Kupilih Dengan Hati

Kembali ke Makassar mengantarkan Alifia, aku lanjut ke Sorowako, kota kelahiranku. Tentu saja niatku untuk menggunakan hak suaraku dalam arena Pemilihan Umum Legislatif tahun 2014 ini.

image

Tanda selesai memilih

Berbincang bersama keluarga dan para sahabat, membuka mata dan hatiku bahwa pertarungan kali ini tentunya sangat luar biasa, karena beberapa tokoh muda telah berani mengambil langkah dan maju bertarung.

Sebut saja Andi Fauziah Pujiwatie Hatta yang dikenal dengan panggilan Ichi. Dokter gigi, putri daerah kabupaten Luwu Timur propinsi Sulawesi selatan ini juga maju bertarung menjadi wakil daerah legislatif untuk DPR RI sebagai wakil Golkar dari Daerah Pemilihan Sulsel III.

image

Publikasi Andi Ichi

Tentu saja, sebagai wakil perempuan dari daerah, Ichi akan mengemban amanah yang besar. Namun saya yakin, dengan kehadiran tokoh-tokoh muda seperti Ichi ini, akan turut memberikan nuansa perubahan pada konteks budaya wakil-wakil rakyat yang semakin tergerogoti oleh kasus2 yang tidak menyenangkan belakangan ini.

Untuk itu, saya memilihnya dengan hati. Karena saya yakin, seoramg Ichi akan terus mengaplikasikan konsep2 yang dimilikinya selama ini, sebagai tokoh muda, putri daerah dan keilmuannya di bidang kesehatan mewakili seluruh perempuan di Indonesia dan dapilnya secara khusus yang tidak terbatas pada retorika semata.

image

Memilih dengan Hati

Untuk itu, dengan semangat, saya pun menghadiri panggilan saya ke Tempat Pemungutan Suara pada 9 April lalu. Namun saat itu, sempat terbersit kesedihan yang mendalam tentang kondisi yang saya temukan, dimana masih banyak para pemilih yang bukan tidak tau kepada siapa harapan dan mimpinya akan dia titipkan, namun bagaimanakah cara dia memilih tokoh panutannya diantara sekian nama yang tercantum di kertas pemilih. Hanya nama, tak ada foto, kecuali pada lembar pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Sejenak saya berkhayal, kiranya suatu saat nanti, metode pemilihan ini akan menggunakan teknologi yang canggih dimana pemilihan dilaksanakan menggunakan sistem komputerisasi. Sehingga, kecepatan, ketepatan dan keakuratan data baik pemilih dan yang dipilih dapat dilakukan dengan lebih baik dan cepat.

Laiknya pada sebuah ruangan dibentangkan sebuah layar lebar berisikan foto dan nama daftar calon legislatif, lalu, terdapat 30 kursi pemilih dengan tombol yang siap dipencet ketika mereka siap untuk memilih dan seorang pemandu yang siap dengan script di tangan dan mengumumkan pemilihan yang dilakukan.
image

Masih menunggu, setelah berpanas-panas di luar ruangan

Tentu saja, data ini ter-link dengan satu motherdata yang secara cepat mengkalkulasi dan menempatkan pilihan-pilihan ini pada masing-masing post data.

Sehingga, pengaturan jadwal pemilihan di tiap2 TPS dapat diatur dengan seksama dan para pemilih tidak perlu hadir bersamaan dan menunggu giliran nama mereka dipanggil dibawah terik matahari.

Memang tidak ngoyo bahwa mimpi ini berkonsequensi pada budget, konsep, perencanaan yang komprehensif serta memerlukan daya kreatifitas yang luar biasa dalam proses penciptaannya, namun apa yang tidak mungkin dalam dunia tekhnologi dewasa ini??
image

image

(atas) usai memilih, memasukkan surat suara ke dalam kotak suara

(bawah) suasana perhitungan suara di TPS

Meskipun demikian, saya tetap menggunakan hak pilih saya dan memilih mereka dengan hati. Toh pun sebelum saya menggunakannya, ada kesempatan yang saya gunakan untuk berbincang dan menggunggulkan pilihan-pilihan saya dengan justifikasinya kepada orang-orang bertanya bagaimana mereka seharusnya memilih?

Andai kemenakan saya, Bintang Affan Syandrie yang berusia 2 tahun itu sudah lancar berbicara, tentu diapun akan mengatakan, Aunty, Bintang juga akan memilih dengan hati, karena disana ada harapan untuk lebih baik.”…

image

 

Jangan GOLPUT yah, Ayo gunakan hak suaramu..

image

 

Kita kan pemilih Pemula…

image

 Aunty, ada bulan dan bintang disini…

* * The End * *

Kemenakan Baru Raisya

Maksud hati memeluk gunung,
Ternyata mesti menyebrang lautan. Maksud hati ke Transtudio Bandung,
Ternyata menyambut Raisyaku sayang.

image

Siap-siap bersama Alifia main ke Transtudio Bandung, aku mendapat kabar kalau iparku di Jogya sudah masuk Rumah Sakit persiapan melahirkan. Jadilah pagi itu kami memutuskan untuk berubah haluan, mencari tiket dan terbang ke Jogya.

Ternyata menjelang libur anak sekolah, harga tiket pun mulai merambah naik. Jadilah kami menghabiskan waktu stay lebih lama di bandara Soekarno Hatta. Alhasil, kejadian itupin tak terelakkan.. kami ditinggal pesawat padahal menunggunya di Lounge Garuda hadeuhhh!

Ternyata eh ternyata, menunggu di Lounge Garuda tidak menjamin penumpang mendapatkan informasi akurat tentang keberangkatan pesawat. Jadi tips buat kamu yang bepergian dengan pesawat, selalu cek dan pastikan jadwal boarding di tiket, lalu menunggulah di gate yang disampaikan.

Meskipun Anda di Lounge yang seharusnya mendapatkan fasilitas informasi yang akurat, tetap saja kejadian ketinggalan pesawat bisa terjadi pada Anda. Karena manajemen Lounge berbeda dengan manajemen informasi bandara dan tidak enak deh melihat pesawat bergerak sementara Anda belum duduk di kursi yang disiapkan untuk Anda.

Meskipun dengan sedikit manyun dan emosi yang sedikit tertahan, akhirnya kamipun berangkat ke Jogya. Syukur Alhamdulillah, kami tiba dengan selamat dan begitu tiba di Rumah Sakit, seketika itupun suara tangisan puteri cantik dari pasangan Adhy dan Anisa memecah suasana hening di sepanjang lorong ruang persalinan.

image

Setelah beberapa saat, akhirnya kami diperkenankan untuk bertemu dengan sosok mungil bernama Raisya Aqilah Adhiputri. Nama yang memiliki arti Perempuan cerdas yang cantik nan ayu (putri pak Adhy) hehehehe…

Setelah menemani Raisya, keesokan harinya, aku bersama Alifia mulai menjelajahi Jogyakarta. Kami makan siang di restaurant yang bertemakan Korea, Dae Jang Geum, Palagan Tentara Pelajar. Mulai dari arsitek bangunannya, masakannya, nuansa yang ditawarkan, serta musik-musiknya, semua tentang Korea. Sayang sekali pada saat itu Alifia belum bisa berpose menggunakan pakaian Korea, yang ternyata sementara di laundry. Hehehehe.

image

image

Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur di Magelang. Luar biasa perjalanan ke candi Borobudur ini, karena bertepatan dengan hari terakhir kampanye sebelum pelaksanaan pemilu sehingga kami bertemu rombongan PDIP dan PKB di sepanjang jalan menuju lokasi Candi Borobudur.

Menikmati Candi Borobudur, bukan hanya karena arsitekturnya yang luar biasa megah, namun pemandangan yang ditawarkan dari atas Candi itu jauh luar biasa. Apalagi ketika itu kami bertemu Sunset dan memandang alam kala senja diantara sederetan stupa, sungguh lukisan alam tiada tara.

image

image

Namun yang tak kalah serunya ketika kembali ke parkiran, adalah kaminbertemu sederetan pedagang cinderamata yang tidak bosan-bosannya menjajakan dagangan mereka. Tentu saja suasana shopping di sore hari itu membuat kantong tebal menjadi tipis hehehehehe aalagi harga tutup bisa turun hingga 70% dari harga penawaran… Luar Biasa!

Lelah menjelang, kami pun kembali ke rumah untuk beristirahat setelah bersantap malam sambil menikmati suasana surga cinderamata Malioboro di jantung kota Jogyakarta.

Aihhh tetap saja, ternyata nuansa liburan itu tidak bisa lenyap begitu saja, terbukti pada pagi harinya, kami menyempatkan diri menikmati pemandangan pantai Parangtritis yang sangat lekat dengan legenda Ratu Kidul. Sampai saat inipun, masih banyak orang Jawa yang percaya bahwa Pantai ini merupakan gerbang kerjaan gaib Ratu Kidul, penguasa Laut Selatan.

image

Bukan hanya pantai dan karang yang kami nikmati, namun pengalaman pertama bagi Alifia untuk mengendarai kuda. Awalnya agak canggung, tapi tak lama.

image

Sayangnya kami tak bisa berlama-lama di Jogya. Alifia sudah harus masuk sekolah sehingga kami pun harus pulang ke Makassar. Namun sebelum menuju ke Bandara, kami singgah dulu ke Rumah Sakit dan bertemu Raisya.

Memang kami tidak bisa berlama-lama bersama Raisya, karena kelahirannya yang lebih dulu 3 minggu dari perkiraan persalinan membuat Raisya harus mendapatkan perhatian khusus dan observasi comprehensive berhubung tingkat kadar gulanya sangat rendah.

image

Yang penting, saat ini Raisya telah sehat dan inshaallah akan bertumbuh laiknya nama yang diberikan kepadanya.. sebagai anak perempuan cerdas dan cantik… cantik luar dalam ya Raisyaaaaa….

Bersambung…Kupilih Dengan Hati

Menjadi Tidak Komit

Banyak juga alasan untuk pembenaran ketika kita tidak komit pada suatu kesepakatan. Seperti juga aku yang menjadi tidak komit dan hilang dari rencana menulis di setiap waktu senggang 😦

Dimulai dengan perjalanan long weekend, lalu kunjungan liburan kemenakanku yang cantik, dan disusul dengan perjalanan menyambut kemenakan baru di Jogya dan akhirnya pulang ke kotaku menyukseskan pemilu 2014 sebelum kembali ke tempat aktivitasku sehari-hari.

Libur Long weekend aku habiskan dengan mengunjungi keluarga kakakku di Makassar. Meskipun di sela2 kunjungan itu aku sempatkan untuk melakukan pekerjaanku sebagai financial planner yang membantu memaksimalkan aset2 dari para klienku.

Ketika akan kembali ke Jakarta, kemenakanku, Alifia juga ikut karena libur sekolah. Memang, sebelumnya dia sudah pernah ke Jakarta namun ketika itu saat usianya masih kanak2. Tentu menjadi pengalaman yang berbeda di usianya yang sekarang. Terbukti ketika kami ke Dufan, dia lebih menikmati permainan2 serta pertunjukan2 yang ada.

image

Berkunjung ke Dufan, tentunya tidak seru tanpa mengikuti semua atraksi yang baru dan fun. Alifia bermain di Kora-kora, Halilintar, Arung Jeram dan lainnya.

image

Kami juga menyaksikan atraksi Treasure Land – Temple of Fire yang menampilkan Live Action Stunt Show berkonsep teater tentang petualangan Indiana Smith seorang Arkeolog dalam mencari artefak di kuil kuno Suku Inca.

Tentu saja berkeliling di Istana Boneka. Istana yang dirancang sedemikian rupa yang dijelajahi dengan menggunakan perahu. Sekitar 600 boneka animatronik yang beraneka warna warni memberi kesan semarak bisa dilihat disana.

image

Sempat juga berputar-putar di Lorong Sesat dengan menembus lorong berdinding kaca sepanjang lebih dari 90 meter dengan refleksi tidak terbatas sehinnga terasa tak ada dimensi ruang.

Pertunjukan terakhir yang kami nikmati adalah Fantastique Magic Fountain. Sebuah sajian luar biasa yang memadu padankan beragam teknologi air dan cahaya. Setting yang ditampilkan adalah sebuah benteng kerajaan di tengah danau mengangkat musical theater Ancol Paradise dengan cerita rakyat Timun Mas dan Buto Ijo.

Berlanjut ke Kemenakan Baru Raisya