JALANGKOTE

Day 7 – Jalangkote

Hari ini, sudah keempat kalinya saya disuguhi jalangkote. Saya sendiri langsung berfikir, apakah artinya ini jalangkote. Kerennya nama kue modernnya yakni pastel. Tapi lain memang ini jalangkote. Bahkan pernah saya lihat teman buat jalangkote dari kulit lumpia.

Akhirnya saya googling. Eh, ternyata ini jalangkote baru-baru viral. Gara-gara ada anak penjual jalangkote yang dibully temannya. Deh, padahal enaknya ini jalangkote.

Astaga, baru saja saya berselancar di dunia maya cari informasi tentang jalangkote, eh, disajikanma lagi jalangkote. Tapi belum ada yang pas di lidahku, akhirnya, setelah legiatan evaluasi KKS, bareng beberapa teman, akhirnya kami singgah di Toko Jalangkote Adhyaksa Makassar, meski harus beberapa kali salah jalan. Barulah terpenuhi hasrat makan jalangkote yang sesuai selera.
.
.
.

@cahyadi_takariawan

 
#belajarmenulis
#kmobasicbatch49
#ceritavie
#viestory
#vienulis
#latepost
#writingchallenge

PEREMPUAN

Day 6 – PEREMPUAN

Beberapa hari ini saya terlibat langsung dalam kegiatan perempuan. Kegiatan yang sering dianggap sebelah mata sebagai Perempuan Kesana Kemari atau Perempuan Kurang Kerjaan. Padahal deuh, kegiatan mereka luar biasa dahsyatnya.

Saya saja yang merasa diri super sibuk jadi seperti tidak ada apa-apanya dibanding perempuan-perempuan hebat ini. Satu-persatu Ketua TP PKK kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan mempersentasikan program kerja tahun 2021, kendala dan strateginya serta rencana kerja 2022. Lalu dilanjutkan dengan laporan program Dekranasda 2021 dan rencana 2022.

Jadi saya ingin membuat istilah baru bahwa kepanjangan PKK adalah Perempuan Kerja Kreatif. Karena PKK merupakan mitra kerja pemerintah dan hasil kerja PKK sangat berdampak langsung pada tatanan Masyarakat terkecil. Anggaran yang dikelola sangat kecil dengan jutaan kegiatan untuk mendukung pencapaian tujuan, visi dan misi kabupaten/kota, sehingga mereka harus kreatif.
.
.
.
@cahyadi_takariawan

#belajarmenulis
#kmobasicbatch49
#ceritavie
#viestory
#vienulis

KOTA DAENG

Day 5 – KOTA DAENG

Sebutan kota Daeng merupakan nama lain dari Kota Makassar. Bagi orang Makassar, sebutan Daeng merupakan panggilan hormat baik kepada laki-laki ataupun perempuan. Namun ada juga yang menggunakannya untuk sebutan kepada mereka yang membawa becak atau pedagang keliling karena merasa dirinya lebih diatas dan orang-orang ini dibawah.

Aku pernah tinggal lama di kota Daeng. Menghabiskan 5 tahun masa-masa kuliah di juruan Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Hasanuddin. Masa-masa keemasan yang penuh intrik, drama dan airmata. Juga ada cinta dan kenangan yang tertinggal di kota daeng.

Namun sehari ini, Kota Daeng sedang tidak bersahabat. Hujan dan genangan air secara mayoritas menghiasi penampilan Ibukota provinsi Sulawesi Selatan. Hanya bisa berharap yang terbaik untuk Kota Daeng.
.
.
.
@cahyadi_takariawan

#belajarmenulis
#kmobasicbatch49
#ceritavie
#viestory
#vienulis

PERJALANAN MALAM

Day 4 – PERJALANAN MALAM

Sebuah pesan kuterima. Perintah untuk berangkat perjalanan dinas ke kota Daeng bersama Ketua PKK Luwu Timur yang juga sebagai Ketua Dekranasda Luwu Timur. Ada rasa senang sekaligus panik pada diriku.

Rasa senang timbul karena dapat mendampingi ibu yang akan melakukan persentasi. Jadi bisa memastikan persiapannya. Tapi rasa panik juga muncul karena bahan persentase ibu belum siap. Padahal aku bayangkan ketemu ibu, semua sudah selesai, jadi tidak ada beban. Tapi kenyataan yang terjadi tidak seperti perkiraan.

Rupanya, perjalanan malam ini justru memberikan koreksi perbaikan dan masukan yang berharga. Diskusi demi diskusi, masukan, penjelasan aktivitas hingga upaya peningkatan kapasitas kualitas SDM yang dilakukan menjadi topik bahasan. Hingga tak terasa malam semakin larut. Kami singgah sejenak ngaso dan menikmati secangkir teh hangat di Bajo.

.
.
.
@cahyadi_takariawan

#belajarmenulis
#kmobasicbatch49
#ceritavie
#viestory
#vienulis

JANGAN MALAS

D3 – JANGAN MALAS

Pelan tapi pasti, satu persatu ku angkat barang yang tergenang. Sebenarnya sedih melihat barang-barang bagus ini terendam air, tapi musibah ini tak terduga. Hanya berucap alhamdulillah karena barang-barang yang terendam kali ini tidak sebanyak 2 tahun lalu.

Walau aku perempuan, tetapi pekerjaan rumah tangga bukanlah hal yang menarik untukku. Dari kecil, aku lebih suka membantu ayahku mengerjakan pekerjaan laki-laki dibandingkan membantu ibu mengerjakan pekerjaan rumah. Tapi sekarang, aku haru mengerjakan pekerjaan rumah ini sendiri, tidak ada asisten rumah tangga dan semua yang biasa kumintai tolong sedang tidak bisa membantuku.

Ternyata pekerjaan rumah tangga kali ini benar-benar menguras energi, tenaga dan waktuku. Untuk benar-benar merasa bersih dari kuman-kuman paska banjir, terpaksa aku harus menyapu dan mengepel secara berulang pada tempat yang sama. Sampai akhirnya barang-barang yang terbiarkan karena kemalasanku selama ini juga aku rapikan. Rapi deh. Selalu ada hikmah dibalik sebuah peristiwa.

.
.
.
@cahyadi_takariawan

#belajarmenulis
#kmobasicbatch49
#ceritavie
#viestory
#vienulis

BANJIR

Day 2 – BANJIR

“Iya Oma”, jawabku malas-malasan. Suara tetanggaku terdengar berteriak kencang dari balik jendela. Kubalik tubuhku, berusaha mengumpulkan seluruh energi yang tersisa. Akh, masih mati lampu keluhku. Semua gelap, tak tampak apapun. Tapi syukur tetap kupanjatkan karena helaan nafas masih membuatku sadar atas karuniaNya.

“Banjir bu”, suara Oma menyadarkanku.

“Astaghfirullah, Iya Oma”.

Aku meraih handphone di meja kecil samping tempat tidurku. Kunyalakan senter dan turun dari tempat tidur.

‘Ya Allah, air sudah lebih tinggi dari mata kakiku.

Kubuka pintu dan menemui Oma.

“Syukurlah ibu bangun. Dari tadi semua tetangga sudah ribut teriak air naik. Saya ingat ibu di rumah, jadi saya kembali lagi. Kami semua sudah bersiap mengungsi ke depan bu”, jelas Oma.

“Terima kasih Oma, karena membangunkan saya. Saya lihat dulu kondisi rumah saya ya. Nanti saya gabung dengan Oma diujung jalan”, jawabku.
.
.
.
@cahyadi_takariawan

#belajarmenulis
#kmobasicbatch49
#ceritavie
#viestory
#vienulis

TABOO

Day 1 – Taboo

Menikmati sajian televisi pagi tadi. Berita-berita terhangat berganti satu persatu. Meski kutemukan beberapa berita pengulangan namun masih cukup aktual. Lalu sebuah berita pelecehan mengusik telingaku.

Diceritakan kisah seorang Mahasiswi tingkat akhir mengajukan koreksi skripsi justru dilecehkan oleh dosennya. Saya terpaku. Lalu dijelaskan bahwa setelah dilaporkan ke pihak yang berwewenang, si mahasiswi diminta untuk memperagakan bagaimana proses pelecehan yang dimaksud.

Ya Allah..sesak rasanya dada ini. Mahasiswi itu harus membuktikan bahwa dia dilecehkan dengan menceritakan kembali bahkan memperagakan perlakuan apa yang diterimanya di depan banyak orang. Apakah ini sebuah tontonan yang menarik?  Dulu hal seperti ini taboo untuk dibicarakan. Sekarang, semuanya begitu terbuka.
.
.
.

@cahyadi_takariawan

#belajarmenulis
#kmobasicbatch49
#ceritavie
#viestory
#vienulis

Yuks, ke Danau Matano

Saya tinggal di Sorowako, namun bekerja di ibukota kabupaten Luwu Timur yakni Malili, yang ditempuh dalam waktu sejam berkendara dari Sorowako. Sorowako memiliki danau Matano cantik dengan kedalaman sekitar 590m. Disebut sebagai danau terdalam di Asia Tenggara dan urutan ke delapan di dunia. Matano sendiri berarti air dalam bahasa setempat. Meski tinggal disini, jarang sekali saya bisa bermain di danau Matano seperti saat saya masih kecil dulu. Sehingga saat mengetahui jadwal tugas pendampingan saya (Sabtu, 12/6/2021) akan berkunjung ke danau Matano, saya menjadi sangat bahagia dan senang sekali.

This image has an empty alt attribute; its file name is img-20210612-wa0157.jpg

Kami berangkat cukup pagi meninggalkan Malili menuju Sorowako dan langsung menuju dermaga Sorowako. Disana telah menunggu 3 speed boat yang akan kami gunakan berkeliling. Aku lalu membagi timku; fotographer Ayik ikut di speed boat yang digunakan Bupati Luwu Timur, Budiman, Kameramen Ully dan Ridho bersamaku di speed boat yang terpisah dan teman protokol Tika dan Rasma bersama rombongan lainnya di speed boat yang lebih besar dengan kapasitas penumpang lebih banyak.

This image has an empty alt attribute; its file name is img-20210612-wa0064.jpg

KALI DINGIN LAWA

Tujuan pertama kami adalah ke Kali Dingin Lawa. Disana telah menunggu teman-teman yang lebih dahulu bahkan menginap menikmati indahnya danau Matano dengan tenda-tenda di tepian danau. Rupayanya kami disambut dengan hidangan luar biasa. di Tempat ini, Bupati Budiman memberikan pengarahan kepada Kepala Desa Matano dan masyarakat Matano yang hadir untuk senantiasa menjaga alam dan lokasi wisata Lawa.

This image has an empty alt attribute; its file name is img_20210612_092320.jpg

DESA MATANO

Meninggalkan Kali Dingin Lawa, kami menuju salah satu villa di Desa Matano. Wah, keren banget villanya, serasa orang paling kaya yang punya, dengan danau yang terhampar luas di hadapannya.

This image has an empty alt attribute; its file name is img_20210612_113128.jpg

TAIPA

Selama ini saya melihat gambar-gambar yang berseliweran di laman facebook. Akhirnya kami sampai juga ke tempat ini. Mashaallah, luar biasa hasil kerja Pak Desa Sorowako Lau Jiha, yang telah merubah tempat ini menjadi sebuah lokasi wisata dengan beragam fasilitas yang bisa digunakan. Tentu tidak lepas dari spot-spot foto yang keren dan kekinian.

This image has an empty alt attribute; its file name is img_20210612_165504.jpg

GOA AIR

Kami juga melewati Goa Air. Meski tidak singgah, tapi Goa air ini merupakan salah satu destinasi wisata di danau Matano yang Disebut Goa air karena untuk masuk ke dalam goa, kita harus menyelam di pintu goa yang tertutup air. Di dalam Goa, kita akan menemukan stalaktit atau batuan runcing dan lancip, kadang berongga yang menggantung di langit Goa dan menghadap ke bawah. untuk yang senang uji nyali, kita juga bisa memanjat di depan goa untuk naik ke atas dan terjun ke bawah, di tengah-tengah goa.

This image has an empty alt attribute; its file name is img_20210612_134052.jpg

Selalu bahagia jika bisa bertugas sambil piknik, karena akan sangat berbeda dengan saat kita melakukan wisata biasa. Yuks ke danau Matano, menikmati indahnya karunia Ilahi dengan kejernihan danau dan keindahan alam di sekitarnya.

100 Hari Kepergian Bupatiku

Pak Haji, bagaimana kabar Bapak disana? Kami rindu pak Haji. Banyak sekali memory indah yang masih tergambar jelas saat bersama pak haji.


Pak haji, kemarin saya kembali bertugas ke rujab. Ternyata saya tidak setegar yang saya pikirkan. Air mata masih menetes. Bayangan pak haji berjalan dari ruang pribadi menenteng baju, berkas atau sepatu menuju mobil terasa begitu nyata. Saat pak haji membuka pintu lalu tersenyum dan bertanya apakah semua sudah siap masih terasa begitu nyata.

Bayangan pak haji di atas mobil kemudian membuka kaca jendela saat kami tidak mengikutimu masih terasa begitu nyata. Atau saat kami berlarian menuju mobil saat pak haji sudah siap berangkat masih terasa begitu nyata.

Bayangan pak haji saat pengambilan gambar di ruang tamu, di ruang makan, di ruang gubernur atau di halaman depan, semuanya masih sangat terasa begitu nyata.

Rumah Jabatan Bupati Luwu Timur

Kemarin saya menemani pejabat yang baru menerima kunjungan anak sekolah dan mengajak mereka melihat ruangan kantor Bupati dan Rumah Jabatan Bupati dan mengajak mereka berkeliling. Saya merasa bayangan pak haji yang tersenyum terasa begitu nyata bersama kami.
Berat rasanya pak haji.. berat sekali dada ini..  tidak lama saya bekerja langsung untuk pak haji, tapi kenangan bersama pak haji sangat membekas. Kebaikan pak haji, kebaikan ibu haji, kebaikan yang saya dapatkan selama saya bertugas sangat membekas dan masih terasa begitu nyata.

Pak haji, saya sedih karena belum berhasil membuat video Bapak sebagai pemersatu keberagaman di Luwu Timur. Video yang menggambarkan bagaimana kebijaksanaan Pak Haji menyikapi keberagaman di Bumi Batara Guru ini. Tapi saya percaya bahwa manusia hanya dapat berencana tapi Allah SWT yang berkehendak.
Pak Haji,
Menegenang 100 hari kepergianmu, hanya doa yang terkirim sebagai rasa terima kasih atas semua kebaikan pak haji. Semoga pak haji tenang di tempat terbaik yang Allah SWT berikan untuk pak haji.

Allaahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihii wa’fu anhu wa akrim nuzu lahu wa wassi’ madkhalahu waghsilhu bilmaai wats-tsalji walbaradi wanaqqihi minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wazaujan khairan min zaajihi wa adkhilhuljannata wa ‘aidzhu min ‘adzaabilqabri wafitnatihi wamin ‘adzaabinnaari.

Allaahummaghfir lihayyinaa wamayyitinaa wasyaahidinaa waghaaibinaa washaghiiranaa wakabiiranaa wadzakarinaa wauntsaana.

Allaahumma man ahyaitahu minnaa fa ahyihi ‘alal islaami waman tawaffaitahu minnaa fatawaffahu ‘alal iimaani.

Allaahumma laa tahrimnaa ajrahu walaa tudhillanaa ba’dahu birahmatika yaa arhamar raahimiina. Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin

Artinya :

“Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskan lah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskan lah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami atau istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia kedalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur serta fitnah nya, dan dari siksa api neraka.

Ya Allah, berikanlah ampun, kami yang masih hidup dan kami yang telah meninggal dunia, kami yang hadir, kami yang ghoib, kami yang kecil – kecil kami yang dewasa, kami yang laki – laki maupun perempuan.

Ya Allah, siapapun yang Engkau hidupkan dari kami, maka hidupkanlah dalam keadaan iman.

Ya Allah janganlah Engkau menghalangi kami, akan pahala beramal kepadanya dan janganlah Engkau menyesatkan kami sepeninggal dia dengan mendapat rahmat-Mu wahai Allah yang lebih belas kasihan. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Aamiin aamiin aamiin ya rabbal alaamiin.

Achmad Langit Syandrie

Mashaallah…
Melihatmu di ranjang bayi saat didorong keluar dari ruang operasi, membuatku menitikkan airmata. Airmata bahagia nak. Sungguh, keputusan yang cukup berat dalam menjemput kehadiranmu di dunia ini, di masa Pandemi Covid-19.

Selamat untuk Bunda Shiey, ayah Andrie dan kakak Affan Bintang Syandrie, Kakek dan Nenek serta semua keluarga kerabat yang berbahagia.

Selamat datang ade’ Achmad Langit Syandrie


08.33
Ibu menelpon. “Ya Bu.”
“Adekmu mau melahirkan. Bisa pulang sekarang? Kami sedang di Puskesmas. Di rujuk ke rumah sakit disini, penuh. Rencana mau dirujuk ke rumah sakit daerah di kabupaten tetangga karena dokter di rumah sakit daerah kita sedang isolasi mandiri.

Dug, hatiku sedih sekali. “Bu, ban mobilku botak, tidak berani saya gunakan pulang ke rumah.

“Tolong usahakan, dan pulanglah nak.”

08.45
Aku menelpon bengkel, bertanya kesediaan ban mobil yang kubutuhkan. Wah, sekali lagi hatiku sedih, aku tak punya uang.

09.00
Aku coba menghubungi kakakku. Sedikit menjelaskan situasi yang kualami.
Kembali hatiku sedih, kakakku mengatakan belum bisa bantu.

09.15
Ibu kembali menelpon.
“Maaf ibu, saya tidak sanggup. Kusebutkan nilai yang kubutuhkan, “sebentar ibu transfer nak”

Ya Allah, air mataku menitik. Belakangan ini, aku sangat menyusahkan ibuku. Mestinya aku yang memberikan kebutuhannya, namun justru kebutuhanku yang dipenuhinya.

Akupun bergegas, bersiap untuk pulang.

09.31
Bapak menelpon, “iya pak”

“Bapak sudah transfer. Segera pulang nak” pesan Bapak di ujung suara.

“Baik pak, aku pulang.

10.04
Aku sudah di bengkel mengganti ban, menelpon Bapak dan beberapa orang lainnya.
Syukurlah, ban yang kubutuhkan tersedia, meski harganya lebih tinggi dari seharusnya. Namun aku tak punya pilihan lain.

10.44
Selesai, aku pun bergegas pulang.

Ibu menelpon. “Nak, alhamdulillah. Adikmu sudah masuk rumah sakit disini, tadi dia reaktif saat di puskesmas jadi adikmu harus swab.

“Iya bu, tidak apa-apa. Ikuti saja protokol Covid-19, karena sebelum tindakan dilakukan, pasien memang harus di swab, menjaga pasien dan juga tenaga kesehatan yang menanganinya.”

Menghela nafas panjang.

“Ibu jangan khawatir, kita doakan yang terbaik. Saya sudah dalam perjalanan pulang, hp saya matikan supaya fokus bawa mobil ya bu.”

11.29
Rupanya adikku ditempatkan di ruang khusus untuk penanganan pasien suspect Covid-19. Subhanallah. Syukur aku bisa masuk dan bersamanya. Sedikit terbantu karena beberapa perawat mengenalku dan paham kami tetap mengikuti protokol kesehatan.

Rangkaian penanganan diberikan kepada adikku. Swab antigen dan swab PCR dilakukan.

17.23
Adikku mulai dipindahkan ke ruang tindakan. Semua berjalan sebagaimana protokol Covid-19.

Hanya doa dan harapan semoga tindakan yang diberikan berjalan lancar.

18.20
Pintu ruang operasi terbuka dan perawat mendorongmu menuju ruang bayi. Mashaallah nak.. aku mengikutimu dan perawat itu, mencoba mengabadikanmu nak.

Kau lahir kecil nak. Bundamu bahkan menangis terisak saat dia belum diperbolehkan menyentuhmu, memelukmu bahkan menyusuimu karena protokol Covid-19. Tapi satu kesyukuran karena para perawat itu tidak memberimu susu formula melainkan ASI bundamu meski dibantu dengan botol.

Alhamdulillah, hari ini tepat 40 hari setelah kelahiranmu, kau tumbuh sehat dan memberi kebahagiaan dalam suasana Pandemi ini.

Yaa Robb,
Bimbinglah ia menjadi anak shaleh, lembutkan hati, lisan dan perbuatannya…
jadikanlah ia penyejuk hati kedua orangtuanya dan penyatu di dalam keluarganya.
Aamiin yaa mujibassailin


I love you nak…