Malam Bugis di Singapore

Akhirnya ada juga sela-sela bisa menuliskan kisah perjalanan lintas negara yang penuh drama dan bahagia. Mengulang perjalanan muhibah lalu, alhamdulillah, kesempatan untuk berkeliling 2 negara tetangga dapat terwujud kembali, yakni Singapore dan Malaysia. Bahkan perjalanan itu meninggalkan kisah yang fantastis, sedramatis kepergian kami bertiga, the three musketeermistress – tellu makkunrai warani namakanja 😎. Opu Odeng, Dwi dan diriku 😀.

Awalnya sedikit sedih mendapat kabar bahwa Datu Luwu XL berhalangan hadir pada malam Sirri Na Pesse, di Malay Heritage Centre, Singapore (13/10). Kabar itu saya terima dari salah satu rekan Kerukunan Keluarga Tana Luwu (KKTL) di Jakarta, Hartawati Andi Djelling atau disapa Opu Odeng. Walhasil, berembuklah kami berdua dan dengan segala keterbatasan akhirnya memutuskan untuk tetap berangkat dan menghadiri kegiatan itu.

Setelah melakukan konfirmasi dengan Raja M Khalid, selaku kontak person pelaksana kegiatan Malay Culture Fest 2017, kami diminta untuk melakukan reservasi, dikarenakan tempat terbatas. Alhamdulillah, reservasi kami berhasil, dan undangan pun dikirimkan secara online. 
Senangnya lagi, ternyata sahabatku Dwi Astuti juga berkesempatan untuk ikut serta dalam perjalanan. Meski dengan syarat hahahhaha. 🤑

Walhasil, dimulailah segala persiapan. Mulai dari mencari tiket murah meriah, lokasi penginapan yang dekat dengan tempat acara, serta transportasi yang akan digunakan selama perjalanan. Tak lupa pula, kami melakukan koordinasi dengan beberapa kawan yang berdomisili di Singapore dan Malaysia. Dan tidak kalah penting dalam persiapan, kami harus menentukan pakaian yang akan digunakan untuk menghadiri acara itu. 

Dalam undangan, disebutkan bahwa pakaian yang dikenakan bisa memilih antara etnis maupun batik. Sehingga pertimbangan kami pun lebih condong pada penggunaan pakaian adat Bugis, sesuai tema acara. Hehehhe, intinya untuk tampil berpakaian adat Bugis di Singapore 😀.

Keberangkatan

Berhubung penerbangan internasional, jadinya ke Bandara Soekarno Hatta jadi lebih awal. Masih ngantuk-ngantuk deh hehehhee. Apalagi badan letih karena sehari sebelum berangkat masih sempat latihan Maumere dengan ibu-ibu Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) DKI.

Kami berangkat menggunakan Tiger Airways menuju Singapore. Begitu tiba, kami sedikit terhambat dengan urusan imigrasi. Si cantik Dwi Astutik ternyata harus berhubungan dengan petugas imigrasi karena perbedaan nama di Passport dan KTP. Jadi, pelajaran juga, lain kali, tidak usah menyertakan KTP pada passport, jadi tidak perlu jadi masalah hehehehe.

Alhamdulillah, kami dijemput seorang kawan, Tengku Shawal Tengku Azis yang datang bersama kawannya Man. Tengku Shawal merupakan keturunan ke-7 dari Sultan Hussein Mohammed Shah Ibni Almarhum Sultan Mahmud Riayat Shah III, Singapore 1819-1835 yang seyogyanya merupakan penghuni Istana Kampong Gelam Singapore sebelum diubah menjadi Malay Heritage Centre oleh Pemerintah Singapore.

Dari bandara, kami diajak makan siang di pusat kuliner Bedok Food Corner. Mengaku pencinta kuliner, maka pilihan siang itu adalah chicken rice, dengan pilihan ayam bakar dan ayam tim yummmm… Ditambah lagi minuman Bandung, soda dicampur syrop merah yang di kota Bandung sendiri ga bakal ketemu. Tidak berlama-lama di tempat makan, kami pun beranjak dan berkeliling Singapore sebelum akhirnya kami menuju hostel tempat kami nginap.

Hostel Five Stone yang kami tempati cukup nyaman. Kami mengambil kamar untuk ber empat. Pilihannya memang kamar berempat, berenam, berdelapan atau berduabelas. Ranjangnya tingkat dan kamar mandi bersama. Hmmm, begitu tiba di kamar, kami punya satu teman sekamar asal Jerman, namanya Ana. 
Tidak banyak waktu tersisa untuk bersantai, kamipun segera bersiap untuk menghadiri acara Sirri Na Pesse. 

Malam Sirri Na Pesse

Sungguh malam yang luar biasa. Tidak menyangka, kami disambut baik, bahkan menjadi artis semalam, karena banyak yang minta foto bersama hehehehe.

Acara dimulai dengan pertunjukan Sang Maestro Gendang Daeng Serang dan kawan-kawan dari Makassar. Mereka tampil memukau penonton dengan tabuhan gendang yang mampu memainkan rasa dan jiwa dengan sentuhan melodinya.

Malam Sirri Na Pesse ini menjadi malam puncak dari pengembaraan penelusuran identitas keturunan Bugis di Singapura. Konon dalam kisah yang dipentaskan malam itu, diawali dengan pertarungan Sultan Hasanuddin dan Arung Palaka, maka kelima anak muda keturunan Luwu Bugis memutuskan untuk mengembara mengelilingi lautan hingga mereka tiba di Riau.

Keturunan Luwu Bugis ini dikenal sebagai sebutan Lima Opu Daeng, adalah Opu Daeng Parani, Opu Daeng Marewa, Opu Daeng Menambung, Opu Daeng Cellak dan Opu Daeng Kamase. Pengembaraan mereka ditemani sang ayah, Opu Daeng Ri Lakke setelah perang antara Sultan Hasanuddin dan Arung Palaka.

Dalam kisahnya, kelima Opu Daeng ini banyak terlibat dalam upaya menggagalkan rencana Raja Kecik untuk merebut tahta kekuasaan Sultan Selangor, Johor di Malaysia juga Riau. Sedangkan kaitan dengan Singapore, adalah dari pernikahan puteri ketiga Opu Daeng Cellak, Tengku Puteh dengan Sri Sultan Abdul Jalil V Mu’azzam menurut data dari Kerabat Kesultanan Johol – Riau Lingga – Singapura – di Istana Kampong Gelam Singapura.

Malam yang cerah, dipadankan dengan teknologi pencahayaan serta iringan alunan melodi musik Bugis yang mendayu bersahutan dengan tabuhan gendang yang menghentak menambah pesona Istana Kampong Gelam di malam itu. Belum lagi ramai pengunjung yang hadir, seolah terhipnotis mengikuti rangkaian kegiatan Sirri Na Pesse. Keingintahuan, ketertarikan serta keterlibatan penonton menjadi benang merah dalam memeriahkan suasana.

Kegiatan yang dikemas dalam Pesta Budaya Melayu 2017 dan Sirri Na Pesse –  Menelusuri Identiti Masyarakat Bugis diSingapura, diadakan pada Jumat, 13 Oktober 2017, jam 8.30 malam di Taman Warisan Melayu Singapura. Hadir dalam acara tersebut, Zuraidah Abdullah, Pengurus Yayasan Warisan Melayu, Chang Hwee Nee, Ketua Pegawai Eksekutif Lembaga Warisan Negara dan Alvin Tan Penolong Ketua Pegawai Eksekutif Lembaga Warisan Negara. 

Acara juga dihadiri dan dibuka secara resmi oleh, Tamu Kehormatan, Baey Yam Keng, Setiausaha Parlimen Kementerian Kebudayaan, Masyarakat dan Pemuda dengan memukul Gendang Ubi sebanyak tiga kali…

Beberapa tarian pun dipentaskan oleh sanggar Ida El Bahra dari Makassar juga lakonan Lima Opu Daeng yang sangat memukau.

Meskipun acaranya terbilang singkat untuk sebuah pentas seni, namun karena keterpaduan, kesinambungan cerita, serta alur yang terplot rapi membuat malam  Sirri na Pesse menjadi buah bibir hingga akhir pertunjukan. Decak kagum senantiasa terlontar dari pengunjung yang hadir. Kiranya, identitas Bugis di tanah Melayu khususnya di Singapore menambah khasanah kekayaan budaya dan pemersatu Nusantara. Aamiin yra.

Bersambung… 

*Jelajah Singapore 2017

#viestory #myday #myfreedomspace #ceritavie

Muliakanlah Istrimu

Bismillah… Kisah Inspiratif : Keluhkan Kelakuan Istri pada Ibu, Justru Ini yang Didapatkan Adam

.

Suatu pagi Adam ke rumah ibunya dan mengambil makanan.

.

Ibu : Adam, kenapa kamu makan di sini? Istrimu gak masak?

Adam : Masak

Ibu : Lalu?

Adam : Biarlah aku mau makan di sini, aku malas makan di rumah.

Ibu : Kenapa? Kamu ada masalah dengan istrimu?

Adam : Iya Bu, dia seharian di rumah gak ngapa-ngapain, aku yang capek pulang dari kantor tapi dia ngeluh capek.

Ibu: Memang dia selalu ngeluh? 

Adam: Enggak si Bu akhir-akhir ini aja, tapi kan dia gak aku suruh kerja di luar cuma di rumah aja, jagain anak

.

Kemudian si Ibu menelpon istri Adam dan kembali ke meja makan menemui anaknya yang sedang makan.

.

Adam: Ibu sudah memarahinya?

Ibu: Iyaa.

.

Keesokan harimya Adam pulang sore, ia melihat anaknya masih memakai baju tidur sambil main lumpur di depan rumah, yang satu tiduran di lumpur dan yang satu lagi hampir saja tercebur ke got di samping rumah. Ia lalu membawa anaknya masuk, sesampainya di rumah dia melihat banyak sekali kotoran ayam berserakan di dalam rumah. Belum lagi rumah dan isi lemari sudah habis berserakan di bongkar anaknya tadi. Kaset-kaset berserakan di lantai, bedak sudah bercampur dengan pasir di depan ruang TV. Lalu ia hendak ke kamar mandi memandikan anaknya, sampai di kamar mandi dia melihat air sudah membanjiri lantai sabun dan sikat gigi semua berserakan isi kulkas sudah bercampur dengan rak piring. 

.

Adam makin emosi ketika melihat di tudung tidak ada apa-apa, tidak ada nasi atau yang lain yang bisa di makan, bahkan piring bekas kemarin masih berserakan di meja makan, susu anak sudah habis berserakan, baju pun masih menumpuk di kamar mandi. Rumah seperti kapal pecah.

.

Lalu dia ke kamar dan mendapati istrinya sedang berbaring sambil mendengarkan musik pake headset dan ngemil sembari berbalas chat di sosial media melalu HP nya.

.

Amarah adam memuncak, dia membawa kedua anaknya ke rumah ibunya hendak memberitahukan perilaku istrinya itu, ketika sampai di rumah, ibunya menyambutnya dengan senyuman, namun Adam penuh dengan amarah. Saat Adam ingin memulai berbicara, ibunya lalu berkata, “Iya nak, ibu sudah tau, Ibu yang menyuruh dia untuk membiarkan semuanya berantakan, Ibu yang menyuruh dia untuk diam tanpa mengerjakan apa-apa, tidak memasak, tidak menyapu, tidak menyuci pakaian, tidak mencuci piring, tidak menjaga anakmu, tidak mengurus rumah, Ibu menyuruhnya agar diam saja tanpa melakukan apa pun, lalu, bagaimana menurut mu? Apakah ada yang mengurus anakmu jika istrimu hanya diam? Apa ada yan memasak makanan untukmu jika istrimu hanya diam? Apa ada yang mengurus pakaianmu dan anak-anakmu jika istrimu hanya diam?

Apa ada yang mengurus rumahmu jika istrimu hanya diam? Apa ada yang menjaga anakmu untuk tidak membongkar semua isi lemari? Untuk tidak membongkar isi kulkas? Untukk tidak keluar rumah dan main di lumpur? Menjaga mereka agar tidak masuk ke got?

.

Agar mereka tidak menabur bedak di lantai, membawa pasir masuk ke rumah, mencorat-coret dinding, dan lain sebagainya, apa ada yang mengurus itu semua jika istrimu hanya diam di

rumah? Jika kau bisa memilih, pa kau mau menjadi seoran istri yang hanya “diam” di rumah? Ibu rasa istrimu juga bisa cari duit pergi ke kantor bekerja dan pulang sore, tapi apa kamu bisa “diam” di rumah seperti istrimu yang kamu anggap hanya diam di rumah? Jangankan 24 jam mengurus anak, 10 menit aja disuruh nemenin anak maon bentar kamu gak betah karena anakmu bandel, kamu capek kejar sana kejar sini. Lalu, apa kamu masih menganggap istrimu itu hanya diam di rumah? Apa istrimu tidak pantas untuk mengeluh capek walau hanya sekali saja? Apa hanya kamu yang lelah? Dan apa sekarang kamu mau bertanya kenapa istrimu sudah tidak secantik dulu? Apa kamu mau bertanya juga kenapa payudara istrimu kendor, apa kamu mau bertanya juga kenapa istrimu gak pernah dandan? Kenapa istrimu gak secantik wanita-wanita di luar sana? Biar ibu kasih tau, jangan pernah kamu bandingkan kecantikan istrimu dengan wanita muda di luar sana, karena istrimu sudah mengorbankan seluruh jiwa raganya untuk mengabdi padamu

jgn pernah banding kan payudara istri mu dgn payudara wanita muda di luar sana yg masih kencang tegak menantang,,, 

karena istri mu rela bentuk badan nya berubah demi supaya anak anak mu mendapatkan ASI yg manfaat nya tidak bisa kau beli dengan Uang sebanyak apa pun ,, 

jgn pernah kau banding kan istri mu dgn wanita muda di luar sana yg terawat,, karena istri mu sudah menumpahkan segala waktu nya utk merawat anak2 mu dan mengurus rumah tanggamu ,,,jangan kan ke salon,, pake lipstik aja boro2, Harga lipstik mahal ,, cukup utk beli susu anak .. 

pas mau dandan anak Mu menjerit karena jatuh dr atas meja , entah apa yg di lakukan anak mu di atas meja, semua di panjat nya ,, lemari, kulkas, dll 

kau pikir istri mu sempat bergaya ?? dan bagaimana dgn kamu ??

apa kamu pernah berinisiatif menjaga anak mu sebentar agar istri mu bisa ke salon melakukan perawatan ? 

ato apa kamu mau sekedar membantu nya menjemurkan kain saat pinggangnya sudah hampir patah Abis nyuci se gerobak ??

dan … apa pernah kamu tanya dia ush mkn ato blm ? dia capek perlu di pijit ato tidak ??

hanya dia yg bertanya seperti itu padamu ,,, walau pun dia ingin sekali kau tanya demikian ,., 

.

Adam tertegun,, terdiam sambil melihat kedua anak nya yg dalam waktu sebentar sudah berhasil membuat rumah nenek mereka menjadi lapangan bola yang semua benda berjatuhan terkena tendangan bola, karena tidak ada yg mengawasi selama Adam dan ibu nya berbicara 

Dia baru sadar.. bahwa jerih payah seorang istri tak bisa di bayar dengan apapun,, perjuangan seorang istri tak tergantikan oleh apapun,, tak ada yg mampu se tegar dan sehebat seorg istri … 

Air mata nya Hampir menetes jika teringat saat dia plg kantor, dia membangunkan istri nya yg baru terlelap utk membuatkan secangkir teh ,, walopun mgkn istri nya lelah dan mengantuk, dia tetap bangun dgn ceria dan membuat kan teh utk suami nya yg tidak tau kelelahan nya ,.. 

.

Adam ingin kembali ke rumah utk meminta maaf kepada istri nya, dan saat dia membuka pintu, dia melihat istri nya sudah ada di depan pintu dan langsung memeluk nya.. istri nya juga menangis… 

“Maafkan aku sayang ,,, ” kata adam sambil menangis,,

.

=====

THE END

Doa meminta pasangan yang baik :

“Rabbana hablana milladunka zaujan thayyiban wayakuna shahiban lii fiddini waddunya wal akhirah”

.

Ya tuhan kami, berikanlah kami pasangan yang terbaik dari sisi-mu, pasangan yang juga menjadi sahabat kami dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat. Aamiin.

.

Ya Allah…

😊✔ Muliakanlah orang yang membaca tulisan ini

😊✔ Lapangkanlah hatinya

😊✔ Bahagiakanlah keluarganya

😊✔ Luaskan rezekinya seluas lautan

😊✔ Mudahkan segala urusannya

😊✔ Kabulkan cita-citanya

😊✔ Jauhkan dari segala Musibah

😊✔ Jauhkan dari segala Penyakit, Fitnah,Prasangka Keji, Berkata Kasar, dan Mungkar

😊✔ Dan semoga yg me-LIKE, komen Aamiin dan membagikan status ini rezekinya berlimpah aamiin.. 

.

Boleh di SHARE sebanyak mungkin!! #copas

Mudik 2017

Ada yang berbeda di Idul Fitri tahun ini. Mungkin karena waktu pulang dekat, membuatku berfikir untuk tidak mudik. Namun ternyata, mudik menjadi sebuah keharusan karena kondisi ibuku yang beritanya kurang sehat. Menuju rumah, kami berkunjung dulu di Pangkep, rumah keluarga kakakku. Tentu saja dengan menu iftar yang istimewa hahahha.

Begitu tiba saat hari raya, alhamdulillah ibuku masih diberikan nikmat kekuatan dan kesehatan, sehingga kami menikmati kebersamaan di hari Fitri 1438 Hijriah dengan nuansa keceriaan. Apalagi, saudara-saudara ibuku datang dan merayakan hari raya bersama kami.

Alhamdulillah, suasana di hari Fitri ini juga jauh dari perkiraan kami. Awalnya kami membayangkan suasana akan sepi sekali, berhubung adik laki2ku yang tinggal serumah ibu bapakku di kampung, memilih untuk merayakan hari fitri jauh dari orang tua di Makassar. Namun, video call menjadikan jarak itu terasa dekat. Begitupun dengan saudara kami yang di Jogyakarta.

Alhamdulillah juga ketika teman dan kerabat juga masih berkenan berkunjung ke kediaman kami. Pun kami masih berkesempatan berkunjung ke rumah beberapa sahabat. Bahkan, kami mendapatkan kawan-kawan baru yang baik serta bersilaturahmi dengan keluarga-keluarga baru.

Tentu saja, salah satu kegiatan yang tidak pernah lepas dari agenda mudik adalah menikmati danau Matano di kampungku Sorowako. Bahkan piknik kali ini jauh lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa spot foto pun tak lepas dari aktivitas petualangan mudik kali ini. Seperti di lokasi air terjun kecil di jalan baru poros Malili-Sorowako serta tulisan nama kecamatan yang sempat heboh di dunia maya, khususnya di beberapa laman teman dan kerabat dari Sorowako.


Dan tentu yang tak kalah heboh adalah berkumpul dengan rekan-rekan alumni sekolah di YPS. Love-love-love ketika masih berkesempatan mudik dan berkumpul dengan keluarga dan sahabat dalam suasana hari raya yang fitrah… 😍😍😍

Taqabbalallahu Minna Waminkum Taqabbal yaa Kareem….

Mohon Maaf lahir dan Batin

Doa Malam Lailatul Qadar

Allahu alimin ghaibi wa syahadati fa ta’ala ama yusrikun x77     

Rabbighfir warham wa anta khairu rohimin x77  

Lahaula wa la quwwata illa billah x77. 

Innallaha laqawiyun azis x99

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk asmaul husnaMu. Assalamu’alaikum ya Asma’ul husna, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk Kitab-kitab Mu. Assalamu’alaikum ya Kitabullah, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk Al Quran. Assalamu’alaikum ya Al Quran, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk para malaikatmu. Assalamu’alaikum ya para malaikat, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk para NabiMu. Assalamu’alaikum ya para Nabiyullah, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk para Rasul Mu. Assalamu’alaikum ya para Rasulullah, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk Nabi Muhammad saw. Assalamu’alaikum ya Rasulullah Muhammad, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk bulan Ramadhan. Assalamu’alaikum ya bulan Ramadhan, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk para Suhada Mu. Assalamu’alaikum ya para Suhada Allah, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk para Mujahid. Assalamu’alaikum ya para Mujahid, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk para Waliyullah. Assalamu’alaikum ya para waliyullah, Al Fatihah………….

Ya Rabb, sampaikan salam kami dan bacaan Al Fatihah untuk para kekasihMu. Assalamu’alaikum ya para Kekasih Allah, Al Fatihah………….

Ya Rabb. ya Rahman, Ya Rahim, ya Ghofar, ya Ghafur, ya Afuw. ya Ghani, ya Mughni, ya Razak, ya Malikul Mulki Dul jalali wal Ikram, ya Qudus. ya Salam, ya Muhaimin, ya Mutakabir, ya Azis, ya Ali, ya Syakur, ya Shabur, ya Rasyid,

Segala puji hanya bagiMu Rabb semesta alam

Dan syukur kami panjatkan padaMu ya Syakur, atas segala nikmat dan karunia yang tak terhingga banyaknya dan tak henti-hentinya Engkau turunkan,

Ya Rab kami mohon padaMu, jangan murkai kami apabila kami lupa atau lalai untuk mensyukuri nikmat yang Engkau karuniakan kepada kami.

Ya Rabb, kami mohon kepadaMu berupa petunjuk, bimbingan dan kekuatan untuk dapat bersyukur dan beramal saleh yang Engkau Ridhai

Ya Rabb, kami mohon ampunan dan maafMu atas segala kesalahan kami dan tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, serta teguhkan pendirian kami dalam mentauhidkan Engkau, dalam menjalankan perintah-perintah Engkau, dan dalam menjauhi larangan-larangan Mu. Dan tolonglah kami terhadap segala bentuk kekafiran.

Ya Rabb, kami mohon ampuni pula orang-orang tua kami, saudara-saudara kami, anak-anak cucu kami, kaum muslimin dan muslinat, dan kaum mukminin dan mukminat semua. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha PenerimaTaubat.

Ya Rabb karuniai kami dengan kekuatan dan perlindungan dari sisiMu, untuk tetap istiqamah, karena sesungguhnya kami tiada daya dan tiada upaya tanpa pertolonganMu.

Ya Rabb karuniai kami kekuatan dan perlindungan dari sisiMu, dan karuniakan kemampuan pada kami dalam menjalankan setiap cobaan dari sisi Engkau. Sesungguhnya kami tiada daya dan tiada upaya, dan Engkaulah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Ya Rabb, karuniakan bimbingan dan pelajaran kepada anggota kaum kami untuk menerima Kitab, Hikmah dan Kenabian dari sisiMu.

Ya Rabb kami mohon turunkan dan masukkan Al Quran kedalam dada kami, sebagai imam kami, penuntun dan sebagai penerang / cahaya dalam kehidupan kami di dunia ini.

Ya Rabb, kami mohon padaMu, kalau memang telah memenuhi kriteriaMu, dan sesuai dengan kehendakMu, untuk memasukkan kami kedalam golongan hamba-hambaMu yang saleh, yang selalu memperoleh ridha dan perlindungaMu.

Ya Rabb, bukan syurga yang kami inginkan, tetapi ampunan dan ridhaMu yang menjadi harapan kami. Bukan pula neraka yang kami takuti, tetapi kami takut kalau diri kami terjauhkan dari diriMu.

Ya Rabb bukan pula kemiskinan yang kami khawatiri, seperti yang selalu dibisikkan oleh syaithan, tetapi kami takut kalau kami tidak mampu bersabar dan bersyukur atas karunia yang Engkau limpahkan pada kami.

Ya Rabb, bukan kebodohan yang kami takuti, tetapi kami sangat khawatir dijauhkan dari bimbingan dan petunjuk Engkau.

Yaa rabb,  karuniakan kepada kami petunjuk/ cahaya dari sisi engkau,  kami memohon ampunan dan keridhoanMu,  bukakan pendengaran,  penglihatan dan hati kami untuk dapat memahami ayat2 engkau, ayat kitabiah maupun ayat kauniah, begitu banyak karunia dan pelajaran yang Engkau turunkan kepada kami malam ini.  Ya rabb,  mudahkan kami melakukan kebajikan dan hadirkan kedamaian dan ketenangan dalam hidup kami, janganlah engkau jadikan hati kami condong kepada dunia dan jangan engkau sesatkan kami setelah engkau beri petunjuk kepada kami.

Ya Rabb, kami mohon sampaikan salam dan bacaan Al Fatihah untuk lailatul Qadr, assalamu’alaikum wr wb ya lailatul Qadr, al Fatihah …….

Kabulkanlah permohonan kami ya Allah…

Allahumma Sholli ‘Ala Muhammad Wa’Ala Ali Muhammad, Innaka Hamidun Majid.” 

Ya Allah, berilah Shalawat kepada Muhammad dan kerabatnya,. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Alhamdulillahi rabbil alaamiin

Aamiin ya rabbal alaamiin…

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar,  Wa lillahilhamd.
#DIIAN

Berprasangkalah yang Baik

Kenapa begini? Kenapa begitu? Kenapa tidak seperti ini, kenapa harus seperti itu? Seharusnya begini, seharusnya begitu. Itulah pikiran kita, yang akan mempengaruhi semua keputusan yang kita ambil.

Namun, yang perlu dipahami, selalulah berprasangka baik terlebih dahulu. Jangan sekali-kali persepsi itu menjadi dasar kita mengambil keputusan. Sungguh, hanya kerugian yang akan kita terima. 

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ الصّٰلِحٰتِ  وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهٖ ۚ  وَاِنَّا لَهٗ كٰتِبُوْنَ

“Barang siapa mengerjakan kebajikan dan dia beriman maka usahanya tidak akan diingkari (disia-siakan), dan sungguh, Kamilah yang mencatat untuknya.”

(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 94)

Kadangkala, kita lupa bahwa

Allah SWT berfirman:

وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰى 

“dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,”

(QS. An-Najm 53: Ayat 39)

Jadi, apapun yang kita lakukan… Berprasangkabaiklah, terutama kepada Allah,SWT… Karena sesuatu yang terjadi pada kita, sesungguhnya adalah terjadi karena kehendak-Nya.

#RenunganVie

Allah Tempat Bergantung

Dialah Allah Rabb Yang Maha Esa, dan Dialah Allah tempat bergantung bagi seluruh makhluk.
Semenjak dari tulang sulbi, kemudian jadi nutfah, alaqah dan segumpal daging, dst.
يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْـتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّنَ الْبَـعْثِ فَاِنَّـا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّـطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّـنُبَيِّنَ لَـكُمْ   ۗ  وَنُقِرُّ فِى الْاَرْحَامِ مَا نَشَآءُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْۤا اَشُدَّكُمْ    ۚ  وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلٰٓى اَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـئًـا   ۗ  وَتَرَى الْاَرْضَ هَامِدَةً فَاِذَاۤ اَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَآءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَاَنْۢبَـتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍۢ بَهِيْجٍ

“Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) Kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan tetumbuhan yang indah.”

(QS. Al-Hajj 22: Ayat 5)
فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ

“Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”

(QS. Al-Hijr 15: Ayat 29)
ثُمَّ سَوّٰٮهُ وَنَفَخَ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِهٖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْــئِدَةَ     ۗ  قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ

“Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)nya dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati bagimu, (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.”

(QS. As-Sajdah 32: Ayat 9)
قُلِ ادْعُوا الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۚ  لَا يَمْلِكُوْنَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِى السَّمٰوٰتِ وَلَا فِى الْاَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيْهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَّمَا لَهٗ مِنْهُمْ مِّنْ ظَهِيْرٍ

“Katakanlah (Muhammad), Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah! Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka sama sekali tidak mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit dan bumi dan tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.”

(QS. Saba’ 34: Ayat 22)
وَ اِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْۤ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَ اَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ  ۚ  اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ  ۗ  قَالُوْا بَلٰى    ۛ   شَهِدْنَا     ۛ   اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَ  

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab, Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,”

(QS. Al-A’raf 7: Ayat 172)
وَ اِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْۤ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَ اَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ  ۚ  اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ  ۗ  قَالُوْا بَلٰى    ۛ   شَهِدْنَا     ۛ   اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَ  

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab, Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,”

(QS. Al-A’raf 7: Ayat 172)
Ketergantungan kita pada Allah disemua hal, ketergantungan pada penciptaan, peetumbuhan, pemeliharaan, hidup, mati, sakit, sembuh, pengajaran, petunjuk, pergerakan / berfungsinya seluruh tubuh, kemampuan, rezeki dan sebagainya, semua dalam kekuasaan Yang Maha Agung.
Kajian DIIAN 29.04.2017

Puisi Terakhir

Berbagi copy paste, tokoh ini tadinya non muslim, ketika meninggal telah memeluk Islam. beliau adalah WS RENDRA. 

KELAHIRAN SURAKARTA   1935 MENINGGAL  DI DEPOK.      2009     
* Puisi terakhir WS Rendra 

 di buat sesaat sebelum dia wafat)*
Hidup itu seperti *UAP*,  yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !! 

Ketika Orang memuji *MILIKKU*,

aku berkata bahwa ini *HANYA TITIPAN* saja.
Bahwa mobilku adalah titipan-NYA,

Bahwa rumahku adalah titipan-NYA,

Bahwa hartaku adalah titipan-NYA,

Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA …
Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,

*MENGAPA DIA* menitipkannya kepadaku?

*UNTUK APA DIA* menitipkan semuanya kepadaku.
Dan kalau bukan milikku, 

apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?
Malahan ketika diminta kembali,

_kusebut itu_ *MUSIBAH,*

_kusebut itu_ *UJIAN*,

_kusebut itu_ *PETAKA*,

_kusebut itu apa saja …_

Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah *DERITA*….
Ketika aku berdo’a, 

kuminta titipan yang cocok dengan

*KEBUTUHAN DUNIAWI*,

_Aku ingin lebih banyak_ *HARTA*,

_Aku ingin lebih banyak_ *MOBIL*,

_Aku ingin lebih banyak_ *RUMAH*,

_Aku ingin lebih banyak_ *POPULARITAS*,
_Dan kutolak_ *SAKIT*,

_Kutolak *KEMISKINAN*,_

Seolah semua *DERITA* adalah hukuman bagiku.
Seolah *KEADILAN* dan *KASIH-NYA*,  

harus berjalan seperti penyelesaian matematika 

dan sesuai dengan kehendakku. 
Aku rajin beribadah, 

maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,

Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku …
Betapa curangnya aku,

Kuperlakukan *DIA* seolah _Mitra   Dagang_ ku 

dan bukan sebagai *Kekasih!*
Kuminta *DIA* membalas _perlakuan baikku_ 

dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku …
*_Duh ALLAH …_*
Padahal setiap hari kuucapkan,

*_Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU ya ALLAH, AMPUNI AKU, YA ALLAH …_*
Mulai hari ini, 

ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur 

dalam setiap keadaan 

dan menjadi bijaksana, 

mau menuruti kehendakMU saja ya *ALLAH* …
Sebab aku yakin….

*ENGKAU* akan memberikan anugerah dalam hidupku …

*KEHENDAKMU*  adalah yang ter *BAIK* bagiku ..
Ketika aku ingin hidup *KAYA*, 

aku lupa, 

bahwa *HIDUP* itu sendiri 

adalah sebuah *KEKAYAAN*.
Ketika aku berat utk *MEMBERI*,

aku lupa, 

bahwa *SEMUA* yang aku miliki

juga adalah *PEMBERIAN*.
Ketika aku ingin jadi yang *TERKUAT*, 

….aku lupa, 

bahwa dalam *KELEMAHAN*,

Tuhan memberikan aku *KEKUATAN*.
Ketika aku takut *Rugi*, 

Aku lupa,

bahwa *HIDUPKU* adalah 

sebuah *KEBERUNTUNGAN*,

kerana *AnugerahNYA.*
Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu *BERSYUKUR* kepada *NYA*
Bukan karena hari ini *INDAH* kita *BAHAGIA*. 

Tetapi karena kita *BAHAGIA*,

maka hari ini menjadi *INDAH*.
Bukan karena tak ada *RINTANGAN* kita menjadi *OPTIMIS*. 

Tetapi karena kita optimis, *RINTANGAN* akan menjadi tak terasa.
Bukan karena *MUDAH* kita *YAKIN BISA*. 

Tetapi karena kita *YAKIN BISA*.!

semuanya menjadi *MUDAH*.
Bukan karena semua *BAIK* kita *TERSENYUM*. 

Tetapi karena kita *TERSENYUM*, maka semua menjadi *BAIK*,
Tak ada hari yang *MENYULITKAN* kita, kecuali kita *SENDIRI* yang membuat *SULIT*.
Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar, 

cukuplah menjadi *JALAN SETAPAK* 

yang dapat dilalui orang,
Bila kita tidak dapat menjadi matahari, 

cukuplah menjadi *LENTERA* 

yang dapat menerangi sekitar kita,
Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang, 

maka *BERDOALAH* untuk

 kebaikan

Perbaikilah…

“Jangan Seperti Mengumpulkan Harta di Sebuah Tas Yang Berlubang”

Engkau memperbaiki wudhu’mu namun dengan cara berlebihan dalam menggunakan airnya,

Engkau bersedekah kepada orang yg kau anggap layak diberikan, namun engkau merendahkan dan menyakiti perasaan dan hatinya,

Engkau shalat malam, puasa di siang hari, mematuhi Rabbmu namun engkau memutuskan tali silaturrahim,

Engkau berpuasa dan bersabar menahan lapar dan dahaga, namun lisanmu dengan mudah melaknat dan mencela.

Engkau menggunakan pakaian serba longgar dan berlapis menutupi kepala dan badanmu, namun tdk sedikit pun engkau menjaga lisan dan sikapmu untuk lebih menghormati orang lain.

Engkau muliakan tamu, namun saat dia keluar engkau meng’ghibahinya dan menyebut keburukan-keburukannya,

Jangan kumpulkan kebaikan-kebaikanmu di sebuah kantong yang berlubang.

Engkau mengumpulkannya dengan susah payah, namun dengan mudahnya kebaikanmu berguguran karena perbuatanmu sendiri tanpa kau sadari. 

Hingga akhirnya rahmat dari kebaikan-kebaikan yg kita lakukan itu hilang tak berbekas, seperti buih diterpa air laut. . .habis.

Sedangkan kita sendiri tak tahu berapa banyak kah yg telah terkumpul untuk bekal kita di hari akhir nanti ?

semoga ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua atas apa yg kita telah lakukan sepanjang hari. Anggap lah orang lain lebih baik dari diri kita sendiri, agar kita selalu menghormati dan menghargainya dan agar kita selalu belajar lebih bersikap mulia kepada sesama.

Sabar dan Ikhlas

Semoga Bermanfaat….



Aku dan Rinduku

Aku dan rinduku

Menyatu dalam bisu

Saat malam bercerita kelabu

Tentang cinta yang sendu
Aku dan rinduku

Menyatu dalam biru

Kala semilir angin membeku

Pertanda pagi telah berpagu
Aku dan rinduku

Telah membentur cadasnya batu

Bergelanyut dalam syahdu

Lalu terkubur oleh waktu
Aku dan rinduku

Kemana akan kuceritakan rinduku

Kemana akan kugambarkan rinduku

Kala malam telah merebut rinduku
Aku dan rinduku

Hanya aku dan rinduku

Disini…

Hanya aku dan rinduku
Jakarta – 240217
#myfreedomspace

Pilkada DKI 2017

Diluar kamar, hujan tidak menjadi kawan yang baik. Membuat mata malas terbuka, rasa dingin menjaga selimut untuk tetap pada posisinya. Akhhh malasnya. 

Eh, alarm berbunyi, meski malas tetap kuraih. “Pilkada DKI 2017 TPS 22” tertera di layar hpku. Wah, iya yah.. jadi ingat mesti ke Tebet. 

Akhirnya, rasa malas ku pun terkalahkan. Ternyata butuh setengah jam untuk bersiap-siap. Setelah ojek online yang kuminta tiba, kami pun mengarah menuju ke lokasi pencoblosan No. 22 di Tebet Jakarta Selatan. 

Membutuhkan dua kelengkapan untuk bisa mengikuti proses pemilihan di Pilkada Jakarta, pertama Surat Panggilan Memilih dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Nah, yang belum memiliki Surat Panggilan, tetap bisa memilih dengan membawa kelengkapan Kartu Keluarga, pesan si mas pengantar surat Panggilan sehari sebelum pencoblosan. 

Begitu memasuki lokasi Tempat Pengumpulan Suara, para pemilih diarahkan untuk mendaftar ulang terlebih dahulu. Setelah menyerahkan Surat Panggilan Model C6-KWK di bagian registrasi, pemilih dipersilahkan menunggu di lokasi yang telah ditetapkan. 

Peserta pemilihan sudah cukup banyak, sehingga yang datang belakangan seperti diriku, harus menunggu panggilan cukup lama. Akhirnya namakupun dipanggil. Setelah pemeriksaan jari-jari dan dinyatakan bersih, Surat Panggilan Memilih yang sudah divalidasi, diserahkan kembali dan pemilih diarahkan ke meja kedua untuk diberikan lembar Surat Suara.

“Periksalah kertas suara Anda!” Itu jargon yang selalu kuingat karena sering dinyanyikan. Maka lipatan-lipatan kertasnya pun kubuka untuk mengecek siapa tau ada cacat. Usai memeriksa Surat Suara yang diberikan dan semuanya aman, aku dan beberapa pemilih diarahkan menuju bilik suara. 

Alhamdulillah, hak suarapun tersalurkan. Setiap pemilih memiliki kebebasan untuk menentukan siapa pilihannya. Meski kadangkala akal, mulut dan hati tidak seiring sejalan tetapi pilihan harus ditetapkan. 

Berharap yang terbaik untuk DKI Jakarta.