Tetiba namaku disebut untuk dampingi pimpinan dinas ke pulau Dewata, Bali. Senang? Wah.. ini kejutan yang luar biasa. Apalagi sudah lama sejak terakhir aku menginjakkan kaki di pulau eksotik itu.
Mengunakan Batik Air ID 6508, aku ikut dalam rombongan Tasbara BNPP-RI pada Selasa, 5/5/2026. Saat akan mendarat, sebuah pengumuman memberitahukan bahwa kami akan berputar beberapa saat menunggu jadwal pendaratan karena padatnya arus perlintasan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Hingga akhirnya pesawat yang kami tumpangi berhenti dengan sempurna.

Alhamdulillah, setelah dua jam perjalanan, pesawat mendarat mulus di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Begitu keluar dari bandara, aku langsung merasakan suasana yang berbeda. Udara Bali terasa lebih hangat dengan aroma khas laut dan bunga kamboja yang samar terbawa angin. Deretan patung, ukiran khas Bali, dan senyum ramah masyarakat membuatku merasa disambut dengan hangat. Bersama rombongan, kami pun melanjutkan perjalanan ke Aston Kuta Hotel & Residence untuk beristirahat.

Tring… Sebuah pesan masuk meminta kami berkumpul di lobby. Saatnya makan malam. Sate ayam menjadi pilihanku ditemani manggo lassi, sambil menikmati suasana malam di Kuta.

Alhamdulillah, setelah santap malam dan diskusi yang cukup panjang, kamipun kembali dan beristirahat.
Matahari mengintip di balik jendela. Aku dan rekanku Dwi pun bersiap-siap untuk memulai aktivitas hari ini. Agenda panitia cukup padat, diawali dengan Rapat Koordinasi, class breaking games dan makan malam bersana.

Rapat kerja berlangsung serius namun tetap cair. Berbagai pembahasan mengenai program kerja, evaluasi kegiatan, hingga rencana pengembangan ke depan dibicarakan secara mendalam.


Siang harinya, panitia mengadakan sesi games untuk mempererat kebersamaan. Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan mengikuti tantangan-tantangan sederhana namun menghibur. Momen itu membuat hubungan antar peserta menjadi lebih akrab.

Hari yang panjang dan seru ditutup dengan makan malam yang santai.
Hari ketiga kami diajak untuk menikmati makan siang di Grand Puncak Sari dengan pemandangan gunung Batur yang masih aktif dan danau Batur. Kedua objek wisata ini terletak di lecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Perjalanan menuju dataran tinggi itu dipenuhi pemandangan hijau yang menenangkan. Jalanan berliku membawa mereka semakin dekat dengan panorama alam Bali yang memukau.

Saat tiba di restoran Grand Puncak Sari, tempat makan siang, kami terpukau oleh pemandangan di hadapannya. Gunung Gunung Batur berdiri megah dengan kabut tipis yang menyelimuti puncaknya. Di bawahnya, Danau Batur tampak tenang berkilau terkena cahaya matahari siang. Udara di Kintamani terasa sejuk dan segar.

Sore harinya, rombongan kembali ke hotel. Perjalanan pulang terasa tenang karena sebagian peserta mulai kelelahan setelah aktivitas beberapa hari terakhir. Setibanya di hotel, aku memilih beristirahat di kamar. Menikmati suasana santai sambil meminum teh hangat dan memandangi langit Bali yang mulai berubah jingga menjelang malam.
Keesokan harinya, pesawat Batik Air ID 6517 membawaku kembali ke Jakarta lepas landas tepat waktu. Dari balik jendela, aku melihat perlahan Pulau Bali menjauh. Tersenyum kecil sambil membatin bahwa suatu hari nanti, aku ingin kembali lagi ke pulau indah itu—bukan hanya untuk bekerja, tetapi untuk menikmati lebih banyak cerita yang belum sempat aku temui.
Alhamdulillah, sampai jumpa lagi di kisah selanjutnya..