Aira

Di kota tambang bernama Sorowako, terhampar perbukitan hijau dan danau yang bening seperti kaca, lahirlah seorang anak perempuan bernama Aira. Sejak kecil, tawa Aira mudah sekali pecah—ringan dan jernih, seperti riak air yang disentuh angin pagi. Sorowako membesarkannya dengan keramahan orang-orang yang saling mengenal dalam kekerabatan.

Rumah Aira tak jauh dari Danau Matano. Setiap sore, setelah matahari mulai menyapa, ia berlari menuruni jalan setapak dengan rambut terikat asal-asalan. Danau itu baginya bukan sekadar air; ia adalah halaman bermain, cermin langit, dan sahabat yang selalu setia mendengar. Aira berenang dengan gaya bebas ciptaannya sendiri—kadang rapi, kadang kacau—sambil menghitung awan atau menebak bentuk ikan yang lewat di bawahnya. Air Matano dingin dan dalam, tapi Aira merasa aman, seolah danau itu memeluknya.

Ayahnya bekerja di tambang. Ibunya meski ibu rumah tangga biasa, tetapi cukup aktif dalam bermasyarakat. Dari mereka, Aira belajar disiplin dan sabar. Orang tua Aira terkenal ramah dan memiliki banyak kegiatan di masyarakat. Namun mereka tetap menyisihkan waktu yang cukup untuk Aira dan adik-adiknya.

Dari danau, Aira belajar keberanian. Ia pernah jatuh dari dermaga kecil dan terkejut oleh dingin yang menyergap, namun tak menangis. Ia muncul ke permukaan dengan napas terengah, lalu tertawa—tawa yang sama cerahnya dengan matahari Sorowako.

Di sekolah, Aira dikenal ceria dan mudah berteman. Ia suka bercerita tentang ikan-ikan kecil yang berkilau seperti koin dan tentang kedalaman danau yang katanya menyimpan rahasia. Teman-temannya mendengarkan dengan mata berbinar, seolah ikut berenang bersamanya. Guru-gurunya sering tersenyum melihat Aira yang selalu mengangkat tangan, penuh rasa ingin tahu.

Suatu hari, saat senja menguning, Aira duduk di tepi Danau Matano. Air tenang memantulkan langit, dan ia melihat bayangannya sendiri—kecil, tapi teguh. Ia berjanji dalam hati untuk terus tumbuh seperti danau itu: tenang di permukaan, kuat di kedalaman. Sorowako akan selalu menjadi rumahnya, dan Danau Matano akan selalu menjadi tempat ia belajar mencintai hidup—dengan tawa, keberanian, dan hati yang lapang.
* * *
Suatu sore yang teduh, ketika angin berembus pelan dari arah perbukitan, Aira kembali duduk di tepi Danau Matano. Kali ini ia tidak langsung berenang. Di bangku kayu tua dekat dermaga, ia melihat seorang nenek duduk sendiri, mengenakan kain sederhana dan selendang tipis yang warnanya telah pudar dimakan waktu. Rambutnya putih seluruhnya, namun matanya tajam dan hangat, seperti menyimpan banyak cerita.

Aira menyapa dengan sopan dan duduk di sampingnya. Nenek itu tersenyum, menatap danau sejenak sebelum berkata, “Danau ini sudah melihat banyak hal, Nak. Jauh sebelum kau lahir.”

Kalimat itu membuat Aira penasaran.

Pelan-pelan, nenek mulai bercerita. Tentang masa ketika Sorowako belum seramai sekarang, ketika jalanan masih tanah merah dan listrik belum menyala sepanjang hari. Ia bercerita tentang kedatangan orang-orang asing dari jauh—dari Kanada—yang membawa peta, mesin besar, dan mimpi tentang nikel yang tersimpan di perut bumi. Mereka datang dengan kapal dan pesawat kecil, membuka hutan, membangun rumah-rumah baru, dan perlahan mengubah wajah Sorowako.

“Waktu itu kami bingung dan takut,” kata sang nenek sambil tersenyum tipis. “Takut kehilangan tanah, takut danau ini berubah. Tapi kami juga berharap—akan ada sekolah, pekerjaan, dan masa depan yang lebih baik.”

Aira mendengarkan dengan saksama. Ia membayangkan Sorowako di masa lalu, sunyi dan hijau, lalu berubah sedikit demi sedikit menjadi kota tambang yang ia kenal hari ini. Ia teringat ayahnya yang berangkat pagi-pagi ke tambang dan pulang di sore hari.

Nenek itu menghela napas. “Perusahaan itu membawa perubahan. Ada yang baik, ada yang berat. Tapi Danau Matano tetap di sini, menjaga kita semua—asal kita juga mau menjaganya.”

Aira menatap permukaan air yang berkilau. Cerita itu membuat dadanya hangat dan penuh. Ia merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar—sejarah panjang yang mengalir seperti air danau, dari masa lalu ke masa depan.

Sebelum berpisah, Aira berjanji pada nenek itu untuk terus belajar dan merawat danau yang ia cintai. Saat ia akhirnya berenang, gerakannya terasa berbeda—lebih tenang, lebih sadar. Seolah setiap kayuhan membawa cerita Sorowako bersamanya, cerita tentang tanah, manusia, dan harapan yang tak pernah benar-benar tenggelam.

* * *
Hari-hari berikutnya dipenuhi tawa. Aira kembali menjadi anak yang berlari tanpa beban, dan kebahagiaan itu terasa berlipat saat ia bersama teman-temannya—Citra yang cerewet tapi setia, Achy yang selalu membawa ide-ide usil, Juwi yang pendiam namun paling berani saat berenang, dan masih banyak lainnya yang datang dan pergi seperti angin sore Sorowako.

Suatu pagi yang cerah, mereka berjanji bertemu di ujung lapangan. Dari sana, sebuah jalan kecil membelah pematang sawah yang hijau, memanjang tenang di tengah hamparan lapangan golf yang rapi dan indah. Rumput golf terpangkas halus, kontras dengan padi yang menguning pelan di pematang. Anak-anak itu berjalan beriringan, kadang berlari, kadang berhenti untuk menyeimbangkan langkah di tepi pematang yang sempit.

“Siapa jatuh, terakhir nyebur!” teriak Achy, disambut tawa riuh.

Aira melangkah ringan, matanya menyapu pemandangan—langit biru yang luas, bukit-bukit yang memeluk Sorowako, dan Danau Matano yang berkilau di kejauhan seperti memanggil. Angin membawa aroma rumput basah dan tanah, membuat langkah mereka terasa seperti petualangan kecil yang selalu dinanti.

Sesampainya di tepi danau, sepatu dan sandal dilempar sembarang. Mereka berlarian, menghitung sampai tiga, lalu melompat bersamaan. Air memercik, tawa meledak, dan dunia seolah berhenti sejenak. Citra tertawa paling keras, Juwi menyelam paling dalam, Achy membuat lomba dadakan, sementara Aira berenang memutar, memimpin permainan dengan wajah penuh cahaya.

Di antara jeda napas, mereka berbaring mengapung, menatap langit. Aira teringat cerita nenek tentang masa lalu Sorowako, dan ia merasa bersyukur—memiliki teman, danau yang setia, dan hari-hari yang sederhana namun penuh arti. Di tempat itu, di jalur pematang sawah yang mengantar mereka ke Danau Matano, Aira tahu: kebahagiaan sering kali sesederhana berjalan bersama teman, menuju air yang selalu menunggu.

* * *
Matahari perlahan turun di balik perbukitan. Cahaya jingga menari di permukaan Danau Matano, membuat airnya tampak keemasan. Satu per satu, Aira dan teman-temannya naik ke darat. Rambut mereka basah, baju menempel di badan, tapi wajah-wajah itu penuh kepuasan.

“Besok kita ke sini lagi, ya!” kata Citra sambil memeras ujung bajunya.

“Iya, tapi jangan lupa PR,” sahut Juwi singkat, membuat yang lain tertawa.

Mereka pulang menyusuri jalan yang sama, kini lebih tenang. Di rumah, Aira mandi hingga bersih, mengganti baju dengan mukena kecil berwarna putih. Saat azan magrib berkumandang, suaranya menggema lembut di Sorowako, memanggil anak-anak yang baru saja melepas hari.

Di masjid, Aira kembali bertemu Citra, Achy, Juwi, dan teman-teman lainnya. Mereka duduk rapi bersila, mushaf kecil di tangan. Guru mengaji mereka, Ustaz Rahman, tersenyum melihat barisan yang hampir lengkap.

“Wah, sepertinya hari ini habis berenang, ya?” godanya.

Achy mengangkat tangan, pura-pura serius. “Izin ustaz, kami latihan jadi ikan Matano.”

Masjid pun dipenuhi tawa kecil.

“Kalau begitu,” kata Ustaz Rahman sambil tersenyum, “ikannya harus rajin mengaji juga, supaya makin pintar.”

Mereka mulai membaca. Aira mengeja ayat demi ayat dengan khusyuk, sesekali dibenarkan lembut. Saat giliran Citra, ia tersendat di satu ayat.

“Pelan-pelan, Citra,” ujar ustaz. “Al-Qur’an itu bukan untuk dikejar, tapi untuk ditemani.”

Setelah mengaji, mereka berdiri menunaikan salat isya berjamaah. Suasana masjid hening dan hangat. Aira merasakan ketenangan yang berbeda—seperti danau di malam hari, tenang dan dalam.

Usai salam, Ustaz Rahman berpesan, “Anak-anak, bermain itu boleh, senang itu perlu. Tapi jangan lupa pulang pada waktu dan ingat kepada Allah.”

“Iya, Ustaz!” jawab mereka serempak.

Di luar, malam telah turun. Aira berjalan pulang dengan hati penuh—hari yang dimulai dengan tawa di danau, ditutup dengan doa dan kebersamaan. Lampu-lampu rumah menyala satu per satu, dan Sorowako kembali tenang. Aira tahu, esok hari cerita baru akan menunggunya, tapi kenangan hari ini akan tinggal lama, seperti cahaya senja yang perlahan menyatu dengan malam.

* * *
Setibanya di rumah, lampu ruang makan sudah menyala terang. Aroma ikan goreng dan sayur bening menyambut Aira begitu ia melangkah masuk. Ibunya tersenyum dari dapur, sementara ayahnya duduk di ujung meja, menunggu semua berkumpul.

Tak lama kemudian, tiga adiknya datang berlarian. Rahman langsung duduk rapi. Reza menyusul sambil masih membawa mobil-mobilan di tangan, dan Aisyah yang paling kecil naik ke kursinya dengan bantuan ibu.

“Cuci tangan dulu, Reza,” tegur ayah lembut.

“Sebentar, Yah… mobilnya parkir dulu,” jawab Reza polos, membuat Aira terkekeh.

Mereka makan bersama, saling bercerita tentang hari masing-masing. Aira bercerita tentang danau dan senja, Rahman tentang pelajaran di sekolah, Reza tentang “balapan” mobilnya, dan Aisyah yang hanya menimpali dengan senyum dan anggukan kecil. Di meja sederhana itu, tawa dan syukur menyatu.

Usai makan malam, piring dibereskan bersama. Lalu keempat bersaudara itu duduk di ruang tengah, membuka buku dan alat tulis. Aira membantu Rahman mengulang pelajaran, sesekali membetulkan tulisan Reza, dan menemani Aisyah mewarnai gambar. Ayah membaca koran, ibu menjahit sambil sesekali menoleh memastikan semuanya baik-baik saja.

Malam semakin larut. Satu per satu buku ditutup, lampu diredupkan. Aira merapikan tas untuk esok hari, lalu berbaring di tempat tidur. Dari jendela, ia melihat bintang berkelip di atas Sorowako.

Hari itu terasa utuh—bermain, belajar, beribadah, dan berkumpul bersama keluarga. Dengan hati hangat, Aira memejamkan mata. Esok, danau, sekolah, dan cerita-cerita kecil lainnya akan menunggu.

* * *
Namun sebelum benar-benar terlelap, Aira bangkit kembali. Ia meraih buku kecil bersampul biru dari laci meja—buku kesayangannya. Di sanalah ia menulis apa saja yang singgah di hatinya: danau, tawa, senja, juga hal-hal yang belum sepenuhnya ia mengerti. Menulis membuatnya merasa dekat dengan dirinya sendiri.

Malam itu sunyi. Hanya suara jangkrik dari luar jendela dan napas lembut adik-adiknya yang telah tertidur. Cahaya lampu meja temaram, cukup untuk menemani pikirannya yang mengembara. Aira memandang langit sebentar, lalu menunduk dan mulai menulis. Ia menulis tentang malam yang tenang, tentang rindu yang datang tanpa alasan—rindu pada siang yang telah berlalu, pada tawa di danau, pada hal-hal yang suatu hari mungkin akan berubah.

Tulisannya mengalir pelan, jujur, seperti air Matano di bawah bulan.

Ia menulis puisi itu tanpa banyak berhenti, seolah kata-kata telah lama menunggu untuk dituliskan. Ketika selesai, Aira membaca ulang dengan senyum kecil. Ada kehangatan di dadanya—perasaan dimengerti oleh kata-kata ciptaannya sendiri.

Malam dan Kerinduan

Malam datang perlahan,
menutup riuh siang dengan sunyi
bintang-bintang menyala pelan
seperti mata yang menjaga mimpi.

Angin berbisik di jendela,
membawa cerita yang tak sempat terucap
tentang tawa yang baru saja pulang,
dan rindu yang diam-diam menetap.

Aku merindu tanpa tahu pada siapa,
mungkin pada waktu yang berlalu,
pada langkah-langkah kecil hari ini,
pada hangat yang ingin tinggal lebih lama.

Malam mengajarkanku satu hal:
rindu tak selalu tentang kehilangan,
kadang ia hanya cara hati
mengucap syukur dengan pelan.

Di bawah langit yang luas dan tenang,
aku titipkan doa pada gelap,
semoga esok datang dengan cahaya,
dan rindu menemukan rumahnya kembali.

Buku itu ia tutup perlahan. Aira memeluknya sebentar, lalu meletakkannya kembali ke laci. Ia berbaring, menarik selimut hingga ke dada. Malam Sorowako terasa ramah, menyimpan puisi kecil seorang anak yang belajar mengenal rindu.

Dengan pikiran tenang dan hati penuh, Aira akhirnya terlelap—membawa malam, kerinduan, dan mimpinya ke dalam tidur.


* * * * *

#rindurumah

Welcome 2026

Alhamdulillah @010126

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas junjungan kami, Nabi Muhammad, shalawat yang memenuhi khazanah-Mu dengan cahaya, dan menjadi bagi kami dan kaum mukminin jalan keluar, kebahagiaan, dan kesenangan. Dan (limpahkan pula) kepada keluarganya dan para sahabatnya, serta berilah salam sebanyak-banyaknya.

Ya Allah, Engkaulah Yang Abadi, Yang Dahulu, Yang Pertama. Kepada anugerah-Mu yang agung dan karunia-Mu yang luas tempat kami menggantungkan harapan.

“Ya Allah, ampunilah perbuatanku sepanjang tahun 2025 yang melanggar larangan-Mu padahal aku belum sempat bertobat. Engkau begitu sabar meski berkuasa menghukumku. Engkau mengajakku bertobat walau aku lancang bermaksiat. Kini kuharap Engkau menerima amal baikku yang Kau ridhai serta Kau janjikan pahalanya. Jangan biarkan harapanku sirna, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

“Ya Allah, Engkau Yang Kekal, Qadim, dan Pertama. Hanya pada anugerah-Mu yang agung dan kedermawanan-Mu yang mulia kami bergantung. Tahun baru telah datang. Bimbinglah agar kesibukan kami mendekatkan diri kepada-Mu, wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”

Maha Suci Engkau, Ya Allah wahai Rabbku, dan dengan memuji-Mu, tiada Ilah selain Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Yaa Allah… Bukakanlah atas kami pintu kebajikan, pintu berkah-Mu, pintu rahmat-Mu, pintu kekuatan, pintu rezeki-MU, pintu kesehatan, dan pintu keselamatan, karena Engkaulah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Yaa Allah, tiada yang mudah selain yang Engkau mudahkan. Bukakanlah untuk kami jalan keluar dari segala kesulitan, dan penuhilah segala kebutuhan kami. Jadikanlah kami termasuk golongan orang yang senantiasa ingat kepada-Mu, selalu mensyukuri nikmat-Mu dan selalu beribadah serta mengabdikan diri kepada-Mu.

Ya Allah Ya Tuhan kami, Engkau-lah Sang Maha Pengampun.Ampunilah dosa dan kesalahan kami, dosa pemimpin kami serta dosa dan kesalahan kedua orang tua kami. Perkenankanlah doa dan pinta kami ini.

Aamiin Ya Rabbal Aalaamiin

#viestory
#ceritavie
#thankyou

Happy Birthday Vie

Pantun untukku ❤️

Burung merpati terbang tinggi,

Hinggap sejenak di atas dahan,

Usia bertambah ku syukuri,

Semoga hidup penuh kemudahan.

Cakeppppp…..

Ke pantai berjalan kaki,

Menikmati angin sepoi-sepoi,

Bertambah usia kian berarti,

Semoga hidup makin termotivasi

Inshaallah Aamiin YRA 🤲🏻

Terima kasih bu dr.Ety

Terima kasih atas cinta dan dukungan dari keluarga, sahabat, teman-teman dan rekan kerja yang selalu memberikan arti dalam hidup ini.

Banyak yang telah terjadi, namun masih banyak pula yang akan kualami, semoga selalu mendapatkan ijin, ridha dan kehendak dariNya, Aamiin YRA 🤲🏻

Keluarga besar Tasbara, BNPP
Special dari Dapur Umichy
Terima kasih Echy ❤️
Alhamdulillah 🤲🏻

Hari yang istimewa dari keluarga dan sahabat tercinta. Terima kasih atas dukungan dan semua cinta yang diberikan.

Alhamdulillah, bertambah satu tahun usiaku. Semoga perjalanan hidupku semakin diberi keberkahan oleh Allah SWT. Barakallah!

Ya Allah panjangkanlah umur kami, sehatkanlah badan kami, terangilah hati kami, kuatkanlah hati kami, baikkanlah amal kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami dengan kebaikan dan jauhkan kami dengan kejahatan.

Aamiin Allahumma Aamiin

Aamiin Aamiin Aamiin Ya Rabbal Aalaamiin 🤲🏻

Gebyar Sambut 2025

Jelang akhir tahun 2024 aku tetap masuk kantor seperti biasa. Tak ada libur selain di akhir pekan dan hari raya Natal. Bahkan kami sempat mengabadikan moment bersama Asisten Deputi Pengelolaan Lintas Batas Negara, Bapak Budi Setyono dan istrinya, ibu dr. Caroline di ruang Tasbara BNPP-RI.

Keluarga Tasbara BNPP-RI, Selasa, 31 Desember 2024

Kembali ke rumah, aku istirahat sejenak sebelum kakak sepupuku, Sri Mulyati tiba dengan Eca dan Saki. Kami berencana menikmati malam pergantian tahun di Monas, yang merupakan salah satu titik kumpul masyarakat di Jakarta.

Wah, begitu antusias masyarakat yang ingin menyambut tahun baru 2025. Bahkan terdapat beberapa titik panggung di sekitaran monas yang ramai oleh pengunjung.

Alhamdulillah, akhirnya kami berhasil menembus kerumunan dan masuk ke pelataran monas, menggelar alas di atas rerumputan dan menikmati pagelaran musik hingga pesta kembang api menjemput tahun 2025.

Mashaallah, Allah SWT perkenankan kami menyaksikan  malam pergantian tahun 2024 ke 2025 dalam keadaan sehat bersama keluarga dengan suasana yang indah di Halaman Monumen Nasional (Monas) Jakarta.

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Arab Latin: Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu’awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

Artinya: “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

Sumber: “Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun: Arab, Latin dan Artinya” selengkapnya https://www.detik.com/hikmah/doa-dan-hadits/d-7710999/doa-akhir-tahun-dan-awal-tahun-arab-latin-dan-artinya.

Banyak hal yang menjadi pencapaian juga evaluasi dari aktivitas di tahun 2024. Mari kita perbaiki diri menjadi lebih baik di tahun 2025. Harus tetap optimis, semangat dan hati-hati dalam melangkah serta mengambil keputusan. Menjadi pribadi yang lebih baik lagi namun tidak berputus asa saat menemui kegagalan. Tetap semangat untuk bangkit dan mencoba untuk mendapatkan izin, ridha dan kehendak Allah SWT.

Semoga tahun 2025 kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi, senantiasa bersyukur dan introspeksi diri dalam lindungan Allah SWT, Aamiin YRA 🤲🏻

Mengenal Diri Sendiri: Kunci Meraih Hidup yang Bermakna

Siapa saya? Sebuah pertanyaan yang belum tentu pernah kita tanyakan pada diri sendiri. Padahal, mengenal diri merupakan proses pemahaman yang mendalam terhadap pikiran, perasaan, keinginan, serta nilai-nilai yang membentuk kepribadian kita.

Meskipun terdengar sederhana, mengenal diri sendiri adalah perjalanan yang kompleks dan penuh tantangan. Banyak orang mungkin menghabiskan seumur hidup tanpa benar-benar mengetahui siapa mereka sebenarnya, apa yang mereka inginkan, dan apa yang membuat mereka merasa hidup. Bagaimana denganmu?

Rasulullah SAW bahkan pernah bersabda: من عرف نفسه، فقد عرف ربّه “
Man arafa nafsahu faqad arafa Rabbahu,”. Artinya: “Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya.”

1. Mengenali lebih dalam terhadap diri sendiri perlu dilakukan secara lahiriah hingga batiniah. Meskipun setiap orang memiliki caranya masing-masing, tetapi sebelum lebih lanjut, sangat penting untuk mengenal diri sendiri. Memahami bagaimana cara untuk memulai proses pengenalan diri. Serta manfaat yang dapat dirasakan ketika kita mencapai pemahaman diri yang lebih baik.1. Mengapa Mengenal Diri Sendiri Penting?
Mengenal diri sendiri adalah pondasi utama untuk mencapai keseimbangan hidup dan kebahagiaan yang sejati. Dengan mengetahui siapa diri kita, maka teknik pengambilan keputsan hingga proses pengambilan keputusan dalam hidup ini dapat dilakukan dengan lebih baik.Hal ini akan membantu diri untuk memahami apa yang membuat kita bahagia. Hal ini juga dapat merancang hidup yang sesuai dengan nilai-nilai dan keinginan kita.

    Berikut beberapa alasan mengapa mengenal diri sendiri menjadi penting:

    • Kepercayaan Diri yang Lebih Besar: Ketika kita tahu siapa kita, kita menjadi lebih percaya diri. Kita tidak mudah tergoyahkan oleh pendapat orang lain karena kita memiliki keyakinan yang kuat terhadap diri sendiri.
    • Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik: Dengan pemahaman yang jelas tentang diri sendiri, kita dapat membuat keputusan yang sejalan dengan tujuan dan nilai hidup kita, tanpa terlalu dipengaruhi oleh tekanan eksternal.
    • Hidup yang Lebih Bermakna: Mengenal diri sendiri memungkinkan kita menemukan tujuan hidup yang sejati. Ini memberikan rasa makna dan kebahagiaan yang lebih mendalam karena kita hidup sesuai dengan siapa kita sebenarnya, bukan sekadar mengikuti harapan orang lain.

    2. Langkah-Langkah dalam Mengenal Diri Sendiri
    2.1 Refleksi Diri
    Langkah pertama dalam mengenal diri sendiri adalah melakukan refleksi diri. Ini berarti meluangkan waktu untuk merenung dan bertanya pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan penting, seperti:

      • Apa yang membuat saya bahagia?
      • Apa yang membuat saya merasa bangga?
      • Apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan saya?

      Tuliskan jawaban Anda untuk setiap pertanyaan ini. Menuliskan pemikiran dan perasaan dapat membantu memperjelas pikiran Anda dan memungkinkan Anda untuk melihat pola-pola yang mungkin tidak Anda sadari sebelumnya.

      2.2 Temukan Nilai-Nilai yang Anda Anut


      Nilai adalah prinsip-prinsip yang kita pegang teguh dalam hidup, seperti kejujuran, kedamaian, atau kebebasan. Mengetahui nilai-nilai yang penting bagi kita membantu dalam menentukan arah hidup. Nilai yang kita anut mencerminkan apa yang benar-benar kita pedulikan. Anda bisa mencoba menuliskan daftar nilai yang menurut Anda penting dan memilih tiga atau lima nilai utama yang paling berpengaruh dalam hidup Anda.

      2.3 Perhatikan Minat dan Hobi
      Mengenal diri sendiri juga berarti mengetahui apa yang benar-benar menarik minat kita. Aktivitas yang kita lakukan dengan penuh antusiasme dapat menjadi petunjuk tentang siapa kita sebenarnya. Tanyakan pada diri sendiri, “Apa yang membuat saya merasa hidup?” “Apa yang membuat saya merasa bersemangat dan penuh energi?”

      2.4 Kenali Kekuatan dan Kelemahan Anda
      Kita semua memiliki kekuatan dan kelemahan. Menerima kelemahan tanpa merasa rendah diri, serta memahami kekuatan tanpa merasa sombong adalah bagian penting dalam mengenal diri. Kenali apa yang menjadi keunggulan Anda, serta area yang masih bisa Anda kembangkan. Ini akan membantu Anda untuk lebih realistis terhadap diri sendiri dan lebih bijaksana dalam mengambil keputusan.

      2.5 Terima dan Hargai Diri Sendiri
      Proses mengenal diri sering kali mengungkap hal-hal yang mungkin sulit diterima, seperti kesalahan masa lalu atau sifat yang kurang menyenangkan. Terima bahwa diri Anda memiliki ketidaksempurnaan dan berikan penghargaan pada usaha yang telah Anda lakukan. Menerima diri sepenuhnya adalah langkah penting dalam perjalanan mengenal diri.

      3. Teknik dan Alat untuk Mengenal Diri
      Beberapa teknik dan alat yang bisa digunakan untuk mengenal diri sendiri lebih dalam, antara lain:

        • Jurnal Pribadi: Menulis jurnal adalah cara yang efektif untuk memahami pikiran dan perasaan yang mungkin tersembunyi. Setiap hari, tuliskan pengalaman, pikiran, dan perasaan Anda. Tinjau ulang setelah beberapa waktu untuk melihat pola atau kebiasaan dalam kehidupan Anda.
        • Tes Kepribadian: Tes seperti Myers-Briggs Type Indicator (MBTI), Enneagram, atau Big Five Personality Test dapat membantu Anda mendapatkan gambaran tentang kepribadian dan sifat-sifat yang Anda miliki. Tes ini tidak akan memberikan jawaban pasti tentang siapa Anda, tetapi bisa menjadi titik awal yang berguna.
        • Meditasi dan Mindfulness: Meditasi membantu kita untuk menjadi lebih sadar akan pikiran, perasaan, dan emosi. Dengan melatih mindfulness, kita dapat memahami respons dan reaksi kita terhadap situasi tertentu, serta menyadari bagaimana perasaan-perasaan ini memengaruhi diri kita.

        4. Tantangan dalam Mengenal Diri Sendiri
        Mengenal diri sangat penting, tapi bukanlah proses yang mudah, dan kita mungkin menghadapi beberapa tantangan, seperti:

          • Takut Akan Apa yang Kita Temukan: Kadang-kadang, kita takut menghadapi bagian dari diri yang mungkin kita anggap kurang baik atau bahkan memalukan. Namun, menghadapi ketakutan ini adalah bagian penting dari proses untuk berkembang.
          • Perubahan Diri yang Terus Berlangsun*: Diri kita terus berkembang seiring dengan bertambahnya usia dan pengalaman hidup. Mengenal diri berarti juga memahami bahwa perubahan adalah bagian dari hidup, dan kita harus fleksibel dalam memahami siapa kita.
          • Tekanan Sosial dan Harapan Eksternal: Seringkali, harapan dari keluarga, teman, dan masyarakat membuat kita sulit mengenali diri yang sesungguhnya. Kita mungkin terbawa arus untuk mengikuti jalan yang diinginkan orang lain, bukan yang sebenarnya kita inginkan.

          5. Manfaat Mengenal Diri Sendiri


          Setelah melalui proses ini, ada banyak manfaat yang dapat Anda rasakan ketika berhasil mengenal diri sendiri dengan lebih baik:

            • Kebahagiaan yang Lebih Mendalam: Dengan mengetahui apa yang membuat kita bahagia dan hidup sesuai dengan keinginan kita, kita dapat merasakan kebahagiaan yang lebih autentik dan bermakna.
            • Pengambilan Keputusan yang Lebih Terarah: Mengenal diri sendiri memungkinkan kita untuk membuat pilihan yang sesuai dengan tujuan dan nilai hidup kita, sehingga kita tidak mudah terombang-ambing oleh situasi atau pengaruh orang lain.
            • Hubungan yang Lebih Baik dengan Orang Lain: Ketika kita sudah mengenal dan menerima diri sendiri, kita menjadi lebih mampu menerima orang lain apa adanya. Ini akan memperkuat hubungan kita dengan orang-orang terdekat dan meningkatkan kualitas interaksi sosial kita.
            • Pengembangan Potensi Diri: Dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan kita, kita dapat lebih fokus dalam mengembangkan potensi yang ada dan bekerja pada aspek-aspek diri yang perlu diperbaiki.

            Kesimpulan
            Mengenal diri sendiri adalah proses penting yang memungkinkan kita untuk menjalani hidup yang lebih bermakna, bahagia, dan autentik. Meskipun prosesnya bisa jadi panjang dan menantang, hasil yang kita dapatkan akan sangat berharga. Dengan memahami siapa kita, kita akan mampu menjalani hidup yang sesuai dengan keinginan dan nilai kita sendiri, menciptakan hubungan yang lebih baik, serta meraih kebahagiaan yang lebih dalam. Jadi, mulailah perjalanan ini dengan langkah-langkah kecil dan bukalah diri terhadap pengalaman-pengalaman baru yang akan membantu Anda mengenal diri sendiri dengan lebih baik.

            Menyusuri JTR Kalbar

            Setelah bergabung dengan Tasbara, BNPP-RI, banyak kegiatan yang menjadi pengalaman baru bagiku. Seperti perjalanan kali ini, menyusuri Jalur Tidak Resmi (JTR) di Provinsi Kalimantan Barat. Yuks… kita simak kisah perjalananku.

            Day-1

            Masih gelap, aku bangun dan bersiap. Hari ini aku akan mengikuti perjalanan bersama rekan kerjaku dalam kegiatan Survei Bersama Titik Perlintasan Batas Negara Indonesia-Malaysia pada jalur Non-PLB dan Non PLBN di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2024.

            Sebagaimana rencana, aku menuju kantor BNPP untuk berangkat bersama beberapa kawan ke bandara Soekarno Hatta. Kami membawa perlengkapan kegiatan Survey yang telah disiapkan sebelumnya.

            Tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, kami bertemu tim rombongan lainnya dan langsung check in. Penerbangan GA512 membawa kami dengan rute Jakarta-Pontianak. Masih cukup waktu untuk santai sejenak di ruang tunggu sebelum kami diarahkan naik ke pesawat.

            Rute Jakarta-Pontianak

            Tiba di Pontianak, kami langsung menuju RM Zakaria untuk mengisi kantong tengah.  Dengan menu masakan khas padang, amboy, itulah kekayaan nusantara. Kemanapun kaki melangkah di Indonesia ini, masakan padang adalah andalan kala lapar melanda.

            Alhamdulillah, kampung tengah terisi dan kami melanjutkan perjalanan menuju hotel Neo Pontianak untuk istirahat.

            Day-2

            Pagi-pagi kami check out dan dijemput untuk mengikuti proses pelepasan di Kodam XII Tanjungpura. Beberapa unit kendaraan FWD juga sudah siap mengantarkan kami menuju titik2 perlintasan tidak resmi (Non PLB dan Non PLBN) di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat.

            Apel Pelepasan

            Prosesi pelepasan tim lapangan oleh Pangdam XII Tanjungpura di Makodam XII/Tanjungpura. Diawali dengan pembekalan tim survey, apel pelepasan oleh Plh. Sekretaris BNPP/Deputi bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara didampingi Forkopimda Kabupaten Sintang

            Survei dilakukan pada jalur tradisional atau disebut jalur tidak resmi selama 7 hari sejak tanggal 28 Juli-3 Agustus 2024, dan difokuskan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

            Bersama… Kita jaga perbatasan Indonesia

            Setelah pelepasan, perjalanan menuju Basecamp Senaning pun dimulai. Rombongan bergerak setelah dilepas Pangdam XII Tanjungpura dan Plh. Sekretaris/Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara disaksikan Forkopimda Kalimantan Barat.

            Pelepasan tim Survey oleh Pangdam XII Tanjungpura dan Plh. Sekretaris / Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP-RI

            Setelah melakukan perjalanan selama 7 jam, alhamdulillah kami tiba di Posko Senaning. Aku langsung ke kamar untuk bebersih, tim lanjut briefing sebelum istirahat.

            Posko Tim Survey JTR 2024, Senaning, Kalbar

            Day-3

            Persiapan giat. Setelah santap pagi sederhana dengan menu tumis dan orek tempe yang lezat, Tim Survey Identifikasi dibagi atas tiga tim sebelum menuju ke lokasi JTR dan lokasi survey masing-masing.

            Beberapa hal yang menjadi tujuan kegiatan lapangan ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi nama jalur perlintaaan beserta data geografisnya, data aktivitas lintas batas serta data potensi sumber daya di sekitar titik perlintasan.

            Rombongan Survey

            Untuk mengefektifkan proses pengumpulan data di lapangan maka, tim survey dibagi atas 3 tim, yaitu: Tim satu terdiri dari 15 orang melakukan survey di 8 titik perlintasan. Tim dua terdiri dari 15 personil melakukan survey di 7 titik perlintasan, dan Tim tiga  terdiri atas 14 orang melaksanakan survey di 5 titik terjauh dari posko induk.

            Tim 1 penuh semangat

            Setelah kembali dari Survey, kami melakukan briefing tim; mendiskusikan hasil temuan tim, kendala yang dihadapi dan mendiskusikan beragam kondisi yang terjadi di lapangan.

            Konsolidasi tim

            Day-4

            Kegiatan survey masih berlanjut atas dukungan Satgas Pamtas TNI, Pejabat Keimigrasian, Pejabat Pengelola Perbatasan pada Pemerintah Kabupaten, Kecamatan dan/atau Desa Lokasi Titik Perlintasan, Kodam Kalimantan Barat dan rekan2 BNPP. 

            Pengisian survey bersama di titik perlintasan tradisional batas negara Indonesia-Malaysia

            Sedangkan personil yang terlibat langsung merupakan gabungan dari tim Kemenkopolhukam, Asops TNI, Mabes TNI-AD, Ditjen Imigrasi, Bea Cukai, Kementerian Kesehatan, Badan Karantina Indonesia, BNPP, Satuan Kodam XII Tanjungpura dan Pemerintah Daerah.

            Lokasi di JTR 02 Sei Kelik

            Masuk pada lokasi JTR 06 tantangan semakin berat. Melewati perkebunan sawit kami menuju jalur Sei Seria. Subhanallah, rupanya harus melewati 2 bukit yang kalau ditarik garis lurus sejauh 2km, jika mengikuti kontur bisa nginap dulu, pagi baru balik ke posko 😃

            Setelah selesai, seluruh tim kembali ke Basecamp Senaning untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Balai Karangan. Istirahat di Penginapan Putri Prambanan

            Ada yang seru sebelum kami meninggalkan Basecamp Senaning. Kami sempat bermain bersama adik-adik di SDN 01 Senaning. Aish, senang rasanya bisa melihat wajah-wajah masa depan Indonesia yang cerah.

            Day-5

            Usai sarapan, tim check out dari Citra Sekayam Hotel lalu melanjutkan perjalanan kembali ke Pontianak.

            Sepanjang jalan, ribuan hektar kebun sawit yang kami lalui di sisi kiri kanan jalan. Mulai dari tanaman yang sudah tua, hingga tanaman2 baru untuk peremajaan sawit.

            Day-6

            usai melaksanakan kegiatan pendokumentasian JTR di beberapa titik di lapangan, kami kembali ke Pontianak dan melanjutkan kegiatan  dengan Rapat Penyusunan Rekomendasi hasil temuan lapangan.

            Rapat Penyusunan Rekomendasi dihadiri oleh semua unsur yang terkait dengan perjalanan ini.

            Day 7

            Saatnya kembali ke Jakarta. Menggunakan GA513 tim meninggalkan bandara Supadio menuju Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Alhamdulillah…

            Setiap perjalanan memberikan pengalaman dan keseruan kisah yang unik. Kali ini dimulai dari makan malam dalam gelap ditemani cahaya rembulan dan sebuah senter, anggota tim yang jatuh kala menyusuri bebatuan sungai, anggota tim yang tersengat lebah di hutan yang lebat, ban mobil salah satu kendaraan iringan yang terjerembab di jembatan kayu serta banyak kisah seru lainnya sebagai bagian dari perjalanan ini.

            Tentu saja hal ini tidak mengurangi keseruan perjalanan kali ini. Sampai jumpa lagi di trip selanjutnya…

            Hari Kebaya Nusantara ala ROMBSIS

            Hatiku galau saat menerima sebuah pesan whatsapp dari Ketua Yayasan Rombongan Ibu-Ibu Selalu Istiqomah (Rombsis) Indonesia. Hmm, sebuah undangan yang membuatku ingin hadir namun waktu pelaksanaannya bersamaan dengan jam aktif kantorku.  Namun setelah memberikan penjelasan, akhirnya ijin pimpinan pun diberikan.

            Ramai pesan di whatsapp ku saling berbalasan. Rupanya beberapa ibu-ibu sudah tiba di monas dan mengirimkan gambar mereka untuk meyakinkan seluruh anggota group. Akupun pamit untuk bergabung.

            Belum banyak yang datang saat aku tiba di Monas. Tapi beberapa ibu-ibu yang aku kenal mulai berdatangan. Sehingga riuh tidak dapat dihindarkan.

            Pokoknya gaya dulu..

            Setelah ibu-ibu semakin ramai berdatangan, kami masuk ke lokasi menuju ke pelataran monas. Sungguh luar biasa semangat para ibu-ibu. Berdiri menyanyikan Mars Rombsis Indonesia.

            Selesai latihan kami kembali ke aktivitas masing masing dan berkumpul lagi keesokan harinya (24/7) untuk pengambilan gambar.

            Menyanyikan lagu Mars Rombsis Indonesia

            Dengan kebaya hitam dan sarung batik aku tiba di Monas. Rupanya yang lain mengenakankan kebaya yang dipadankan dengan sarung sutera Bugis-Makassar. Syukurnya beberapa ibu-ibu juga datang dengan kebaya dan sarung batik sehingga aku tidak merasa sendiri hehehe..

            Berkebaya hitam

            Pengambilan gambar pun dimulai. Satu demi satu lirik diucapkan, gaya yang menyesuaikan hingga akhirnya proses pengambilan gambar selesai. Cukup lelah di tengah terik matahari siang jelang sore.

            Pengambilan scene background lagu Mars Rombsis Indonesia

            Alhamdulillah, selesai giat hari ini. Aku kembali ke kantor dan menyelesaikan tugasku. Tentu, keseruan hari ini akan selalu terukir di hati. Selamat hari Kebaya Indonesia.

            WHOOSH INDONESIA

            Sejak launching Oktober 2023, akhirnya aku berkesempatan mengendarai Whoosh. Whoosh adalah singkatan dari Waktu Hemat Operasi Optimal Sistem Hebat.  Sebuah sistem kereta api berkecepatan tinggi yang beroperasi dengan rute Jakarta-Bandung, Indonesia.

            Kereta Cepat Whoosh

            Perjalanan menggunakan Whoosh ini aku nikmati saat menerima tugas menghadiri rapat yang dilaksanakan di Bandung pada 05/03/2024. Rapat Pembahasan Surat Keputusan Menteri Perdagangan tentang Panitia Antar Kementerian (SK-PAK) Penyusunan Rancangan Peraturan Presiden IM-BTA.

            Rapat IM-BTA di Mercure Bandung, Selasa (05/03/2024)

            Untuk menggunakan kereta Woosh, tiket kereta bisa didapatkan pada mesin tiket dengan cara mencetak tiket yang sudah dibeli secara online sebelumnya. Karena ini adalah pertama kalinya aku akan menggunakan whoosh, maka hal ini menjadi tantangan buatku. Syukurnya, aku menemukan fakta bahwa bukan hanya aku sendiri yang pertama mengalami kejadian ini. Hingga akhirnya tiketpun tercetak.

            Self print tiket

            Masih cukup waktu sebelum kereta berangkat. Kami pun menuju salah satu merchant subway untuk sarapan pagi.

            Menu sarapan

            Saat waktu keberangkatan tiba, kami lalu mengikuti kerumunan penumpang untuk antri check in. Serunya, karena penumpang diajak untuk self service dengan melakukan check in di mesin tiket dan pintupun terbuka.

            Antri check in mandiri

            Akhirnya aku bertemu si Whoosh. Setelah itu, kami masuk ke gerbong tempat kami duduk. Dan tidak lama, kereta berangkat. Saat kereta bergerak, aku mulai memperhatikan running text yang menyampaikan informasi kecepatan Whoosh. Mashaallah, kali ini aku benar-benar berada di kereta dengan kecepatan yang sangat tinggi di negaraku Indonesia, 350km/jam.

            Maksimum kecepatan 350km/jam

            Dari Jakarta, kereta Whoosh hanya memiliki tiga (3) stasiun pemberhentian, yakni Karawang, Padalarang dan Tegalluar. Tujuan kami adalah pusat kota Bandung, sehingga kami turun di stasiun Padalarang dan melanjutkan perjalanan menggunakan kereta feeder ke stasiun Bandung untuk lamjut ke hotel Mercure di kota Bandung.

            Kereta feeder atau kereta pengumpan dari stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh ke stasiun kereta di Bandung.

            Dalam perjalanan, aku sempat bercakap-cakap dengan teman duduk di sampingku. Sebagai penumpang baru, aku mendapatkan banyak informasi yang bermanfaat.

            1. Beli tiket whoosh bisa menggunakan tiket.com, agen bus PO. Dewi Sri m-banking.

            2. Untuk tiket Bandung Jakarta sebaiknya beli tiket saat tiba di stasiun kereta. Traffic di Bandung sungguh tidak bisa diprediksi seperti dulu. Macet dimana-mana.

            Aku kemudian mencoba membeli tiket Whoosh rute Bandung – Jakarta menggunakan aplikasi e-bankmandiri melalui hp ku.

            Berikut cara membeli tiket Kereta Cepat Whoosh melalui Livin’ by Mandiri.

            1. Siapkan Aplikasi Livin’ by Mandiri. …
            2. Buka Aplikasi dan Pilih Menu Sukha. …
            3. Pilih Kategori Transportasi. …
            4. Pilih Menu Whoosh. …
            5. Pilih Rute dan Keberangkatan. …
            6. Pilih Jenis Tiket dan Harga. …
            7. Selesaikan Pembayaran. …
            8. Nikmati Perjalanan Anda.

            Alhamdulillah, pembelian tiket lancar dan kamipun menunggu saat keberangkatan.

            Aku sungguh beruntung. Si Whoosh justru mendekati tempatku berdiri menunggu, sehingga aku bisa mengambil beberapa shoot yang keren. ❤️

            Fasilitas Whooshnya 👍🏻

            Alhamdulillah, perjalanan kali ini sangat aku nikmati. Rasa bangga karena bangsaku bisa memiliki kendaraan canggih membuatku semakin bersyukur. Semoga semua bisa terjaga dan hal-hal baik senantiasa mengangkat citra Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, inshaallah.

            Semoga pembaca juga berkesempatan menikmati perjalanan dengan kereta Whoosh ya…

            Sampai ketemu di perjalananku selanjutnya…

            PLBN di Indonesia

            Hayuuuu… Apa sudah ada yang pernah jalan-jalan negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam, Thailand, Philipina, Papua Nugini (PNG), Republic Democratic Timor Leste (RDTL), Australia lewat PLBN?

            PLBN adalah singkatan dari Pos Lintas Batas Negara, sebuah fasilitas negara yang digunakan sebagai pintu gerbang untuk melintas keluar masuk ke negara tetangga melalui darat dan/atau perairan. Sebuah PLBN memiliki fasilitas pelayanan perlintasan baik orang, barang maupun kendaraan  .

            Peta Perbatasan

            Menurut Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP-RI), pengertian PLBN merupakan peningkatan fungsi Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) yang memiliki dan memberikan pelayanan di bidang keimigrasian, kepabeanan, karantina, keamanan dan administrasi pengelolaan.

            Berkunjung ke PLBN Motaain

            Keberadaan PLBN sangat penting, mengingat kondisi Indonesia yang luas dan terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil yang terpisah lautan yang berbatasan dengan negara tetangga. Sehingga dibutuhkan sarana sebuah pintu masuk/keluar resmi antar negara.

            “Kawasan perbatasan negara harus diperhatikan dan dibangun, sehingga menjadi beranda terdepan dan etalase negara. Pemerintah agar tidak berhenti pada pembangunan zona inti di PLBN, tetapi juga perlu dilanjutkan dengan zona penunjang dengan sistem pengelolaan kawasan perbatasan yang terintegrasi dan dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru”, arahan Presiden RI Joko Widodo pada Rapat Kabinet Terbatas (14/03/2017).

            Kebijakan Pengelolaan PLBN Terpadu berdasarkan Perpres 12 Tahun 2010 tentang badan Nasional Pengelola Perbatasan yang diubah ke Perpres 44 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2010 tentang Badan Nasional Pengelola Perbatasan, menjadi pedoman dalam penyelengaraan administrasi umum, pedoman pemeliharaan gedung, perawatan lingungan dan pengamanan, fasilitasi pelayanan lintas batas negara serta pengembangan kawasan PLBN.

            Kemudian BNPP menetapkan Perka BNPP No 7 Tahun 2017 tentang pedoman pengelolaan PLBN yang berisi penyediaan sarana prasarana pendukung, kebijakan/sirkulasi layanan lintas batas negara, koordinasi keterpaduan layanan lintas batas negara, serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan layanan lintas batasnegara. Semua dilakukan untuk memberikan kemudahan kepada para pelintas sebagai pedoman.

            Keanggotaan BNPP

            Kebijakan Prngelolaan PLBN Terpadu

            Kelembagaan Unit Pengelola PLBN

            Bagan Struktur Pengelola PLBN Terpadu

            Fasilitas PLBN:

            PLBN memiliki unit bangunan:

            a. Zona Inti terdiri dari 1. Gedung utama, 2. Gedung Selasar Tiketing, 3. Ruang Genset dan Plaza, 4. Gedung Wisma dan Asrama, 5. Tower Air, GWT dan Dok House, 6. Tol Gate 1&2 dan 7. Tol Gate 3

            b. Zona Penunjang terdiri dari Wisma Indonesia, Mess Karyawan, Landscape PLBN, Monumen Tasbara, Kantor Dishub (UPP), Tower Air, Patung Soekarno

            PLBN memiliki beberapa fasilitas pengawasan dan pelayanan lintas batas, yaitu:

            1. Pada jalur pejalan kaki/bangunan utama

            2. Pada jalur kargo

            3. Pada jalur kendaraan pribadi dan kendaraan umum

            4. Penyiapan tempat pemeriksaan fisik terpadu (TPFT) pada bangunan utama

            5. Fasilitas pendukung lainnya (rumah ibadah, dan pasar)

            Nah, dalam zona Inti PLBN terdapat pemeriksaan Custom, Imigrasi dan Karantina (CIQ) yang menunjang proses perlintasan, yang terjadi dalam koridor:

            • Fasilitas Pejalan Kaki melalui gedung utama

            – Pemeriksaan imigrasi

            – Pemeriksaan Bea Cukai

            – Pemeriksaan Karantina (Kesehatan, Pertanian dan Hewan),

            – X-Ray

            – Pemeeriksaan Metal Detector

            • Fasilitas Pemeriksaan Kendaraan (pribadi dan umum)
            • Fasilitas Pemeriksaan Kendaraan Cargo

             

             Nah, secara umun gambaran PLBN seperti tulisan diatas. Sehingga tidak perlu khawatir untuk lintas negara melalui PLBN dan mendapatkan pengalaman yang seru lewat jalur darat juga sungai.

            Berikut list PLBN di Indonesia yang bisa kamu kunjungi untuk sekedar mengambil gambar-gambar unik atau bahkan melintas ke negara tetangga:

            1. PLBN Aruk, Kalimantan Barat

            2. PLBN Badau, Kalimantan Barat

            3. PLBN Entikong, Kalimantan Barat

            4. PLBN Jagoi Babang, Kalimantan Barat

            5. PLBN Motaain, Nusa Tenggara Timur

            6. PLBN Motamasin, Nusa Tenggara Timur

            7. PLBN Napan, Nusa Tenggara Timur

            8. PLBN Sei Nyamuk, Kalimantan Utara

            9. PLBN Serasan, Kepulauan Riau

            10. PLBN Skouw, Papua

            11. PLBN Sota, Papua

            12. PLBN Wini, Nusa Tenggara Timur

            13. PLBN Yetetkun, Papua

            Semoga kita bisa ada waktu dan rejeki untuk mengunjungi atau melintasi PLBN Indonesia yaaaa.. Sambil jalan-jalan kita bisa melihat keindahan Indonesia di perbatasan negara.

            Sampai ketemu lagi…

            Sumber: http://www.bnpp.go.id

            Continue reading

            PEMILU 2024

            Tidak terasa, waktu untuk pemilihan Presiden dan Wakil Rakyat di DPRD, DPR dan DPD tahun 2024 telah tiba. Aku sempat bingung untuk pulang ke Sorowako atau tetap di Jakarta. Namun ternyata surat panggilanku tidak ada di Sorowako. Sehingga aku memilih datang langsung ke TPS dengan harapan bisa ditambahkan dalam daftar pemilih.

            Rabu (14/02/2024), bersama Bapak dan ibu kostku, kami berangkat menuju TPS 015 RW 05 Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Lebih siang karena hujan lebat menyapa Jakarta sejak subuh. Setelah bertanya pada petugas TPS, aku harus menunggu hingga pukul 12.00 WIB untuk suara tambahan DPT. Untuk itu aku pamit pulang lebih dulu pada bapak dan ibu kostku.

            Di waktu yang disebutkan, aku kembali ke TPS dan menunggu hingga diperbolehkan mencoblos sebagai Pemilih Tanbahan. Sesaat aku dipanggil dan petugas TPS meminta fotocopy KTPku. Oalah, terpaksa aku berkeliling dulu karena fotocopy terdekat tutup. Kuberanikan diri masuk ke salah satu hotel dan alhamdulillah salah satu karyawan di resepsionis bersedia membantuku.

            Akupun kembali ke TPS dan menunggu hingga namaku dipanggil untuk masuk ke bilik suara. Ada empat (4) surat suara yang kuterima dari panitia:

            1. Surat Suara untuk Presiden dan Wakil Presiden

            2. Surat Suara untuk DPD RI

            3. Surat Suara untuk DPR RI

            4. Surat Suara untuk DPRD DKI Jakarta

            Setelah memilih dengan menusukkan paku ke salah satu pilihan di masing-masing surat suara, akupun menuju kotak suara dan dibantu petugas, masing-masing surat suara dimasukkan ke dalam kotak suara. Setelah itu aku berpindah ke meja tinta lalu memasukkan jari kelingking kiriku ke botol tinta dan memberi tanda bahwa aku telah memilih.

            Alhamdulillah, tunai sudah tugasku sebagai warga negara Indonesia yang menggunakan hak suaraku untuk masa depam Indonesia. Semoga hasilnya dapat membawa kebaikan kepada negaraku, Indonesia. inshaallah.

            HASIL QUICK COUNT PEMILU 2024

            Setelah melaksanakan tugasku sebagai warga negara dalam menyalurkan hak suaraku, aku kembali ke kost untuk beristirahat dan menunggu hasil perhitungan suara.

            Sebagai hasil Quick Count :

            Sambil menunggu KPU mengumumkan hasil Pemilu 2024 tetap kita ucapkan Selamat dan Sukses kepada Pemimpin Terpilih menuju Indonesia Lebih Maju 👍🏻