Doa Malam Lailatul Qadar

Allahu alimin ghaibi wa syahadati fa ta’ala ama yusrikun x77     

Rabbighfir warham wa anta khairu rohimin x77  

Lahaula wa la quwwata illa billah x77. 

Innallaha laqawiyun azis x99

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk asmaul husnaMu. Assalamu’alaikum ya Asma’ul husna, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk Kitab-kitab Mu. Assalamu’alaikum ya Kitabullah, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk Al Quran. Assalamu’alaikum ya Al Quran, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk para malaikatmu. Assalamu’alaikum ya para malaikat, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk para NabiMu. Assalamu’alaikum ya para Nabiyullah, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk para Rasul Mu. Assalamu’alaikum ya para Rasulullah, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk Nabi Muhammad saw. Assalamu’alaikum ya Rasulullah Muhammad, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk bulan Ramadhan. Assalamu’alaikum ya bulan Ramadhan, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk para Suhada Mu. Assalamu’alaikum ya para Suhada Allah, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk para Mujahid. Assalamu’alaikum ya para Mujahid, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk para Waliyullah. Assalamu’alaikum ya para waliyullah, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk para kekasihMu. Assalamu’alaikum ya para Kekasih Allah, Al Fatihah………….

Ya Rabb. ya Rahman, Ya Rahim, ya Ghofar, ya Ghafur, ya Afuw. ya Ghani, ya Mughni, ya Razak, ya Malikul Mulki Dul jalali wal Ikram, ya Qudus. ya Salam, ya Muhaimin, ya Mutakabir, ya Azis, ya Ali, ya Syakur, ya Shabur, ya Rasyid,

Segala puji hanya bagiMu Rabb semesta alam

Dan syukur kami panjatkan padaMu ya Syakur, atas segala nikmat dan karunia yang tak terhingga banyaknya dan tak henti-hentinya Engkau turunkan,

Ya Rab kami mohon padaMu, jangan murkai kami apabila kami lupa atau lalai untuk mensyukuri nikmat yang Engkau karuniakan kepada kami.

Ya Rabb, kami mohon kepadaMu berupa petunjuk, bimbingan dan kekuatan untuk dapat bersyukur dan beramal saleh yang Engkau Ridhai

Ya Rabb, kami mohon ampunan dan maafMu atas segala kesalahan kami dan tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, serta teguhkan pendirian kami dalam mentauhidkan Engkau, dalam menjalankan perintah-perintah Engkau, dan dalam menjauhi larangan-larangan Mu. Dan tolonglah kami terhadap segala bentuk kekafiran.

Ya Rabb, kami mohon ampuni pula orang-orang tua kami, saudara-saudara kami, anak-anak cucu kami, kaum muslimin dan muslinat, dan kaum mukminin dan mukminat semua. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha PenerimaTaubat.

Ya Rabb karuniai kami dengan kekuatan dan perlindungan dari sisiMu, untuk tetap istiqamah, karena sesungguhnya kami tiada daya dan tiada upaya tanpa pertolonganMu.

Ya Rabb karuniai kami kekuatan dan perlindungan dari sisiMu, dan karuniakan kemampuan pada kami dalam menjalankan setiap cobaan dari sisi Engkau. Sesungguhnya kami tiada daya dan tiada upaya, dan Engkaulah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Ya Rabb, karuniakan bimbingan dan pelajaran kepada anggota kaum kami untuk menerima Kitab, Hikmah dan Kenabian dari sisiMu.

Ya Rabb kami mohon turunkan dan masukkan Al Quran kedalam dada kami, sebagai imam kami, penuntun dan sebagai penerang / cahaya dalam kehidupan kami di dunia ini.

Ya Rabb, kami mohon padaMu, kalau memang telah memenuhi kriteriaMu, dan sesuai dengan kehendakMu, untuk memasukkan kami kedalam golongan hamba-hambaMu yang saleh, yang selalu memperoleh ridha dan perlindungaMu.

Ya Rabb, bukan syurga yang kami inginkan, tetapi ampunan dan ridhaMu yang menjadi harapan kami. Bukan pula neraka yang kami takuti, tetapi kami takut kalau diri kami terjauhkan dari diriMu.

Ya Rabb bukan pula kemiskinan yang kami khawatiri, seperti yang selalu dibisikkan oleh syaithan, tetapi kami takut kalau kami tidak mampu bersabar dan bersyukur atas karunia yang Engkau limpahkan pada kami.

Ya Rabb, bukan kebodohan yang kami takuti, tetapi kami sangat khawatir dijauhkan dari bimbingan dan petunjuk Engkau.

Yaa rabb,  karuniakan kepada kami petunjuk/ cahaya dari sisi engkau,  kami memohon ampunan dan keridhoanMu,  bukakan pendengaran,  penglihatan dan hati kami untuk dapat memahami ayat2 engkau, ayat kitabiah maupun ayat kauniah, begitu banyak karunia dan pelajaran yang Engkau turunkan kepada kami malam ini.  Ya rabb,  mudahkan kami melakukan kebajikan dan hadirkan kedamaian dan ketenangan dalam hidup kami, janganlah engkau jadikan hati kami condong kepada dunia dan jangan engkau sesatkan kami setelah engkau beri petunjuk kepada kami.

Ya Rabb, kami mohon sampaikan salam dan bacaan Al Fatihah untuk lailatul Qadr, assalamu’alaikum wr wb ya lailatul Qadr, al Fatihah …….

Kabulkanlah permohonan kami ya Allah…

Allahumma Sholli ‘Ala Muhammad Wa’Ala Ali Muhammad, Innaka Hamidun Majid.” 

Ya Allah, berilah Shalawat kepada Muhammad dan kerabatnya,. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Alhamdulillahi rabbil alaamiin

Aamiin ya rabbal alaamiin…

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar,  Wa lillahilhamd.
#DIIAN

Berprasangkalah yang Baik

Kenapa begini? Kenapa begitu? Kenapa tidak seperti ini, kenapa harus seperti itu? Seharusnya begini, seharusnya begitu. Itulah pikiran kita, yang akan mempengaruhi semua keputusan yang kita ambil.

Namun, yang perlu dipahami, selalulah berprasangka baik terlebih dahulu. Jangan sekali-kali persepsi itu menjadi dasar kita mengambil keputusan. Sungguh, hanya kerugian yang akan kita terima. 

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ الصّٰلِحٰتِ  وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهٖ ۚ  وَاِنَّا لَهٗ كٰتِبُوْنَ

“Barang siapa mengerjakan kebajikan dan dia beriman maka usahanya tidak akan diingkari (disia-siakan), dan sungguh, Kamilah yang mencatat untuknya.”

(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 94)

Kadangkala, kita lupa bahwa

Allah SWT berfirman:

وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰى 

“dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,”

(QS. An-Najm 53: Ayat 39)

Jadi, apapun yang kita lakukan… Berprasangkabaiklah, terutama kepada Allah,SWT… Karena sesuatu yang terjadi pada kita, sesungguhnya adalah terjadi karena kehendak-Nya.

#RenunganVie

Allah Tempat Bergantung

Dialah Allah Rabb Yang Maha Esa, dan Dialah Allah tempat bergantung bagi seluruh makhluk.
Semenjak dari tulang sulbi, kemudian jadi nutfah, alaqah dan segumpal daging, dst.
يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْـتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّنَ الْبَـعْثِ فَاِنَّـا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّـطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّـنُبَيِّنَ لَـكُمْ   ۗ  وَنُقِرُّ فِى الْاَرْحَامِ مَا نَشَآءُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْۤا اَشُدَّكُمْ    ۚ  وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلٰٓى اَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـئًـا   ۗ  وَتَرَى الْاَرْضَ هَامِدَةً فَاِذَاۤ اَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَآءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَاَنْۢبَـتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍۢ بَهِيْجٍ

“Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) Kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan tetumbuhan yang indah.”

(QS. Al-Hajj 22: Ayat 5)
فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ

“Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”

(QS. Al-Hijr 15: Ayat 29)
ثُمَّ سَوّٰٮهُ وَنَفَخَ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِهٖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْــئِدَةَ     ۗ  قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ

“Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)nya dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati bagimu, (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.”

(QS. As-Sajdah 32: Ayat 9)
قُلِ ادْعُوا الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۚ  لَا يَمْلِكُوْنَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِى السَّمٰوٰتِ وَلَا فِى الْاَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيْهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَّمَا لَهٗ مِنْهُمْ مِّنْ ظَهِيْرٍ

“Katakanlah (Muhammad), Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah! Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka sama sekali tidak mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit dan bumi dan tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.”

(QS. Saba’ 34: Ayat 22)
وَ اِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْۤ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَ اَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ  ۚ  اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ  ۗ  قَالُوْا بَلٰى    ۛ   شَهِدْنَا     ۛ   اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَ  

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab, Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,”

(QS. Al-A’raf 7: Ayat 172)
وَ اِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْۤ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَ اَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ  ۚ  اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ  ۗ  قَالُوْا بَلٰى    ۛ   شَهِدْنَا     ۛ   اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَ  

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab, Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,”

(QS. Al-A’raf 7: Ayat 172)
Ketergantungan kita pada Allah disemua hal, ketergantungan pada penciptaan, peetumbuhan, pemeliharaan, hidup, mati, sakit, sembuh, pengajaran, petunjuk, pergerakan / berfungsinya seluruh tubuh, kemampuan, rezeki dan sebagainya, semua dalam kekuasaan Yang Maha Agung.
Kajian DIIAN 29.04.2017

Puisi Terakhir

Berbagi copy paste, tokoh ini tadinya non muslim, ketika meninggal telah memeluk Islam. beliau adalah WS RENDRA. 

KELAHIRAN SURAKARTA   1935 MENINGGAL  DI DEPOK.      2009     
* Puisi terakhir WS Rendra 

 di buat sesaat sebelum dia wafat)*
Hidup itu seperti *UAP*,  yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !! 

Ketika Orang memuji *MILIKKU*,

aku berkata bahwa ini *HANYA TITIPAN* saja.
Bahwa mobilku adalah titipan-NYA,

Bahwa rumahku adalah titipan-NYA,

Bahwa hartaku adalah titipan-NYA,

Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA …
Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,

*MENGAPA DIA* menitipkannya kepadaku?

*UNTUK APA DIA* menitipkan semuanya kepadaku.
Dan kalau bukan milikku, 

apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?
Malahan ketika diminta kembali,

_kusebut itu_ *MUSIBAH,*

_kusebut itu_ *UJIAN*,

_kusebut itu_ *PETAKA*,

_kusebut itu apa saja …_

Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah *DERITA*….
Ketika aku berdo’a, 

kuminta titipan yang cocok dengan

*KEBUTUHAN DUNIAWI*,

_Aku ingin lebih banyak_ *HARTA*,

_Aku ingin lebih banyak_ *MOBIL*,

_Aku ingin lebih banyak_ *RUMAH*,

_Aku ingin lebih banyak_ *POPULARITAS*,
_Dan kutolak_ *SAKIT*,

_Kutolak *KEMISKINAN*,_

Seolah semua *DERITA* adalah hukuman bagiku.
Seolah *KEADILAN* dan *KASIH-NYA*,  

harus berjalan seperti penyelesaian matematika 

dan sesuai dengan kehendakku. 
Aku rajin beribadah, 

maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,

Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku …
Betapa curangnya aku,

Kuperlakukan *DIA* seolah _Mitra   Dagang_ ku 

dan bukan sebagai *Kekasih!*
Kuminta *DIA* membalas _perlakuan baikku_ 

dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku …
*_Duh ALLAH …_*
Padahal setiap hari kuucapkan,

*_Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU ya ALLAH, AMPUNI AKU, YA ALLAH …_*
Mulai hari ini, 

ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur 

dalam setiap keadaan 

dan menjadi bijaksana, 

mau menuruti kehendakMU saja ya *ALLAH* …
Sebab aku yakin….

*ENGKAU* akan memberikan anugerah dalam hidupku …

*KEHENDAKMU*  adalah yang ter *BAIK* bagiku ..
Ketika aku ingin hidup *KAYA*, 

aku lupa, 

bahwa *HIDUP* itu sendiri 

adalah sebuah *KEKAYAAN*.
Ketika aku berat utk *MEMBERI*,

aku lupa, 

bahwa *SEMUA* yang aku miliki

juga adalah *PEMBERIAN*.
Ketika aku ingin jadi yang *TERKUAT*, 

….aku lupa, 

bahwa dalam *KELEMAHAN*,

Tuhan memberikan aku *KEKUATAN*.
Ketika aku takut *Rugi*, 

Aku lupa,

bahwa *HIDUPKU* adalah 

sebuah *KEBERUNTUNGAN*,

kerana *AnugerahNYA.*
Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu *BERSYUKUR* kepada *NYA*
Bukan karena hari ini *INDAH* kita *BAHAGIA*. 

Tetapi karena kita *BAHAGIA*,

maka hari ini menjadi *INDAH*.
Bukan karena tak ada *RINTANGAN* kita menjadi *OPTIMIS*. 

Tetapi karena kita optimis, *RINTANGAN* akan menjadi tak terasa.
Bukan karena *MUDAH* kita *YAKIN BISA*. 

Tetapi karena kita *YAKIN BISA*.!

semuanya menjadi *MUDAH*.
Bukan karena semua *BAIK* kita *TERSENYUM*. 

Tetapi karena kita *TERSENYUM*, maka semua menjadi *BAIK*,
Tak ada hari yang *MENYULITKAN* kita, kecuali kita *SENDIRI* yang membuat *SULIT*.
Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar, 

cukuplah menjadi *JALAN SETAPAK* 

yang dapat dilalui orang,
Bila kita tidak dapat menjadi matahari, 

cukuplah menjadi *LENTERA* 

yang dapat menerangi sekitar kita,
Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang, 

maka *BERDOALAH* untuk

 kebaikan

Perbaikilah…

“Jangan Seperti Mengumpulkan Harta di Sebuah Tas Yang Berlubang”

Engkau memperbaiki wudhu’mu namun dengan cara berlebihan dalam menggunakan airnya,

Engkau bersedekah kepada orang yg kau anggap layak diberikan, namun engkau merendahkan dan menyakiti perasaan dan hatinya,

Engkau shalat malam, puasa di siang hari, mematuhi Rabbmu namun engkau memutuskan tali silaturrahim,

Engkau berpuasa dan bersabar menahan lapar dan dahaga, namun lisanmu dengan mudah melaknat dan mencela.

Engkau menggunakan pakaian serba longgar dan berlapis menutupi kepala dan badanmu, namun tdk sedikit pun engkau menjaga lisan dan sikapmu untuk lebih menghormati orang lain.

Engkau muliakan tamu, namun saat dia keluar engkau meng’ghibahinya dan menyebut keburukan-keburukannya,

Jangan kumpulkan kebaikan-kebaikanmu di sebuah kantong yang berlubang.

Engkau mengumpulkannya dengan susah payah, namun dengan mudahnya kebaikanmu berguguran karena perbuatanmu sendiri tanpa kau sadari. 

Hingga akhirnya rahmat dari kebaikan-kebaikan yg kita lakukan itu hilang tak berbekas, seperti buih diterpa air laut. . .habis.

Sedangkan kita sendiri tak tahu berapa banyak kah yg telah terkumpul untuk bekal kita di hari akhir nanti ?

semoga ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua atas apa yg kita telah lakukan sepanjang hari. Anggap lah orang lain lebih baik dari diri kita sendiri, agar kita selalu menghormati dan menghargainya dan agar kita selalu belajar lebih bersikap mulia kepada sesama.

Sabar dan Ikhlas

Semoga Bermanfaat….



Aku dan Rinduku

Aku dan rinduku

Menyatu dalam bisu

Saat malam bercerita kelabu

Tentang cinta yang sendu
Aku dan rinduku

Menyatu dalam biru

Kala semilir angin membeku

Pertanda pagi telah berpagu
Aku dan rinduku

Telah membentur cadasnya batu

Bergelanyut dalam syahdu

Lalu terkubur oleh waktu
Aku dan rinduku

Kemana akan kuceritakan rinduku

Kemana akan kugambarkan rinduku

Kala malam telah merebut rinduku
Aku dan rinduku

Hanya aku dan rinduku

Disini…

Hanya aku dan rinduku
Jakarta – 240217
#myfreedomspace

Pilkada DKI 2017

Diluar kamar, hujan tidak menjadi kawan yang baik. Membuat mata malas terbuka, rasa dingin menjaga selimut untuk tetap pada posisinya. Akhhh malasnya. 

Eh, alarm berbunyi, meski malas tetap kuraih. “Pilkada DKI 2017 TPS 22” tertera di layar hpku. Wah, iya yah.. jadi ingat mesti ke Tebet. 

Akhirnya, rasa malas ku pun terkalahkan. Ternyata butuh setengah jam untuk bersiap-siap. Setelah ojek online yang kuminta tiba, kami pun mengarah menuju ke lokasi pencoblosan No. 22 di Tebet Jakarta Selatan. 

Membutuhkan dua kelengkapan untuk bisa mengikuti proses pemilihan di Pilkada Jakarta, pertama Surat Panggilan Memilih dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Nah, yang belum memiliki Surat Panggilan, tetap bisa memilih dengan membawa kelengkapan Kartu Keluarga, pesan si mas pengantar surat Panggilan sehari sebelum pencoblosan. 

Begitu memasuki lokasi Tempat Pengumpulan Suara, para pemilih diarahkan untuk mendaftar ulang terlebih dahulu. Setelah menyerahkan Surat Panggilan Model C6-KWK di bagian registrasi, pemilih dipersilahkan menunggu di lokasi yang telah ditetapkan. 

Peserta pemilihan sudah cukup banyak, sehingga yang datang belakangan seperti diriku, harus menunggu panggilan cukup lama. Akhirnya namakupun dipanggil. Setelah pemeriksaan jari-jari dan dinyatakan bersih, Surat Panggilan Memilih yang sudah divalidasi, diserahkan kembali dan pemilih diarahkan ke meja kedua untuk diberikan lembar Surat Suara.

“Periksalah kertas suara Anda!” Itu jargon yang selalu kuingat karena sering dinyanyikan. Maka lipatan-lipatan kertasnya pun kubuka untuk mengecek siapa tau ada cacat. Usai memeriksa Surat Suara yang diberikan dan semuanya aman, aku dan beberapa pemilih diarahkan menuju bilik suara. 

Alhamdulillah, hak suarapun tersalurkan. Setiap pemilih memiliki kebebasan untuk menentukan siapa pilihannya. Meski kadangkala akal, mulut dan hati tidak seiring sejalan tetapi pilihan harus ditetapkan. 

Berharap yang terbaik untuk DKI Jakarta. 

Kematian itu Dekat

​_*Saat kematianmu, tidak perlu dicemaskan*_
_Ketika jantungmu berhenti, tidak perlu dicemaskan_
_Saat sekarat, tidak perlu dicemaskan_
*_Jangan perdulikan jasadmu yang akan hancur!!_* Kaum muslimin… akan melaksanakan kewajiban mereka:

1. Melucuti pakaianmu.

2. Memandikanmu.

3. Mengafanimu.

4. Menggalikan lubang lahatmu.

5. Mengeluarkanmu dari rumahmu.

6. Memanggulmu di atas pundak² mereka.

7. Mengantarkanmu ke tempat tinggalmu yang baru (kuburan).

8. Orang-orang akan berdatangan merawat dan mengurus jenazahmu, bahkan banyak yang  meninggalkan pekerjaannya demi untuk penguburanmu.

9. Perabotan2mu akan segera diurus dan berpindah tangan:

– kunci-kunci kendaraan dan rumah

– tas

– buku-buku

– handphone

– sepatu

– pakaian
*Apabila keluargamu baik, mereka menyedekahkannya agar bermanfaat untukmu.*
*Yakinlah!!!* bahwa:

~Dunia tidak sedih karena kematianmu !

~Alam semesta tidak berduka atas kepergianmu !

~Segala sesuatu akan berjalan seperti biasa dan tidak berubah dengan perpisahanmu!!

~Perekonomian akan terus berputar!

~Pekerjaanmu, akan digantikan orang lain!

Hartamu akan pindah tangan secara halal kepada ahli waris!

Sementara *Anda yang akan dihisab* atas segala sesuatu hingga perkara yang sederhana dan kecil!!
Yang pertama lepas darimu adalah namamu..

Saat Anda meninggal dunia: Orang2 bertanya : _*Dimana mayatnya ?*_ Mereka tidak memanggilmu dengan namamu!! Namamu tinggal kenangan belaka.
Ketika mereka akan menshalati, mereka bilang : _*Bawa sini jenazahnya!!!*_ Mereka tidak menyebutkan namamu. *Betapa cepat namamu hilang berlalu….*
Ketika mereka akan menguburkanmu, mereka berkata: *Dekatkan mayitnya!!* tanpa menyebutkan namamu..
Karena itu… 

_Jangan tertipu oleh kehormatan dan kelebihan kelompokmu…!!_

_Jangan terperdaya oleh kedudukan dan nasab keturunanmu…!!_
*Alangkah sepelenya dunia ini… dan betapa besar apa yang akan kita hadapi…*
_*Kesedihan orang atas kepergianmu ada tiga macam:*_

1. Orang yang mengenalmu sepintas akan mengatakan: _*Kasihan… !!*_
2. Teman dan sahabatmu akan bersedih beberapa saat atau beberapa hari, kemudian mereka  kembali pada rutinitas dan  canda tawa mereka..
3. Kesedihan mendalam di rumah… Keluargamu akan bersedih sepekan… satu-dua bulan atau hingga satu tahun… Kemudian mereka akan meletakkanmu dalam album kenangan…
Demikianlah…

Kisahmu di antara manusia telah terakhir…
Anda hanya tinggal *ALBUM KENANGAN*
Kisahmu yang sebenarnya baru dimulai… bersama sesuatu yang nyata, yaitu: *Alam akherat*
Telah lepas darimu:

1. Kecantikan/ketampanan

2. Harta

3. Kesehatan

4. Anak

5. Rumah. 

6. Istri/suami
*Kehidupanmu yang sesungguhnya baru dimulai*
Pertanyaannya sekarang adalah:
*Apa yang telah Anda siapkan untuk kubur dan akheratmu????? Ini adalah KENYATAAN yang perlu direnungkan!!*_
*Check ibadahmu… yang wajib dan yang sunnah*
*Check Amal sholeh dan Sedekah*
*Check perilaku dan tingkah polah*
_*Semoga Anda selamat!*_
Jika Anda membantu mengingatkan orang lain dengan menyebar posting ini… _InsyAllah…_ Anda akan dapati buah dari peringatan Anda itu dalam timbangan amal kebaikan pada hari Kiamat.
Allah berfirman:

👈 (وذكّر فإن الذكرى تنفعُ المؤمنين) 👉 

_”Dan berilah peringatan! karena peringatan itu bermanfaat bagi orang2 beriman”_
Kenapa mayit memilih: *”Sedekah”* jika kembali ke dunia? Sebagaimana firman Allah:
👈 رب لولا أخرتني إلى أجل قريب: ‼فأصدق‼

_”Ya Tuhan! jika Engkau tunda ajalku sebentar saja, niscaya aku akan bersedekah”_
Mereka tidak mengatakan:

👉🏻Niscaya Aku akan umroh

👉🏻Niscaya Aku akan shalat

👉🏻Niscaya Aku akan puasa
Para ulama menjelaskan: _”Mayit hanya mengatakan sedekah,  karena dia melihat dampak sedekah yang sangat besar setelah kematian”
Maka *perbanyaklah sedekah*

utk saat ini dapat bersedekah dengan mengirim/menyebarkan postingan ini pada teman/saudara *dengan niat karena Allah, maka jika ada diantara mereka yg  mengamalkan postingan ini ganjaran’a dengan seizin Allah juga akan anda terima.* Aamiin

Demi Masa

​Demi masa, sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh.

Dengan hikmah yang disertai petunjuk Allah, maka orang-orang beriman dapat melakukan banyak kebaikan (amal saleh) yang diperlukan untuk mendapat ridhaNya.

Kebanyakan manusia merasa tidak senang kalau diperlakukan tidak baik oleh orang lain; dizalimi, difitnah, disakiti, dinistakan, dibully. Bahkan harga diri atau keakuannya segera timbul. 

Begitu pula sebaliknya saat dipuji oleh orang, maka seketika itu pula harga dirinya melambung, melupakan Allah.

Dua hal ini dapat jadi tolak ukur keberasilan kita dalam membunuh keakuan.

Mohonlah hikmah dari setiap kejadian yang kita rasakan, kita perbuat, kita ucapkan dan kita baca (lihat dan dengar.

Contoh hikmah berikut :

 Contoh yang baik atau teladan, adalah hal yang sangat positif bagi diri sendiri dan bagi orang lain.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا    

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah. (QS. Al-Ahzab: Ayat 21)

Apakah hikmah dari meneladani Rasulullah dan menjadi teladan yang baik bagi orang lain ?

– Sebagai bukti ketaatan pada Allah dan RasulNya.

– Berbuat baik bagi diri sendiri dan bagi orang lain

– Menjalankan syi’ar agama

– Memelihara perdamaian

– Mengumpulkan tabungan untuk akhirat

– Membersihkan diri dari perbuatan keji dan munkar

– Membentengi diri dari hal-hal yang buruk

– Mendekatkan diri pada yang Maha

– Menjaga hubungan antar manusia dengan jalan menjaga hubungan baik dengan Allah.

Allah SWT berfirman:

يُؤْتِى الْحِكْمَةَ مَنْ يَّشَآءُ  ۚ  وَمَنْ يُّؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ اُوْتِيَ خَيْرًا كَثِيْرًا   ؕ  وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّاۤ اُولُوا الْاَلْبَابِ

“Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat.”(QS. Al-Baqarah: Ayat 269)

Makna dari hikmah juga disebutkan pada Qs 6:89 : kitab – hikmah – kenabian (nubuat, petunjuk).

Setiap ayat-ayat kitab mengandung hikmah, begitu juga pada setiap ayat kauliyah, baik yang dilangit, dibumi dan pada diri manusia, semuanya mengandung hikmah. Bila kita bisa mendapatkan hikmah dari semua itu, termasuk apa yang dialami, dibaca, dilakukan dan dirasakan, maka kita memperoleh kebaikan yang banyak.

Hikmah adalah pelajaran, manfaat, dan pemahaman akan sesuatu hal ditinjau dari pandangan Ilahi, dalam penghambaan padaNya.

Setiap hikmah akan menghasilkan energi positif bagi siapapun yang mendapatkannya.Orang yang diberi hikmah meyakini bahwa tidak ada yang sia-sia pada setiap ciptaan Allah, atau apapun yang terjadi selalu dengan ijin Allah.

Firman  Allah menyatakan bahwa salah satu tanda orang yang bertaqwa adalah memaafkan kesalahan orang ketika sedang marah.

Hikmah apa yang terkandung pada ayat tersebut ?

Bila kita disakiti oleh orang lain, seketika kita ingat ayat tersebut, maka kita tidak jadi marah bahkan memaafkan orang yang menyakiti dengan tulus ikhlas.

Maka tidak akan terjadi pertengkaran, dan kita urung dari berbuat keji dan munkar atau tidak jadi merugikan diri sendiri. Dan dengan memaafkan kesalahan orang kita telah berbuat kebajikan pada orang tersebut, dan imbasnya kita telah berbuat kebaikan bagi diri sendiri yang akan dicatat Allah sebagai amal saleh.

Hikmah lain bahwa dengan perbuatan kita ini, kita telah mentaati perintah Allah dan telah melakukan dakwah Islamiyah dengan teladan yang baik.

Apalagi kalau kita menganggap bahwa peristiwa tersebut sebagai ujian keimanan dan kesabaran dari Allah.

Hikmah lain tercapainya predikat taqwa yang memperoleh berbagai janji dari Allah.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan pembelajaran dari kejadian hidup sehari-hari.

Sumber : Kajian DIIAN

Berdzikirlah

Berdzikirlah… Karena:

Pertama dengan berdzikir kita memohon apa apa yg terbaik bagi diri bukan meminta yang kita inginkan. Dengan demikian yang terbaik bagi diri adalah pembersihan atau ampunan.
Kedua, dengan dzikir maka diri akan dibina oleh Allah agar keakuan dapat dibunuh.
Ketiga dengan pertolonganNYA kita dapat membunuh keakuan maka kita tertolong untuk tidak silau dan tertarik pada hal hal duniawi.
Keempat dengan dzikir membersihkan hati dengan pertolonganNYA akan selalu dapat memulai aktivitas (amal niat dan tujuan) dg mengharap petunjukNYA. Atau bahkan memulai dengan petunjuk dan konfirmasiNYA.
Apabila semua yg kita lakukan (termasuk dzikir) dilakukan demi Allah semata tanpa mengharapkan keinginan duniawi maka yang kita dapatkan dan kita terima dengan ikhlas dan gembira adalah apa apa yg telah dijanjikan Allah. Bukankah janji Allah yg terbaik bagi kita adalah ampunan dan rahmatNYA?
Sumber : Kajian DIIAN