Berteman Dengan Masalah

Banyak orang tidak suka dengan masalah, benar? Banyak orang menghindari masalah daripada menyelesaikannya, bagaimana menurut Anda?

image

Padahal kita hidup di dunia ini selalu memiliki pilihan hidup… mau lebih baik atau sebaliknya…. memilih apapun kita tetap akan terbentur dengan masalah… mengapa?

image

Ambil contoh misalnya kita memilih untuk mencari hidup lebih baik. Berapa banyak manusia yang memilih urbanisasi atau perpindaham dari desa ke kota di Jakarta misalnya. Apakah ketika mereka memikih untuk mencari hidup yang lebih baik kemudian menyelesaikan masalah mereka? Hmmmmm mari kita pikirkan.

Ketika mereka tinggal di desa… misalnya mereka hanya menjadi buruh tani di sawah orang. Nah, artinya mereka harus mencari kerja yang kadangkala hanya dibayar dengan makanan seadanya. Lalu mereka pindah ke jakarta dengan bekal uang seadanya. Tiba di kota, mereka mulai mencari pekerjaan, alih-alih jika memiliki skill atau keterampilan, kalau tidak? Apakah itu bukan masalah?

image

Tarolah mereka memiliki dana yang cukup untuk memulai usaha, bagaimana dengan tempat tinggal mereka, bagaimana dengan biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Kalau ke kota sendiri, nah bagaimana jika pindah bersama keluarga? Suami, istri dan anak-anak? Hmmmm apakah ini merupakan suatu masalah?

Sekarang… mereka mungkin bisa mengatasi masalah tersebut diatas, nah anak-anak akan bertumbuh besar dan mulai mengenal sekolah, bagaimana dengan biaya pendidikannya? Apakah sanggup kita teris menerus menyarankan anak untuk belajar dan meraih ranking di sekolah namun pada saat mereka mulai memilih sekolah yang bagus… dan keluarga ini hanya memiliki dana seadanya, apakah ini bukan masalah?

Lantas bagaimana jika sang ayah atau ibu karena kelelahan bekerja, mencari uang untuk keluarga dan mereka tiba-tiba jatuh sakit, tentu hal ini adalah pengeluaran. Ditambah lagi karena sakit sehingga income selama sakit menjadi berkurang, apakah ini bukan masalah?

Beranjak dari sini, anak mulai dewasa, mulai mengenal lawan jenis bahkan berkehendak membentuk keluarga sendiri, apakah ini tidak menjadi beban keluarga.

Baiklah… mereka bisa mengatasi semua masalah-masalah itu. Sang ayah bekerja di perusahaan yang membayarnya cukup, sang ibu juga mulai bekerja dan menambah penghasilan keluarga. Mereka mulai sering bergaul dan akhirnya rumah besar, mobil, pakaian yang bagus sudah mulai terasa sebagai kebutuhan… apakah ini bukan masalah?

Nah intinya… dalam hidup ini, apapun pilihan kita pasti akan ada masalah. Nah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah itu bukanlah dengan memusuhinya… tapi bertemanlah demgan masalah itu. Juatri ketika Anda berteman dengan masalah itu, penemuan-penemuan baru akan tercipta dan menjadi solusi bagi permasalah Anda. SIMPLE KAN?

image

Bagaimana berteman dengan masalah? Luangkanlah waktu sejenak untuk merenungkan masalah anda. Buatlah hubungan komunikasi antara otak kita dengan hati kita. Mulailah mencari jawaban atas 3 pertanyaan:
1. Apa yang Tuhan inginkan dari hidupku ini?
2. Apa yang aku inginkan dengan hidupku?
3. Manusia seperti apakah diriku di akhir masalah ini? Apakah semakin bertanggung jawab ataukah terpercaya atau seperti apa?

Jika telah berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan itu maka mulailah merencanakan hidup Anda. Sehingga solusi permasalahan hidup Anda mulai terjabarkan satu persatu dan solusinya pun akan nampak seiring dengan kondisi yang ada.

Jadi… bertemanlah dengan masalah!

#Renunganvie

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s