KOTA PALOPO

Beberapa kali ke Palopo membuat saya ingin menulis tentang kota ini. Kota yang baru beberapa tahun ini sering saya kunjungi terkait dengan kegiatan yang dilaksanakan di Kedatuan Luwu.

Kali ini saya kembali ke Palopo karena undangan Festival Pesona Tana Luwu dalam rangkaian Hari Jadi Luwu ke-751 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-73 dan Persiapan Festival Keraton XIII Kedatuan Luwu Tahun 2019.

Namun dalam tulisan ini saya ingin share beberapa hal dan spot foto keren di seputar kota Palopo yang belum lama ini saya kunjungi.

Kambo

Landmark

Enzym

The Icon

Istana Datu Luwu

Dan jangan lupa mencicipi Pugalu a.k.a Kapurung

Advertisements

Pesona Tana Luwu 2019

Tetiba sebuah pesan whatsapp membuyarkan lamunanku. Ternyata aku menerima sebuh foto undangan yang dikirimkan Sekretaris Kerukunan Keluarga Tana Luwu (KKTL) di jakarta. Undangan untuk menghadiri Peringatan Festival Pesona Tana Luwu di Palopo.

Festival ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Luwu ke-751 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-73. Dimana pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran di empat kabupaten Kota se-Tana Luwu. Tahun 2019 ini dipusatkan di Palopo.

Jadilah Jumat sore saya meninggalkan Malili menuju Palopo dan berlanjut ke Belopa. Karena agenda pertama yang akan saya ikuti adalah Diskusi Publik Maccera Tasi’ dalam perspektif agama, budaya dan sains.

Diskusi ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Festival Keraton Nusantara XIII yang rencananya akan diadakan September 2019 di Tana Luwu. Pelaksana Dialog Publik ini adalah Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Tana Luwu bekerjasama dengan Pemdakab Luwu serta panitia Festival Keraton Nusantara XIII di aula Kantor Bappeda Pemda kabupaten Luwu (19/1/2019).

Usai Diskusi Publik kamipun bergeser ke Kota Palopo. Sebelum kembali beristirahat, tempat wisata baru kota Palopo yaitu Kambo pun menjadi tujuan kami. Walhasil, setelah melihat keindahan Kambo, berharap banyak investor lokal mau membuka tempat-tempat seindah Kambo di Tanah Luwu ini.

Minggu (20/1/2019) pagi dilaksanakan eksebisi sepakbola di stadion I La Galigo. Dari tim kesebelasan Luwu Timur dipimpin langsung Wakil Bupati Irwan Bachry Syam.

Usai Eksibisi Bola, rombongan bergeser ke Lapangan Pancasila untuk pembukaan Tana Luwu Expo (TLE). Beragam potensi daerah Tana Luwu dipamerkan di Lapangan Pancasila Palopo. Baik Pemdakab Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu dan seluruh instasi di Kota Palopo ikut meramaikan Tana Luwu Expo yang dibuka secara resmi oleh Walikota Palopo.

Rangkaian demi rangkaian acara Festival Pesona Tana Luwu pun disajikan baik pada siang hari maupun dalam pertunjukan budaya dan kesenian pada malam hari di Lapangan Pancasila.

Senin (21/1/2019) dilaksanakan Dzikir Bersama di Istana Datu Luwu.

Lalu pada Selasa (22/1/2019) dilaksanakan Gala Dinner di Istana Datu Luwu. Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

Malam panjang ini pun semakin meriah ketika di penghujung acara, Norma Hande Patabi dari suku To Konde Tana Luwu mengundang Gubernur Sulawesi Selatan, Datu Luwu XL, Walikota Palopo dan seluruh undangan bersama-sama mengikuti langkah kaki dan lingkaran tarian dero yang disebut maddero.

Puncak acara digelar pada Rabu (23/1/2019) yang dimulai dengan pelepasan peserta Karnaval oleh Gubernur Sulawesi Selatan di depan Istana Datu Luwu. Iring-iringan peserta karnaval ini mengenakan pakaian daerah masing-masing dan diikuti oleh peserta dari Kota Palopo, Kab Luwu Timur, Kab Luwu Utara, Kab Luwu, Kab Toraja Utara dan Kab Kolaka Utara.

Setelah seluruh peserta karnaval dan undangan berkumpul di Stadion I La Galigo Palopo, upacara Peringatan Hari Jadi Luwu ke-751 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-73 dimulai dengan pengibaran Pataka, pembacaan sejarah dan sambutan-sambutan.

Alhamdulillah seluruh rangkaian acara Festival Pesona Tana Luwu sebagai peringatan Hari Jadi Luwu ke-751 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-73 terlaksana dengan sukses.

Semoga semangat Toddopuli Temmalara, TebbakkE TongengngE, Taro Ada Taro Gau hingga ikatan Masseddi Siri’ tertanam dan mengakar dalam diri dan kehidupan kita sebagai Refleksi 23 Januari 1946.

Welcome 2019

I closed the book of 2018. Open a new book of 2019. I have 365 pages to write down all memories.

I had an increadible closing of year end 2018. Simple memory that leads to happiness I hope. Everything so sweet, it takes my heartbeat away.

I felt the fireworks, running through my blood. Giving more pressure to load and burned the desire into a big of heart. I want it more and more as I am addicted to it.

My new hope grows so fast. As the new hope for 2019 for better life, better dreams and better achievement.

Have a best new year 2019 everyone 😍