Yuk, Beli Asuransi Unit link

Ngapain beli asuransi unit link? Harganya mahal, investasinya tidak maksimal seperti halnya kalau kita berinvestasi di saham dan reksadana yang untungnya jauh lebih banyak.

Memang banyak sekali yang tidak menyarankan kita untuk membeli asuransi unit link. Apalagi beberapa buku dan tulisan para pakar Financial Planner atau Perencana Keuangan Indonesia yang menyarankan untuk tidak membeli asuransi Unit Link. Alasannya mudah, yakni kita harus memaksimalkan pemanfaatan dana yang kita miliki.

Menurutku, setelah mengikuti Pelatihan Gelar Profesi Registered Financial Planner (RFP) atau Perencana Keuangan Terdaftar kerjasama Universitas Indonesia dan Prudential di Jakarta, pendapat itu adalah benar. UNIT link itu adalah gabungan antara asuransi dan investasi. Jika Anda memiliki waktu yang lebih banyak untuk mengikuti perkembangan investasi Anda dan menginginkan pengembalian hasil investasi yang lebih besar, tentu Unit Link bukan jawabannya.

image

Namun jika Anda awam terhadap pengelolaan investasi dan tidak memiliki waktu yang lebih untuk mengikuti perkembangan investasi Anda, Unit Link lah jawabannya. Karena Anda bisa ikut menginvestasikan uang Anda yang relatif lebih kecil untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan besar dari resiko hidup yang Anda, Kita semua miliki.

Unit Link merupakan alternatif investasi bagi mereka yang mau simple tanpa harus repot mengatur portfolio investasi dan proteksi. Anda cukup berhubungan dengan 1 perusahaan saja, dimana jiwa dan kesehatan Anda dapat terproteksi namun dana yang Anda miliki dapat digunakan di masa yang akan datang.

Tidak ada yang pasti dalam dunia investasi, tidak ada satu ahlipun yang bisa memprediksi apakah besok harga pasar naik atau turun, sehingga modal yang cukup besar untuk Anda investasikan sendiri secara langsung juga tidak terjamin untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Lihat saja contoh Ferdi Hasan, presenter terkenal yang kehilangan 12 Milyar karena investasi langsung. (Baca: Cerita Investasi Ferdi Hasan Hingga Rugi 12 M) Dalam dunia investasi, resiko itu pasti ada, namun sebagai pemilik modal, ketika kita memutuskan untuk berinvestasi, tentunya kita berharap untung, atau paling tidak, yah kembali modal lah.. yang penting tidak rugi, BETUL??

Kalau saat ini, dalam pengaturan keuangan Anda dan hanya sanggup menyisihkan 1juta per bulan maka apakah ketika Anda masukkan ke Reksadana secara langsung akan mendapatkan keuntungan yang signifikan seperti yang ditawarkan? Tentu akan berbeda jika Anda memiliki dana lebih, misalnya 10juta atau 100juta dan Anda langsung investasikan ke Reksadana. Hasilnya akan lebih terasa.

Nah, bagaimana jika dana 1juta itu Anda parkirkan di Unit Link. Keuntungan apa yang Anda dapatkan? 1. Proteksi jiwa yang akan diterima oleh keluarga Anda saat Anda Meninggal Dunia sebagai perlindungan keuangan keluarga ketika Anda sudah tidak bersama mereka lagi.
2. Manfaat kecelakaan, apakah itu kecelakaan yang memgakibatkan cacat sementara, cacat permanen atau cacat total hingga mengakibatkan kematian.
3. Manfaat kesehatan, jika Anda harus masuk rumah sakit, menderita suatu penyakit kritis yang memerlukan biaya pengobatan yang cukup tinggi seperti jantung, kanker, stroke. Penyakit-penyakit ini tidak peduli apakah anda muda atau sudah tua, Anda miskin atau kaya, sepanjanga Anda tidak memelihara diri Anda, maka kemungkinan teridap penyakiy ini menjadi lebih besar.
4. Manfaat tabungan dimana dana yang Anda tabungkan selama kurun waktu tertentu (minimal 10 tahun) dapat Anda ambil dalam bentuk tunai setelah kontrak Anda berakhir ditambah dengan nilai investasi dari dana yang Ada.

Apakah karena Anda kaya dan memiliki dana hingga 7 turunan sehungga Anda tidak butuh Asuransi? Kalau dengan Unit Link dan kekayaan Anda bisa dua kali lipat hingga 14 turunan, apakah tidak menguntungkan?

Atau, Anda memiliki bisnis yang luar biasa bahkan bisa diwariskan kepada Anak Anda. Bagaimana Anda akan memutuskan siapa dari ke-3 anak yang akan meneruskan roda perusahaan Anda ketika Anda meninggal? Misalnya Anak pertama punya kemampuan bisnis dan mengikuti Anda, Anak kedua Anda tidak berminat dengan bisnis Anda dan lebih tertarik pada bisnis lain. Dan yang ketiga ternyata bermasalah dan suka menghambur-hamburkan uang. Tiap anak kan tidak sama. Dan bagaimana dengan sang istri? Dalam hal ini unit link bisa membantu Anda, apakah itu tidak menyenangkan?

Atau misalkan, Anda adalah pebisnis hebat dan telah membangun bisnis keluarga Anda namun memiliki hutang pengembangan modal bisnis, apakah tidak akan menjadi masalah buat keuangan keluarga Anda untuk menyelesaikan hutang2 itu nantinya? Kalau unit link bisa membantu Anda memberikan solusi dari masalah ini, apakah itu tidak akan membantu keluarga Anda?

Bagaimana dengan Anda yang hanya seorang karyawan di sebuah perusahaan yang saat ini mendapatkan fasilitas kesehatan dari perusahaan. Apakah ketika Anda terkena penyakit kritis, perusahaan akan tetap mempertahankan status pekerjaan Anda sementara biaya penyakit kritis itu mahal? Atau yakinkah Anda akan bekerja selamanya di perusahaan tersebut? Seberapa lama?

Bagaimana jika Anda seorang manajer di perusahaan tempat Anda bekerja? Berapa lama kah lagi waktu Anda sebelum pensiun? Apakah Anda tetap ingin bekerja setelah Anda pensiun ataukah Anda ingin menggantingkan hidup pada anak-anak Anda setelah Anda pensiun? Bagaimana dengan keluara kecil mereka? Apakah Anda senang menjadi beban untuk anak atau saudara Anda nantinya? Ataukah Anda ingin hidup nyaman setelah pensiun dengan dana yang telah Anda persiapkan untuk masa pensiun Anda dan unit link akan membantu Amda mempersiapkannya. Apakah hal itu tidak cukup?

Untuk menjawab semua ini Anda boleh membelinya di unit link dan boleh memisahkan proteksi dan investasi. Unit link itu Ibarat masuk ke Rumah Makan padang. Anda akan diperhadapkan pada beragam pilihan menu yang berbeda. Menunya bukan yang sudah tercampur seperti masuk ke penjual bakso atau tukang soto ayam. Tapi Anda harus menentukan lauk apa yang Anda inginkan.

image

Jika Anda memiliki dana 10 ribu dan ingin makan ayam bakar, maka Anda hanya akan mendapatkan 1 jenis lauk. Berbeda dengan teman Anda yang juga punya dana 10 ribu tapi menginginkan 2 lauk sehingga bisa memilih makan dengan telur dan perkedel kentang.  Tentu, akan berbeda dengan Anda yang masuk dengan dana 50 ribu atau 100rb, Anda boleh beli lauk sesukanya dengan paket wajib nasi putih, teh tawar, dan kuah sayur.

Nah, unit link itu adalah wadah dimana Anda ditawarkan untuk memilih sendiri produk yang cocok dengan kondisi keuangan Anda pada saat membelinya dalam 1 wadah. Anda cukup masuk ke Warung Padang untuk memilih makanan yang Anda makan, tidak perlu membeli rendang, ikan bakar, paru goreng dan semur tahu di 4 toko yang berbeda. Dan tergantung kondisi keuangan Anda untuk pilihan makanan Anda.

Sementara yang bukan unit link bisa diibaratkan seperti makan di restaurant dimana sudah tersaji menu makanan lengkap. Jika ingin makan soto ayam, tidak lagi memesan kuah, ayam suir, bihun, daun kol.. karena sudah tersaji dalam 1 mangkuk soto lengkap.

image

Atau Anda ke rumah makan seafood, jangan cari ayam goreng disana, karena semua hidangan adalah seafood saja.

Semua wadah itu memiliki kelebihan dan kekurangan, seperti halnya unit link dimana karena dengan satu premi, nasabah memperoleh 2 keuntungan yakni proteksi dan investasi, maka menjadi pilihan nasabah untuk lebih menekankan pada proteksi saja atau investasinya saja atau keduanya dalam nilai yang sama. Tentu beda nilainya jika dengan premi yang sama, nasabah beli asuransi jiwa saja, atau asuransi kesehatan saja ataukah diinvestasikan saja. Tentu nilainya menjadi berbeda.

Sehingga, bagi Anda yang memiliki dana terbatas, namun ingin memiliki proteksi jiwa, kecelakaan dan kesehatan disamping dana tabungan untuk perlindungan keluarga Anda, meskipun Anda dalam kondisi sakit kritis atau sudah tidak bersama keluarga Anda lagi, Unit Link adalah jawabannya. Pun bagi Anda yang kaya dan ingin memproteksi kekayaan Anda, bahkan memaksimalkan manfaat aset-aset Anda, unit link lah jawabannya.

Dan jika Anda tidak ingin membeli unit link karena lebih berfikir negatif terhadap keuntungan komisi agen yang besar, agen yang selalu jalan-jalan keluar negeri atau biaya administrasi yang tinggi atau lainnya, kenapa tidak mengenal unit link lebih jauh? Sudah tidak jamannya lagi kita menilai sesuatu itu tanpa kenal terlebih dahulu. Bagaimana mau kenal dan merasa cocok kalau hanya dengar dari orang lain.

image

Bagi Anda yang di Jakarta dan ingin tahu lebih jauh tentang unit link, sempatkanlah waktu untuk datang dan mendengarkan pengenalan tentang Unit Link Prudential, Glory Vision Agency setiap hari Sabtu jam 09.00 – 12.00 di Indofood Tower, Sudirman dengan menghubungi Sulvi Suardi Hp. 081342036240 (sms nama_mau hadir tgl berapa dan berapa orang). Kelas New Business Opportunity (NBO) ini adalah kelas khusus yang memberikan pengenalan tentang program Unit Link, Prudential serta testimony orang-orang yang berhasil di Prudential. Untuk yang diluar jakarta silahkan beri komentar Anda disini atau email pertanyaan Anda ke sulvi.suardi@gmail.com.

Semoga bermanfaat

#Renunganvie

Pohon Kekayaan

Tidak sengaja menemukan filsafah yang mengajarkan tentang pohon kekayaan dengan pertanyaan apakah ‘kekayaan’ itu?

Mari belajar dari sebatang pohon dengan mengibaratkan pohon itulah kekayaan dimana dedaunannya adalah uang.

Kata Awie Wang, penulis buku Rahasia Sang Waktu ,”Kita tidak bisa menanam daun untuk menumbuhkan pohon, tapi kita bisa menanam pohon untuk menumbuhkan daun”!

Luar biasa….

Script

POHON KEKAYAAN

Setiap orang menginginkan kekayaan…
Tetapi apa sebenarnya yang dimaksud “kekayaan”?

Kekayaan dan Uang adalah berbeda…
Kekayaan bagaikan pohon sedangkan Uang bagaikan daun.

Pohon akan terus tumbuh sedangkan Daun suatu saat akan lepas dari batang pohon.

Jika yang Anda lakukan sekarang adalah menanam pohon,
Maka pada waktunya pohon akan menghasilkan daun.

Dan apabila yang Anda lakukan sekarang adalah memungut daun…
Sudah dipastikan berapapun banyak daun yang Anda kumpulkan tidak akan pernah cukup…

Tanamlah pohon sekarang juga!!

Anda tidak bisa menanam DAUN untuk menghasilkan POHON.

Kenali & pilihlah bibit yang terbaik menurut Anda…
Karena setiap orang memiliki PENILAIAN yang berbeda…

Bibit yang sama juga bisa menghasilkan HASIL yang berbeda..

Berilah air & pupuk dengan KEYAKINAN bibit yang Anda tanam akan tumbuh menjulang tinggi…

Yang pertama tumbuh bukanlah batang atau daun…
Melainkan akar yang tidak kelihatan Seperti pikiran yang mulai berkembang.

Bersabarlah dan jangan putus asa, semua indah pada waktunya…

Pohon memerlukan CAHAYA untuk tumbuh….
Begitu juga dengan kita, Terimalah NASEHAT dan teruslah belajar.

Semakin tinggi pohon, semakin kencang diterpa angin,
Hanya akar yang kuat yang sanggup menahannya.

GODISNOWHERE
what did u read?

GOD IS NO WHERE
or
GOD IS NOW HERE?

depends on understanding each other’s…

#RenunganVie

Berteman Dengan Masalah

Banyak orang tidak suka dengan masalah, benar? Banyak orang menghindari masalah daripada menyelesaikannya, bagaimana menurut Anda?

image

Padahal kita hidup di dunia ini selalu memiliki pilihan hidup… mau lebih baik atau sebaliknya…. memilih apapun kita tetap akan terbentur dengan masalah… mengapa?

image

Ambil contoh misalnya kita memilih untuk mencari hidup lebih baik. Berapa banyak manusia yang memilih urbanisasi atau perpindaham dari desa ke kota di Jakarta misalnya. Apakah ketika mereka memikih untuk mencari hidup yang lebih baik kemudian menyelesaikan masalah mereka? Hmmmmm mari kita pikirkan.

Ketika mereka tinggal di desa… misalnya mereka hanya menjadi buruh tani di sawah orang. Nah, artinya mereka harus mencari kerja yang kadangkala hanya dibayar dengan makanan seadanya. Lalu mereka pindah ke jakarta dengan bekal uang seadanya. Tiba di kota, mereka mulai mencari pekerjaan, alih-alih jika memiliki skill atau keterampilan, kalau tidak? Apakah itu bukan masalah?

image

Tarolah mereka memiliki dana yang cukup untuk memulai usaha, bagaimana dengan tempat tinggal mereka, bagaimana dengan biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Kalau ke kota sendiri, nah bagaimana jika pindah bersama keluarga? Suami, istri dan anak-anak? Hmmmm apakah ini merupakan suatu masalah?

Sekarang… mereka mungkin bisa mengatasi masalah tersebut diatas, nah anak-anak akan bertumbuh besar dan mulai mengenal sekolah, bagaimana dengan biaya pendidikannya? Apakah sanggup kita teris menerus menyarankan anak untuk belajar dan meraih ranking di sekolah namun pada saat mereka mulai memilih sekolah yang bagus… dan keluarga ini hanya memiliki dana seadanya, apakah ini bukan masalah?

Lantas bagaimana jika sang ayah atau ibu karena kelelahan bekerja, mencari uang untuk keluarga dan mereka tiba-tiba jatuh sakit, tentu hal ini adalah pengeluaran. Ditambah lagi karena sakit sehingga income selama sakit menjadi berkurang, apakah ini bukan masalah?

Beranjak dari sini, anak mulai dewasa, mulai mengenal lawan jenis bahkan berkehendak membentuk keluarga sendiri, apakah ini tidak menjadi beban keluarga.

Baiklah… mereka bisa mengatasi semua masalah-masalah itu. Sang ayah bekerja di perusahaan yang membayarnya cukup, sang ibu juga mulai bekerja dan menambah penghasilan keluarga. Mereka mulai sering bergaul dan akhirnya rumah besar, mobil, pakaian yang bagus sudah mulai terasa sebagai kebutuhan… apakah ini bukan masalah?

Nah intinya… dalam hidup ini, apapun pilihan kita pasti akan ada masalah. Nah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah itu bukanlah dengan memusuhinya… tapi bertemanlah demgan masalah itu. Juatri ketika Anda berteman dengan masalah itu, penemuan-penemuan baru akan tercipta dan menjadi solusi bagi permasalah Anda. SIMPLE KAN?

image

Bagaimana berteman dengan masalah? Luangkanlah waktu sejenak untuk merenungkan masalah anda. Buatlah hubungan komunikasi antara otak kita dengan hati kita. Mulailah mencari jawaban atas 3 pertanyaan:
1. Apa yang Tuhan inginkan dari hidupku ini?
2. Apa yang aku inginkan dengan hidupku?
3. Manusia seperti apakah diriku di akhir masalah ini? Apakah semakin bertanggung jawab ataukah terpercaya atau seperti apa?

Jika telah berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan itu maka mulailah merencanakan hidup Anda. Sehingga solusi permasalahan hidup Anda mulai terjabarkan satu persatu dan solusinya pun akan nampak seiring dengan kondisi yang ada.

Jadi… bertemanlah dengan masalah!

#Renunganvie

Terlalu banyak Excuse

Entah mengapa, perasaan iba terlalu besar buatnya. Kadangkala menjadi sangat menjengkelkan namun rasa prihatin masih jauh lebih besar.

image

Setiap bertemu, banyak sekali keluh kesah, tentang keluarganya, tentang hidupnya, tentang dirinya dan tentang orang-orang disekitarnya. Selalu adaaaa saja yang disebutnya.

Tapi entah kenapa, setiap diberikan peluang, diberikan kerjaan, adaaaaa saja excuse, alasan sehingga dia tidak harus mengerjakan apa-apa. Aduh…. gimana ceritanya yah.

Dia adalah aku. Karena keakuankulah sehingga terlalu jaim untuk menyebut diriku sendiri sehingga menggunakan dia dalam menjelaskan masalahku.

Aku bingung dengan diriku sendiri. Ingin sukses tapi selalu punya alasan untuk tidak melakukan apa-apa. Aku terlalu malas untuk bergerak. Padahal keinginanku untuk bisa berhasil seperti orang-orang itu sangat besar bahkan terlalu besar.

Ibarat kata, tiba-tiba terbangun dari tidur. Lalu mengambil jas terbaik, dan memperbaiki penampilan di depan cermin. Lalu, berteriak dengan semangat menggebu-gebu 3 kali “Aku mau sukses, aku harus berubah, Aku akan Sukses!”.

image

Setelah itu, perlahan membuka jas, membuka pakaian dan kembali menarik selimut dan berbaring di tempat tidur.

Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Namun semuanya hanya mungkin dengan kerja keras. Bukan hanya kerja keras, tapi juga kerja cerdas. Tanpa kerja keras dan kerja cerdas, apapun yang kita inginkan hanya menjadi khayalan semata.

Apalagi, jika yang dimunculkan hanyalah alasan-alasan pembenaran sehingga kita tidak perlu melakukan kerja apapun.

Alkisah di sebuah negeri. Ada seorang pengembara yang berkunjung hanya dengan sebuntal kain. Setelah shalat dan mengelilingi mesjid tua dan reyot itu lalu dia mengambil tempat dan duduk di emperan mesjid. Dia mulai berdendang berisi petuah dan nasehat. Tak lama, mulailah orang berdatangan dan mengerumuninya.

Setelah cukup ramai, sang pengembara ini mulai menangis tersedu. Semakin lama semakin keras dan kencang. Sontak saja warga menjadi heran dan merasa iba.

Entah siapa yang memulai, satu per-satu warga mulai melemparkan koin. Semakin banyak koin yang dilemparkan ke hadapan sang pengembara, semakin keras tangisannya dan semakin menyayat hati. Hingga akhirnya orang-orang pun berhenti melemparkan koin dan pengembara itu pun berhenti menangis.

Lalu dia mulai berdendang kembali. “Wahai puan cantik berhati mulia, wahai tuan tampan berhati emas, dimuliakanlah semua yang telah melemparkan keping-keping perak di hadapan hamba. Hamba telah datang jauh dari ujung langit namun sebentar saja melepas lelah di mesjid ini telah mengumpulkan ratusan keping perak. Adalah kiranya puan dan tuan berbesar hati, kepingan-kepingan ini akan menjadi tiang penyangga mesjid ini sehingga kembali kokoh laiknya istana yang puan dan tuan miliki.”

Semua orang terkejut mendengarkan dentang pengembara ini. Sesungguhnya selama ini mesjid tua itu telah mereka tinggalkan dan berpindah pada mesjid agung milik raja. Untuk mencapai mesjid raja itu, mereka harus berkendara sementara mesjid tua ini berada di pinggir desa dan tidak terurus.

Lanjut sang pengembara, “tentulah mesjid tua ini juga akan menjadi indah, jika keping-kepingan perak ini terkumpul sedikit demi sedikit dan digunakan untuk membangunnya. Terkadang kita lebih puas dengan milik orang lain sementara mengabaikan harta yang kita miliki. Terkadang kita puas dengan kesuksesan orang lain namun tidak mencari sukses kita sendiri.”

“Wahai puan dan tuan pemilik tanah ini. Peliharalah semua yang menjadi milik kalian, karena akan lebih mulia kesuksesan yang kalian terima ketika dibangun dari hasil jerih payah sendiri. Biar gubuk tapi hasil kesuksesan sendiri daripada puas menyaksikan hasil karya orang lain sementara milik sendiri terlantarkan.”

Mendengar lantunan gubahan sang pengembara, beberapa warga mulai menangis, bahkan perak yang tadinya hanya kepingan mulai bertambah dengan pundi-pundi bahkan kepingan emas.

Memang, kadangkala kita lupa bahwa apa yang kita miliki dapat dimaksimalkan untuk kesuksesan kita. Kita terbuai dengan rasa malas melihat kesuksesan orang lain. Padahal bisa jadi kemampuan kita lebih dari yang lain. Bisa saja para tukang yang membangun mesjid raja berasal dari negeri itu. Bisa saja material yang digunakan raja berasal dari negeri itu. Atau mungkin para pengukir, muadzin bahkan pengunjungnya kebanyakan warga negeri itu.

image

Kadangkala, terlalu banyak excuse untuk mencapai kesuksesan kita. Padahal, ketika kita melirik kebun tetangga, kita mungkin bisa lebih baik mengerjakannya dengan ide-ide kreatifitas kita.

Pengembara itu hanya bertindak kecil, tanpa excuse untuk sukses mempengaruhi warga menyumbang demi perbaikan mesjid. Tidak seberapa yang dia dapatkan, tapi merupakan bukti kongkrit dari apa yang diupayakannya.

image

Mari manfaatkan kemampuan yang kita miliki dan raih sukses kita!

#Renunganvie

Strategi Penjualan BOZ

Bagaimana seorang motivator hebat bisa sukses, padahal di balik kesuksesannya ada upaya licik untuk mengelabui para pengikutnya.

Alkisah ada seorang motivator yang luar biasa. Dia dikenal dengan sebutan BOZ singkatan dari Brahma Orsien Zein. Boz sering mengadakan prrsentasi-presentasi luar biasa yang mengajarkan para pengikutnya untuk cepat kaya.

image

Dengan kemampuannya beretorika, Boz acapkali tidak susah ketika merekrut orang-orang baru untuk masuk ke dalam timnya. Dia hanya menyebarkan panflet rencana seminarnya dan orang pun berduyung-duyung membayar kelas yang mahal demi mengikuti presentasinya.

Tanpa merasa canggung, datanglah peserta seminar ini di acara luar biasa yang diadakan Boz. Dengan kemampuan komunikasi persuasive tingkat tinggi, Boz mulai melahap para peserta satu-persatu. Dia mulai berbicara dengan usaha-usaha yang digelutinya dalam bidang real estate.

Lalu dengan lihai, di sela-sela retorikanya, Boz mulai menanyakan kepada peserta siapa-siapa yang ingin cepat kaya. Tentu saja, para peserta pun mengangkat tangannya. Lantas Boz menurunkan semangat peserta sebelum menaikkannya kembali dan meminta orang-orang yang betul-betul mau cepat kaya untuk berdiri dan maju ke depan untuk bersalaman dengannya.

Setelah peserta ini maju, Boz pun menyuruh mereka untuk berjalan ke arah para registrer-registrer cantik yang siap dengan kertas formulir dan pen. Merrka dengan ramah mulai mengambil data diri para peserta ini.

Dan ternyata para peserta ini pun diminta untuk menyerahkan sejumlah dana, yang menjadi biaya perjalanan mereka menuju suatu tempat untuk melihat unit real estate yang ‘dijual’ secara terselubung oleh Boz.

Tentu saja, secara tanpa disadari ke dalam alam pikiran para peserta itu, untuk menjadi kaya dan berpenghasilan besar, tentulah tidak sebanding dengan biaya yang mereka keluarkan saat itu. Apalagi ditambah dengan bumbu kata-kata bahwa ketika mereka tidak jadi berangkat, maka hanya dana transportasi yang dipotong, selebihnya akan dikembalikan.

Jika Anda berada ditempat itu, tentu Anda akan tergiur dengan pemahaman tentu tidak sebanding antara dana yang Anda keluarkan dengan unit yang Anda miliki.

Padahal, untuk sebuah unit real estate yang Anda sepakati, harus diselesaikan karena baru nilai indent yang Anda bayar sebelum unit selesai. Nah setelah unit selesai, Anda harus bekerjasama dengan pihak pengembang untuk memasarkan unit tersebut. Nah… taruhlah harga unit tersebut sebagai unit kosong, bagaimana denga unit yang dipasarkan lengkap dengan furniture. Tentu saja Anda harus mengeluarkan investasi yang cukup besar untuk seluruh furniture itu.

Nah, kira-kira berapa lama investasi Anda akan kembali? Jika harga unitnya tidak sebanding dengan yang Anda bayangkan?

image

Itulah teknik si Boz dalam mendapatkan nasabah baru.. secara lugas menjual ide dalam presentasinya tentang motivasi, namun sesungguhnya dia memasarkan bisnisnya kepada para peserta-peserta yang terbuai dengan kata-katanya.

So! Be aware terhadap hal-hal seperti. Cara Boz ini sudah mulai banyak diminati dan dilakukan oleh beberapa motivator. So be carefull….. jangan sampai berfikir mengeluarkan dana untuk keuntungan sebesarnya-besarnya, eh ternyata buntung di tengah jalan hehehehhee…

image

High Return High Risk. Sesuatu yang mudah datangnya kadangkala cepat juga hilangnya. Karena kita dapat menuai hasil yang kita tanam. So hati-hati…

#renungan vie

Sakit Itu Tidak Enak

Tidak pernah terbayang, betapa sulitnya hidup ini ketika kita sakit. Dan betapa bahagianya mendapatkan ucapan sekedarnya, “cepat sehat ya…”. Meskipun kadang kala kita merasa itu hanya di bibir saja.

Sehat itu memang luar biasa. Kita bisa beraktifitas seperti biasa. Bisa jalan sesuka hati, bisa bercengkerama dengan saudara maupun kawan. Bisa melakukan semua hobby.

Nah ketika sakit, semua menjadi tidak enak. Tidak enak makan, tidak enak baring, tidak bisa bekerja, tidak bisa main. Yang paling menjengkelkan adalah harus terbaring di tempat tidur sepanjang hari, syukur-syukur kalau tidak perlu masuk rumah sakit dan diinfus.

image

Seperti yang saya alami minggu lalu. Sungguh tidak menyenangkan. Selama 2 hari saya demam. Saya pikir hanya flu biasa. Tapi demam saya tidak turun-turun. Walhasil, di hari ke-3 saya pun memaksakan diri untuk ke rumah sakit Tebet yang dekat dengan mess.

Begitu tiba di rumah sakit. Sayapun menuju tempat registrasi yang ternyata sudah tutup. Akhirnya saya ke UGD dan langsung dipersilahkan istirahat di UGD.

Semakin tidak enaklah. Ada satu jam barulah saya diperiksa. Itupun setelah saya bertanya ke suster, kenapa saya belum diapa-apakan. Whuakakakakka setelah bicara barulah saya cerna kembali kata-kata saya… hehehehhe harusnya saya bertanya kenapa saya belum diperiksa… memangnya saya mau diapakan? Huakakakakka.

Jiah.. apa sudah tidak ada dokter lagi di rumah sakit ini? Sungguh miris, saya diperiksa oleh seorang dokter laki-laki yang “maaf” sudah uzur. Selayaknya dokter itu sudah tinggal di rumah, menikmati waktu bermain bersama cucu-cucunya. Tangannya sudah gemetaran, berbicarapun pelan dan terbata. Subhanallah…. Dok, jika saya putrimu, tidak akan kubiarkan kau tetap di rumah sakit. Sudah cukup pengabdianamu selama ini. Sudah saatnya kau beristirahat dan menikmati sisa-sisa usiamu bersama keluargamu.

Usai diperiksa, saya diminta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Untuk itu saya pun mengambil air seni untuk pemeriksaan urine dan pengambilan darah. Dalam kondisi yang sangat lemah, akhirnya saya mengiyakan saja ketika suster meminta ijin untuk memasang infus neurolbine, penambah darah.

image

Sebenarnya saya sudah tergerak untuk opname, apalagi dokter sudah menyatakan bahwa saya terkena typus, namun miris karena pasien di sekitar saya terkenan penyakit Demam Berdarah. Saya jadi takut akan terjangkit sehingga memutuskan untuk pulang dan di rawat di rumah saudara.
Walhasil, terkaparlah saya selama 8 hari tidak bisa beraktifitas apapun. Bahkan makan pun harus di tempat tidur dengan demam tinggi disertai batuk.

Ya allah…. jauhkanlah sakit dariku dan orang-orang yang kusayangi.

#renunganvie

Pru AWS Day One

Konsep Dasar Syariah

Konsep Asuransi sebenarnya telah ada sejak jaman dahulu kala. Diceritakan pada masa Nabi Yusuf (QS. Yusuf : 43-49), bahwa Raja Fir’aun yang berkuasa di Mesir pada saat itu bermimpi bahwa terdapat 7 ekor sapi yang gemuk-gemuk dimakan oleh 7 ekor sapi yang kurus-kurus.

image

Mimpi tersebut diartikan oleh Nabi Yusuf sebagai tanda bahwa selama 7 tahun Mesir akan mengalami panen yang melimpah ruah dan 7 tahun kemudian akan mengalami musim paceklik. Nabi Yusuf menyarankan agar pada masa panen yang melimpah ruah tersebut rakyat menyisihkan hasil panennya agar dapat dipergunakan sebagai cadangan ketika musim paceklik datang.

Praktek asuransi syariah berasal dari budaya bangsa Arab yang disebut aqilah. Pengertian Asuransi Syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang melalui investasi dalam bentuk aset dan atau Tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad yang sesuai dengan syariah (Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia)

Syariah adalah sistem yang secara terminologi berarti jalan yang lurus (undang-undang Islam), dimana terdapat dalam Qur’an Surah (45:18)

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الأمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ

“Kemudian Kami jadikan kamu, berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan agama itu, maka ikutilah syariat itu, dan janganlah kamu ikuti, hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.”

Walaupun dalam Al-Quran tidak disebutkan tentang kewajiban berasuransi tetapi mengacu pada prinsip persiapan dalam hadist riwayat Muslim:

“Pergunakankah lima hal sebelum datangnya lima perkara, muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, dan hidup sebelum mati.”

image

Berdasarkan hadits tersebut, jelaslah bahwa konsep syariah juga ada dalam agama Islam, sebagai upaya mempersiapkan kekayaan atau perlindungan terhadap kehilangan penghasilan untuj masa depan dan merupakan perlindungan harta, dimana kekayaan dan harta tersebut tidak mengandung:
1. Gharar, adalah situasi di mana terdapat informasi yang tidak jelas, sehingga terjadi ketidakpastian dari kedua belah pihak yang bertransaksi.
2. Maysir, adalah transaksi yang menempatkan salah satu pihak harus menanggung beban pihak lain akibat transaksi tersebut.
3. Riba, secara bahasa bermakna tambahan, dalam pengertian lain artinya tambahan yang diharamkan yang dapat muncul akibat utang atau pertukaran.

Asuransi konvensional menurut beberapa ulama masih memiliki unsur gharar, maysir dan riba karena akad yang digunakan adalah Akad Jual Beli.
Lalu dalam asuransi konvensional, tertanggung membayar premi kepada perusahaan asuransi (di Prudential di kelola oleh Eastpring Investments) dan jika terjadi klaim penanggung akan membayarkan manfaat kepada tertanggung atau penerima manfaat apabila terjadi resiko.

image

Sementara dalam asuransi syariah atau tabarru’ didefinisikan sebagai sumbangan, akad yang digunakan adalah hibah. Dimana peserta tabarru’ saling menanggung resiko dengan cara berbagi resiko sesama peserta dan dana hibah dikumpulkan dalam satu dana yaitu Dana Tabarru’. Perusahaan bukan menanggung resiko dan bukan pemilik dana tapi hanyalah pemegang amanah yang mengelola dana peserta dan perusahaan tidak boleh menggunakan dana tersebut, jika tidak ada kuasa dari peserta. Karena akadnya bukan jual beli tetapi tolong menolong, maka unsur Gharar, Maysir dan Riba akan hilang.

Dalam Prudential Unit Link Syariah terdapat terminologi yang berbeda dengan konvensional dimana premi disebutkan sebagai kontribusi. Tertanggung disebut Peserta. Uang pertanggungan tetap sama. Biaya Akuisisi disebut Biaya wakalah. Biaya asuransi disebut Iuran Tabarru’. Pembayar/Pemilik Polis disebut Pemegang Polis, dan Pertanggungan tetap disebut Pertanggungan.

Untuk produknya sendiri terdiri dari:
1. PRUlink syariah investor account, premi tunggal minimum 12jt, kombinasi antara investasi dan proteksi asuransi.
2. PRUlink syariah assurance account dengan kontribusi regular minimum 3jt/tahun, kombinasi antara investasi dan proteksi asuransi.

Pada asuransi syariah, terdapat Profit Sharing atau dana yang diberikan kepada Pemilik Polis bila terdapat kelebihan dari rekening Tabarru’ termasuk juga bila ada pendapatan lain setelah dikurangi klaim dan hutang kepada perusahaan – jika ada. Dihitung pada akhir tahun kalender, 30% dari Surplus Sharing akan ditahan dalam dana Tabarru’ dan 70% akan dibagikan kepada peserta dan perusahaan. Besarnya pembagian Surplus Sharing: 80% dari 70% (56%) dibagikan kepada pemegang polis, 20% dari 70% (14%) merupakan hak perusahaan sebagai bagian dari keuntungan yang dibayarkan setiap tanggal 30 April setiap tahun.

Pembagian Surplus Sharing juga memiliki syarat ketentuan dimana hanya akan diberikan pada polis aktif. Bila pemilik polis yang telah dihitung surplus-nya pada akhir 31 Desember tetapi tidak lagi memenuhi syarat untuk dapat dibagikan surplus pada 30 April maka surplusnya akan dikembalikan ke rekening Tabarru’. Surplus yang telah dibagikan akan dipergunakan untuj membeli unit pada harga yang akan datang serta Surplus yang telah dibagikan akan dipergunakan membeli unit pada harga yang akan datang.

Rahasia Sukses Menjual Asuransi

image

‘Judulnya saja Rahasia, artinya tidak perlu dibagi disini kan?’ Hehehehehe. Itulah kalimat pembuka dari instruktur PruAgency Workshop Series (AWS) Prudential di Lt.2 Kota Kasablanca sebelum materi dimulai.

Nah, pada dasarnya selling atau menjual perlu memperhatikan:
1. Defenisi bisnis, fakta & data yang banyak dan berkualitas.
2. Memiliki bank nama dan berkualitas
3. Pentingnya pengetahuan produk dan kemampuan mengkomunikasikan ide.
4. Memahami nasabah dan mendapat kepercayaannya.
5. Memberikan  pelayanan yang baik.

Pada bisnis asuransi, jika seseorang memutuskan menjadi agen asuransi, secara otomatis dia menjadi pemuilik bisnisnya sendiri. Akan tetapi seperti apa bisnis tersebut, akan sebesar apa kapasitas bisnisnya, dan secepat apa bisnis tersebut mampu berjalan menjadi tanggung jawab pribadi si agen.

image

Menjual asuransi memiliki tantangan tersendiri karena produknya intangible atau tidak kelihatan. Masih banyaj masyarakat yang takut jikalau mereka membeli sebuah polis asuransi, belum tentu mendapatkan ganti rugi seperti yang dijanjikan ketika terkena musibah.

Untuk itu kepercayaan sangatlah penting untuk ditumbuhkan oleh seorang agen. Quality is remembered long, even after the price is forgotten-Gucci-

#AWS

Goal Setting

Sering dengar ‘Goal Setting‘? Bagaimana kita menentukan sebuah target.

Sebuah ilustrasi yang bagus ketika mengikuti pelatihan dimana sang lecture memberikan perintah yang jelas kepada tiga orang volunteer. Ketiga orang ini telah mengambil masing-masing sebuah kertas yang telah diremas menjadi bentuk bola yang kemudian akan dilemparkan ke papan tulis yang telah digambari target.

Lalu volunteer pertama, diminta untuk melempar target dengan posisi membelakang. Tentu saja diartikan bahwa pria ini tidak memikiki target hidup sehingga dia melakukan sesuatu tanpa kejelasan. Tentu saja lemparan pria ini tidak mencapai target yang ada.

Kemudian, volunteer kedua, juga melakukan hal yang sama yakni melempar target namun dengan kertas remasan yang dibentuk menjadi bola kecil dan ringan. Nah, yang terjadi adalah, kertas itu hanya mendekati target tanpa content, value untuk kepentingan bersama.

Terakhir, pria ketiga juga melakukan hal yang sama. Namun berhubung pria ini mengambil ucelan kertas yang diisi pemberat berupa batu dan berdiri menghadap target saat melempar maka lemparan itu menjadi tepat sasaran.

Nah, apa pelajaran dari ilustrasi ini?

Target itu harus dibuat sebelum melakukan sesuatu. Jikalau tidak, maka kita akan beraktifitas tanpa tujuan. Mengapa para volunteer itu diminta melempar ke papan? Di papan pun tetap harus digambarkan sebuah obyek sehingga itulah yang menjadi fokus dari sasaran tersebut. Bukan hanya sekedar melempar papan.

Teori Goal Setting dikemukakan oleh Edwin Locke. Teori ini mengatakan bahwa kita akan bergerak jika kita memiliki tujuan yang jelas dan pasti.

Edwin Locke mengemukakan bahwa dalam penetapan tujuan memiliki empat macam mekanisme motivasional yakni :
a.      Tujuan – tujuan mengarahkan perhatian;
b.     Tujuan – tujuan mengatur upaya;
c.      Tujuan – tujuan meningkatkan persistensi;
d.     Tujuan – tujuan menunjang strategi-strategi dan rencana-rencana kegiatan.

Teori ini juga mengungkapkan kuat lemahnya tingkah laku manusia ditentukan oleh sifat tujuan yang hendak dicapai. Kecenderungan manusia untuk berjuang lebih keras mencapai suatu tujuan, apabila tujuan itu jelas,  dipahami dan bermanfaat. Makin kabur atau makin sulit dipahami suatu tujuan, akan makin besar keengganan untuk bertingkah laku.

Penetapan tujuan seperti halnya individu, kita menetapkan tujuan dan kemudian bekerja untuk menyelesaikan tujuan tersebut. Orientasi terhadap tujuan menentukan prilaku kita.

Sama halnya ketika volunteer satu melempar tanpa melihat target, dia melempar tanpa tujuan. Lalu volunteer kedua sudah melihat target, tapi tanpa strategi yang jitu, tanpa persuapan, tanpa persistensi, tanpa pengaturan yang kuat sehingga hanya bisa mendekati target.

Sedangkan volunteer ketiga, telah melihat target, memiliki strategi yang bagus dengan mengukur jarak, memberikan beban pada kertas yang akan dilemparnya, melempar ke arah yang tepat dengan sekuat tenaga karena jarak yang cukup jauh dan ada semangat untuk mencapai tujuan.

Locke mengemukakan bahwa penetapan tujuan adalah proses kognitif dari keperluan praktis. Pandangan Locke ialah bahwa maksud dan tujuan individu yang didasari adalah determinan utama prilaku.

Salah satu dari karakteristik prilaku yang mempunyai tujuan tersebut terus berlangsung sampai prilaku itu mencapai penyelesaiannya, yaitu sekali orang memulai sesuatu (misalkan pekerjaan) ia terus terdorong sampai tercapainya tujuan. Berikut uraian tentang penetapan tujuan :
a.      tujuan adalah subjek suatu tindakan
b.     keterincian tujuan (goal specifity) ialah tingkat presisi kuantitatif/kejelasan tujuan tersebut
c.      kesukaran tujuan (goal difficulty) ialah tingkat keahlian atau tingkat prestasi yang dicari
d.     intensitas tujuan (goal intensity) ialah menyangkut proses penetapan tujuan atau menentukan bagaimana mencapai tujuan tersebut
e.      komitmen tujuan (goal commitment) ialah kadar usaha yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan.

Teori ini digunakan pada Individu menetapkan sasaran pribadi terhadap motivasi yang ingin dicapai. Sasaran – sasaran pribadi memiliki nilai kepentingan harapan pribadi (valence) yang berbeda – beda.

Nah, kunci dari sukses itu adalah Goal Setting, yang diikuti dengan strategi yang jitu dan dilaksanakan dengan penuh percaya diri!

Apa goal Anda? Sudahkah di setting?

#RenunganVie

2 Jam Panjang

Luar biasa kemacetan di arah Cikoko melalui terowongan Cawang menuju Stasiun kereta Cawang. Setiap hari pada pagi  dan sore hari disaat para pelajar dan pekerja berangkat dan kembali dari tempat aktifitas masing-masing.

image

Hari ini, saya pun mengalami 2 jam panjang ini. Menghindari macetnya tol akibat pengalihan jalan karena beberapa lokasi yang terendam banjir, saya memutuskan untuk kembali ke rumah di tebet melalui jalan cikoko ke arah terowongan cawang.

Namun apa mau dikata, kendaraan tidak bisa bergerak dengan ratusan motor yang memadati sisi kiri dan kanan mobil. Bahkan jalur yang seharusnya hanya untuk sepasang mobil dan motor pada satu lajur, akhirnya diisi sebuah mobil dan dua motor yang bersisian.

Bahkan pada kejadian hari ini, tampak seorang laki-laki menyuruh wanita yang diboncengnya, yang bisa jadi adalah istrinya, berjalan kaki menunggu di ujung jalan karena suhu yang cukup panas di tengah-tengah terowongan. Apalagi wanita itu sedang menggendong seorang bayi yang menangis, mungkin karena kegerahan.

Suatu pemandangan yang ironis.. dikala semua orang tampak tergesa-gesa sehingga tidak lagi memikirkan keselamatan diri dan pengendara lain. Semua sibuk dengan kepentingannya sendiri hingga akhirnya membunyikan klakson kendaraan  bertubi-tubi. Sedangkan di sisi lain, tampak kendaraan-kendaraan yang tidak saling memberikan kesempatan untuk bergerak.

image

Belum lagi motor-motor yang mengambil jalur sebelah, sehingga kendaraan dari arah berlawanan tersendat sehingga menyebabkan kemacetan luar biasa.

Sore tadi tidak ada polisi. Biasanya ketika polisi sedang bertugas, keteraturan akan nampak karena setiap pengguna jalan tampak berhati-hati. Tapi itu bukanlah kesadaran diri akan keselamatan, tetapi takut mendapatkan sanksi.

Nah, mengapa tidak terfikirkan, jika dengan berhati-hati dan memberikan kesempatan pengendara lain mendahului jika memang demikian, dapat menjaga keselamatan diri sendiri dan mereka. Artinya tidak perlu khawatir akan berdesakan atau bersentuhan kendaraan.

Dan mungkin saya tidak perlu menempuh 2 jam perjalanaan untuk menyisir pinggir rel kereta api di sepanjang jalan Cikoko menuju Tebet melalui terowongan Cawang.

#RenunganVie

Tomcat di Sorowako

Ya ampun… kaget juga dengar berita ada tomcat menyerang teman yang sedang membangun rumah di Sumasang, Sorowako. Tahun lalu, berita yang menyebar tomcat menyerang surabaya, sekarang di kampung sendiri. Hiiii seremmmmm.

image

Dari berbagai sumber saya menemukan bahwa tomcat biasa juga disebut semut kanai atau semut kayap. Serangga tersebut adalah kumbang memiliki ukuran relatif kecil, sekitar 1 cm sehingga kadang tidak dikenali.

image

Serangga Paederus/Pestisida ini biasanya menyerang untuk mempertahankan diri atau apapun yang dianggap menggangggu.  Keunikan serangga ini adalah bagian sayap yang tak menutupi seluruh abdomen.

Akibat jika terserang serangga ini adalah dermatitis, dimana kulit melepuh seperti mengalami luka bakar dan mengeluarkan cairan. Tapi tidak usah panik karena tidak menyebabkan kematian.

image

Nah, jika terkena serangga ini, jangan di garuk tetapi cucilah dengan air mengalir dan sabun agar menetralisir racun. Bisa juga dibilas dengan air hangat yang dicampur garam dapur. Lalu bisa dioleskan Kalium permanganat atau salep untuk mengobati.

Setelah penanganan pertama, laporkan pada petugas kesehatan di sekitar Anda dan berhati-hati karena tomcat hidup di tanaman dan kayu dan tempat yang lembab dan terang.

#RenunganVie