Pru AWS Day One

Konsep Dasar Syariah

Konsep Asuransi sebenarnya telah ada sejak jaman dahulu kala. Diceritakan pada masa Nabi Yusuf (QS. Yusuf : 43-49), bahwa Raja Fir’aun yang berkuasa di Mesir pada saat itu bermimpi bahwa terdapat 7 ekor sapi yang gemuk-gemuk dimakan oleh 7 ekor sapi yang kurus-kurus.

image

Mimpi tersebut diartikan oleh Nabi Yusuf sebagai tanda bahwa selama 7 tahun Mesir akan mengalami panen yang melimpah ruah dan 7 tahun kemudian akan mengalami musim paceklik. Nabi Yusuf menyarankan agar pada masa panen yang melimpah ruah tersebut rakyat menyisihkan hasil panennya agar dapat dipergunakan sebagai cadangan ketika musim paceklik datang.

Praktek asuransi syariah berasal dari budaya bangsa Arab yang disebut aqilah. Pengertian Asuransi Syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang melalui investasi dalam bentuk aset dan atau Tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad yang sesuai dengan syariah (Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia)

Syariah adalah sistem yang secara terminologi berarti jalan yang lurus (undang-undang Islam), dimana terdapat dalam Qur’an Surah (45:18)

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الأمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ

“Kemudian Kami jadikan kamu, berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan agama itu, maka ikutilah syariat itu, dan janganlah kamu ikuti, hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.”

Walaupun dalam Al-Quran tidak disebutkan tentang kewajiban berasuransi tetapi mengacu pada prinsip persiapan dalam hadist riwayat Muslim:

“Pergunakankah lima hal sebelum datangnya lima perkara, muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, dan hidup sebelum mati.”

image

Berdasarkan hadits tersebut, jelaslah bahwa konsep syariah juga ada dalam agama Islam, sebagai upaya mempersiapkan kekayaan atau perlindungan terhadap kehilangan penghasilan untuj masa depan dan merupakan perlindungan harta, dimana kekayaan dan harta tersebut tidak mengandung:
1. Gharar, adalah situasi di mana terdapat informasi yang tidak jelas, sehingga terjadi ketidakpastian dari kedua belah pihak yang bertransaksi.
2. Maysir, adalah transaksi yang menempatkan salah satu pihak harus menanggung beban pihak lain akibat transaksi tersebut.
3. Riba, secara bahasa bermakna tambahan, dalam pengertian lain artinya tambahan yang diharamkan yang dapat muncul akibat utang atau pertukaran.

Asuransi konvensional menurut beberapa ulama masih memiliki unsur gharar, maysir dan riba karena akad yang digunakan adalah Akad Jual Beli.
Lalu dalam asuransi konvensional, tertanggung membayar premi kepada perusahaan asuransi (di Prudential di kelola oleh Eastpring Investments) dan jika terjadi klaim penanggung akan membayarkan manfaat kepada tertanggung atau penerima manfaat apabila terjadi resiko.

image

Sementara dalam asuransi syariah atau tabarru’ didefinisikan sebagai sumbangan, akad yang digunakan adalah hibah. Dimana peserta tabarru’ saling menanggung resiko dengan cara berbagi resiko sesama peserta dan dana hibah dikumpulkan dalam satu dana yaitu Dana Tabarru’. Perusahaan bukan menanggung resiko dan bukan pemilik dana tapi hanyalah pemegang amanah yang mengelola dana peserta dan perusahaan tidak boleh menggunakan dana tersebut, jika tidak ada kuasa dari peserta. Karena akadnya bukan jual beli tetapi tolong menolong, maka unsur Gharar, Maysir dan Riba akan hilang.

Dalam Prudential Unit Link Syariah terdapat terminologi yang berbeda dengan konvensional dimana premi disebutkan sebagai kontribusi. Tertanggung disebut Peserta. Uang pertanggungan tetap sama. Biaya Akuisisi disebut Biaya wakalah. Biaya asuransi disebut Iuran Tabarru’. Pembayar/Pemilik Polis disebut Pemegang Polis, dan Pertanggungan tetap disebut Pertanggungan.

Untuk produknya sendiri terdiri dari:
1. PRUlink syariah investor account, premi tunggal minimum 12jt, kombinasi antara investasi dan proteksi asuransi.
2. PRUlink syariah assurance account dengan kontribusi regular minimum 3jt/tahun, kombinasi antara investasi dan proteksi asuransi.

Pada asuransi syariah, terdapat Profit Sharing atau dana yang diberikan kepada Pemilik Polis bila terdapat kelebihan dari rekening Tabarru’ termasuk juga bila ada pendapatan lain setelah dikurangi klaim dan hutang kepada perusahaan – jika ada. Dihitung pada akhir tahun kalender, 30% dari Surplus Sharing akan ditahan dalam dana Tabarru’ dan 70% akan dibagikan kepada peserta dan perusahaan. Besarnya pembagian Surplus Sharing: 80% dari 70% (56%) dibagikan kepada pemegang polis, 20% dari 70% (14%) merupakan hak perusahaan sebagai bagian dari keuntungan yang dibayarkan setiap tanggal 30 April setiap tahun.

Pembagian Surplus Sharing juga memiliki syarat ketentuan dimana hanya akan diberikan pada polis aktif. Bila pemilik polis yang telah dihitung surplus-nya pada akhir 31 Desember tetapi tidak lagi memenuhi syarat untuk dapat dibagikan surplus pada 30 April maka surplusnya akan dikembalikan ke rekening Tabarru’. Surplus yang telah dibagikan akan dipergunakan untuj membeli unit pada harga yang akan datang serta Surplus yang telah dibagikan akan dipergunakan membeli unit pada harga yang akan datang.

Rahasia Sukses Menjual Asuransi

image

‘Judulnya saja Rahasia, artinya tidak perlu dibagi disini kan?’ Hehehehehe. Itulah kalimat pembuka dari instruktur PruAgency Workshop Series (AWS) Prudential di Lt.2 Kota Kasablanca sebelum materi dimulai.

Nah, pada dasarnya selling atau menjual perlu memperhatikan:
1. Defenisi bisnis, fakta & data yang banyak dan berkualitas.
2. Memiliki bank nama dan berkualitas
3. Pentingnya pengetahuan produk dan kemampuan mengkomunikasikan ide.
4. Memahami nasabah dan mendapat kepercayaannya.
5. Memberikan  pelayanan yang baik.

Pada bisnis asuransi, jika seseorang memutuskan menjadi agen asuransi, secara otomatis dia menjadi pemuilik bisnisnya sendiri. Akan tetapi seperti apa bisnis tersebut, akan sebesar apa kapasitas bisnisnya, dan secepat apa bisnis tersebut mampu berjalan menjadi tanggung jawab pribadi si agen.

image

Menjual asuransi memiliki tantangan tersendiri karena produknya intangible atau tidak kelihatan. Masih banyaj masyarakat yang takut jikalau mereka membeli sebuah polis asuransi, belum tentu mendapatkan ganti rugi seperti yang dijanjikan ketika terkena musibah.

Untuk itu kepercayaan sangatlah penting untuk ditumbuhkan oleh seorang agen. Quality is remembered long, even after the price is forgotten-Gucci-

#AWS

Advertisements

Goal Setting

Sering dengar ‘Goal Setting‘? Bagaimana kita menentukan sebuah target.

Sebuah ilustrasi yang bagus ketika mengikuti pelatihan dimana sang lecture memberikan perintah yang jelas kepada tiga orang volunteer. Ketiga orang ini telah mengambil masing-masing sebuah kertas yang telah diremas menjadi bentuk bola yang kemudian akan dilemparkan ke papan tulis yang telah digambari target.

Lalu volunteer pertama, diminta untuk melempar target dengan posisi membelakang. Tentu saja diartikan bahwa pria ini tidak memikiki target hidup sehingga dia melakukan sesuatu tanpa kejelasan. Tentu saja lemparan pria ini tidak mencapai target yang ada.

Kemudian, volunteer kedua, juga melakukan hal yang sama yakni melempar target namun dengan kertas remasan yang dibentuk menjadi bola kecil dan ringan. Nah, yang terjadi adalah, kertas itu hanya mendekati target tanpa content, value untuk kepentingan bersama.

Terakhir, pria ketiga juga melakukan hal yang sama. Namun berhubung pria ini mengambil ucelan kertas yang diisi pemberat berupa batu dan berdiri menghadap target saat melempar maka lemparan itu menjadi tepat sasaran.

Nah, apa pelajaran dari ilustrasi ini?

Target itu harus dibuat sebelum melakukan sesuatu. Jikalau tidak, maka kita akan beraktifitas tanpa tujuan. Mengapa para volunteer itu diminta melempar ke papan? Di papan pun tetap harus digambarkan sebuah obyek sehingga itulah yang menjadi fokus dari sasaran tersebut. Bukan hanya sekedar melempar papan.

Teori Goal Setting dikemukakan oleh Edwin Locke. Teori ini mengatakan bahwa kita akan bergerak jika kita memiliki tujuan yang jelas dan pasti.

Edwin Locke mengemukakan bahwa dalam penetapan tujuan memiliki empat macam mekanisme motivasional yakni :
a.      Tujuan – tujuan mengarahkan perhatian;
b.     Tujuan – tujuan mengatur upaya;
c.      Tujuan – tujuan meningkatkan persistensi;
d.     Tujuan – tujuan menunjang strategi-strategi dan rencana-rencana kegiatan.

Teori ini juga mengungkapkan kuat lemahnya tingkah laku manusia ditentukan oleh sifat tujuan yang hendak dicapai. Kecenderungan manusia untuk berjuang lebih keras mencapai suatu tujuan, apabila tujuan itu jelas,  dipahami dan bermanfaat. Makin kabur atau makin sulit dipahami suatu tujuan, akan makin besar keengganan untuk bertingkah laku.

Penetapan tujuan seperti halnya individu, kita menetapkan tujuan dan kemudian bekerja untuk menyelesaikan tujuan tersebut. Orientasi terhadap tujuan menentukan prilaku kita.

Sama halnya ketika volunteer satu melempar tanpa melihat target, dia melempar tanpa tujuan. Lalu volunteer kedua sudah melihat target, tapi tanpa strategi yang jitu, tanpa persuapan, tanpa persistensi, tanpa pengaturan yang kuat sehingga hanya bisa mendekati target.

Sedangkan volunteer ketiga, telah melihat target, memiliki strategi yang bagus dengan mengukur jarak, memberikan beban pada kertas yang akan dilemparnya, melempar ke arah yang tepat dengan sekuat tenaga karena jarak yang cukup jauh dan ada semangat untuk mencapai tujuan.

Locke mengemukakan bahwa penetapan tujuan adalah proses kognitif dari keperluan praktis. Pandangan Locke ialah bahwa maksud dan tujuan individu yang didasari adalah determinan utama prilaku.

Salah satu dari karakteristik prilaku yang mempunyai tujuan tersebut terus berlangsung sampai prilaku itu mencapai penyelesaiannya, yaitu sekali orang memulai sesuatu (misalkan pekerjaan) ia terus terdorong sampai tercapainya tujuan. Berikut uraian tentang penetapan tujuan :
a.      tujuan adalah subjek suatu tindakan
b.     keterincian tujuan (goal specifity) ialah tingkat presisi kuantitatif/kejelasan tujuan tersebut
c.      kesukaran tujuan (goal difficulty) ialah tingkat keahlian atau tingkat prestasi yang dicari
d.     intensitas tujuan (goal intensity) ialah menyangkut proses penetapan tujuan atau menentukan bagaimana mencapai tujuan tersebut
e.      komitmen tujuan (goal commitment) ialah kadar usaha yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan.

Teori ini digunakan pada Individu menetapkan sasaran pribadi terhadap motivasi yang ingin dicapai. Sasaran – sasaran pribadi memiliki nilai kepentingan harapan pribadi (valence) yang berbeda – beda.

Nah, kunci dari sukses itu adalah Goal Setting, yang diikuti dengan strategi yang jitu dan dilaksanakan dengan penuh percaya diri!

Apa goal Anda? Sudahkah di setting?

#RenunganVie

2 Jam Panjang

Luar biasa kemacetan di arah Cikoko melalui terowongan Cawang menuju Stasiun kereta Cawang. Setiap hari pada pagi  dan sore hari disaat para pelajar dan pekerja berangkat dan kembali dari tempat aktifitas masing-masing.

image

Hari ini, saya pun mengalami 2 jam panjang ini. Menghindari macetnya tol akibat pengalihan jalan karena beberapa lokasi yang terendam banjir, saya memutuskan untuk kembali ke rumah di tebet melalui jalan cikoko ke arah terowongan cawang.

Namun apa mau dikata, kendaraan tidak bisa bergerak dengan ratusan motor yang memadati sisi kiri dan kanan mobil. Bahkan jalur yang seharusnya hanya untuk sepasang mobil dan motor pada satu lajur, akhirnya diisi sebuah mobil dan dua motor yang bersisian.

Bahkan pada kejadian hari ini, tampak seorang laki-laki menyuruh wanita yang diboncengnya, yang bisa jadi adalah istrinya, berjalan kaki menunggu di ujung jalan karena suhu yang cukup panas di tengah-tengah terowongan. Apalagi wanita itu sedang menggendong seorang bayi yang menangis, mungkin karena kegerahan.

Suatu pemandangan yang ironis.. dikala semua orang tampak tergesa-gesa sehingga tidak lagi memikirkan keselamatan diri dan pengendara lain. Semua sibuk dengan kepentingannya sendiri hingga akhirnya membunyikan klakson kendaraan  bertubi-tubi. Sedangkan di sisi lain, tampak kendaraan-kendaraan yang tidak saling memberikan kesempatan untuk bergerak.

image

Belum lagi motor-motor yang mengambil jalur sebelah, sehingga kendaraan dari arah berlawanan tersendat sehingga menyebabkan kemacetan luar biasa.

Sore tadi tidak ada polisi. Biasanya ketika polisi sedang bertugas, keteraturan akan nampak karena setiap pengguna jalan tampak berhati-hati. Tapi itu bukanlah kesadaran diri akan keselamatan, tetapi takut mendapatkan sanksi.

Nah, mengapa tidak terfikirkan, jika dengan berhati-hati dan memberikan kesempatan pengendara lain mendahului jika memang demikian, dapat menjaga keselamatan diri sendiri dan mereka. Artinya tidak perlu khawatir akan berdesakan atau bersentuhan kendaraan.

Dan mungkin saya tidak perlu menempuh 2 jam perjalanaan untuk menyisir pinggir rel kereta api di sepanjang jalan Cikoko menuju Tebet melalui terowongan Cawang.

#RenunganVie

Tomcat di Sorowako

Ya ampun… kaget juga dengar berita ada tomcat menyerang teman yang sedang membangun rumah di Sumasang, Sorowako. Tahun lalu, berita yang menyebar tomcat menyerang surabaya, sekarang di kampung sendiri. Hiiii seremmmmm.

image

Dari berbagai sumber saya menemukan bahwa tomcat biasa juga disebut semut kanai atau semut kayap. Serangga tersebut adalah kumbang memiliki ukuran relatif kecil, sekitar 1 cm sehingga kadang tidak dikenali.

image

Serangga Paederus/Pestisida ini biasanya menyerang untuk mempertahankan diri atau apapun yang dianggap menggangggu.  Keunikan serangga ini adalah bagian sayap yang tak menutupi seluruh abdomen.

Akibat jika terserang serangga ini adalah dermatitis, dimana kulit melepuh seperti mengalami luka bakar dan mengeluarkan cairan. Tapi tidak usah panik karena tidak menyebabkan kematian.

image

Nah, jika terkena serangga ini, jangan di garuk tetapi cucilah dengan air mengalir dan sabun agar menetralisir racun. Bisa juga dibilas dengan air hangat yang dicampur garam dapur. Lalu bisa dioleskan Kalium permanganat atau salep untuk mengobati.

Setelah penanganan pertama, laporkan pada petugas kesehatan di sekitar Anda dan berhati-hati karena tomcat hidup di tanaman dan kayu dan tempat yang lembab dan terang.

#RenunganVie

Karma jadi Leader

“Alasan sebenarnya Bapak mau kalian cepat jadi leader, karena Bapak mau mengucapkan selamat dan Sukses atas Karmamu menjadi leader”.

image

Wah…. menjadi leader memang tidak gampang. Apalagi peran seorang leader atau pemimpin sangatlah penting dalam organisasi apapun. Leader itu membutuhkan karakter yang kuat, kemampuan manajerial dan kelompok yang dipimpin.

Apalagi menjadi leader di perusahaan asuransi seperti Prudential yang merupakan perusahaan asuransi peringkat terbaik di Indonesia sejak didirikannya tahun 1995.

Ambil contoh penulis buku best seller Mimpi Sejuta Dollar Merry Riana, merantau dan berhutang untuk kuliah di Singapore sampai pada akhirnya menjadi seorang Financial Planner di Prudential Singapore dengan income 7Milyar/tahun dan mencapai impiannya INCOME SATU JUTA DOLLAR diusia 26 tahun (buku Mimpi Sejuta Dollar :222)

image

Atau contoh lain, Richard Sentosa, lulusan Cum Laude MBA Southern New Hampshire Univ USA, Mantan Head of Corporate, Promotion and Public Relation PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk, Mantan GM PT. Astra International Tbk, memutuskan sejak tahun 2008 untuk fulltime di Prudential.

Juga Top Leader Prudential, Denny Oetama Hartono, mantan Kepala Cabang Bamk Danamon yang menjadi salah satu fenomenal untuk bisnis asuransi di Indonesia dengan melahirkan 2000 Leader Prudential.

Mereka bukan orang-orang yang dipecat dari pekerjaannya. Justru mereka adalah orang-orang hebat di perusahaan tempat mereka bekerja sebelumnya tetapi mereka memiliki keinginan untuk lebih baik.

Mereka memiliki karakter yang kuat untuk membangun kerajaan bisnisnya sendiri dengan komitmen, kejujuran, antusiasme yang tinggi serta optimis dan percaya diri. Mereka memiliki kemampuan manajerial, inovator, memberikan motivasi dan controller. Serta mereka membangun tim yang solid dengan membangun organisasinya.

image

Lalu, bagaimana dengan karma seorang Leader?

Leader, harus mempunyai pengetahuan dan kemampuan untuk memimpin (capabilitaty) serta dapat diterima oleh yang dipimpin ataupun atasannya (acceptability).

Kemampuan dalam arti mampu memimpin, mampu mengorbankan diri demi tujuan yang ingin dicapai, baik korban waktu, tenaga, materi dll serta dapat diterima, dalam arti dapat dipercaya oleh timnya maupun leader yang di atasnya.

Contoh konkrit ketika menjadi leader adalah berkomunikasi dengan timnya. Ketika seorang leader melakukan komunikasi intens, terkadang dianggap sebagai gangguan oleh anggota tim. Apalagi bagi orang-orang yang cenderung bekerja sendiri dan tidak melakukan sosialisasi yang bagus dengan tim lainnya.

Atau sebaliknya ketika seorang leader tidak secara continue berkomunikasi dengan anggota timnya.. maka leader dapat dianggap tidak memiliki komunikasi yang baik bahkan tidak memperhatikan timnya.

Seperti makan buah simalakama… di telpon terganggu tidak ditelpon dianggap tidak perhatian… tidak ada yang benar jadinya.

image

Nah karma inilah yang melekat pada semua leader. Kondisi dimana ketika dia masih menjadi bagian dari anggota tim kemudian diberikan kesempatan untuk memimpin timnya sendiri. Secara teori memang gampang.. bagaimana membina hubungan yang baik dengan anggota tim. Karena kesuksesan itu harus direncanakan dan dilaksanakan bersama dengan tim. Namun dalam pelaksanaannya, urusan komunikasi sering menjadi kendala dalam tim.

Dalam ajaran Hindu, karma itu merupakan ajaran yang sejalan dengan hukum sebab akibat. Dimana sebuah kejadian dapat terulang pada seseorang sebagai akibat dari perbuatan sebelumnya.

Kata” karma” berasal dari bahasa Sansekerta yaitu dari akar kata “Kr” yang artinya berbuat atau bekerja. Perbuatan yang dilakukan kadang-kadang disadari, terkadang juga tidak.

Perbuatan baik disebut Subha Karma dan perbuatan yang tidak baik disebut dengan Asubha Karma. Sumber Karma ada tiga yaitu :

¨     Manah (pikiran)

¨     Wacika (perkataan)

¨     Kayika(perbuatan)

Setiap perbuatan pasti mendatangkan hasil (Phala), itu sudah hukumnya.

Hasil dari perbuatan disebut Karma Phala.

Di dalam kitab “slokantara” dijelaskan “Karma Phala Ngaran Ika, Phalaning Gawe Hala Hayu”  artinya Karma Phala itu adalah akibat (Phala) dari baik dan buruk suatu perbuatan. Baik perbuatan kita, baik pula hasilnya dan bila buruk perbuatan kita buruk juga hasil yang kita nikmati.

Hukum Karma Phala inilah yang sejalan dengan hukum sebab akibat yaitu segala sebab pasti mendatangkan akibat.

Nah.. ketika seseorang terpilih untuk menjadi leader di kelompoknya menjadi kecenderungan ketika dampak dari apa yang pernah dialaminya menjadi dasar perbuatannya di masa mendatang.

image

Atau secara karma, ketika masih menjadi anggota kita selalu menuntut leader untuk lebih perhatian atau seperti apa.. maka ketika menjadi seorang leader maka kitapun harus siap mampu mengorbankan diri demi tujuan yang ingin dicapai, baik korban waktu, tenaga, materi dll serta dapat diterima, dalam arti dapat dipercaya oleh tim sendiri maupun leader yang di atas.

Sudah siap menjadi leader 2014?

#Prudential

Melayang

Yang, kita tau… tidak terlalu jelas mataku baca tulisan di hp… tapi begitu saya perhatikan kita yang menelpon, wuihhhh kayak melayangka di udara…

image

Huakakaka serasa abg saja omongannya… mendengarnya aja udah geli hehehehe…

Memang betul, ternyata kelakuan orang-orang yang sudah berumur itu kembali pada sensitifitas anak-anak. Kejadian di atas mungkin geli menggemaskan… tapi ada juga yang menyebalkan.

Misalnya sakit yang harus ditongkrongi, ata pesan makanan yang harus sama. Atau misalnya lagi kalau mereka bercerita, sangat tahu jika tidak diperhatikan. Terus tiba2 nyeletuk, memang kalo orang tua sudah tidak didengar lagi. Atau bilangnya.. tunggu saya mati yah… supaya tidak dengar ocehan…

image

Wadowwww serba salah deh…

#RenunganVie