Vie Ikuti IMT-GT ke-30

Alhamdulillah, kali ini aku mendapat tugas perjalanan ke Johor Bahru, Malaysia. Namun bahagiaku membuncah. Perjalananku kali ini resmi dinas karena berangkat menggunakan paspor biru tepatnya Paspor Dinas.

Ya Allah, terima kasih atas segala karuniaMu. satu persatu impian kecilku tercapai. Ketika mulai menikmati dunia kerja, aku ingin bisa kerja dengan menggunakan transportasi udara. Alhamdulillah, aku dinas dengan pesawat terbang ke beberapa kota di Indonesia bahkan ke beberapa negara lain. Kini perdinku resmi ke mancanegara.

Sejak bergabung dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), kali ini aku berangkat tugas ke Malaysia secara resmi sebagai delegasi Indonesia. Berangkat meninggalkan Jakarta dengan Garuda Indonesia rute Jakarta-Kuala Lumpur GA 820 lanjut Batik Air rute Kuala Lumpur-Johor OD 2405.

Senin (9/9) kami tiba Johor, Malaysia. Kami disambut panitia kemudian dihantarkan menuju Sand & Sandals Desaru Beach Resort and Spa. Karena beda penerbangan, barulah saat ibu Karo PK dan bapak Asdep PKPD tiba di hotel, kami menikmati santap malam lalu beristirahat.

Hari kedua, setelah sarapan pagi, kami menuju lokasi kegiatan di Desaru Coast Conference Centre untuk mengikuti  Petemuan Tingkat Pejabat Senior ke-31. Pertemuan dibuka dan dipimpin oleh Menteri Ekonomi Malaysia sebagai tuan rumah dan ketua IMT GT 2024-2025 dan Ketua delegasi Malaysia, yang dihadiri oleh delegasi Indonesia dengan ketua delegasi Deputi Kerjasama Ekonomi Internasional, Kemenko Bidang Perekonomian, delegasi Thailand dengan ketua delegasi Senior Advisor Dewan Nasional Pembangunan Ekonomi dan Sosial Thailand, Vice President ADB, Deputi Sekjen ASEAN Secretariat, Perwakilan UNINET, Pewakilan JBC, CIMT serta para kepala daerah yang tergabung dalam IMT-GT. Delegasi dari BNPP dihadiri oleh Kepala Biro, Perencana Muda dan analis dari Biro PK, Asdep PKPD, serta Perencana Madya dan analis dari Keasdepan Tasbara.

Hari ketiga, Forum Menteri dan Gubernur ke-21. IMT-GT dibentuk dengan tujuan untuk dapat menjalin kegiatan strategis yang terintegrasi secara paralel di setiap negara anggota dan daerah di dalamnya yang dapat mengimmplementasikan nilai-nilai pembangunan ekonomi yang secara mandiri dapat mendorong perekonomian keseluruhan.

Ada kebahagiaan yang aku rasakan dalam setiap perjalanan bersama tim yang berbeda. Kesempatan untuk saling mengenal secara tidak formal yang bisa merekatkan hubungan impersonal. Pengenalan karakter, pemahaman kebijakan dan yang paling penting adalah membangun kebersamaan.

Hari keempat, Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-30 dan Pertemuan Terkait lainnya. Beberapa hal yang akan dilakukan ke depan oleh IMT-GT yaitu memanfaatkan potensi Blue Economy untuk dikembangkan, menguatkan implementasi dan pengawasan program/kegiatan yang telah disusun dan dilaksanakan, menguatkan akselerasi implementasi pembangunan kota berkelanjutan serta menguatkan kolaborasi di perbatasan.

Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Menggunakan pesawat AirAsia QZ 241 rombongan kami kembali ke Jakarta melalui bandar International Senai, Johor.

Ada banyak hal yang bisa kita pelajari di setiap perjalanan hidup ini. Bersyukur atas segala nikmat dariNya. Sampai jumpa lagi di perjalanan saya selanjutnya…

Menyusuri JTR Kalbar

Setelah bergabung dengan Tasbara, BNPP-RI, banyak kegiatan yang menjadi pengalaman baru bagiku. Seperti perjalanan kali ini, menyusuri Jalur Tidak Resmi (JTR) di Provinsi Kalimantan Barat. Yuks… kita simak kisah perjalananku.

Day-1

Masih gelap, aku bangun dan bersiap. Hari ini aku akan mengikuti perjalanan bersama rekan kerjaku dalam kegiatan Survei Bersama Titik Perlintasan Batas Negara Indonesia-Malaysia pada jalur Non-PLB dan Non PLBN di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2024.

Sebagaimana rencana, aku menuju kantor BNPP untuk berangkat bersama beberapa kawan ke bandara Soekarno Hatta. Kami membawa perlengkapan kegiatan Survey yang telah disiapkan sebelumnya.

Tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, kami bertemu tim rombongan lainnya dan langsung check in. Penerbangan GA512 membawa kami dengan rute Jakarta-Pontianak. Masih cukup waktu untuk santai sejenak di ruang tunggu sebelum kami diarahkan naik ke pesawat.

Rute Jakarta-Pontianak

Tiba di Pontianak, kami langsung menuju RM Zakaria untuk mengisi kantong tengah.  Dengan menu masakan khas padang, amboy, itulah kekayaan nusantara. Kemanapun kaki melangkah di Indonesia ini, masakan padang adalah andalan kala lapar melanda.

Alhamdulillah, kampung tengah terisi dan kami melanjutkan perjalanan menuju hotel Neo Pontianak untuk istirahat.

Day-2

Pagi-pagi kami check out dan dijemput untuk mengikuti proses pelepasan di Kodam XII Tanjungpura. Beberapa unit kendaraan FWD juga sudah siap mengantarkan kami menuju titik2 perlintasan tidak resmi (Non PLB dan Non PLBN) di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat.

Apel Pelepasan

Prosesi pelepasan tim lapangan oleh Pangdam XII Tanjungpura di Makodam XII/Tanjungpura. Diawali dengan pembekalan tim survey, apel pelepasan oleh Plh. Sekretaris BNPP/Deputi bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara didampingi Forkopimda Kabupaten Sintang

Survei dilakukan pada jalur tradisional atau disebut jalur tidak resmi selama 7 hari sejak tanggal 28 Juli-3 Agustus 2024, dan difokuskan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Bersama… Kita jaga perbatasan Indonesia

Setelah pelepasan, perjalanan menuju Basecamp Senaning pun dimulai. Rombongan bergerak setelah dilepas Pangdam XII Tanjungpura dan Plh. Sekretaris/Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara disaksikan Forkopimda Kalimantan Barat.

Pelepasan tim Survey oleh Pangdam XII Tanjungpura dan Plh. Sekretaris / Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP-RI

Setelah melakukan perjalanan selama 7 jam, alhamdulillah kami tiba di Posko Senaning. Aku langsung ke kamar untuk bebersih, tim lanjut briefing sebelum istirahat.

Posko Tim Survey JTR 2024, Senaning, Kalbar

Day-3

Persiapan giat. Setelah santap pagi sederhana dengan menu tumis dan orek tempe yang lezat, Tim Survey Identifikasi dibagi atas tiga tim sebelum menuju ke lokasi JTR dan lokasi survey masing-masing.

Beberapa hal yang menjadi tujuan kegiatan lapangan ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi nama jalur perlintaaan beserta data geografisnya, data aktivitas lintas batas serta data potensi sumber daya di sekitar titik perlintasan.

Rombongan Survey

Untuk mengefektifkan proses pengumpulan data di lapangan maka, tim survey dibagi atas 3 tim, yaitu: Tim satu terdiri dari 15 orang melakukan survey di 8 titik perlintasan. Tim dua terdiri dari 15 personil melakukan survey di 7 titik perlintasan, dan Tim tiga  terdiri atas 14 orang melaksanakan survey di 5 titik terjauh dari posko induk.

Tim 1 penuh semangat

Setelah kembali dari Survey, kami melakukan briefing tim; mendiskusikan hasil temuan tim, kendala yang dihadapi dan mendiskusikan beragam kondisi yang terjadi di lapangan.

Konsolidasi tim

Day-4

Kegiatan survey masih berlanjut atas dukungan Satgas Pamtas TNI, Pejabat Keimigrasian, Pejabat Pengelola Perbatasan pada Pemerintah Kabupaten, Kecamatan dan/atau Desa Lokasi Titik Perlintasan, Kodam Kalimantan Barat dan rekan2 BNPP. 

Pengisian survey bersama di titik perlintasan tradisional batas negara Indonesia-Malaysia

Sedangkan personil yang terlibat langsung merupakan gabungan dari tim Kemenkopolhukam, Asops TNI, Mabes TNI-AD, Ditjen Imigrasi, Bea Cukai, Kementerian Kesehatan, Badan Karantina Indonesia, BNPP, Satuan Kodam XII Tanjungpura dan Pemerintah Daerah.

Lokasi di JTR 02 Sei Kelik

Masuk pada lokasi JTR 06 tantangan semakin berat. Melewati perkebunan sawit kami menuju jalur Sei Seria. Subhanallah, rupanya harus melewati 2 bukit yang kalau ditarik garis lurus sejauh 2km, jika mengikuti kontur bisa nginap dulu, pagi baru balik ke posko 😃

Setelah selesai, seluruh tim kembali ke Basecamp Senaning untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Balai Karangan. Istirahat di Penginapan Putri Prambanan

Ada yang seru sebelum kami meninggalkan Basecamp Senaning. Kami sempat bermain bersama adik-adik di SDN 01 Senaning. Aish, senang rasanya bisa melihat wajah-wajah masa depan Indonesia yang cerah.

Day-5

Usai sarapan, tim check out dari Citra Sekayam Hotel lalu melanjutkan perjalanan kembali ke Pontianak.

Sepanjang jalan, ribuan hektar kebun sawit yang kami lalui di sisi kiri kanan jalan. Mulai dari tanaman yang sudah tua, hingga tanaman2 baru untuk peremajaan sawit.

Day-6

usai melaksanakan kegiatan pendokumentasian JTR di beberapa titik di lapangan, kami kembali ke Pontianak dan melanjutkan kegiatan  dengan Rapat Penyusunan Rekomendasi hasil temuan lapangan.

Rapat Penyusunan Rekomendasi dihadiri oleh semua unsur yang terkait dengan perjalanan ini.

Day 7

Saatnya kembali ke Jakarta. Menggunakan GA513 tim meninggalkan bandara Supadio menuju Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Alhamdulillah…

Setiap perjalanan memberikan pengalaman dan keseruan kisah yang unik. Kali ini dimulai dari makan malam dalam gelap ditemani cahaya rembulan dan sebuah senter, anggota tim yang jatuh kala menyusuri bebatuan sungai, anggota tim yang tersengat lebah di hutan yang lebat, ban mobil salah satu kendaraan iringan yang terjerembab di jembatan kayu serta banyak kisah seru lainnya sebagai bagian dari perjalanan ini.

Tentu saja hal ini tidak mengurangi keseruan perjalanan kali ini. Sampai jumpa lagi di trip selanjutnya…

Hari Kebaya Nusantara ala ROMBSIS

Hatiku galau saat menerima sebuah pesan whatsapp dari Ketua Yayasan Rombongan Ibu-Ibu Selalu Istiqomah (Rombsis) Indonesia. Hmm, sebuah undangan yang membuatku ingin hadir namun waktu pelaksanaannya bersamaan dengan jam aktif kantorku.  Namun setelah memberikan penjelasan, akhirnya ijin pimpinan pun diberikan.

Ramai pesan di whatsapp ku saling berbalasan. Rupanya beberapa ibu-ibu sudah tiba di monas dan mengirimkan gambar mereka untuk meyakinkan seluruh anggota group. Akupun pamit untuk bergabung.

Belum banyak yang datang saat aku tiba di Monas. Tapi beberapa ibu-ibu yang aku kenal mulai berdatangan. Sehingga riuh tidak dapat dihindarkan.

Pokoknya gaya dulu..

Setelah ibu-ibu semakin ramai berdatangan, kami masuk ke lokasi menuju ke pelataran monas. Sungguh luar biasa semangat para ibu-ibu. Berdiri menyanyikan Mars Rombsis Indonesia.

Selesai latihan kami kembali ke aktivitas masing masing dan berkumpul lagi keesokan harinya (24/7) untuk pengambilan gambar.

Menyanyikan lagu Mars Rombsis Indonesia

Dengan kebaya hitam dan sarung batik aku tiba di Monas. Rupanya yang lain mengenakankan kebaya yang dipadankan dengan sarung sutera Bugis-Makassar. Syukurnya beberapa ibu-ibu juga datang dengan kebaya dan sarung batik sehingga aku tidak merasa sendiri hehehe..

Berkebaya hitam

Pengambilan gambar pun dimulai. Satu demi satu lirik diucapkan, gaya yang menyesuaikan hingga akhirnya proses pengambilan gambar selesai. Cukup lelah di tengah terik matahari siang jelang sore.

Pengambilan scene background lagu Mars Rombsis Indonesia

Alhamdulillah, selesai giat hari ini. Aku kembali ke kantor dan menyelesaikan tugasku. Tentu, keseruan hari ini akan selalu terukir di hati. Selamat hari Kebaya Indonesia.

WHOOSH INDONESIA

Sejak launching Oktober 2023, akhirnya aku berkesempatan mengendarai Whoosh. Whoosh adalah singkatan dari Waktu Hemat Operasi Optimal Sistem Hebat.  Sebuah sistem kereta api berkecepatan tinggi yang beroperasi dengan rute Jakarta-Bandung, Indonesia.

Kereta Cepat Whoosh

Perjalanan menggunakan Whoosh ini aku nikmati saat menerima tugas menghadiri rapat yang dilaksanakan di Bandung pada 05/03/2024. Rapat Pembahasan Surat Keputusan Menteri Perdagangan tentang Panitia Antar Kementerian (SK-PAK) Penyusunan Rancangan Peraturan Presiden IM-BTA.

Rapat IM-BTA di Mercure Bandung, Selasa (05/03/2024)

Untuk menggunakan kereta Woosh, tiket kereta bisa didapatkan pada mesin tiket dengan cara mencetak tiket yang sudah dibeli secara online sebelumnya. Karena ini adalah pertama kalinya aku akan menggunakan whoosh, maka hal ini menjadi tantangan buatku. Syukurnya, aku menemukan fakta bahwa bukan hanya aku sendiri yang pertama mengalami kejadian ini. Hingga akhirnya tiketpun tercetak.

Self print tiket

Masih cukup waktu sebelum kereta berangkat. Kami pun menuju salah satu merchant subway untuk sarapan pagi.

Menu sarapan

Saat waktu keberangkatan tiba, kami lalu mengikuti kerumunan penumpang untuk antri check in. Serunya, karena penumpang diajak untuk self service dengan melakukan check in di mesin tiket dan pintupun terbuka.

Antri check in mandiri

Akhirnya aku bertemu si Whoosh. Setelah itu, kami masuk ke gerbong tempat kami duduk. Dan tidak lama, kereta berangkat. Saat kereta bergerak, aku mulai memperhatikan running text yang menyampaikan informasi kecepatan Whoosh. Mashaallah, kali ini aku benar-benar berada di kereta dengan kecepatan yang sangat tinggi di negaraku Indonesia, 350km/jam.

Maksimum kecepatan 350km/jam

Dari Jakarta, kereta Whoosh hanya memiliki tiga (3) stasiun pemberhentian, yakni Karawang, Padalarang dan Tegalluar. Tujuan kami adalah pusat kota Bandung, sehingga kami turun di stasiun Padalarang dan melanjutkan perjalanan menggunakan kereta feeder ke stasiun Bandung untuk lamjut ke hotel Mercure di kota Bandung.

Kereta feeder atau kereta pengumpan dari stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh ke stasiun kereta di Bandung.

Dalam perjalanan, aku sempat bercakap-cakap dengan teman duduk di sampingku. Sebagai penumpang baru, aku mendapatkan banyak informasi yang bermanfaat.

1. Beli tiket whoosh bisa menggunakan tiket.com, agen bus PO. Dewi Sri m-banking.

2. Untuk tiket Bandung Jakarta sebaiknya beli tiket saat tiba di stasiun kereta. Traffic di Bandung sungguh tidak bisa diprediksi seperti dulu. Macet dimana-mana.

Aku kemudian mencoba membeli tiket Whoosh rute Bandung – Jakarta menggunakan aplikasi e-bankmandiri melalui hp ku.

Berikut cara membeli tiket Kereta Cepat Whoosh melalui Livin’ by Mandiri.

  1. Siapkan Aplikasi Livin’ by Mandiri. …
  2. Buka Aplikasi dan Pilih Menu Sukha. …
  3. Pilih Kategori Transportasi. …
  4. Pilih Menu Whoosh. …
  5. Pilih Rute dan Keberangkatan. …
  6. Pilih Jenis Tiket dan Harga. …
  7. Selesaikan Pembayaran. …
  8. Nikmati Perjalanan Anda.

Alhamdulillah, pembelian tiket lancar dan kamipun menunggu saat keberangkatan.

Aku sungguh beruntung. Si Whoosh justru mendekati tempatku berdiri menunggu, sehingga aku bisa mengambil beberapa shoot yang keren. ❤️

Fasilitas Whooshnya 👍🏻

Alhamdulillah, perjalanan kali ini sangat aku nikmati. Rasa bangga karena bangsaku bisa memiliki kendaraan canggih membuatku semakin bersyukur. Semoga semua bisa terjaga dan hal-hal baik senantiasa mengangkat citra Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, inshaallah.

Semoga pembaca juga berkesempatan menikmati perjalanan dengan kereta Whoosh ya…

Sampai ketemu di perjalananku selanjutnya…

PLBN di Indonesia

Hayuuuu… Apa sudah ada yang pernah jalan-jalan negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam, Thailand, Philipina, Papua Nugini (PNG), Republic Democratic Timor Leste (RDTL), Australia lewat PLBN?

PLBN adalah singkatan dari Pos Lintas Batas Negara, sebuah fasilitas negara yang digunakan sebagai pintu gerbang untuk melintas keluar masuk ke negara tetangga melalui darat dan/atau perairan. Sebuah PLBN memiliki fasilitas pelayanan perlintasan baik orang, barang maupun kendaraan  .

Peta Perbatasan

Menurut Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP-RI), pengertian PLBN merupakan peningkatan fungsi Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) yang memiliki dan memberikan pelayanan di bidang keimigrasian, kepabeanan, karantina, keamanan dan administrasi pengelolaan.

Berkunjung ke PLBN Motaain

Keberadaan PLBN sangat penting, mengingat kondisi Indonesia yang luas dan terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil yang terpisah lautan yang berbatasan dengan negara tetangga. Sehingga dibutuhkan sarana sebuah pintu masuk/keluar resmi antar negara.

“Kawasan perbatasan negara harus diperhatikan dan dibangun, sehingga menjadi beranda terdepan dan etalase negara. Pemerintah agar tidak berhenti pada pembangunan zona inti di PLBN, tetapi juga perlu dilanjutkan dengan zona penunjang dengan sistem pengelolaan kawasan perbatasan yang terintegrasi dan dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru”, arahan Presiden RI Joko Widodo pada Rapat Kabinet Terbatas (14/03/2017).

Kebijakan Pengelolaan PLBN Terpadu berdasarkan Perpres 12 Tahun 2010 tentang badan Nasional Pengelola Perbatasan yang diubah ke Perpres 44 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2010 tentang Badan Nasional Pengelola Perbatasan, menjadi pedoman dalam penyelengaraan administrasi umum, pedoman pemeliharaan gedung, perawatan lingungan dan pengamanan, fasilitasi pelayanan lintas batas negara serta pengembangan kawasan PLBN.

Kemudian BNPP menetapkan Perka BNPP No 7 Tahun 2017 tentang pedoman pengelolaan PLBN yang berisi penyediaan sarana prasarana pendukung, kebijakan/sirkulasi layanan lintas batas negara, koordinasi keterpaduan layanan lintas batas negara, serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan layanan lintas batasnegara. Semua dilakukan untuk memberikan kemudahan kepada para pelintas sebagai pedoman.

Keanggotaan BNPP

Kebijakan Prngelolaan PLBN Terpadu

Kelembagaan Unit Pengelola PLBN

Bagan Struktur Pengelola PLBN Terpadu

Fasilitas PLBN:

PLBN memiliki unit bangunan:

a. Zona Inti terdiri dari 1. Gedung utama, 2. Gedung Selasar Tiketing, 3. Ruang Genset dan Plaza, 4. Gedung Wisma dan Asrama, 5. Tower Air, GWT dan Dok House, 6. Tol Gate 1&2 dan 7. Tol Gate 3

b. Zona Penunjang terdiri dari Wisma Indonesia, Mess Karyawan, Landscape PLBN, Monumen Tasbara, Kantor Dishub (UPP), Tower Air, Patung Soekarno

PLBN memiliki beberapa fasilitas pengawasan dan pelayanan lintas batas, yaitu:

1. Pada jalur pejalan kaki/bangunan utama

2. Pada jalur kargo

3. Pada jalur kendaraan pribadi dan kendaraan umum

4. Penyiapan tempat pemeriksaan fisik terpadu (TPFT) pada bangunan utama

5. Fasilitas pendukung lainnya (rumah ibadah, dan pasar)

Nah, dalam zona Inti PLBN terdapat pemeriksaan Custom, Imigrasi dan Karantina (CIQ) yang menunjang proses perlintasan, yang terjadi dalam koridor:

  • Fasilitas Pejalan Kaki melalui gedung utama

– Pemeriksaan imigrasi

– Pemeriksaan Bea Cukai

– Pemeriksaan Karantina (Kesehatan, Pertanian dan Hewan),

– X-Ray

– Pemeeriksaan Metal Detector

  • Fasilitas Pemeriksaan Kendaraan (pribadi dan umum)
  • Fasilitas Pemeriksaan Kendaraan Cargo

 

 Nah, secara umun gambaran PLBN seperti tulisan diatas. Sehingga tidak perlu khawatir untuk lintas negara melalui PLBN dan mendapatkan pengalaman yang seru lewat jalur darat juga sungai.

Berikut list PLBN di Indonesia yang bisa kamu kunjungi untuk sekedar mengambil gambar-gambar unik atau bahkan melintas ke negara tetangga:

1. PLBN Aruk, Kalimantan Barat

2. PLBN Badau, Kalimantan Barat

3. PLBN Entikong, Kalimantan Barat

4. PLBN Jagoi Babang, Kalimantan Barat

5. PLBN Motaain, Nusa Tenggara Timur

6. PLBN Motamasin, Nusa Tenggara Timur

7. PLBN Napan, Nusa Tenggara Timur

8. PLBN Sei Nyamuk, Kalimantan Utara

9. PLBN Serasan, Kepulauan Riau

10. PLBN Skouw, Papua

11. PLBN Sota, Papua

12. PLBN Wini, Nusa Tenggara Timur

13. PLBN Yetetkun, Papua

Semoga kita bisa ada waktu dan rejeki untuk mengunjungi atau melintasi PLBN Indonesia yaaaa.. Sambil jalan-jalan kita bisa melihat keindahan Indonesia di perbatasan negara.

Sampai ketemu lagi…

Sumber: http://www.bnpp.go.id

Continue reading

TASWILNEG BNPP DI PUNCAK BOGOR

Sebagaimana telah direncanakan sebelumnya, Jumat, 16/02/2024 kami berkumpul di kantor BNPP untuk sama-sama berangkat ke Jimmers Puncak Bogor. Semua terlihat excited.

Tujuan keberangkatan kali ini adalah Rapat Progran dan sosialisasi internal Kedeputian 1 BNPP di bawah kepemimpinan Bpk. Robert Simbolon.

Kami berangkat dari kantor, meski ada yang berangkat sendiri. Aku yang semula bermaksud nergabung drngan teman-teman di hus BNPP akhirnya betgabung di mobil dinas bosku, pak Asdep Tasbara.

Syukurnya di dalam mobil sudah ada pak Ponco, salah satu senior Tasbara yang membuatku tidak terlalu kikuk. Secara, pak Ponco termasuk aktif dan kadang iseng. Sehingga dalam perjalanan, kami banyak mendiskusikan kondisi terkini sambil menikmati beragam jajanan yang ditemukan di jalan dan dibeli.

Kami tiba lebih awal, lalu langsung menuju ruang pertemuan dan mengambil kunci kamar di panita untuk istirahat sejenak.

Setelah rombongan lainnya tiba, kamipun bersantap siang. Menu yang disajikan membuat rasa lapar menjadi hilang dan bersiap untuk menerima materi dari Bapak Deputi dan para Asdep.

Segera kami berkumpul di ruang pertemuan. Agenda Rapat Koordinasi dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara. Lalu dilanjutkan oleh para Asdep.

Malam.menjelang dan makan malam disiapkan pada trmpat yang sama. Sayang sekali hujan menyapa, sehingga hiburan yang semestinya di luar ruangan, kemudian dipindahkan ke dalam ruangan.

Akhirnya kami kembali ke kamar untuk beristirahat. Dan kembali beraktivitas di pagi hari yang dimulai dengan sarapan, senam pagi dan permaiann outbond untuk mengikat kekerabatan Kedeputian 1 BNPP RI.

Walhasil, beragam aktivitas membuat semarak suasana, meski sesekali kekhawatiran akan hujan lebat membayangi.

Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan akhirnya kami kembali ke Jakarta dengan sehat sentosa serta semangat yang baru tercharge 😁

PEMILU 2024

Tidak terasa, waktu untuk pemilihan Presiden dan Wakil Rakyat di DPRD, DPR dan DPD tahun 2024 telah tiba. Aku sempat bingung untuk pulang ke Sorowako atau tetap di Jakarta. Namun ternyata surat panggilanku tidak ada di Sorowako. Sehingga aku memilih datang langsung ke TPS dengan harapan bisa ditambahkan dalam daftar pemilih.

Rabu (14/02/2024), bersama Bapak dan ibu kostku, kami berangkat menuju TPS 015 RW 05 Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Lebih siang karena hujan lebat menyapa Jakarta sejak subuh. Setelah bertanya pada petugas TPS, aku harus menunggu hingga pukul 12.00 WIB untuk suara tambahan DPT. Untuk itu aku pamit pulang lebih dulu pada bapak dan ibu kostku.

Di waktu yang disebutkan, aku kembali ke TPS dan menunggu hingga diperbolehkan mencoblos sebagai Pemilih Tanbahan. Sesaat aku dipanggil dan petugas TPS meminta fotocopy KTPku. Oalah, terpaksa aku berkeliling dulu karena fotocopy terdekat tutup. Kuberanikan diri masuk ke salah satu hotel dan alhamdulillah salah satu karyawan di resepsionis bersedia membantuku.

Akupun kembali ke TPS dan menunggu hingga namaku dipanggil untuk masuk ke bilik suara. Ada empat (4) surat suara yang kuterima dari panitia:

1. Surat Suara untuk Presiden dan Wakil Presiden

2. Surat Suara untuk DPD RI

3. Surat Suara untuk DPR RI

4. Surat Suara untuk DPRD DKI Jakarta

Setelah memilih dengan menusukkan paku ke salah satu pilihan di masing-masing surat suara, akupun menuju kotak suara dan dibantu petugas, masing-masing surat suara dimasukkan ke dalam kotak suara. Setelah itu aku berpindah ke meja tinta lalu memasukkan jari kelingking kiriku ke botol tinta dan memberi tanda bahwa aku telah memilih.

Alhamdulillah, tunai sudah tugasku sebagai warga negara Indonesia yang menggunakan hak suaraku untuk masa depam Indonesia. Semoga hasilnya dapat membawa kebaikan kepada negaraku, Indonesia. inshaallah.

HASIL QUICK COUNT PEMILU 2024

Setelah melaksanakan tugasku sebagai warga negara dalam menyalurkan hak suaraku, aku kembali ke kost untuk beristirahat dan menunggu hasil perhitungan suara.

Sebagai hasil Quick Count :

Sambil menunggu KPU mengumumkan hasil Pemilu 2024 tetap kita ucapkan Selamat dan Sukses kepada Pemimpin Terpilih menuju Indonesia Lebih Maju 👍🏻

MENIKMATI AIR PANAS CIATER

Empat hari libur, aku menghabiskan waktu libur di Tanjung Priuk, rumah Opu Odeng. Tidak kemana-mana karena Opu Odeng sibuk mengikuti persiapan Kampanye Akbar salah satu pasangan Calon Presiden Republik Indonesia.

Di hari keempat (11/02/2024), aku bermaksud pulang lebih awal karena Opu Odeng akan berangkat mengantar cucunya kembali ke As-Syifa Boarding School Subang. Namun ternyata aku boleh ikut karena sebelum ke BSS, terlebih dulu akan ke permandian air panas Ciater.

Menikmati perjalanan di Tol Km. 63 Jakarta-Cikampek, tiba-tiba mobil merapat ke sisi jalan. Rupanya ban belakang sebelah kiri kempes. Apesnya lagi, ban serep juga kempes.

Syukurnya, kami berhenti di dekat perkampungan dan beberapa anak kampung membantu membawa ban yang kempes ke tambal ban di kampung terdekat. Tidak lama, sebuah mobil derek mendekati kami dan ikut melihat kondisi mobil. Begitu pula sebuah mobil patroli polisi yang ikut berhenti dan melihat kondisi mobil Opu Odeng.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya ban kembali terpasang dan perjalanan kami lanjut ke Ciater. Saat tiba, kami langsung menuju mesjid untuk menunaikan tugas sebagai muslim. Lalu makan siang sebelum akhirnya menikmati permandian air panas Ciater.

Sebelum menikmati aliran air panas Ciater, idak lupa kami menikmati santap siang di tepi kolam yang sudah disiapkan Gery Andi Picunang, puteri Opu Odeng. Hawa panas yang terasa membuat kami segera menyelesaikan santap siang dengan menu nasi, ikan, telur dan mie goreng yang sedap.

Mashaallah. Tubuh yang kaku langsung lumer dibawah siraman air panas Ciater. Dikreasi seperti air terjun mini, kita bisa menikmati air panas yang bersumber dari kaki gunung Tangkuban Perahu. Suhu air 43-46 derajat sangat cocok untuk healing dan relaksasi.

Rasanya ingin berlama-lama menikmati suasana Ciater. Sayangnya, hujan menyapa kami dan waktu untuk mengantarkan cucu Opu Odeng kembali ke asrama memaksa kami untuk segera berbenah dan meninggalkan Ciater. Nantilah di kunjungan berikutnya baru kita nikmati Curuq Jodo yang berada di lokasi yang sama.

Alhamdulillah, setelah berbenah, kami memgantarkan Syauqi ke pondok dan melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta. Selesai sudah perjalanan singkat yang sangat mengasyikkan.

Ssmpai bertemu di perjalanan saya selanjutnya 😍

SEHARI DI PONTIANAK

Wah, aku terkagum-kagum sendiri menyaksikan langsung pesawat CN 295 di hadapanku. Pesawat dengan fungsi melaksanakan angkutan personel dan logistik, penerjunan pasukan dan logistik, Evakuasi Medis Udara, Patroli Udara terbatas, serta penugasan militer maupun misi kemanusian lainnya, digunakan hari ini untuk mengantarkan rombongan Bpk Mendagri dari Jakarta menuju Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu, 13 Desember 2023.

Bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, penerbangan menuju Bandara Supadio ditempuh selama 1 jam 40 menit. Alhamdulillah rombongan yang dipimpin Bapak Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian tiba tepat waktu dan diterima oleh Pj. Gubernur Kalimantan Barat bersama Forkopimda dan jajaran di Pangkalan TNI AU Supadio Pontianak.

Setelah menikmati sarapan pagi, rombongan kemudian terbagi karena keterbatasan alat angkut lanjutan. Bapak Mendagri dan beberapa pejabat negara lainnya melanjutkan perjalanan menuju PLBN Jagoi Babang dengan 2 Helikopter (AW & BELL). Sedangkan rombongan lainnya menunggu di Bandara Supadio.

Tujuan kunjungan ini adalah untuk mengetahui kesiapan PLBN Jagoi Babang dalam menyelenggarakan Pelayanan Lintas Batas Negara, sebagai Epicentrum Pengenbangan Ekonomi Kawasan perbatasan Negara di Kabupaten Bengkayang, Kalbar, dan mengecek kesiapan peresmian yang akan diresmikan oleh Bapak Presiden RI. PLBN Jagoi Babang ini memiliki keunggulan sebagai beranda depan Indonesia dengan counterpart Serikin di wilayah Serawak, Malaysia.

PLBN Jagoi Babang berdiri di lokasi perbukitan di atas tanah seluas lebih kurang 16,7 hektare. PLBN ini menjadi tapal batas antara Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalbar, Indonesia, dengan Serikin, Sarawak, Malaysia.

Kegiatan dimulai dengan penyambutan adat oleh Ketua Adat Bidayoh dan Kepala Benua Bidayoh, Pengarahan Bapak Mendagri selaku Kepala BNPP, Peninjauan (Gedung Utama PLBN Jagoi Babang, Gerbang Titik 0 Perbatasan RI-Malaysia, Pasar PLbN Jagoi Babang, dan apenanaman Pohon)

Mendagri Tito Karnavian disambut dan dikenakan baju adat Dayak Bidayoh

* * * * *

Perjalanan ini bermula dari koordinasi persiapan rencana kunjungan Bapak Mendagri ke Jagoi Kalimantan Barat. Kunjungan ini dalam rangka peninjauan kesiapan peresmian PLBN Jagoi Babang, satu dari lima PLBN yang pembangunannya telah selesai dan sudah mulai beroperasi di tahun 2023.

Aku kemudian diberikan detail tugas apa saja yang harus disiapkan dan dikoordinasikan terkait persiapan pemberangkatan rombongan dari bandara Halim Perdanakusuma. Kemudian kami pun memastikan kembali mama-nama rombongan yang akan ikut bersama Bapak Mendagri.

Rupanya masih ada kursi kosong yang bisa diisi, sehingga pak Asdep Tasbara menyampaikan bahwa bertiga pak Kholiq, Mega dan aku boleh ikut rombongan ke Pontianak. Wah, tak terkira girangku. Pertama kalinya aku akan naik pesawat TNI CN 295, yang biasanya digunakan untuk tamu-tamu VIP atau kondisi membawa bantuan dan pasukan.

* * * * *

Setelah menyelesaikan agenda kunjungan di PLBN Jagoi Babang, Rombongan kembali ke Supadio untuk santap siang. Setelah itu melanjutkan perjalanan menuju Jakarta kembali menggunakan CN 295.

Perjalanan kali ini singkat namun sangat berkesan bagiku. Tidak putus rasa syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan. Inshaallah akan berlipat ganda.

QS. Ibrahim : 7

Doaku, semoga harimu menyenangkan ya teman2. Sampai ketemu di cerita perjalanan selanjutnya… 👌🏻❤️

VIE FLY TO SKOUW

Sungguh diluar dugaan, aku mendapat kesempatan berangkat ke SKOUW. Awalnya kupikir hanya sebuah gurauan sampai akhirnya aku melihat namaku tercantum dalam list tugas yang disampaikan admin kantorku. Kali ini aku mendapat tugas bersama pimpinanku, Bapak Pantja Wibowo untuk mendampingi Plh. Sekretaris atau Deputi bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Bapak Robert Simbolon.

Tugas kali ini untuk menghadiri peresmian galeri pameran Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) SKOUW, perbatasan Indonesia-Papua Nugini, di Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua pada hari Jumat, 17 Nopember 2023.

Aku meninggalkan Jakarta dengan Batik Air ID 6182 tanggal 16 Nop 2023 pukul 22.30 WIB. Transit di Makassar dan ganti pesawat akhirnya tiba di Bandara Sentani Jayapura pada tanggal 17 Nop 2023 jam 07.20 WIT.

Saat tiba di bandara, kami langsung menuju VIP Room, dimana kami bertemu dengan rombongan Bapak Plh Ses yang kemudian bersama-sama meninggalkan Bandara Sentani menuju PLBN SKOUW.

Begitu tiba di PLBN SKOUW, penyambutan dilakukan dengan tata cara Papua dimana Bapak Plh Ses, Deputi Bina Konservasi Arsip dan Deputi IPSK disambut dengan pemasangan topi Palo-palo sebutan hiasan kepala dari ijuk dan bulu ayam serta penyematan tas anyaman khas Papua yang disebut Noken.

Setelah itu seluruh rombongan, tamu undangan dan hadirin digiring masuk ke ruang acara dan mengikuti seluruh rangkaian Peluncuran Galeri Arsip Perbatasan. Peluncuran sendiri ditandai dengan pemukulan Tifa, sebuah alat musik khas Papua serupa gendang yang terbuat dari kayu dengan lubangi di tengahnya dan ditutup dengan kulit hewan (biasanya kulit rusa).

Dilanjutkan tukar menukar cindera mata dari ANRI dan BNPP. Lalu peninjauan ke papan display ANRI dan Sholat Jumat bagi yang muslim.

Setelah selesai, para tamu dijamu makan siang yang kemudian dilanjutkan dengan foto bersama, kunjungan beberapa lokasi penunjang PLBN seperti jalur tikus, TBI, ke pasar, mess pos satgas pamtas yang belum difungsikan, gerbang perbatasan Indonesia-PNG, Pos Pemeriksaan Lintas Batas SKOUW – Wutung yang diakhiri dengan bersantai di halaman Border Post of Indonesia sebelum bergerak meninggalkan PLBN SKOUW.

Sebelum kembali untuk beristirahat di Hotel Horison Kotaraja Jayapura, rombongan dijamu makan malam dengan menu seafood dan Papeda Papua di Restaurant Yasbeer Jayapura. Alhamdulillah.

Seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan beristirahat kemudian melanjutkan perjalanan pada Sabtu, 18 Nov 2023 kembali ke ibukota Jakarta.

See you in the next trip…