Yuk, Beli Asuransi Unit link

Ngapain beli asuransi unit link? Harganya mahal, investasinya tidak maksimal seperti halnya kalau kita berinvestasi di saham dan reksadana yang untungnya jauh lebih banyak.

Memang banyak sekali yang tidak menyarankan kita untuk membeli asuransi unit link. Apalagi beberapa buku dan tulisan para pakar Financial Planner atau Perencana Keuangan Indonesia yang menyarankan untuk tidak membeli asuransi Unit Link. Alasannya mudah, yakni kita harus memaksimalkan pemanfaatan dana yang kita miliki.

Menurutku, setelah mengikuti Pelatihan Gelar Profesi Registered Financial Planner (RFP) atau Perencana Keuangan Terdaftar kerjasama Universitas Indonesia dan Prudential di Jakarta, pendapat itu adalah benar. UNIT link itu adalah gabungan antara asuransi dan investasi. Jika Anda memiliki waktu yang lebih banyak untuk mengikuti perkembangan investasi Anda dan menginginkan pengembalian hasil investasi yang lebih besar, tentu Unit Link bukan jawabannya.

image

Namun jika Anda awam terhadap pengelolaan investasi dan tidak memiliki waktu yang lebih untuk mengikuti perkembangan investasi Anda, Unit Link lah jawabannya. Karena Anda bisa ikut menginvestasikan uang Anda yang relatif lebih kecil untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan besar dari resiko hidup yang Anda, Kita semua miliki.

Unit Link merupakan alternatif investasi bagi mereka yang mau simple tanpa harus repot mengatur portfolio investasi dan proteksi. Anda cukup berhubungan dengan 1 perusahaan saja, dimana jiwa dan kesehatan Anda dapat terproteksi namun dana yang Anda miliki dapat digunakan di masa yang akan datang.

Tidak ada yang pasti dalam dunia investasi, tidak ada satu ahlipun yang bisa memprediksi apakah besok harga pasar naik atau turun, sehingga modal yang cukup besar untuk Anda investasikan sendiri secara langsung juga tidak terjamin untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Lihat saja contoh Ferdi Hasan, presenter terkenal yang kehilangan 12 Milyar karena investasi langsung. (Baca: Cerita Investasi Ferdi Hasan Hingga Rugi 12 M) Dalam dunia investasi, resiko itu pasti ada, namun sebagai pemilik modal, ketika kita memutuskan untuk berinvestasi, tentunya kita berharap untung, atau paling tidak, yah kembali modal lah.. yang penting tidak rugi, BETUL??

Kalau saat ini, dalam pengaturan keuangan Anda dan hanya sanggup menyisihkan 1juta per bulan maka apakah ketika Anda masukkan ke Reksadana secara langsung akan mendapatkan keuntungan yang signifikan seperti yang ditawarkan? Tentu akan berbeda jika Anda memiliki dana lebih, misalnya 10juta atau 100juta dan Anda langsung investasikan ke Reksadana. Hasilnya akan lebih terasa.

Nah, bagaimana jika dana 1juta itu Anda parkirkan di Unit Link. Keuntungan apa yang Anda dapatkan? 1. Proteksi jiwa yang akan diterima oleh keluarga Anda saat Anda Meninggal Dunia sebagai perlindungan keuangan keluarga ketika Anda sudah tidak bersama mereka lagi.
2. Manfaat kecelakaan, apakah itu kecelakaan yang memgakibatkan cacat sementara, cacat permanen atau cacat total hingga mengakibatkan kematian.
3. Manfaat kesehatan, jika Anda harus masuk rumah sakit, menderita suatu penyakit kritis yang memerlukan biaya pengobatan yang cukup tinggi seperti jantung, kanker, stroke. Penyakit-penyakit ini tidak peduli apakah anda muda atau sudah tua, Anda miskin atau kaya, sepanjanga Anda tidak memelihara diri Anda, maka kemungkinan teridap penyakiy ini menjadi lebih besar.
4. Manfaat tabungan dimana dana yang Anda tabungkan selama kurun waktu tertentu (minimal 10 tahun) dapat Anda ambil dalam bentuk tunai setelah kontrak Anda berakhir ditambah dengan nilai investasi dari dana yang Ada.

Apakah karena Anda kaya dan memiliki dana hingga 7 turunan sehungga Anda tidak butuh Asuransi? Kalau dengan Unit Link dan kekayaan Anda bisa dua kali lipat hingga 14 turunan, apakah tidak menguntungkan?

Atau, Anda memiliki bisnis yang luar biasa bahkan bisa diwariskan kepada Anak Anda. Bagaimana Anda akan memutuskan siapa dari ke-3 anak yang akan meneruskan roda perusahaan Anda ketika Anda meninggal? Misalnya Anak pertama punya kemampuan bisnis dan mengikuti Anda, Anak kedua Anda tidak berminat dengan bisnis Anda dan lebih tertarik pada bisnis lain. Dan yang ketiga ternyata bermasalah dan suka menghambur-hamburkan uang. Tiap anak kan tidak sama. Dan bagaimana dengan sang istri? Dalam hal ini unit link bisa membantu Anda, apakah itu tidak menyenangkan?

Atau misalkan, Anda adalah pebisnis hebat dan telah membangun bisnis keluarga Anda namun memiliki hutang pengembangan modal bisnis, apakah tidak akan menjadi masalah buat keuangan keluarga Anda untuk menyelesaikan hutang2 itu nantinya? Kalau unit link bisa membantu Anda memberikan solusi dari masalah ini, apakah itu tidak akan membantu keluarga Anda?

Bagaimana dengan Anda yang hanya seorang karyawan di sebuah perusahaan yang saat ini mendapatkan fasilitas kesehatan dari perusahaan. Apakah ketika Anda terkena penyakit kritis, perusahaan akan tetap mempertahankan status pekerjaan Anda sementara biaya penyakit kritis itu mahal? Atau yakinkah Anda akan bekerja selamanya di perusahaan tersebut? Seberapa lama?

Bagaimana jika Anda seorang manajer di perusahaan tempat Anda bekerja? Berapa lama kah lagi waktu Anda sebelum pensiun? Apakah Anda tetap ingin bekerja setelah Anda pensiun ataukah Anda ingin menggantingkan hidup pada anak-anak Anda setelah Anda pensiun? Bagaimana dengan keluara kecil mereka? Apakah Anda senang menjadi beban untuk anak atau saudara Anda nantinya? Ataukah Anda ingin hidup nyaman setelah pensiun dengan dana yang telah Anda persiapkan untuk masa pensiun Anda dan unit link akan membantu Amda mempersiapkannya. Apakah hal itu tidak cukup?

Untuk menjawab semua ini Anda boleh membelinya di unit link dan boleh memisahkan proteksi dan investasi. Unit link itu Ibarat masuk ke Rumah Makan padang. Anda akan diperhadapkan pada beragam pilihan menu yang berbeda. Menunya bukan yang sudah tercampur seperti masuk ke penjual bakso atau tukang soto ayam. Tapi Anda harus menentukan lauk apa yang Anda inginkan.

image

Jika Anda memiliki dana 10 ribu dan ingin makan ayam bakar, maka Anda hanya akan mendapatkan 1 jenis lauk. Berbeda dengan teman Anda yang juga punya dana 10 ribu tapi menginginkan 2 lauk sehingga bisa memilih makan dengan telur dan perkedel kentang.  Tentu, akan berbeda dengan Anda yang masuk dengan dana 50 ribu atau 100rb, Anda boleh beli lauk sesukanya dengan paket wajib nasi putih, teh tawar, dan kuah sayur.

Nah, unit link itu adalah wadah dimana Anda ditawarkan untuk memilih sendiri produk yang cocok dengan kondisi keuangan Anda pada saat membelinya dalam 1 wadah. Anda cukup masuk ke Warung Padang untuk memilih makanan yang Anda makan, tidak perlu membeli rendang, ikan bakar, paru goreng dan semur tahu di 4 toko yang berbeda. Dan tergantung kondisi keuangan Anda untuk pilihan makanan Anda.

Sementara yang bukan unit link bisa diibaratkan seperti makan di restaurant dimana sudah tersaji menu makanan lengkap. Jika ingin makan soto ayam, tidak lagi memesan kuah, ayam suir, bihun, daun kol.. karena sudah tersaji dalam 1 mangkuk soto lengkap.

image

Atau Anda ke rumah makan seafood, jangan cari ayam goreng disana, karena semua hidangan adalah seafood saja.

Semua wadah itu memiliki kelebihan dan kekurangan, seperti halnya unit link dimana karena dengan satu premi, nasabah memperoleh 2 keuntungan yakni proteksi dan investasi, maka menjadi pilihan nasabah untuk lebih menekankan pada proteksi saja atau investasinya saja atau keduanya dalam nilai yang sama. Tentu beda nilainya jika dengan premi yang sama, nasabah beli asuransi jiwa saja, atau asuransi kesehatan saja ataukah diinvestasikan saja. Tentu nilainya menjadi berbeda.

Sehingga, bagi Anda yang memiliki dana terbatas, namun ingin memiliki proteksi jiwa, kecelakaan dan kesehatan disamping dana tabungan untuk perlindungan keluarga Anda, meskipun Anda dalam kondisi sakit kritis atau sudah tidak bersama keluarga Anda lagi, Unit Link adalah jawabannya. Pun bagi Anda yang kaya dan ingin memproteksi kekayaan Anda, bahkan memaksimalkan manfaat aset-aset Anda, unit link lah jawabannya.

Dan jika Anda tidak ingin membeli unit link karena lebih berfikir negatif terhadap keuntungan komisi agen yang besar, agen yang selalu jalan-jalan keluar negeri atau biaya administrasi yang tinggi atau lainnya, kenapa tidak mengenal unit link lebih jauh? Sudah tidak jamannya lagi kita menilai sesuatu itu tanpa kenal terlebih dahulu. Bagaimana mau kenal dan merasa cocok kalau hanya dengar dari orang lain.

image

Bagi Anda yang di Jakarta dan ingin tahu lebih jauh tentang unit link, sempatkanlah waktu untuk datang dan mendengarkan pengenalan tentang Unit Link Prudential, Glory Vision Agency setiap hari Sabtu jam 09.00 – 12.00 di Indofood Tower, Sudirman dengan menghubungi Sulvi Suardi Hp. 081342036240 (sms nama_mau hadir tgl berapa dan berapa orang). Kelas New Business Opportunity (NBO) ini adalah kelas khusus yang memberikan pengenalan tentang program Unit Link, Prudential serta testimony orang-orang yang berhasil di Prudential. Untuk yang diluar jakarta silahkan beri komentar Anda disini atau email pertanyaan Anda ke sulvi.suardi@gmail.com.

Semoga bermanfaat

#Renunganvie

Advertisements

Pru AWS Day One

Konsep Dasar Syariah

Konsep Asuransi sebenarnya telah ada sejak jaman dahulu kala. Diceritakan pada masa Nabi Yusuf (QS. Yusuf : 43-49), bahwa Raja Fir’aun yang berkuasa di Mesir pada saat itu bermimpi bahwa terdapat 7 ekor sapi yang gemuk-gemuk dimakan oleh 7 ekor sapi yang kurus-kurus.

image

Mimpi tersebut diartikan oleh Nabi Yusuf sebagai tanda bahwa selama 7 tahun Mesir akan mengalami panen yang melimpah ruah dan 7 tahun kemudian akan mengalami musim paceklik. Nabi Yusuf menyarankan agar pada masa panen yang melimpah ruah tersebut rakyat menyisihkan hasil panennya agar dapat dipergunakan sebagai cadangan ketika musim paceklik datang.

Praktek asuransi syariah berasal dari budaya bangsa Arab yang disebut aqilah. Pengertian Asuransi Syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang melalui investasi dalam bentuk aset dan atau Tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad yang sesuai dengan syariah (Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia)

Syariah adalah sistem yang secara terminologi berarti jalan yang lurus (undang-undang Islam), dimana terdapat dalam Qur’an Surah (45:18)

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الأمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ

“Kemudian Kami jadikan kamu, berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan agama itu, maka ikutilah syariat itu, dan janganlah kamu ikuti, hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.”

Walaupun dalam Al-Quran tidak disebutkan tentang kewajiban berasuransi tetapi mengacu pada prinsip persiapan dalam hadist riwayat Muslim:

“Pergunakankah lima hal sebelum datangnya lima perkara, muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, dan hidup sebelum mati.”

image

Berdasarkan hadits tersebut, jelaslah bahwa konsep syariah juga ada dalam agama Islam, sebagai upaya mempersiapkan kekayaan atau perlindungan terhadap kehilangan penghasilan untuj masa depan dan merupakan perlindungan harta, dimana kekayaan dan harta tersebut tidak mengandung:
1. Gharar, adalah situasi di mana terdapat informasi yang tidak jelas, sehingga terjadi ketidakpastian dari kedua belah pihak yang bertransaksi.
2. Maysir, adalah transaksi yang menempatkan salah satu pihak harus menanggung beban pihak lain akibat transaksi tersebut.
3. Riba, secara bahasa bermakna tambahan, dalam pengertian lain artinya tambahan yang diharamkan yang dapat muncul akibat utang atau pertukaran.

Asuransi konvensional menurut beberapa ulama masih memiliki unsur gharar, maysir dan riba karena akad yang digunakan adalah Akad Jual Beli.
Lalu dalam asuransi konvensional, tertanggung membayar premi kepada perusahaan asuransi (di Prudential di kelola oleh Eastpring Investments) dan jika terjadi klaim penanggung akan membayarkan manfaat kepada tertanggung atau penerima manfaat apabila terjadi resiko.

image

Sementara dalam asuransi syariah atau tabarru’ didefinisikan sebagai sumbangan, akad yang digunakan adalah hibah. Dimana peserta tabarru’ saling menanggung resiko dengan cara berbagi resiko sesama peserta dan dana hibah dikumpulkan dalam satu dana yaitu Dana Tabarru’. Perusahaan bukan menanggung resiko dan bukan pemilik dana tapi hanyalah pemegang amanah yang mengelola dana peserta dan perusahaan tidak boleh menggunakan dana tersebut, jika tidak ada kuasa dari peserta. Karena akadnya bukan jual beli tetapi tolong menolong, maka unsur Gharar, Maysir dan Riba akan hilang.

Dalam Prudential Unit Link Syariah terdapat terminologi yang berbeda dengan konvensional dimana premi disebutkan sebagai kontribusi. Tertanggung disebut Peserta. Uang pertanggungan tetap sama. Biaya Akuisisi disebut Biaya wakalah. Biaya asuransi disebut Iuran Tabarru’. Pembayar/Pemilik Polis disebut Pemegang Polis, dan Pertanggungan tetap disebut Pertanggungan.

Untuk produknya sendiri terdiri dari:
1. PRUlink syariah investor account, premi tunggal minimum 12jt, kombinasi antara investasi dan proteksi asuransi.
2. PRUlink syariah assurance account dengan kontribusi regular minimum 3jt/tahun, kombinasi antara investasi dan proteksi asuransi.

Pada asuransi syariah, terdapat Profit Sharing atau dana yang diberikan kepada Pemilik Polis bila terdapat kelebihan dari rekening Tabarru’ termasuk juga bila ada pendapatan lain setelah dikurangi klaim dan hutang kepada perusahaan – jika ada. Dihitung pada akhir tahun kalender, 30% dari Surplus Sharing akan ditahan dalam dana Tabarru’ dan 70% akan dibagikan kepada peserta dan perusahaan. Besarnya pembagian Surplus Sharing: 80% dari 70% (56%) dibagikan kepada pemegang polis, 20% dari 70% (14%) merupakan hak perusahaan sebagai bagian dari keuntungan yang dibayarkan setiap tanggal 30 April setiap tahun.

Pembagian Surplus Sharing juga memiliki syarat ketentuan dimana hanya akan diberikan pada polis aktif. Bila pemilik polis yang telah dihitung surplus-nya pada akhir 31 Desember tetapi tidak lagi memenuhi syarat untuk dapat dibagikan surplus pada 30 April maka surplusnya akan dikembalikan ke rekening Tabarru’. Surplus yang telah dibagikan akan dipergunakan untuj membeli unit pada harga yang akan datang serta Surplus yang telah dibagikan akan dipergunakan membeli unit pada harga yang akan datang.

Rahasia Sukses Menjual Asuransi

image

‘Judulnya saja Rahasia, artinya tidak perlu dibagi disini kan?’ Hehehehehe. Itulah kalimat pembuka dari instruktur PruAgency Workshop Series (AWS) Prudential di Lt.2 Kota Kasablanca sebelum materi dimulai.

Nah, pada dasarnya selling atau menjual perlu memperhatikan:
1. Defenisi bisnis, fakta & data yang banyak dan berkualitas.
2. Memiliki bank nama dan berkualitas
3. Pentingnya pengetahuan produk dan kemampuan mengkomunikasikan ide.
4. Memahami nasabah dan mendapat kepercayaannya.
5. Memberikan  pelayanan yang baik.

Pada bisnis asuransi, jika seseorang memutuskan menjadi agen asuransi, secara otomatis dia menjadi pemuilik bisnisnya sendiri. Akan tetapi seperti apa bisnis tersebut, akan sebesar apa kapasitas bisnisnya, dan secepat apa bisnis tersebut mampu berjalan menjadi tanggung jawab pribadi si agen.

image

Menjual asuransi memiliki tantangan tersendiri karena produknya intangible atau tidak kelihatan. Masih banyaj masyarakat yang takut jikalau mereka membeli sebuah polis asuransi, belum tentu mendapatkan ganti rugi seperti yang dijanjikan ketika terkena musibah.

Untuk itu kepercayaan sangatlah penting untuk ditumbuhkan oleh seorang agen. Quality is remembered long, even after the price is forgotten-Gucci-

#AWS

Karma jadi Leader

“Alasan sebenarnya Bapak mau kalian cepat jadi leader, karena Bapak mau mengucapkan selamat dan Sukses atas Karmamu menjadi leader”.

image

Wah…. menjadi leader memang tidak gampang. Apalagi peran seorang leader atau pemimpin sangatlah penting dalam organisasi apapun. Leader itu membutuhkan karakter yang kuat, kemampuan manajerial dan kelompok yang dipimpin.

Apalagi menjadi leader di perusahaan asuransi seperti Prudential yang merupakan perusahaan asuransi peringkat terbaik di Indonesia sejak didirikannya tahun 1995.

Ambil contoh penulis buku best seller Mimpi Sejuta Dollar Merry Riana, merantau dan berhutang untuk kuliah di Singapore sampai pada akhirnya menjadi seorang Financial Planner di Prudential Singapore dengan income 7Milyar/tahun dan mencapai impiannya INCOME SATU JUTA DOLLAR diusia 26 tahun (buku Mimpi Sejuta Dollar :222)

image

Atau contoh lain, Richard Sentosa, lulusan Cum Laude MBA Southern New Hampshire Univ USA, Mantan Head of Corporate, Promotion and Public Relation PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk, Mantan GM PT. Astra International Tbk, memutuskan sejak tahun 2008 untuk fulltime di Prudential.

Juga Top Leader Prudential, Denny Oetama Hartono, mantan Kepala Cabang Bamk Danamon yang menjadi salah satu fenomenal untuk bisnis asuransi di Indonesia dengan melahirkan 2000 Leader Prudential.

Mereka bukan orang-orang yang dipecat dari pekerjaannya. Justru mereka adalah orang-orang hebat di perusahaan tempat mereka bekerja sebelumnya tetapi mereka memiliki keinginan untuk lebih baik.

Mereka memiliki karakter yang kuat untuk membangun kerajaan bisnisnya sendiri dengan komitmen, kejujuran, antusiasme yang tinggi serta optimis dan percaya diri. Mereka memiliki kemampuan manajerial, inovator, memberikan motivasi dan controller. Serta mereka membangun tim yang solid dengan membangun organisasinya.

image

Lalu, bagaimana dengan karma seorang Leader?

Leader, harus mempunyai pengetahuan dan kemampuan untuk memimpin (capabilitaty) serta dapat diterima oleh yang dipimpin ataupun atasannya (acceptability).

Kemampuan dalam arti mampu memimpin, mampu mengorbankan diri demi tujuan yang ingin dicapai, baik korban waktu, tenaga, materi dll serta dapat diterima, dalam arti dapat dipercaya oleh timnya maupun leader yang di atasnya.

Contoh konkrit ketika menjadi leader adalah berkomunikasi dengan timnya. Ketika seorang leader melakukan komunikasi intens, terkadang dianggap sebagai gangguan oleh anggota tim. Apalagi bagi orang-orang yang cenderung bekerja sendiri dan tidak melakukan sosialisasi yang bagus dengan tim lainnya.

Atau sebaliknya ketika seorang leader tidak secara continue berkomunikasi dengan anggota timnya.. maka leader dapat dianggap tidak memiliki komunikasi yang baik bahkan tidak memperhatikan timnya.

Seperti makan buah simalakama… di telpon terganggu tidak ditelpon dianggap tidak perhatian… tidak ada yang benar jadinya.

image

Nah karma inilah yang melekat pada semua leader. Kondisi dimana ketika dia masih menjadi bagian dari anggota tim kemudian diberikan kesempatan untuk memimpin timnya sendiri. Secara teori memang gampang.. bagaimana membina hubungan yang baik dengan anggota tim. Karena kesuksesan itu harus direncanakan dan dilaksanakan bersama dengan tim. Namun dalam pelaksanaannya, urusan komunikasi sering menjadi kendala dalam tim.

Dalam ajaran Hindu, karma itu merupakan ajaran yang sejalan dengan hukum sebab akibat. Dimana sebuah kejadian dapat terulang pada seseorang sebagai akibat dari perbuatan sebelumnya.

Kata” karma” berasal dari bahasa Sansekerta yaitu dari akar kata “Kr” yang artinya berbuat atau bekerja. Perbuatan yang dilakukan kadang-kadang disadari, terkadang juga tidak.

Perbuatan baik disebut Subha Karma dan perbuatan yang tidak baik disebut dengan Asubha Karma. Sumber Karma ada tiga yaitu :

¨     Manah (pikiran)

¨     Wacika (perkataan)

¨     Kayika(perbuatan)

Setiap perbuatan pasti mendatangkan hasil (Phala), itu sudah hukumnya.

Hasil dari perbuatan disebut Karma Phala.

Di dalam kitab “slokantara” dijelaskan “Karma Phala Ngaran Ika, Phalaning Gawe Hala Hayu”  artinya Karma Phala itu adalah akibat (Phala) dari baik dan buruk suatu perbuatan. Baik perbuatan kita, baik pula hasilnya dan bila buruk perbuatan kita buruk juga hasil yang kita nikmati.

Hukum Karma Phala inilah yang sejalan dengan hukum sebab akibat yaitu segala sebab pasti mendatangkan akibat.

Nah.. ketika seseorang terpilih untuk menjadi leader di kelompoknya menjadi kecenderungan ketika dampak dari apa yang pernah dialaminya menjadi dasar perbuatannya di masa mendatang.

image

Atau secara karma, ketika masih menjadi anggota kita selalu menuntut leader untuk lebih perhatian atau seperti apa.. maka ketika menjadi seorang leader maka kitapun harus siap mampu mengorbankan diri demi tujuan yang ingin dicapai, baik korban waktu, tenaga, materi dll serta dapat diterima, dalam arti dapat dipercaya oleh tim sendiri maupun leader yang di atas.

Sudah siap menjadi leader 2014?

#Prudential

Jenjang Karir & Income di Prudential Indonesia

image

Dalam bisnis Prudential,  setiap pebisnis menerima 2 manfaat ekslusif secara lamgsung yaitu income dan Jenjang Karir .

Ada 5 tahapan penting Jenjang Karir Prudential :

   1. AGENT
   2. A . U . M  (Associate Unit Manager)
   3. U . M  (Unit Manager)
   4. S . U . M  (Senior Unit Manager)
   5. A . M  (Agency Manager)

Sesuai Standarisasi Sistem Bisnis Prudential, perkiraan pendapatan pebisnis Prudential adalah sbb:

Tahun 1 —>   Agent   —> Income akhir tahun sekitar Rp 5,000,000 /bln
Tahun 2 —> A. U. M  —> Income akhir tahun sekitar Rp 10,000,000 /bln
Tahun 3 —>   U. M   —> Income akhir tahun sekitar Rp 20,000,000 /bln
Tahun 4 —> S. U. M  —> Income akhir tahun sekitar Rp 40,000,000 /bln
Tahun 5 —>   A. M    —> Income akhir tahun sekitar Rp 100,000,000 /bln

Sistem Kerja Tahunan Dalam Sistem Bisnis Prudential

Sistem penghitungan omset adalah sistem API.

A.P.I (Annual Premium Income) adalah Pendapatan Premi Pertahun.
Penghitungan jumlah API dihitung berdasarkan dari jumlah total premi berkala tahunan.

Contoh 1 :
Nasabah 35 tahun menabung premi Rp 6,000,000/thn (atau Rp 500,000/bln). Dari total Rp 6,000,000/thn, dialokasikan Rp 4,000,000/thn untuk premi berkala (proteksi) + Rp 2,000,000/thn untuk premi saver (investasi).
Nilai API dalam contoh ini adalah Rp 4,000,000.

Nasabah 45 tahun menabung premi Rp 12,000,000/thn (atau Rp 1,000,000/bln). Dari total Rp 12,000,000/thn, dialokasikan Rp 8,000,000/thn untuk premi berkala (proteksi) + Rp 4,000,000/thn untuk premi saver (investasi).
Nilai API dalam contoh ini adalah Rp 8,000,000.

Nasabah membuka rekening di awal tahun ataupun di akhir tahun akan diperhitungkan sama jumlah API nya.
Contoh nasabah A membuka rekening Rp 500 ribu/bln di bulan Januari atau bila  nasabah A membuka rekening di bulan Desember maka perhitungan nasabah A tetap Rp 4 Juta API.

Note :

Porsi besarnya % premi berkala ditentukan atas kesepakatan bersama dan sesuai usia-resiko nasabah. Usia nasabah yang lebih tua akan membutuhkan porsi premi berkala yang lebih tinggi dibandingkan usia lebih muda. Contoh penghitungan API di atas tadi merupakan contoh pembagian API standar pada umumnya.

Tahun Ke 1 (AGENT)

Bapak ANDI join pada awal tahun 2012 start sebagai Agent pada tahun pertama. Agent Andi masih dalam tahap belajar dan akan dibimbing langsung di lapangan oleh leader senior dan dibimbing melalui sistem pelatihan ekslusif Prudential.

Sebagai seorang Agent, Agent Andi tidak ada kewajiban target API tertentu, tetapi agent Andi memutuskan ingin mencapai income besar maka agent Andi mengikuti step by step panduan sesuai sistem bisnis Prudential.

Step pertama yang harus dilakukan Agent Andi adalah melakukan FORMULA SUKSES 150 Juta API.

[ Formula Sukses 150 Juta API ] —> Anak Tangga Pertama untuk dapat mencapai Agency Manager Rp 100 Juta/bln

1 hari             = Agent Andi SHARING Rekening Khusus @5 menit ke min 2 orang (terlepas closing atau belum)
1 minggu      = 5 hari Sharing, Agent Andi sudah SHARING total ke 10 orang
1 tahun         = asumsi hanya 40 minggu hari sharing X 10 orang maka Agent Andi sharing total ke 400 orang

Asumsi  Closing Ratio New Agent hanya 10%. Artinya dari 400 orang tersebut ada 90% menolak dan hanya ada 10% (40 nasabah) yang setuju membuka rekening khusus dengan Agent Andi.

Ke 40 Nasabah menabung rata-rata hanya  @Premi Rp 500ribu/bln (@API 4Juta)

Di akhir tahun 2012, artinya Agent Andi telah mengantongi omset = 40 X 4Juta API = 160 Juta API
Kita bulatkan ke angka API 150 Juta untuk memudahkan perhitungan.

:: Perhitungan Income Agent Andi akhir 2012 ::

API Pribadi Agent Andi  : Rp 150,000,000

Dari produksi thn 2012, Agent Andi berhak mendapatan income total = 99% x API, dengan perincian sbb :

Tahun #1 (2012)   :  42% x Rp 150 Juta = Rp 63,000,000/thn (setara Rp 5,000,000 per bulan)
Tahun #2 (2013)   :  42% x Rp 150 Juta = Rp 63,000,000/thn
Tahun #3 (2014)   :  5%   x Rp 150 Juta = Rp 7,500,000/thn
Tahun #4 (2015)   :  5%   x Rp 150 Juta = Rp 7,500,000/thn
Tahun #5 (2016)   :  5%   x Rp 150 Juta = Rp 7,500,000/thn

Seorang Agent berhak memperoleh total income yang hampir sama dgn total  omset API yg dicapai (99% X API)

Apabila misalkan seorang Agent dalam 1 tahun memperoleh API 400 Juta, maka seorang agent tersebut artinya sudah memiliki cadangan tabungan hampir Rp 400 Juta. Di mana apabila agent menyicil rumah senilai Rp 400 Juta maka akan lunas dalam hanya 5 tahun saja.

Note:
Komisi diberikan setiap periode, bonus di berikan tahunan. Ketika nasabah disetujui, agent langsung mendapatkan komisi yang keluar per 2 minggu sekali (tanggal 5 atau tanggal 20). Jika nasabah menabung tahunan maka komisi diberikan total setahun, jika menabung semesteran maka komisi diberikan per 6 bulan, jika menabung triwulan maka komisi diberikan per 3 bulan, jika menabung bulanan maka komisi diberikan perbulan.

Tahun Ke 2 (A.U.M)

Asc Unit Manager (AUM) adalah tahapan crusial di mana AUM Andi sedang dilatih secara intensif untuk menjadi seorang calon leader besar atau CALON UM (Unit Manager) untuk tahun berikutnya.

Kualitas pelatihan para AUM lebih tinggi dibandingkan pelatihan agent. AUM diberikan banyak bekal berupa materi dan skills yang akan sangat berguna untuk kelangsungan bisnis Prudential milik bpk Andi di masa depan. AUM akan mulai belajar mandiri dalam prospecting, harus mulai bisa merekrut & membimbing anggota tim barunya, tetapi tetap masih dalam pengawasan leader senior di atasnya.

Untuk syarat mencapai posisi UNIT MANAGER tahun berikutnya, seorang AUM harus memenuhi kriteria :

API Pribadi AUM minimal Rp 150 Juta API
Memiliki 4 agent dengan masing2 memiliki minimal @Rp 30 Juta API
Total API Group (API Pribadi AUM+ API agent) minimal Rp 300 Juta

Tahun 2013, AUM Andi bekerja menggunakan FORMULA SUKSES 150 Juta API seperti tahun sebelumnya.

Di akhir tahun 2013, AUM Andi ternyata berhasil mendapatkan omset = 180 Juta API
AUM Andi memiliki 4 anggota tim yang sudah berproduksi masing-masing Rp 30 Juta API.

AUM Andi dinyatakan sudah QUALIFY untuk naik ke posisi UNIT MANAGER, karena memenuhi kriteria :

API Pribadi AUM Andi Rp 180 Juta API
4 agent direct minimal @Rp 30 Juta API
Total API Group = Rp 300 Juta
:: Perhitungan income AUM Andi akhir 2013 ::

Keterangan :

Komisi + Bonus Agent 2012                         = 42%  X  Rp 150 Juta APi = Rp  63,000,000 /thn
(komisi dari produksi Agent Andi tahun 2012 yang lalu)

Komisi + Bonus AUM 2013                          = 42%  X  Rp 180 Juta API = Rp 75,600,000 /thn
(komisi dari produksi AUM Andi tahun 2013 saat ini)

Bonus OVERRIDING (OR) AUM ke Agent     =  3%   X  Rp 150 Juta API = Rp 4,500,000 /thn

Total income AUM Andi pada akhir 2013 adalah sebesar Rp 143,100,000/thn atau sekitar Rp 11 Jutaan perbulan

Note :
Bonus OR diberikan pada tahun berjalan ketika seorang pebisnis sudah memiliki anggota tim baru dan berproduksi. Bonus OR akan semakin tinggi sesuai posisi jabatan pebisnis.

Tahun Ke 3 (U.M)

Seorang Unit Manager (UM) adalah tahap aman pertama dalam sistem bisnis Prudential di mana seorang UM diibaratkan adalah seorang owner bisnis yang telah berhasil membuka sebuah toko kecil milik sendiri. Saat ini seorang UM Andi sudah diberikan hak dan kewajiban untuk turun tangan 100% incharge terhadap kelangsungan bisnis barunya tersebut. Leader senior pada tahun ini hanya memantau saja. Kendali penuh bisnis berada di tangan UM Jhon.

Pelatihan untuk para Unit Manager akan lebih tinggi kualitasnya dibandingkan pada saat AUM/Agent, di mana UM Andi akan menerima skill pelatihan bertaraf internasional dan materi-materi yang lebih advanced agar lebih sesuai untuk bekal bisnis di masa depan.

Untuk mencapai posisi berikutnya yaitu Senior Unit Manager (SUM), maka UM Andi harus memenuhi kriteria sbb :

Total Group minimal Rp 900,000,000 API
Minimal 6 agent direct @30 Juta API

Untuk itu UM Andi memakai strategi ‘WORK GROUP’ di mana API yang dihasilkan adalah gabungan berimbang antara API Pribadi dan API anggota tim nya, dan pada akhir tahun 2014 di capai hasil sbb  :

UM Andi API Pribadi Rp 150,000,000
Ada 2 AUM dari unit UM Andi yang berhasil capai target naik UM @300 Juta API = Rp 600 Juta API
Produksi Agent lama (2013) + Agent baru (2014) menghasilkan total API Rp 150,000,000
Total API Grop UM Andi adalah Rp 900,000,000
UM Andi sudah QUALIFY untuk naik posisi ke SUM di tahun 2015
:: Perhitungan income UM Andi akhir 2014 ::

Keterangan :

Komisi + Bonus AUM 2013                         = 42%  X  Rp 180 Juta APi = Rp  75,600,000 /thn
(komisi dari produksi AUM Andi tahun 2013 yang lalu)

Komisi + Bonus UM 2014                          = 42%  X  Rp 150 Juta API = Rp 63,000,000 /thn
(komisi dari produksi UM Andi tahun 2014 saat ini)

Bonus OVERRIDING (OR) UM ke Agent     =  12%  X  Rp 900 Juta API = Rp 108,000,000 /thn

Total income UM Andi pada akhir 2014 adalah sebesar Rp 256,600,000/thn atau sekitar Rp 21 Jutaan perbulan

Note:
Data Komisi Agent thn ke 3-5 (5% X API) memang tidak ditampilkan pada perhitungan contoh di atas tetapi pebisnis akan tetap menerima komisi tersebut. UM Andi juga akan menerima uang rutin ‘Insentif  Secara Triwulan’ atas total API tim nya. Selain komisi+bonus+OR, seorang UM juga mendapatkan fasilitas seperti Mid Year Leader Challenge, National Leader Conference, Starclub Leader, Double Starclub Leader, President Cabinet Club Leader, President CLub Leader, dan berbagai kontes-kontes bertaraf international lainnya.

Tahun Ke 4 (S.U.M)

Seorang Senior Unit Manager (SUM) adalah tahap berikutnya dalam sistem bisnis Prudential di mana seorang SUM sudah memiliki para unit manager (UM) di dalam tim nya. SUM Andi bertanggungjawab atas memantau kinerja para UM di bawah supervisinya dan sekaligus SUM Andi harus membangun kekuatan dari para AUM dan Agent yang berada di bawahnya agar kelak mereka juga bisa sukses naik menjadi Unit Manager berikutnya.

Untuk mencapai posisi berikutnya yaitu Agency Manager (AM), maka SUM Andi harus memenuhi kriteria sbb :

Total Group minimal Rp 2,700,000,000 API
Minimal 6 agent direct @30 Juta API

Untuk itu UM Andi memakai strategi ‘WORK GROUP’ di mana API yang dihasilkan adalah gabungan berimbang antara API Pribadi dan API anggota tim nya, dan pada akhir tahun 2015 di capai hasil sbb  :

SUM Andi API Pribadi Rp 150,000,000 (biasanya seorang SUM sudah tidak full beraktifitas mencari new cases tetapi API new cases di dapat dari repeat selling, dari existing client atau referensi2)
Ada 2 AUM dari unit SUM Andi yang berhasil capai target naik UM @Rp 300 Juta API = Rp 600 Juta API
Ada 2 UM berhasil capai target naik SUM @Rp 900 Juta = Rp 1,8 Milliar API
Produksi Agent lama (2013-2014) + Agent baru (2015) menghasilkan total API Rp 150,000,000
Total API Grop SUM Andi adalah Rp 2,700,000,000
SUM Andu sudah QUALIFY untuk naik posisi ke AM di tahun 2016
:: Perhitungan income SUM Andi akhir 2015 ::

Keterangan :

Komisi + Bonus UM 2014                            = 42%  X  Rp 150 Juta APi = Rp  63,000,000 /thn
(komisi dari produksi UM Andi tahun 2014 yang lalu)

Komisi + Bonus SUM 2015                          = 42%  X  Rp 150 Juta API = Rp 63,000,000 /thn
(komisi dari produksi SUM Andi tahun 2015 saat ini)

Bonus OVERRIDING (OR) SUM ke Agent     =  21%  X  Rp 900 Juta API = Rp 189,000,000 /thn
Bonus OVERRIDING (OR) SUM ke UM         =   9%   X  Rp 1,8 Milliar API = Rp 162,000,000 /thn

Total income SUM Andi pada akhir 2015 adalah sebesar Rp 477,000,000/thn atau sekitar Rp 40 Juta perbulan

Note:
Seorang SUM Andi mendapatkan fasilitas seorang UM plus mendapatkan fasilitas INVESTASI DANA PENSIUN gratis dari Prudential berupa Long Term Incentive (LTI). Dana investasi tersebut nilainya sangat besar (sudah ada pebisnis yang memiliki dana pensiun sekian milliar Rupiah). Dana pensiun LTI ini kelak boleh ditarik sebagian atau seluruhnya oleh Bpk Andi min di atas 5 tahun kemudian. Artinya seorang pebisnis di Prudential DIJAMIN akan hidup sejahtera di masa pensiun walaupun ia sebenarnya tidak pernah membuka rekening dana pensiun. Prudential lah yang telah beritikad luar biasa memberikan fasilitas LTI ini untuk para pebisnisnya.

Tahun Ke 5 (A.M)

Seorang Agency Manager (AM) adalah tahap aman tertinggi dalam sistem bisnis Prudential di mana seorang AM merupakan posisi Ekslusif di sistem bisnis Prudential. Seorang AM Andi memiliki group yang besar jumlahnya, di atas ratusan bahkan sampai ribuan agent. Tugas AM Andi lebih kepada pengembangan kineja Group Manager di bawah supervisinya, sambil terus membangun kekuatan baru dari para agent-AUM yang akan kelak naik promosi menjadi UM tahun berikutnya.

Seorang AM tidak ada target untuk tahun berikutnya. Fokus seorang AM adalah menciptakan banyak AM baru berikutnya. Sesuai sistem bisnis Prudential, maka pada akhir tahun 2016 produksi Group AM Andi akan sbb :

:: Perhitungan income AM Andi akhir 2016 ::

Keterangan :

Komisi + Bonus SUM 2015                        = 42%  X  Rp 150 Juta APi = Rp  63,000,000 /thn
(komisi dari produksi SUM Andi tahun 2015 yang lalu)

Komisi + Bonus AM 2016                          = 42%  X  Rp 150 Juta API = Rp 63,000,000 /thn
(komisi dari produksi AM Andi tahun 2016 saat ini)

Bonus OVERRIDING (OR) AM ke Agent     =  30%  X  Rp 900 Juta API = Rp 270,000,000 /thn
Bonus OVERRIDING (OR) AM ke UM         =  21%   X  Rp 1,8 Milliar API = Rp 378,000,000 /thn
Bonus OVERRIDING (OR) AM ke SUM       =  12%   X  Rp 5,4 Milliar API = Rp 648,000,000 /thn

Total income AM Andi pada akhir 2016 adalah sebesar Rp 1,422,000,000/thn atau sekitar Rp 120 Juta perbulan

Note:
Seorang AM Andi yang telah memiliki income di atas Rp 1,000,000,000 /thn sudah tergolong sebagai seorang Milliarder. Seorang AM Andi juga memiliki fasilitas yang luar biasa yaitu JAMINAN KELANGSUNGAN BISNIS, di mana kerajaan bisnis yang telah ia bangun selama ini tidak akan hilang sia-sia apabila seorang AM telah mengalami cacat tetap total atau meninggal dunia.

Contoh konkrit di dunia bisnis konvensional, seorang bapak direktur dengan gaji Rp 50 Juta/bln apabila si direktur mengalami kondisi cacat tetap atau meninggal maka pendapatan direktur tidak bisa diwariskan lagi kepada anak atau istinya karena pihak perusahaan akan mencari pengganti direktur yang baru.

Berbeda sekali dengan sistem bisnis di Prudential. Ahli waris AM Andi yaitu istri atau anak yang akan melanjutkan bisnis AM Andi dan menerima income AM Andi.

:: Ekstra Royalti Seumur Hidup ::

Apabila kelak AM Andi telah memiliki AM-AM baru berada di bawah supervisinya maka AM Andi disebut sebagai SAM Andi (Senior Agency Manager), sebutan SAM adalah pertanda bahwa si AM sudah memiliki min ada 1 AM di bawahnya.

Seorang SAM memiliki fasilitas tambahan baru yaitu LIFE TIME ROYALTY AM on AM

Misalkan dalam beberapa tahun kemudian SAM Andi sudah memiliki 4 AM direct dan ada total 4 AM indirect dan setiap AM tersebut misalkan berproduksi Rp 8,1 M API Group, maka SAM Andi akan mendapatkan EXTRA INCOME berbentuk royalti sbb :

Royalti SAM ke AM Direct = 6%
Royalti SAM ke AM Indirect = 4%

Royalti dari 4 AM direct  = 6% X (4 X Rp 8,1 M API) = Rp 1,944,000.000 /thn
Royalti dari 4 AM direct  = 4% X (4 X Rp 8,1 M API) = Rp 1,296,000.000 /thn
Total Royalti untuk SAM Andi = Rp 3,240,000,000 /thn

Dimana income Royalti AM on AM tersebut masih belum termasuk income rutin SAM Andi dari kinerja API Pribadinya – API Agent – API AUM – API UM – API SUM yang berada dalam supervisinya.

Income SAM Andi pastinya akan sangat fenomenal !

Anda mungkin saja adalah Bpk Andi yang berikutnya.

Karakter Bisnis Prudential yang luar biasa plus SISTEM Bisnis yang luar biasa akan menjamin kesuksesan Anda  !

”Nilai Anda saat ini akibat keputusan yang telah Anda ambil di masa lampau, tetapi Nilai Anda di masa mendatang akan ditentukan oleh keputusan Anda hari ini“

Bergabunglah di Bisnis Bersama Prudential untuk masa depan yang PASTI LEBIH BAIK !

#PrudentialIndonesia