PSBM XXIII

Hpku berbunyi di sela-sela rapat. Rupanya kawanku Opu Odeng minta bantuan aku cek penerbangan ke Makassar. Beliau akan mengikuti Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXIII yang akan berlangsung di Hotel Claro Makassar 29-30 April 2023.

Setelah aku berikan beberapa alternatif jadwal penerbangan, beliau juga memintaku ikut serta. Hati yang sedang berkecamuk karena kakakku juga masuk Rumah Sakit di Makassar membuat rasa ingin pulang begitu besar.

Akhirnya aku mengiyakan untuk pulang ke Makassar bersama Opu Odeng. Karena Bapak dan saudara perempuanku Susy beserta keluarga kecilnya juga menuju Makassar. Jadi aku memiliki dua tujuan ke Makassar, untuk menjenguk kakakku Budi dan mengikuti PSBM XXIII.

Alhamdulillah, dengan maskapai Citilink Opu Odeng dan aku tiba di Makassar dengan selamat. Langsung kami menuju Hotel Claro Makassar untuk istirahat.

Pagi hari setelah sarapan, aku ikut antri registrasi dan pamit ke Opu Odeng untuk ke rumah sakit menjenguk kakakku. Alhamdulillah, kondisinya sudah lebih baik setelah pemasangan cincin di Jantung.

Sore hari aku kembali ke hotel Claro dan bersiap menuju Runah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan guna mengikuti Welcome Dinner seluruh Peserta PSBM XXIII

Keesokan harinya, puncak PSBM XXIII, hadir Gubernur Sulawesi Selatan membuka acara yang dilanjutkan dialog intetaktif berisi diskusi-diskusi yang membahas isu kekinian terkait Saudagar Bugis dengan pembicara Prof. Dr. Latanro Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Mukhlis Paeni Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin

Pertemuan Saudagar Bugis Makassar yang XXIII dengan tema Mendorong Spirit Saudagar Bugis Makassar ini digelar oleh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

Malamnya, Walikota Makassar menjamu seluruh peserta PSBM XXIII di anjungan Pantai Losari dengan Jamuan Makan Malam dan hiburan tentunya.

Alhamdulillah, tidak berhenti terucap rasa syukur karena dengan hadir di PSBM XXIII di Makassar, aku juga berkesempatan membesuk kakakku yang sedang dirawat di RS. Wahidin Sudirohusodo Makassar dan bertemu Bapak juga adikku Susy dan keluarganya.

Selalu ada rindu untuk pulang ke rumah. Tapi sepertinya darah Bugis Makassar ku selalu membawaku pergi dengan spirit Sekali Layar Terkembang Pantang Surut ke belakang 🤭