Sejarah itu dimana

Kita ada karena ada sejarah yang telah terlukiskan oleh waktu. Kita seperti sekarang karena telah ada pendahulu kita yang telah merintis jalan. Kita hanya sebagai pelanjut, kita memberikan bumbu kehidupan sehingga sejarah itu menjadi bagian masa lalu.

image

Kita hidup di masa kini, yang akan menjadi sejarah di masa yang akan datang. Yang pasti, sejarah itu bisa berulang dengan ijin yang kuasa.

Lantas dimana sejarah Luwu Timur? Apakah kita hanya akan mengenal Luwu Timur dari aturan perundang-undangannya saja? Siapa yang menuliskan sejarahnya itu? Dimana kita bisa melihat secara riil bukti sejarah Luwu Timur?

image

Ketika kita bicara tentang kemashyuran I Laga Ligo dengan taman surgawinya di Kaki Gunung Lampenai.. tentang jejak kemahadigdayaan Sawerigading di Bulu Poloe sebagaimana tertuang dalam kitab I Laga Ligo, tentang Pua Sanro di Wotu, atau kisah memilukan tentang Malili dan Sorowako yang terbakar dalam kasus DI/TII, tentang perjuangan masyarakat Sorowako yang tanahnya dirampas untuk kepentingan investor Kanada dengan senapan di tangan oleh penguasa negeri ini.

Siapakah lagi yang akan menceritakan kisah-kisah perjuangan para pendahulu kita jika para tetua telah tiada tanpa sebuah dokumentasi. Siapa yang akan menebarkan semangat juang, membakar keyakinan akan nilai-nilai perjuangan tanah leluhur kita di Luwu Timur?

image

Bagaimana dengan budayanya? Apa tariannya? Apa lagu daerahnya? Seperti apa pernak pernik budayanya? Bagaimana kehidupan masyarakatnya? Adakah dokumentasi tentangnya??

Akankah kita hanya berbangga hati hanya dengan membaca kisah perjuangan orang lain.. daerah lain.. tempat lain.. sementara untuk menjadikan kita seperti sekarang ini, pendahulu2 kita juga telah memekikkan kata MERDEKA! BERJUANG!! ALLAHU AKBAR!!!

image

Jangan sampai kita terpana dengan gemerlap lampu saja, terlena oleh alunan nada dan syair masa lalu, tapi kita tidak mampu mendokumentasikan mereka dan menuliskan sejarah kita sendiri. Karena bangsa yang hebat adalah bangsa yang senantiasa mengingat sejarah mereka.

Pemikiran liar ini mengalir begitu saja usai menonton film singkat tentang budaya Kabupaten Kutai Kartanegara. Film berdurasi 1jam 30 menit ini  aku tonton dalam perjalananku dari Kota Daeng Makassar menuju ibukota Jakarta ternyata diproduseri sendiri oleh Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.

image

Film ini mengangkat sebuah cerita pencarian cinta sejati dengan berlatar belakang Budaya Kutai Kartanegara. Mengambil tempat di Tenggarong, dalam kisah pesta adat Erau, sehingga diberi judul ERAU KOTA RAJA.

Akh.. jadi berkhayal lagi dengan kemunculan kisah-kisah lain untuk memperkaya khasanah budaya negeri kita.

Ya Allah… ijinkanlah aku berdamai dengan masa laluku… berikanlah ijin, ridha dan kehendakMu agar bisa kuselesaikan goresan-goresan yang telah ku mulai… Berikanlah manfaat dari apa yang kutuliskan… bagiku dan para pembacanya..

image

Aminnn ya rabbal alamin…

la_vie

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s