Yuk, Beli Asuransi Unit link

Ngapain beli asuransi unit link? Harganya mahal, investasinya tidak maksimal seperti halnya kalau kita berinvestasi di saham dan reksadana yang untungnya jauh lebih banyak.

Memang banyak sekali yang tidak menyarankan kita untuk membeli asuransi unit link. Apalagi beberapa buku dan tulisan para pakar Financial Planner atau Perencana Keuangan Indonesia yang menyarankan untuk tidak membeli asuransi Unit Link. Alasannya mudah, yakni kita harus memaksimalkan pemanfaatan dana yang kita miliki.

Menurutku, setelah mengikuti Pelatihan Gelar Profesi Registered Financial Planner (RFP) atau Perencana Keuangan Terdaftar kerjasama Universitas Indonesia dan Prudential di Jakarta, pendapat itu adalah benar. UNIT link itu adalah gabungan antara asuransi dan investasi. Jika Anda memiliki waktu yang lebih banyak untuk mengikuti perkembangan investasi Anda dan menginginkan pengembalian hasil investasi yang lebih besar, tentu Unit Link bukan jawabannya.

image

Namun jika Anda awam terhadap pengelolaan investasi dan tidak memiliki waktu yang lebih untuk mengikuti perkembangan investasi Anda, Unit Link lah jawabannya. Karena Anda bisa ikut menginvestasikan uang Anda yang relatif lebih kecil untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan besar dari resiko hidup yang Anda, Kita semua miliki.

Unit Link merupakan alternatif investasi bagi mereka yang mau simple tanpa harus repot mengatur portfolio investasi dan proteksi. Anda cukup berhubungan dengan 1 perusahaan saja, dimana jiwa dan kesehatan Anda dapat terproteksi namun dana yang Anda miliki dapat digunakan di masa yang akan datang.

Tidak ada yang pasti dalam dunia investasi, tidak ada satu ahlipun yang bisa memprediksi apakah besok harga pasar naik atau turun, sehingga modal yang cukup besar untuk Anda investasikan sendiri secara langsung juga tidak terjamin untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Lihat saja contoh Ferdi Hasan, presenter terkenal yang kehilangan 12 Milyar karena investasi langsung. (Baca: Cerita Investasi Ferdi Hasan Hingga Rugi 12 M) Dalam dunia investasi, resiko itu pasti ada, namun sebagai pemilik modal, ketika kita memutuskan untuk berinvestasi, tentunya kita berharap untung, atau paling tidak, yah kembali modal lah.. yang penting tidak rugi, BETUL??

Kalau saat ini, dalam pengaturan keuangan Anda dan hanya sanggup menyisihkan 1juta per bulan maka apakah ketika Anda masukkan ke Reksadana secara langsung akan mendapatkan keuntungan yang signifikan seperti yang ditawarkan? Tentu akan berbeda jika Anda memiliki dana lebih, misalnya 10juta atau 100juta dan Anda langsung investasikan ke Reksadana. Hasilnya akan lebih terasa.

Nah, bagaimana jika dana 1juta itu Anda parkirkan di Unit Link. Keuntungan apa yang Anda dapatkan? 1. Proteksi jiwa yang akan diterima oleh keluarga Anda saat Anda Meninggal Dunia sebagai perlindungan keuangan keluarga ketika Anda sudah tidak bersama mereka lagi.
2. Manfaat kecelakaan, apakah itu kecelakaan yang memgakibatkan cacat sementara, cacat permanen atau cacat total hingga mengakibatkan kematian.
3. Manfaat kesehatan, jika Anda harus masuk rumah sakit, menderita suatu penyakit kritis yang memerlukan biaya pengobatan yang cukup tinggi seperti jantung, kanker, stroke. Penyakit-penyakit ini tidak peduli apakah anda muda atau sudah tua, Anda miskin atau kaya, sepanjanga Anda tidak memelihara diri Anda, maka kemungkinan teridap penyakiy ini menjadi lebih besar.
4. Manfaat tabungan dimana dana yang Anda tabungkan selama kurun waktu tertentu (minimal 10 tahun) dapat Anda ambil dalam bentuk tunai setelah kontrak Anda berakhir ditambah dengan nilai investasi dari dana yang Ada.

Apakah karena Anda kaya dan memiliki dana hingga 7 turunan sehungga Anda tidak butuh Asuransi? Kalau dengan Unit Link dan kekayaan Anda bisa dua kali lipat hingga 14 turunan, apakah tidak menguntungkan?

Atau, Anda memiliki bisnis yang luar biasa bahkan bisa diwariskan kepada Anak Anda. Bagaimana Anda akan memutuskan siapa dari ke-3 anak yang akan meneruskan roda perusahaan Anda ketika Anda meninggal? Misalnya Anak pertama punya kemampuan bisnis dan mengikuti Anda, Anak kedua Anda tidak berminat dengan bisnis Anda dan lebih tertarik pada bisnis lain. Dan yang ketiga ternyata bermasalah dan suka menghambur-hamburkan uang. Tiap anak kan tidak sama. Dan bagaimana dengan sang istri? Dalam hal ini unit link bisa membantu Anda, apakah itu tidak menyenangkan?

Atau misalkan, Anda adalah pebisnis hebat dan telah membangun bisnis keluarga Anda namun memiliki hutang pengembangan modal bisnis, apakah tidak akan menjadi masalah buat keuangan keluarga Anda untuk menyelesaikan hutang2 itu nantinya? Kalau unit link bisa membantu Anda memberikan solusi dari masalah ini, apakah itu tidak akan membantu keluarga Anda?

Bagaimana dengan Anda yang hanya seorang karyawan di sebuah perusahaan yang saat ini mendapatkan fasilitas kesehatan dari perusahaan. Apakah ketika Anda terkena penyakit kritis, perusahaan akan tetap mempertahankan status pekerjaan Anda sementara biaya penyakit kritis itu mahal? Atau yakinkah Anda akan bekerja selamanya di perusahaan tersebut? Seberapa lama?

Bagaimana jika Anda seorang manajer di perusahaan tempat Anda bekerja? Berapa lama kah lagi waktu Anda sebelum pensiun? Apakah Anda tetap ingin bekerja setelah Anda pensiun ataukah Anda ingin menggantingkan hidup pada anak-anak Anda setelah Anda pensiun? Bagaimana dengan keluara kecil mereka? Apakah Anda senang menjadi beban untuk anak atau saudara Anda nantinya? Ataukah Anda ingin hidup nyaman setelah pensiun dengan dana yang telah Anda persiapkan untuk masa pensiun Anda dan unit link akan membantu Amda mempersiapkannya. Apakah hal itu tidak cukup?

Untuk menjawab semua ini Anda boleh membelinya di unit link dan boleh memisahkan proteksi dan investasi. Unit link itu Ibarat masuk ke Rumah Makan padang. Anda akan diperhadapkan pada beragam pilihan menu yang berbeda. Menunya bukan yang sudah tercampur seperti masuk ke penjual bakso atau tukang soto ayam. Tapi Anda harus menentukan lauk apa yang Anda inginkan.

image

Jika Anda memiliki dana 10 ribu dan ingin makan ayam bakar, maka Anda hanya akan mendapatkan 1 jenis lauk. Berbeda dengan teman Anda yang juga punya dana 10 ribu tapi menginginkan 2 lauk sehingga bisa memilih makan dengan telur dan perkedel kentang.  Tentu, akan berbeda dengan Anda yang masuk dengan dana 50 ribu atau 100rb, Anda boleh beli lauk sesukanya dengan paket wajib nasi putih, teh tawar, dan kuah sayur.

Nah, unit link itu adalah wadah dimana Anda ditawarkan untuk memilih sendiri produk yang cocok dengan kondisi keuangan Anda pada saat membelinya dalam 1 wadah. Anda cukup masuk ke Warung Padang untuk memilih makanan yang Anda makan, tidak perlu membeli rendang, ikan bakar, paru goreng dan semur tahu di 4 toko yang berbeda. Dan tergantung kondisi keuangan Anda untuk pilihan makanan Anda.

Sementara yang bukan unit link bisa diibaratkan seperti makan di restaurant dimana sudah tersaji menu makanan lengkap. Jika ingin makan soto ayam, tidak lagi memesan kuah, ayam suir, bihun, daun kol.. karena sudah tersaji dalam 1 mangkuk soto lengkap.

image

Atau Anda ke rumah makan seafood, jangan cari ayam goreng disana, karena semua hidangan adalah seafood saja.

Semua wadah itu memiliki kelebihan dan kekurangan, seperti halnya unit link dimana karena dengan satu premi, nasabah memperoleh 2 keuntungan yakni proteksi dan investasi, maka menjadi pilihan nasabah untuk lebih menekankan pada proteksi saja atau investasinya saja atau keduanya dalam nilai yang sama. Tentu beda nilainya jika dengan premi yang sama, nasabah beli asuransi jiwa saja, atau asuransi kesehatan saja ataukah diinvestasikan saja. Tentu nilainya menjadi berbeda.

Sehingga, bagi Anda yang memiliki dana terbatas, namun ingin memiliki proteksi jiwa, kecelakaan dan kesehatan disamping dana tabungan untuk perlindungan keluarga Anda, meskipun Anda dalam kondisi sakit kritis atau sudah tidak bersama keluarga Anda lagi, Unit Link adalah jawabannya. Pun bagi Anda yang kaya dan ingin memproteksi kekayaan Anda, bahkan memaksimalkan manfaat aset-aset Anda, unit link lah jawabannya.

Dan jika Anda tidak ingin membeli unit link karena lebih berfikir negatif terhadap keuntungan komisi agen yang besar, agen yang selalu jalan-jalan keluar negeri atau biaya administrasi yang tinggi atau lainnya, kenapa tidak mengenal unit link lebih jauh? Sudah tidak jamannya lagi kita menilai sesuatu itu tanpa kenal terlebih dahulu. Bagaimana mau kenal dan merasa cocok kalau hanya dengar dari orang lain.

image

Bagi Anda yang di Jakarta dan ingin tahu lebih jauh tentang unit link, sempatkanlah waktu untuk datang dan mendengarkan pengenalan tentang Unit Link Prudential, Glory Vision Agency setiap hari Sabtu jam 09.00 – 12.00 di Indofood Tower, Sudirman dengan menghubungi Sulvi Suardi Hp. 081342036240 (sms nama_mau hadir tgl berapa dan berapa orang). Kelas New Business Opportunity (NBO) ini adalah kelas khusus yang memberikan pengenalan tentang program Unit Link, Prudential serta testimony orang-orang yang berhasil di Prudential. Untuk yang diluar jakarta silahkan beri komentar Anda disini atau email pertanyaan Anda ke sulvi.suardi@gmail.com.

Semoga bermanfaat

#Renunganvie

Advertisements

Kenapa Harus Malu

Asumsi itu jangan dipelihara untuk menjadi justifikasi atau dasar penilaian kita pada seseorang. Harus berdasarkan data dan fakta. Tidak selamanya yang performanya bagus adalah yang tepat. Begitupun sebailknya, tidak ada yang lebih dari penampakannya tapi lebih berbobot isinya.

Mengenal ibu ini menjadi pelajaran berharga lagi buatku hari ini. Aku mengenalnya baru 4 hari, sejak mengikuti Pelatihan Gelar Profesi Registered Financial Planner (RFP) atau Perencana Keuangan di Universitas Indonesia (UI), Jakarta. Namun pengalaman hidupnya telah mengajarkan banyak dan menjadi inspirasi bagiku.

image

Betapa tidak, ibu Parmi (63) ini telah berhasil menghantarkan kedua putra putrinya menjadi sarjana di Universitas Indonesia, Jakarta dari hasil berjualan jamu gendong dibantu hasil berjualan bakso oleh suaminya. Dari harga  kunyit Rp.1.500,- per kg untuk dijual dengan harga jamu Rp.500,- hingga saat ini dimana harga kunyit telah meningkat mencapai  Rp.10.000,- per kg, jahe Rp.20.000,- per kg dan kencur seharga Rp.30.000,- per kg untuk dijual dengan harga Rp.3.000,- per gelas jamu.

Tak ada rasa malu di wajahnya, bahkan dengan sumringah dia tertawa dan bercerita tentang kedua putra putrinya. “Kenapa harus malu? Aku tidak berbuat jahat, tidak merugikan siapapun. Bahkan kedua anakku tidak malu kalau ibunya berjualan jamu di kampus, bahkan justru sering memesankan jamu untuk teman-teman bahkan dosen mereka.”

image

Entah mengapa aku melontarkan pertanyaan malu ini. Apakah karena justifikasiku yang berdasarkan asumsi bahwa anak-anaknya tentu merasa malu dengan ibunya yang hanya seorang penjual jamu sementara mereka adalah lulusan Universitas terbaik di Indonesia, Universitas Indonedia. Ataukan aku yang malu untuk mengetahui betapa pengorbanan seorang Parmi untuk memberikan sekolah terbaik bagi putra-putrinya ini hingga mereka bisa lulus dan hidup dengan lebih baik.

Ibu parmi telah berjualan jamu gendong di pelataran kampus Universitas Indonesia ini sejak tahun 1987. Waktu yang cukup lama untuk bertahan dengan penghasilan yang kecil.

image

Akh… lagi2 aku berasumsi terlebih dahulu tentang penghasilan bu Parmi! Bagaimana denganmu?

Padahal, setelah saya hitung-hitung, pendapatan ibu Parmi cukup besar. Bayangkan saja, minimum setiap harinya, ibu Parmi mendapatkan penghasilan bersih sebesar Rp. 100.000,- dari Rp.300.000  sampai dengan Rp.400.000,- bruto. Kalau dalam sebulan, bu Parmi berjualan 20 hari saja, berarti minimum pendapatan bersihnya selama sebulan adalah Rp.2.000.000,-.

Belum lagi fakta bahwa selain menjual jamu, ibu Parmi juga berjualan makanan buatan kemenakannya yang berlaku hukum titip jual. Serta memiliki suami yang adalah pedagang bakso keliling.

image

Dari seluruh pelanggan mba Parmi di kampus UI Salemba dr. Hana, dr. Eka, dr. Yosi adalah pelanggan Bu Parmi yang paling dirindukan. Karena paling lama dan selalu beli selama mereka kuliah di UI hingga merrka selesai dan meniti kehidupan mereka sendiri. Pun ingin kusapa dalam tulisan ini sebagai salam dari Bu Parmi, andaikata Allah mengizinkan mereka untuk membaca tulisan ini.

image

Bu Parmi, terima kasih telah mengajarkanku tentang asumsi dan justifikasi keuangan hari ini. Semoga kisahmu ini dapat menginspirasi siapa saja bahwa keuletan, semangat serta kerja keras yang terintegrasi dan terukur dapat mengantarkan kehidupan yang lebih baik.

#RenunganVie

Kupilih Dengan Hati

Kembali ke Makassar mengantarkan Alifia, aku lanjut ke Sorowako, kota kelahiranku. Tentu saja niatku untuk menggunakan hak suaraku dalam arena Pemilihan Umum Legislatif tahun 2014 ini.

image

Tanda selesai memilih

Berbincang bersama keluarga dan para sahabat, membuka mata dan hatiku bahwa pertarungan kali ini tentunya sangat luar biasa, karena beberapa tokoh muda telah berani mengambil langkah dan maju bertarung.

Sebut saja Andi Fauziah Pujiwatie Hatta yang dikenal dengan panggilan Ichi. Dokter gigi, putri daerah kabupaten Luwu Timur propinsi Sulawesi selatan ini juga maju bertarung menjadi wakil daerah legislatif untuk DPR RI sebagai wakil Golkar dari Daerah Pemilihan Sulsel III.

image

Publikasi Andi Ichi

Tentu saja, sebagai wakil perempuan dari daerah, Ichi akan mengemban amanah yang besar. Namun saya yakin, dengan kehadiran tokoh-tokoh muda seperti Ichi ini, akan turut memberikan nuansa perubahan pada konteks budaya wakil-wakil rakyat yang semakin tergerogoti oleh kasus2 yang tidak menyenangkan belakangan ini.

Untuk itu, saya memilihnya dengan hati. Karena saya yakin, seoramg Ichi akan terus mengaplikasikan konsep2 yang dimilikinya selama ini, sebagai tokoh muda, putri daerah dan keilmuannya di bidang kesehatan mewakili seluruh perempuan di Indonesia dan dapilnya secara khusus yang tidak terbatas pada retorika semata.

image

Memilih dengan Hati

Untuk itu, dengan semangat, saya pun menghadiri panggilan saya ke Tempat Pemungutan Suara pada 9 April lalu. Namun saat itu, sempat terbersit kesedihan yang mendalam tentang kondisi yang saya temukan, dimana masih banyak para pemilih yang bukan tidak tau kepada siapa harapan dan mimpinya akan dia titipkan, namun bagaimanakah cara dia memilih tokoh panutannya diantara sekian nama yang tercantum di kertas pemilih. Hanya nama, tak ada foto, kecuali pada lembar pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Sejenak saya berkhayal, kiranya suatu saat nanti, metode pemilihan ini akan menggunakan teknologi yang canggih dimana pemilihan dilaksanakan menggunakan sistem komputerisasi. Sehingga, kecepatan, ketepatan dan keakuratan data baik pemilih dan yang dipilih dapat dilakukan dengan lebih baik dan cepat.

Laiknya pada sebuah ruangan dibentangkan sebuah layar lebar berisikan foto dan nama daftar calon legislatif, lalu, terdapat 30 kursi pemilih dengan tombol yang siap dipencet ketika mereka siap untuk memilih dan seorang pemandu yang siap dengan script di tangan dan mengumumkan pemilihan yang dilakukan.
image

Masih menunggu, setelah berpanas-panas di luar ruangan

Tentu saja, data ini ter-link dengan satu motherdata yang secara cepat mengkalkulasi dan menempatkan pilihan-pilihan ini pada masing-masing post data.

Sehingga, pengaturan jadwal pemilihan di tiap2 TPS dapat diatur dengan seksama dan para pemilih tidak perlu hadir bersamaan dan menunggu giliran nama mereka dipanggil dibawah terik matahari.

Memang tidak ngoyo bahwa mimpi ini berkonsequensi pada budget, konsep, perencanaan yang komprehensif serta memerlukan daya kreatifitas yang luar biasa dalam proses penciptaannya, namun apa yang tidak mungkin dalam dunia tekhnologi dewasa ini??
image

image

(atas) usai memilih, memasukkan surat suara ke dalam kotak suara

(bawah) suasana perhitungan suara di TPS

Meskipun demikian, saya tetap menggunakan hak pilih saya dan memilih mereka dengan hati. Toh pun sebelum saya menggunakannya, ada kesempatan yang saya gunakan untuk berbincang dan menggunggulkan pilihan-pilihan saya dengan justifikasinya kepada orang-orang bertanya bagaimana mereka seharusnya memilih?

Andai kemenakan saya, Bintang Affan Syandrie yang berusia 2 tahun itu sudah lancar berbicara, tentu diapun akan mengatakan, Aunty, Bintang juga akan memilih dengan hati, karena disana ada harapan untuk lebih baik.”…

image

 

Jangan GOLPUT yah, Ayo gunakan hak suaramu..

image

 

Kita kan pemilih Pemula…

image

 Aunty, ada bulan dan bintang disini…

* * The End * *

Kemenakan Baru Raisya

Maksud hati memeluk gunung,
Ternyata mesti menyebrang lautan. Maksud hati ke Transtudio Bandung,
Ternyata menyambut Raisyaku sayang.

image

Siap-siap bersama Alifia main ke Transtudio Bandung, aku mendapat kabar kalau iparku di Jogya sudah masuk Rumah Sakit persiapan melahirkan. Jadilah pagi itu kami memutuskan untuk berubah haluan, mencari tiket dan terbang ke Jogya.

Ternyata menjelang libur anak sekolah, harga tiket pun mulai merambah naik. Jadilah kami menghabiskan waktu stay lebih lama di bandara Soekarno Hatta. Alhasil, kejadian itupin tak terelakkan.. kami ditinggal pesawat padahal menunggunya di Lounge Garuda hadeuhhh!

Ternyata eh ternyata, menunggu di Lounge Garuda tidak menjamin penumpang mendapatkan informasi akurat tentang keberangkatan pesawat. Jadi tips buat kamu yang bepergian dengan pesawat, selalu cek dan pastikan jadwal boarding di tiket, lalu menunggulah di gate yang disampaikan.

Meskipun Anda di Lounge yang seharusnya mendapatkan fasilitas informasi yang akurat, tetap saja kejadian ketinggalan pesawat bisa terjadi pada Anda. Karena manajemen Lounge berbeda dengan manajemen informasi bandara dan tidak enak deh melihat pesawat bergerak sementara Anda belum duduk di kursi yang disiapkan untuk Anda.

Meskipun dengan sedikit manyun dan emosi yang sedikit tertahan, akhirnya kamipun berangkat ke Jogya. Syukur Alhamdulillah, kami tiba dengan selamat dan begitu tiba di Rumah Sakit, seketika itupun suara tangisan puteri cantik dari pasangan Adhy dan Anisa memecah suasana hening di sepanjang lorong ruang persalinan.

image

Setelah beberapa saat, akhirnya kami diperkenankan untuk bertemu dengan sosok mungil bernama Raisya Aqilah Adhiputri. Nama yang memiliki arti Perempuan cerdas yang cantik nan ayu (putri pak Adhy) hehehehe…

Setelah menemani Raisya, keesokan harinya, aku bersama Alifia mulai menjelajahi Jogyakarta. Kami makan siang di restaurant yang bertemakan Korea, Dae Jang Geum, Palagan Tentara Pelajar. Mulai dari arsitek bangunannya, masakannya, nuansa yang ditawarkan, serta musik-musiknya, semua tentang Korea. Sayang sekali pada saat itu Alifia belum bisa berpose menggunakan pakaian Korea, yang ternyata sementara di laundry. Hehehehe.

image

image

Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur di Magelang. Luar biasa perjalanan ke candi Borobudur ini, karena bertepatan dengan hari terakhir kampanye sebelum pelaksanaan pemilu sehingga kami bertemu rombongan PDIP dan PKB di sepanjang jalan menuju lokasi Candi Borobudur.

Menikmati Candi Borobudur, bukan hanya karena arsitekturnya yang luar biasa megah, namun pemandangan yang ditawarkan dari atas Candi itu jauh luar biasa. Apalagi ketika itu kami bertemu Sunset dan memandang alam kala senja diantara sederetan stupa, sungguh lukisan alam tiada tara.

image

image

Namun yang tak kalah serunya ketika kembali ke parkiran, adalah kaminbertemu sederetan pedagang cinderamata yang tidak bosan-bosannya menjajakan dagangan mereka. Tentu saja suasana shopping di sore hari itu membuat kantong tebal menjadi tipis hehehehehe aalagi harga tutup bisa turun hingga 70% dari harga penawaran… Luar Biasa!

Lelah menjelang, kami pun kembali ke rumah untuk beristirahat setelah bersantap malam sambil menikmati suasana surga cinderamata Malioboro di jantung kota Jogyakarta.

Aihhh tetap saja, ternyata nuansa liburan itu tidak bisa lenyap begitu saja, terbukti pada pagi harinya, kami menyempatkan diri menikmati pemandangan pantai Parangtritis yang sangat lekat dengan legenda Ratu Kidul. Sampai saat inipun, masih banyak orang Jawa yang percaya bahwa Pantai ini merupakan gerbang kerjaan gaib Ratu Kidul, penguasa Laut Selatan.

image

Bukan hanya pantai dan karang yang kami nikmati, namun pengalaman pertama bagi Alifia untuk mengendarai kuda. Awalnya agak canggung, tapi tak lama.

image

Sayangnya kami tak bisa berlama-lama di Jogya. Alifia sudah harus masuk sekolah sehingga kami pun harus pulang ke Makassar. Namun sebelum menuju ke Bandara, kami singgah dulu ke Rumah Sakit dan bertemu Raisya.

Memang kami tidak bisa berlama-lama bersama Raisya, karena kelahirannya yang lebih dulu 3 minggu dari perkiraan persalinan membuat Raisya harus mendapatkan perhatian khusus dan observasi comprehensive berhubung tingkat kadar gulanya sangat rendah.

image

Yang penting, saat ini Raisya telah sehat dan inshaallah akan bertumbuh laiknya nama yang diberikan kepadanya.. sebagai anak perempuan cerdas dan cantik… cantik luar dalam ya Raisyaaaaa….

Bersambung…Kupilih Dengan Hati

Menjadi Tidak Komit

Banyak juga alasan untuk pembenaran ketika kita tidak komit pada suatu kesepakatan. Seperti juga aku yang menjadi tidak komit dan hilang dari rencana menulis di setiap waktu senggang 😦

Dimulai dengan perjalanan long weekend, lalu kunjungan liburan kemenakanku yang cantik, dan disusul dengan perjalanan menyambut kemenakan baru di Jogya dan akhirnya pulang ke kotaku menyukseskan pemilu 2014 sebelum kembali ke tempat aktivitasku sehari-hari.

Libur Long weekend aku habiskan dengan mengunjungi keluarga kakakku di Makassar. Meskipun di sela2 kunjungan itu aku sempatkan untuk melakukan pekerjaanku sebagai financial planner yang membantu memaksimalkan aset2 dari para klienku.

Ketika akan kembali ke Jakarta, kemenakanku, Alifia juga ikut karena libur sekolah. Memang, sebelumnya dia sudah pernah ke Jakarta namun ketika itu saat usianya masih kanak2. Tentu menjadi pengalaman yang berbeda di usianya yang sekarang. Terbukti ketika kami ke Dufan, dia lebih menikmati permainan2 serta pertunjukan2 yang ada.

image

Berkunjung ke Dufan, tentunya tidak seru tanpa mengikuti semua atraksi yang baru dan fun. Alifia bermain di Kora-kora, Halilintar, Arung Jeram dan lainnya.

image

Kami juga menyaksikan atraksi Treasure Land – Temple of Fire yang menampilkan Live Action Stunt Show berkonsep teater tentang petualangan Indiana Smith seorang Arkeolog dalam mencari artefak di kuil kuno Suku Inca.

Tentu saja berkeliling di Istana Boneka. Istana yang dirancang sedemikian rupa yang dijelajahi dengan menggunakan perahu. Sekitar 600 boneka animatronik yang beraneka warna warni memberi kesan semarak bisa dilihat disana.

image

Sempat juga berputar-putar di Lorong Sesat dengan menembus lorong berdinding kaca sepanjang lebih dari 90 meter dengan refleksi tidak terbatas sehinnga terasa tak ada dimensi ruang.

Pertunjukan terakhir yang kami nikmati adalah Fantastique Magic Fountain. Sebuah sajian luar biasa yang memadu padankan beragam teknologi air dan cahaya. Setting yang ditampilkan adalah sebuah benteng kerajaan di tengah danau mengangkat musical theater Ancol Paradise dengan cerita rakyat Timun Mas dan Buto Ijo.

Berlanjut ke Kemenakan Baru Raisya