini. Padahal sebelumnya, belum pernah aku lakukan. Tapi sepertinya waktu dan kesempatan memberikan ijin aku mengetahui, ada hal yang bisa aku lakukan selain rutinitas aktivitasku selama ini.

Kesempatan itu datang, ketika aku mengorder kue ulang tahun untuk kemenakanku Affan Bintang Syandrie yang ke-4. Sedikit sedih, karena pesananku tidak dapat dipenuhi. Aku mulai mencari dimana aku bisa memesan kue yang aku inginkan. Tapi ternyata tidak semudah yang aku harapkan.

Akhirnya, mengumpulkan semua keberanian diri, aku mulai membuka, mencari resep yang selama ini aku idam-idamkan. Maka jadilah kue ulang tahun pondant pertama buatanku, untuk anak ganteng pencinta Boboy dan pesawat.

image

Lalu kesempatan kedua pun tiba, saat aku diingatkan akan ulang tahun rekan kerja yang sudah aku anggap adikku sendiri. Sedikit agak terburu-buru, namun aku berhasil menyelesaikannya.

image

Senangnya.. ketika mengetahui bahwa kue itu membawa kebahagiaan pada kawan-kawanku. Tapi menjadi lucu dan bangga ketika mengetahui cerita bagaimana kue itu seolah-olah misteri dan menarik minat yang begitu besar.

Lalu, kesempatan ketiga kembali hadir saat aku bisa berbagi sebuah kebahagiaan bersama sahabatku. Meskipun aku tau bahwa dia tentu bisa membuat yang lebih baik dariku. Tapi aku membuatnya dengan hati riang, seriang bunga-bunga yang menghiasi kue buatanku heehhehe…

image

Alhamdulillah, sungguh diluar dugaan sama sekali. Mungkin karena ada waktu dan kesempatan untukku mengeksplore bakat terpendam yang kumiliki. Aku menjadi semakin yakin, bahwa setiap kita memiliki bakat terpendam yang akan muncul seiring dengan waktu.

Jadi terfikir bahwa:
1. Setiap kita memiliki bakat terpendam dan harus kita explore.
2. Buatlah perencanaan yang baik, meskipun dalam pelaksanaannya bisa terjadi perubahan.
3. Bersabarlah, memulai sesuatu yang baru membuat kita menjadi sangat antusias untuk melakukannya dengan cepat sehingga bisa berantakan kalau tidak hati-hati.
4. Fokus, menjadikan kita bisa lebih terarah.
5. Lakukanlah yang terbaik dan yakinlah, bahwa kau melakukan yang terbaik dan penuh cinta sehingga semua akan baik-baik saja.

Hmmm, semakin diasah sebuah pisau maka dia akan semakin tajam. Semakin sering berlatih, tentu akan semakin terampil.

#viestory

la_vie

Sakit itu Mahal

“Kak, coba cek berapa biaya rumah sakit, jangan lupa cek obat-obat yang tidak dipakai ya! Jangan sampai ikut ke-charge,” kata Lisa pada Liana

Tidak berapa lama, Liana tiba dengan membawa tagihan rumah sakit , “De, total biayanya Rp. 6.350.000,-. Kemarin kan kita deposit Rp. 4.500.000,- kita sisa nambah Rp. 1.850.000,-“, jelas Liana sambil menyerahkan lembaran bill rumah sakit.

“Apa?? Hanya 2 hari saja saya harus bayar segitu? Mending saya kasih untuk anak-anak saya saja daripada gara-gara maag saya hambur-hambur uang seperti itu.” Jawab Lisa sambil membaca tagihan yang diberikan.

“Kak, coba cek ke suster dulu, apa semua obat ini saya konsumsi? Sepertinya tidak segitu. Ini juga ada dokter hari ini. Sampai sekarang kan belum datang. Cancel aja kak! Saya ga mau bayar segitu.”

Liana pun berlalu, meninggalkan adiknya yang mulai berkemas-kemas.

“Halo, iya, saya Swaslisa Zaskia Tenney. Saya ingin menanyakan apakah saya mendapatkan proteksi kesehatan dari BNI,” tanya Lisa melalui saluran telepon.

Lisa pun mulai memberikan data diri, yang merupakan konfirmasi nasabah dan terekam. “Tidak ada? Oh, maaf saya pikir saya pernah dihubungi terkait asuransi kesehatan. Baiklah, tolong dicek lagi ya. Saya juga sementara meminta bill rumah sakit.”

Lisa mematikan telepon genggamnya. Lalu melakukan beberapa telepon lagi. Kedengarannya beberapa bank yang cukup ternama.

Tiba-tiba Lisa meloncat dari tempat tidur. Mengambil sehelai kain dari lemari, masuk kamar mandi dan telah berganti pakaian dari pakaian rumah sakit menjadi pakaian pribadi. Dia mulai berkemas ketika Liana tiba bersama seorang perawat.

“De, dokter akan tiba sebentar lagi.”

“Iya bu, bisa tunggu sebentar ya, dokternya sudah on the way.” Perawat berbaju putih itu memperjelas keterangan Liana.

“Tidak sus… saya minta di cancel aja. Saya harus segera pergi. Saya punya urusan penting!” Sedikit tinggi suara Lisa yang terdengar. Lalu kemudian melunak. “Ya sudah, kalau dokternya sudah on the way.

Suster berbaju putih itu pun berlalu tapi Lisa meneruskan berkemas. Lalu berkata pada kakaknya. “Kak, sebaiknya dicancel aja dokternya. Masih jauh juga kali’. Lumayan kan kita tidak harus mengeluarkan Rp. 350.000,-. Kalau perlu dokter, mending dokter jaga aja, hanya Rp. 56.000 saja koq!”

“Kenapa sih mesti buru-buru gitu? Kan masih sakit de’,” tanya Liana.

“Kak, aku ga dicover asuransi kak. Tadi aku telpon semua bank ku. BNI, BCA, HSBC, Niaga, tidak satupun mencover kesehatan, ada sih di Citibank tapi hanya jiwa. Aku ga mau buang-buang uang di rumah sakit mahal ini,” terang Lisa.

Aku terdiam mendengarkan pembicaraan yang sedang terjadi, seakan-akan aku tak ada di tempat. Sedih juga. Mereka baru 2 malam menginap di rumah sakit ini dengan keluhan maag tapi biaya yang dikeluarkan sudah sangat besar.

Akhirnya aku penasaran dengan biayaku selama 6 hari di rumah sakit ini. Begitu billing ku tiba, wah, tertera harga yang fantastis. Ya Allah, betapa beruntungnya aku yang kesehatanku dicover PruHS Prudential. Program perlindungan kesehatan dari Prudential menggunakan kartu berobat.

PruHS atau singkatan dari PRUhospital & Surgical Cover merupakan produk asuranai tambahan yang memberikan manfaat penggantian seluruh biaya rawat inap, Intensive Care Unit (ICU) dan pembedahan sesuai manfaat yang diambil, selama tertanggung menjalani peraeatan di rumah sakit. Masa pertanggungan dapat dipilih sampai usia tertanggung 55 tahun, 65 tahun, atau 75 tahun.

image

Dengan kartu ini, saya bisa masuk rumah sakit yang bekerjasama langsung dengan Prudential untuk rawat inap tanpa deposit. Pun di rumah sakit tanpa kerjasama dengan Prudential, tetap dapat dilakukan re-imburse atau penggantian dana kesehatan sesuai manfaat.

Memang sakit itu nilainya sangat mahal. Mba Lisa saja yang jelas-jelas menurutku adalah sosialita, orang yang cukup berada mengingat lokasi tempat tinggalnya bersama keluarga di pusat expatriat Jakarta, saudara2 yang diceritakannya dengan jabatan tinggi dan tentu berduit jelas-jelas mengeluh soal biaya rumah sakit.

Apalagi diriku, yang hanya abdi negara di level staff biasa, anak kost, gajian masih jauh di depan, lagi Ramadhan sebentar lagi Lebaran Idul Fitri, ya Allah.. sungguh semuanya telah Engkau tuliskan dalam takdirku, Engkau Yang Maha Tahu atas Segalanya. Keputusanku mengambil manfaat PruHS dengan paket D sangat membantu diriku saat ini.

Terbayang nilai investasi kesehatan yang telah aku lakukan. Dengan premi Rp. 1.000.000,- sebulan, artinya rp.12.000.000 setahun atau Rp.120.000.000 selama 10 tahun kontrak pembayaran premi, aku mendapatkan manfaat PruHS Paket D senilai Rp. 322.500.000,- setahun dengan sistem refill setiap tahun hingga usiaku 75 tahun.

image

Artinya dengan membayar premi 10 tahun dengan investasi Rp. 1.000.000,- sebulan itu, manfaat PruHS aku nikmati 42 tahun hingga usiaku 75 tahun nanti, insyaallah panjang umur :).

Mungkin ada yang berfikir apa sih gunanya asuransi? Akh, itukan produk yang tidak terlihat. Tapi ingatlah.. sakit dan kecelakaan adalah musibah yang terjadi pada siapa saja, kapan saja dan dimana saja tanpa terkecuali secara tiba-tiba. Bahkan meninggal dunia adalah hal yang mutlak akan terjadi pada setiap manusia. Pertanyaannya, ketika hal itu terjadi, apakah kita siap dengan segala konsekuensinya? Terutama pada orang-orang yang kita sayangi, terkait financial atau keuangan keluarga.

Mari bertanya pada diri sendiri, kalau memang kita harus rawat inap, apa yang akan kita gunakan untuk membiayai pelayanan kesehatan itu?

Pilihannya:
1. Menggunakan danai tunai
2. Menggunakan ATM
3. Menggunakan Kartu Kredit
4. Menggunakan Kartu PruHS Prudential

image

Setiap pilihan memiliki konsekuensi:
1. Seberapa besar dana tunai yang kita miliki untuk pembayaran biaya rawat inap?
2. Seberapa besar dana yang tersedia di rekening ATM kita? Apakah kebutuhan lain juga masih bisa tercover?
3. Seberapa besar limit Kartu Kredit kita? Setelah pembayaran, maka kita akan berhutang pada bank dan harus membayarnya.
4. Dengan kartu PruHS, cukup serahkan ke agen prudential kita atau langsung ke bagian registrasi rumah sakit yang bekerja sama dengan Prudential maka akan dikonfirmasi ke prudential, tanpa deposit, mendapat kamar rawat inap dengan kelas sesuai planning paket yang kita miliki di manfaat PruHS. Dan nikmati pelayanan rumah sakit. Saat perhitungan akhir, kita hanya akan membayar selisih dari planning yang kita miliki dengan jumlah tagihan rumah sakit.  Jika bukan rs kerjasama Prusential, menggunakan sistem
reimburse, bayar dulu, dibayar kemudian… pilih mana?

Butuh info lebih lanjut kontak

image

la_vie