Maaf Ku Tak Bisa Bantu

Handphoneku berdering. Melihat nama penelpon yang tertera di layar membuatku berfikir untuk segera mengangkatnya. Tentu ada hal yang  urgent hingga ia menelponku. 

“Anakku harus masuk rumah sakit. Jika saat ini aku mengurus  Prudential apakah bisa aku gunakan segera untuk pengobatan anakku, karena sekarang harus dirawat di rumah sakit?” Tanyanya dengan nada kecemasan.

“Siapa sakit mba?”tanyaku ingin tahu.

“Dede”, jawabnya.

Ya Allah… Pikirku dalam hati, ku sangat ingin membantu, sayangnya, saat ini ku tak bisa bantu apa-apa selain doa.

                                * * * * *

Sesaat kulihat ada missedcall di hp ku. Ada apa orang rumah menelponku. Ku-dial nomor kontak kembali, dan kudapatkan informasi yang membuatku freezing.

“Kak, anakku kecelakaan. Tadi dia tertabrak motor.”,jelas suara di seberang.

“Astaghfirullah, bagaimana kejadiannya?”, tanyaku khawatir.

Cerita itupun mengalir dan membuatku sangat terpukul. Terbayang polis Prudential yang lapsed atas nama kemenakanku. 

“Ya Allah, berikan kekuatanMu… Aku tak bisa bantu selain doa untuk keselamatannya”, pekikku dalam hati.

                              * * * * *

“Ping!”

Lampu notifikasi bbm ku menyala, rupanya ada colekan dari kawan yang juga calon nasabahku.

“Kak, tabungan yang kakak buatkan sepertinya terlalu besar. Aku dapat informasi, bisa menabung Rp. 300.000,- saja.” isi pesan yang kuterima.

Panjang lebar ku menjelaskan, selalu ada jawaban agar nilai premi bulanan yang kami sepakati bisa diturunkan ke nilai yang lebih kecil. 

Sekali lagi, aku minta maaf, ku tak bisa bantu. Jika dengan nilai itu, asuransi lain mungkin bisa membantu, tetapi karena aku memikirkan masa depannya, maaf, aku tak bisa membantu.

                          * * * * *

Tak banyak yang bisa memahami kesedihan yang aku rasakan, saat tak bisa membantu mereka yang aku sayangi. Aku hanya bisa berteriak dalam hatiku, “apa guna aku berada di sekitar mereka yang membutuhkan bantuanku di saat-saat seperti itu?”

Memiliki asuransi lebih sering dianggap sebagai pemborosan, hanya sekedar membuang-buang uang, tidak berguna sama sekali. Lebih baik uangnya ditabung, dibelikan aset, diinvestasikan di beragam metode investasi.

Tapi bagaimana meyakinkan mereka, bahwa semua itu bisa mereka lakukan setelah kebutuhan asuransi mereka terpenuhi. Terutama kesehatan, kecelakaan dan jiwa. 

Kenapa asuransi menjadi kebutuhan? Karena asuransi adalah proteksi atau perlindungan yang tidak nampak secara fisik. Fungsinya sama dengan life jacket atau parasut di pesawat terbang, sama dengan payung atau jas hujan, sama dengan fire extinguisher atau tabung pemadam kebakaran, sama dengan helm saat berkendara motor atau sepeda. Sama dengan Auto Breaking System (ABS) pada mobil.

Apakah semua itu dibutuhkan saat kita beraktifitas? TIDAK adalah jawabannya. Tapi saat dibutuhkan, kita bisa menggunakannya karena telah tersedia. Karena kalau tidak ada, tidak akan ada artinya lagi saat resiko hidup kita hadapi.

Sama seperti kejadian 1, kejadian 2 dan kejadian 3 diatas. Pertimbangan yang berlebih untuk kepemilikan asuransi akan sangat berdampak pada kondisi finansial kita saat kondisi kritis itu terjadi. Tak peduli berapapun banyak uang, aset dan segala yang kita miliki, biaya kesehatan tidak pernah murah.

Tak banyak yang bisa memahami kesedihanku, saat aku tak dapat membantu mereka yang aku sayangi. Padahal ada sebuah produk bagus yang aku mengerti yang dapat membantu kerugian finansial mereka saat kondisi kritis terjadi pada diri mereka.

Tak banyak yang bisa memahami kesedihanku, saat aku tak bisa memaksakan mereka membeli produk asuransi. Aku memahami kondisi ekonomi mereka, memahami kecemasan mereka, meskipun asuransi itu dapat meringankan beban mereka dari kondisi kritis.

Tak banyak yang bisa memahami, betapa sedih diriku, saat aku hanya bisa memanjatkan doa untuk kesembuhan mereka, membawakan buah tangan dan menemani mereka melewati waktu, dan memberikan semangat, saat aku tahu ada produk hoki Two in One  yang dapat mereka angsur untuk masa pemanfaatan yang panjang secara maksimal.

Sekali lagi maaf, aku tak bisa bantu, saat kondisi itu menimpamu, dan kau tak memiliki proteksi apa-apa pada dirimu. Namun dengan segala keterbatasanku, hanya satu harapku, saat usiamu masih produktif, kalau betul kau menyayangi keluargamu, milikilah proteksi kesehatan, kecelakaan dan jiwa yang akan sangat membantu saat kondisi kritis menimpamu dan berdampak pada kondisi financial keluargamu.

*Catatan 19112016 saat aku sedih tak dapat membantu lebih selain doa demi kesembuhan mereka yang aku sayang dan keluarga harus bergumul dengan kondisi financial karena tidak memiliki proteksi kesehatan… 😢😢😢

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s