Aku dan Rinduku

Aku dan rinduku

Menyatu dalam bisu

Saat malam bercerita kelabu

Tentang cinta yang sendu
Aku dan rinduku

Menyatu dalam biru

Kala semilir angin membeku

Pertanda pagi telah berpagu
Aku dan rinduku

Telah membentur cadasnya batu

Bergelanyut dalam syahdu

Lalu terkubur oleh waktu
Aku dan rinduku

Kemana akan kuceritakan rinduku

Kemana akan kugambarkan rinduku

Kala malam telah merebut rinduku
Aku dan rinduku

Hanya aku dan rinduku

Disini…

Hanya aku dan rinduku
Jakarta – 240217
#myfreedomspace

Advertisements

Pilkada DKI 2017

Diluar kamar, hujan tidak menjadi kawan yang baik. Membuat mata malas terbuka, rasa dingin menjaga selimut untuk tetap pada posisinya. Akhhh malasnya. 

Eh, alarm berbunyi, meski malas tetap kuraih. “Pilkada DKI 2017 TPS 22” tertera di layar hpku. Wah, iya yah.. jadi ingat mesti ke Tebet. 

Akhirnya, rasa malas ku pun terkalahkan. Ternyata butuh setengah jam untuk bersiap-siap. Setelah ojek online yang kuminta tiba, kami pun mengarah menuju ke lokasi pencoblosan No. 22 di Tebet Jakarta Selatan. 

Membutuhkan dua kelengkapan untuk bisa mengikuti proses pemilihan di Pilkada Jakarta, pertama Surat Panggilan Memilih dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Nah, yang belum memiliki Surat Panggilan, tetap bisa memilih dengan membawa kelengkapan Kartu Keluarga, pesan si mas pengantar surat Panggilan sehari sebelum pencoblosan. 

Begitu memasuki lokasi Tempat Pengumpulan Suara, para pemilih diarahkan untuk mendaftar ulang terlebih dahulu. Setelah menyerahkan Surat Panggilan Model C6-KWK di bagian registrasi, pemilih dipersilahkan menunggu di lokasi yang telah ditetapkan. 

Peserta pemilihan sudah cukup banyak, sehingga yang datang belakangan seperti diriku, harus menunggu panggilan cukup lama. Akhirnya namakupun dipanggil. Setelah pemeriksaan jari-jari dan dinyatakan bersih, Surat Panggilan Memilih yang sudah divalidasi, diserahkan kembali dan pemilih diarahkan ke meja kedua untuk diberikan lembar Surat Suara.

“Periksalah kertas suara Anda!” Itu jargon yang selalu kuingat karena sering dinyanyikan. Maka lipatan-lipatan kertasnya pun kubuka untuk mengecek siapa tau ada cacat. Usai memeriksa Surat Suara yang diberikan dan semuanya aman, aku dan beberapa pemilih diarahkan menuju bilik suara. 

Alhamdulillah, hak suarapun tersalurkan. Setiap pemilih memiliki kebebasan untuk menentukan siapa pilihannya. Meski kadangkala akal, mulut dan hati tidak seiring sejalan tetapi pilihan harus ditetapkan. 

Berharap yang terbaik untuk DKI Jakarta. 

Kematian itu Dekat

​_*Saat kematianmu, tidak perlu dicemaskan*_
_Ketika jantungmu berhenti, tidak perlu dicemaskan_
_Saat sekarat, tidak perlu dicemaskan_
*_Jangan perdulikan jasadmu yang akan hancur!!_* Kaum muslimin… akan melaksanakan kewajiban mereka:

1. Melucuti pakaianmu.

2. Memandikanmu.

3. Mengafanimu.

4. Menggalikan lubang lahatmu.

5. Mengeluarkanmu dari rumahmu.

6. Memanggulmu di atas pundak² mereka.

7. Mengantarkanmu ke tempat tinggalmu yang baru (kuburan).

8. Orang-orang akan berdatangan merawat dan mengurus jenazahmu, bahkan banyak yang  meninggalkan pekerjaannya demi untuk penguburanmu.

9. Perabotan2mu akan segera diurus dan berpindah tangan:

– kunci-kunci kendaraan dan rumah

– tas

– buku-buku

– handphone

– sepatu

– pakaian
*Apabila keluargamu baik, mereka menyedekahkannya agar bermanfaat untukmu.*
*Yakinlah!!!* bahwa:

~Dunia tidak sedih karena kematianmu !

~Alam semesta tidak berduka atas kepergianmu !

~Segala sesuatu akan berjalan seperti biasa dan tidak berubah dengan perpisahanmu!!

~Perekonomian akan terus berputar!

~Pekerjaanmu, akan digantikan orang lain!

Hartamu akan pindah tangan secara halal kepada ahli waris!

Sementara *Anda yang akan dihisab* atas segala sesuatu hingga perkara yang sederhana dan kecil!!
Yang pertama lepas darimu adalah namamu..

Saat Anda meninggal dunia: Orang2 bertanya : _*Dimana mayatnya ?*_ Mereka tidak memanggilmu dengan namamu!! Namamu tinggal kenangan belaka.
Ketika mereka akan menshalati, mereka bilang : _*Bawa sini jenazahnya!!!*_ Mereka tidak menyebutkan namamu. *Betapa cepat namamu hilang berlalu….*
Ketika mereka akan menguburkanmu, mereka berkata: *Dekatkan mayitnya!!* tanpa menyebutkan namamu..
Karena itu… 

_Jangan tertipu oleh kehormatan dan kelebihan kelompokmu…!!_

_Jangan terperdaya oleh kedudukan dan nasab keturunanmu…!!_
*Alangkah sepelenya dunia ini… dan betapa besar apa yang akan kita hadapi…*
_*Kesedihan orang atas kepergianmu ada tiga macam:*_

1. Orang yang mengenalmu sepintas akan mengatakan: _*Kasihan… !!*_
2. Teman dan sahabatmu akan bersedih beberapa saat atau beberapa hari, kemudian mereka  kembali pada rutinitas dan  canda tawa mereka..
3. Kesedihan mendalam di rumah… Keluargamu akan bersedih sepekan… satu-dua bulan atau hingga satu tahun… Kemudian mereka akan meletakkanmu dalam album kenangan…
Demikianlah…

Kisahmu di antara manusia telah terakhir…
Anda hanya tinggal *ALBUM KENANGAN*
Kisahmu yang sebenarnya baru dimulai… bersama sesuatu yang nyata, yaitu: *Alam akherat*
Telah lepas darimu:

1. Kecantikan/ketampanan

2. Harta

3. Kesehatan

4. Anak

5. Rumah. 

6. Istri/suami
*Kehidupanmu yang sesungguhnya baru dimulai*
Pertanyaannya sekarang adalah:
*Apa yang telah Anda siapkan untuk kubur dan akheratmu????? Ini adalah KENYATAAN yang perlu direnungkan!!*_
*Check ibadahmu… yang wajib dan yang sunnah*
*Check Amal sholeh dan Sedekah*
*Check perilaku dan tingkah polah*
_*Semoga Anda selamat!*_
Jika Anda membantu mengingatkan orang lain dengan menyebar posting ini… _InsyAllah…_ Anda akan dapati buah dari peringatan Anda itu dalam timbangan amal kebaikan pada hari Kiamat.
Allah berfirman:

👈 (وذكّر فإن الذكرى تنفعُ المؤمنين) 👉 

_”Dan berilah peringatan! karena peringatan itu bermanfaat bagi orang2 beriman”_
Kenapa mayit memilih: *”Sedekah”* jika kembali ke dunia? Sebagaimana firman Allah:
👈 رب لولا أخرتني إلى أجل قريب: ‼فأصدق‼

_”Ya Tuhan! jika Engkau tunda ajalku sebentar saja, niscaya aku akan bersedekah”_
Mereka tidak mengatakan:

👉🏻Niscaya Aku akan umroh

👉🏻Niscaya Aku akan shalat

👉🏻Niscaya Aku akan puasa
Para ulama menjelaskan: _”Mayit hanya mengatakan sedekah,  karena dia melihat dampak sedekah yang sangat besar setelah kematian”
Maka *perbanyaklah sedekah*

utk saat ini dapat bersedekah dengan mengirim/menyebarkan postingan ini pada teman/saudara *dengan niat karena Allah, maka jika ada diantara mereka yg  mengamalkan postingan ini ganjaran’a dengan seizin Allah juga akan anda terima.* Aamiin

Demi Masa

​Demi masa, sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh.

Dengan hikmah yang disertai petunjuk Allah, maka orang-orang beriman dapat melakukan banyak kebaikan (amal saleh) yang diperlukan untuk mendapat ridhaNya.

Kebanyakan manusia merasa tidak senang kalau diperlakukan tidak baik oleh orang lain; dizalimi, difitnah, disakiti, dinistakan, dibully. Bahkan harga diri atau keakuannya segera timbul. 

Begitu pula sebaliknya saat dipuji oleh orang, maka seketika itu pula harga dirinya melambung, melupakan Allah.

Dua hal ini dapat jadi tolak ukur keberasilan kita dalam membunuh keakuan.

Mohonlah hikmah dari setiap kejadian yang kita rasakan, kita perbuat, kita ucapkan dan kita baca (lihat dan dengar.

Contoh hikmah berikut :

 Contoh yang baik atau teladan, adalah hal yang sangat positif bagi diri sendiri dan bagi orang lain.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا    

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah. (QS. Al-Ahzab: Ayat 21)

Apakah hikmah dari meneladani Rasulullah dan menjadi teladan yang baik bagi orang lain ?

– Sebagai bukti ketaatan pada Allah dan RasulNya.

– Berbuat baik bagi diri sendiri dan bagi orang lain

– Menjalankan syi’ar agama

– Memelihara perdamaian

– Mengumpulkan tabungan untuk akhirat

– Membersihkan diri dari perbuatan keji dan munkar

– Membentengi diri dari hal-hal yang buruk

– Mendekatkan diri pada yang Maha

– Menjaga hubungan antar manusia dengan jalan menjaga hubungan baik dengan Allah.

Allah SWT berfirman:

يُؤْتِى الْحِكْمَةَ مَنْ يَّشَآءُ  ۚ  وَمَنْ يُّؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ اُوْتِيَ خَيْرًا كَثِيْرًا   ؕ  وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّاۤ اُولُوا الْاَلْبَابِ

“Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat.”(QS. Al-Baqarah: Ayat 269)

Makna dari hikmah juga disebutkan pada Qs 6:89 : kitab – hikmah – kenabian (nubuat, petunjuk).

Setiap ayat-ayat kitab mengandung hikmah, begitu juga pada setiap ayat kauliyah, baik yang dilangit, dibumi dan pada diri manusia, semuanya mengandung hikmah. Bila kita bisa mendapatkan hikmah dari semua itu, termasuk apa yang dialami, dibaca, dilakukan dan dirasakan, maka kita memperoleh kebaikan yang banyak.

Hikmah adalah pelajaran, manfaat, dan pemahaman akan sesuatu hal ditinjau dari pandangan Ilahi, dalam penghambaan padaNya.

Setiap hikmah akan menghasilkan energi positif bagi siapapun yang mendapatkannya.Orang yang diberi hikmah meyakini bahwa tidak ada yang sia-sia pada setiap ciptaan Allah, atau apapun yang terjadi selalu dengan ijin Allah.

Firman  Allah menyatakan bahwa salah satu tanda orang yang bertaqwa adalah memaafkan kesalahan orang ketika sedang marah.

Hikmah apa yang terkandung pada ayat tersebut ?

Bila kita disakiti oleh orang lain, seketika kita ingat ayat tersebut, maka kita tidak jadi marah bahkan memaafkan orang yang menyakiti dengan tulus ikhlas.

Maka tidak akan terjadi pertengkaran, dan kita urung dari berbuat keji dan munkar atau tidak jadi merugikan diri sendiri. Dan dengan memaafkan kesalahan orang kita telah berbuat kebajikan pada orang tersebut, dan imbasnya kita telah berbuat kebaikan bagi diri sendiri yang akan dicatat Allah sebagai amal saleh.

Hikmah lain bahwa dengan perbuatan kita ini, kita telah mentaati perintah Allah dan telah melakukan dakwah Islamiyah dengan teladan yang baik.

Apalagi kalau kita menganggap bahwa peristiwa tersebut sebagai ujian keimanan dan kesabaran dari Allah.

Hikmah lain tercapainya predikat taqwa yang memperoleh berbagai janji dari Allah.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan pembelajaran dari kejadian hidup sehari-hari.

Sumber : Kajian DIIAN