Harga Menunda

Hari ini bertemu seorang kawan dari masa lalu. Tak banyak yang berubah darinya, hanya saja kemuraman tengah menyelimuti wajahnya dan aku hanya terpana mendengarkan kisahnya.

image

‘Andai dulu kami jadi mengambil program kesehatan yang kau tawarkan, mungkin istriku dapat terbantu, karena pada saat itu, biaya rumah sakitlah yang menjadi hambatan terbesar kami. Beruntung kakak istriku tiba, sehingga kami bisa meminta bantuannya dan perusahaan bisa memberikan pinjaman sehingga istrikj bisa ditangani rumah sakit, meskipun terlambat. 😦 dan sekarang, setelah kepergiannya, aku tetap harus mengembalikan dana-dana yang aku pinjam sebelumnya.

image

Sahabat.. itulah harga menunda. Tanpa menafikan kondisi kita yang sebenarnya, sesungguhnya menyisihkan sebahagian dari rejeki yang kita miliki untuk persiapan kondisi-kondisi kritis sungguh merupakan suatu antisipasi. Mengapa demikian? Ibarat kita membeli payung… kita membelinya untuk persiapan ketika hujan turun atau panas menyengat. Apakah dengan memiliki payung kita akan benar-benar tidak basah dan tidak kepanasan?

Memang jawabannya tidak, namun dampak memiliki dan menggunakan payung tersebut akan mengurangi resiko basah dan panas jika tidak menggunakannya. Bayangkan, tanpa menggunakan payung ketika hujan, maka mulai dari kepala hingga kaki, akan basah. Sehingga, payung disini memberikan perlindungan. Jika payungnya besar, maka sekujur tubuh tidak akan basah, namun ketika payungnya kecil, perlindungannya juga lebih sedikit, hanya pada tempat-tempat tertentu saja.

image

Nah asuransi kesehatanpun demikian. Pada saat terjadi kondisi kritis, apakah itu sakit kronis, kecelakaan maupun meninggal dunia, si nasabah maupun keluarganya akan sangat terbantu terutama dari sisi keuangan.

image

Ketika terjadi kondisi kritis seperti sakit jantung, liver, tumor, maka kita akan rela menjual seluruh aset yang kita peroleh dari hasil kerja keras kita untuk biaya pengobatan, betul? Tapi apakah perlu seperti itu? Sementara hidup masih akan terus berlanjut jika Allah SWT menghendaki?

image

Haruskah kita menambah beban pinjaman hutang untuk membiayai pengobatan tersebut? Ataukah kita merendahkan diri dan meminta sumbangan untuk bantuan ini? Padahal dengan memiliki proteksi kesehatan, kita bisa terhindar dari resiko-resiko hidup itu.

Jika kita memiliki proteksi kesehatan yang besar, maka resiko itu bisa kita minimalkan seperti dengan menggunakan payung maka kita bisa mengamankan tubuh kita dari basah. Semakin besar proteksi kesehatan yang kita miliki, semakin besar resiko keuangan karena kondisi kritis kesehatan bisa kita dapatkan.

Fren, terima kasih atas kisahmu yang  menginspirasi tulisanku kali ini. Karena resiko menunda memiliki proteksi kesehatan sangat besar. Pun bagi dirimu, milikilah semampumu. Karena manfaat proteksi kesehatan itu bukan hanya untuk dirimu, tapi untuk keluarga yang kau cintai.

image

Memang ada orang-orang seperti istrimu, yang sebenarnya tidak ingin membebani orang-orang disekitarnya karena penyakit mereka, sehingga lebih memilih diam. Tapi tanpa mereka sadari, justru dampaknya akan sangat menyakiti keluarganya.

Apalagi jika faktor biaya pengobatan yang menjadi pokok permasalahan. Bukan hanya si penderita saja yang merasakah susah dengan penyakitnya, tapi keluarga juga akan pusing dengan masalah biaya pengobatannya. Dan penyakit-penyakit seperti tumor, jantung, liver, kanker, dan ratusan penyakit berat lainnya, akan sangat berdampak pada masalah keuangan, seberapa kayapun orang itu.

Semoga ini menjadi pembelajaran untuk kita semua. Memang pada saat kita membutuhkan biaya pengobatan untuk orang yang kita cintai, kita akan melakukan apapun tanpa berfikir dampaknya, namun jika kita telah memikirkan tentang suatu resiko dan mulai memikirkan serta melakukan upaya untuk  mengantisipasinya, maka ketika masalah itu datang, kita tidak perlu terlalu kehilangan segala-galanya untuk membiayai kesehatan kita sendiri maupun orang yang kita cintai.

image

Jangan menunda. Miliki proteksi kesehatanmu sekarang. Mungkin kecil, namun manfaatnya luar biasa besar.

#RenunganVie

Sumber foto: http://www.google.image.com

la_vie

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s