Kehadiranmu….

Beragam pikiran berkecamuk dalam benakku saat mengetahui tentang kebenaran dirimu. Sungguh suatu shock therapy buatku. Satu persatu bayangan masa lalu mulai kembali bermain di pelupuk mataku, mengindahkan semua rasa duka, amarah, benci, kesedihan yang pernah merajai hatiku.

image

Namun kau tertawa, menertawai kebodohanku. Menertawai ketidakberdayaanku. Ego yang selama ini kupendam jauh di lubuk hatiku terdalam. Kau mempermainkan aku dalam ketidaktahuanku, keterbatasanku.

Meskipun pada akhirnya aku harus menerima kenyataan bahwa aku harus berterima kasih padamu. Berterima kasih atas kepercayaanmu, atas penerimaanmu, atas segala kebaikanmu padaku. 

Namun demikian rasa malu yang membuncah dalam hatiku tak mampu menepikan rasa yang menjadi perisaiku. Kau berhasil mengurai satu persatu ketakutan yang selama ini menyelimutiku. Ketakutan yang tak pernah memberiku kesempatan untuk melihat segalanya dengan obyektif.

image

Aku dengan inginku, dengan egoku, ternyata telah menjadikanku beku dalam diamku. Kebisuan yang memenjarakanku ternyata hanya ilusi yang kubangun sendiri. Sehingga menjadikanku un-aware bahwa masih banyak orang-orang yang peduli dan mau mendengarkan kisahku tanpa menyalahkan sebagaimana asumsiku.

Bersyukurlah aku bertemu denganmu. Sahabat baru yang menceriakan hariku. Mudah-mudahan pertemanan ini akan selamanya.. saling Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakalebbi*.. karena setiap kita memiliki kekurangan dan kesalahan yang sekaligus juga kelebihan masing-masing.

Continue reading