MEDAN DALAM TUGAS

Ada rasa sesak saat mendengar namaku masuk dalam tim yang akan berangkat ke Medan. Sesaat, kenangan lama kembali seolah nyata di pelupuk mata. Perlahan kutanamkan dalam hati, aku akan baik+baik saja.

Bismillah, menggunakan pesawat GA 186, aku meninggalkan Jakarta menuju Bandara Kuala Namu Medan. Penerbangan ditempuh sekitar dua jam lebih sedikit. Alhamdulillah cuaca bagus sehingga penerbangan lancar.

Tiba di Kuala Namu, Medan, rombongan kami telah ditunggu oleh sopir yang mengantarkan kami ke hotel Grand Mercure. Setelah check in, aku langsung ke kamar dan istirahat hingga tiba waktu berbuka puasa.

Wah, keren banget sahur di tepi kolam renang. Aish, suasananya nyaman, bikin betah duduk lama-lama. Sampai akhirnya masuk waktu imsak san sholat subuh. Lanjut Dami, Fredi dan diriku berangkat ke Kuala Tanjung sebagai tim surveyor Medan untuk pengambilan data dan informasi layanan P3G Kuala Tanjung, Medan.

Sahur di tepi kolam renang

4 jam perjalanan subuh membuatku melihat pergerakan matahari terbit di sepanjang perjalanan menuju Kuala Tanjung. Mashaallah, sungguh indah ciptaanMu ya Allah.

Menembus gelap

Matahari sudah tinggi saat kami tiba di Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara, Sunatera Utara. Setelah mendengar penjelasan satpam pelabuhan, kami pun bergeser dan berkunjung ke kantor Camat Sae Suka Medan. Bertemu dengan Camat Sae Suka, kami pun berdiskusi singkat sebelum berkunjung ke kantor syahbandar Kuala Tanjung dan melakukan kunjungan lapangan.

Di kantor Syahbandar Kuala Tanjung kami berdiskusi dengan beberapa pejabat Syahbandar Kuala Tanjung. Kemudian kami diajak melakukan kunjungan lapangan ke area pelabuhan Kuala Tanjung guna melihat aktivitas pelabuhan termasuk di wilayah operasional Inalum (Indonesia Asahan Alumunium).

Setelah itu kami juga berkunjung ke kantor layanan Bea Cukai Kuala Tanjung sebelum kembali ke kota Medan untuk mempresentasikan hasil kunjungan lapangan.

Alhamdulillah perjalanan lancar sehingga kami bisa tiba selamat di kota Medan. Setelah buka puasa dan istirahat sejenak, kami melakukan briefing dan persiapan paparan Bapak Deputi terkait hasil temuan lapangan di P3G Lam Reh Kabupaten Aceh Besar, P3G Kuala Langsa Provinsi Aceh dan P3G Kuala Tanjung Kabupaten Batubara Provinsi Sumatera Utara sebagaimana data temuan kunjungan tim surveyor.

Hari pertemuan pun tiba. Namun hatiku berdebar begitu kencang. Aku sudah berusaha mempersiapkan diri untuk tugas MC yang diberikan. Namun tetap saja, rasa khawatir dan deg-degan tidak bisa kuhilangkan dengan mudah. Hingga akhirnya tugas aku laksanakan dan berjalan dengan baik, alhamdulillah.

Rapat yang dipimpin Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP Dr. Robert Simbolon berlangsung dengan baik. Antusias dan keaktifan peserta rapat membuat dinamika ruang dialog menjadi riuh dan memperkaya informasi kondisi lapangan yang lebih dulu ditemukan tim surveyor BNPP.

Akhirnya rapat selesai dan kami bisa beristirahat juga bersiap untuk perjalanan kembali ke Jakarta. Menggunakan GA 185, kami kembali ke Jakarta pada Jumat, 14/4. Alhamdulillah.

2023 HIDUP BARU

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Sungguh, manusia merencanakan, Allah SWT yang menentukan. Dan inilah yang menginspirasi kisahku kali ini.

Jelang akhir 2020 aku mendapat telpon dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia. Telepon yang menanyakan keinginanku untuk bergabung dengan BNPP.

Akupun mendiskusikan hal ini dengan Bupatiku Alm H. Muh. Thoriq Husler. Saat itu beliau memberikan jawaban yang bijaksana sehingga membuatku memutuskan untuk memproses kepindahanku.

Semua berproses. Namun kehendak Allah SWT, Pak H. Husler meninggalkan kami dalam duka yang panjang. Aku bahkan menjadi tertuduh sebagai lawan dari Wakil Bupati yang menggantikan almarhum. Bahkan sempat “dikantorkan” tanpa penugasan meski akhirnya “diaktifkan” kembali dalam tugas. Tapi sekali lagi semua berproses. Dan berkaskupun tetap berproses.

Sampai akhir tahun 2022, saat aku masih dalam pemulihan paska operasi pengangkatan tumor Suprasellar yang menekan jaringan saraf mataku ke otak, kabar putusan proses kepindahanku terbit dan aku diminta mengambilnya.

Sungguh Allah SWT Maha Kuasa atas segalanya. Semua terjadi diluar perkiraanku. Sempat membuatku terpaku dan tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Namun tetap saja rasa syukur terucap tanpa henti.

3 Januari 2023 pertama kali aku menapakkan kaki secara resmi ke BNPP dan semua berproses dengan bantuan kakak cantikku kak Anne, yang banyak memberikan wejangan dan memperkenalkanku lebih jauh tentang BNPP.

Welcome New Life, inshaallah berkah.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.