TITIAN

Day 20 – TITIAN

20 tahun yang lalu, dalam sebuah perjalanan dari Kampus Unhas menuju Kantor PT Inco, Tbk di Makassar, langkahku dihentikan oleh seorang laki-laki tua yang mengendarai motor vespa berwarna biru tua. Motor lelaki tak kukenal itu berhenti tepat di depanku. Sedikit panik karena aku tak mengenal lelaki itu. Dan Lelaki itu juga sepertinya tidak berniat membuka helm yang menutupi hampir seluruh kepalanya.

Tiba-tiba dia berkata “kalau kau pandai dalam hidup, maka kau akan menyelesaikan pendidikanmu dan bekerja dan sukses. Tapi kalau kau tak pandai menjaga dirimu, maka semua impianmu akan hancur.” Lalu dia pergi dan berlalu dari hadapanku. Meninggalkan aku yang terpana dan tidak mengerti apa maksudnya.

Butuh waktu yang cukup lama untuk mencerna kata-kata lelaki itu. Butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa mengerti maksud perkataannya. Setelah beberapa titian hidup aku lalui. Baru aku sadari saat menjadikan titian itu sebagai sebuah piliahan sebagai penyambung atau pemisah sebuah hubungan dalam hidupku. Titian yang menhantarkan aku untuk tiba pada tujuan demi tujuan dalam hidupku.

Meski terkadang aku bimbang dan ragu, terkadang aku begitu gugup untuk melangkah, terkadang aku sudah tiba ditengah kemudian aku berbalik haluan, namun terkadang pula aku harus memilih apakah berjalan atau berlari menuju akhir dari titian yang kujelajahi. Namun satu yang pasti, titian yang ada sangat membantu mencapai tujuan hidupku. Hanya kepadaNya aku berserah diri dan memohon petunjuk  serta kemudahan.

.

.

@cahyadi_takariawan

@_dssttaa credit for the pict 

 

#belajarmenulis

#kmobasicbatch49

#antologi17

#200kata

#ceritavie

#viestory

#vienulis

FENOMENA

Day 19 – FENOMENA

Perpaduan langit biru dan awan putih menambah artistik gambaran kokoh Kantor Bupati Luwu Timur. Bangunan megah dengan sayap kanan dan kiri laksana seekor burung yang sedang terbang mengitari Bumi Batar Guru. Tampah begitu gagah di moment pergantian terang menuju gelap malam. Saat semua makhluk mulai terpekur menyeru panggilanNya, mengistirahatkan diri dari lelah aktivitas seharian.

Fenomena alam dengan perputaran dan pergantian siang dan malam yang merupakan bukti dan tanda kebesaran Allah akan penciptaan alam semesta ini. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Ali Imran 190 bahwa sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.

Lanjut dijelaskan dalam QS. Al Isra 12 bahwa dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.

Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya dan siang yang menerangi? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah)  bagi orang-orang yang beriman (QS An Naml:86).

Semoga kita menjadi orang-orang yang dapat mengambil pelajaran daripadaNya. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan  bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya (QS. Yasin:40) Seperti kita yang memiliki dan menjalani takdir kita masing-masing.

.

.

@cahyadi_takariawan

@_dssttaa credit for the pict 

 

#belajarmenulis

#kmobasicbatch49

#antologi17

#200kata

#ceritavie

#viestory

#vienulis

LUKISAN ALAM

DAY 18 – LUKISAN ALAM

Semilir angin menerpa wajahku di tepi sungai Malili. Senja yang temaran meninggalkan hangat mentari memeluk malam. Serabut jingga berpagut manja menyambut kawanan burung yang pulang kembali ke sarang. Perlahan pendar cahaya lampu kubah Mesjid Agung Malili terpancar silih berganti. Laksana sapuan kuas lukisan alam Bumi Batara Guru. Lembut, mendayu, hangat menyatu dalam keheningan.

Berpuluh tahun lalu, aku pernah berdiri di tempat yang sama kupijak saat ini. Namun kala itu aku tak pernah mampu bertahan di tengah ayunan jembatan gantung yang bertumpu pada untaian kabel pada kedua belah sisi. Sementara di bawah, aluran sungai yang tenang bukan tanpa penghuni. Terkadang mencekam namun lukisan alam dihadapanku memiliki kemampuan magis yang selalu membawaku melambung ke angan lepas.

Dengan bekal pembangunan di daerahku, maka jembatan gantung itu kemudian dipatenkan menjadi jembatan beton sebagai sarana penghubung kokoh antar dua kebanggaan yang terpisah aliran sungai Malili. Tidak lagi menyisakan samara dalam dekap ayunan kesiagaan. Sehingga aku bisa berdiri tegak di tengah jalur yang panjang, memandang indahnya lukisan alam dan menyeru keagungan namaMu Tuhan dalam getar irama syahdu.

Sayup ku dengar kumandang Adzan menyerukan asmaMu. Kuikuti perlahan bertasbih mengagungkan namaMu. Menyisir pandangan pada gelap yang semakin mendekat meninggalkan misteri Ilahi. Berbondong manusia menyemat sejadah semakin mendekat pada IstanaMu. Namun ada pula yang tetap berjibaku dengan keriuhan dunia. Padahal Allah telah janjikan bagi mereka yang menjadikan amal menunggu waktu sholat adalah terhapusnya dosa dan tersucikannya diri dari dosa.
.
.
@cahyadi_takariawan
@_dssttaa credit for the pict 

#belajarmenulis
#kmobasicbatch49
#antologi17
#200kata
#ceritavie
#viestory
#vienulis

WARNA

DAY 17 – WARNA

Kutatap satu persatu warna yang terpampang di hadapanku. Mengapa Tuhan menciptakan warna-warna itu? Mengapa Tuhan menjadikannya berbeda? Mengapa warna-warna itu tampak begitu indah? Mengapa warna-warna itu dapat memberiku rasa yang berbeda. Saat hatiku bahagia aku  memilih warna yang cerah. Saat hatiku gelisah ku memilih warna lembayung. Saat hatiku dipenuhi amarah aku memilih warna yang menyala dan saat hatiku terluka, gelap menjadi pilihanku.

Hijau dan putih membuatku hatiku damai dan terkadang menjadi melankolis. Biru membatku tenang dan seringkali memberikan stimulus, membantuku berkonsentrasi apalagi saat aku mengingat birunya laut atau awan  yang cerah. Kuning membuatku merasa ceria dan percaya diri. Merah dan oranye memberikanku inspirasi bahkan ilusi yang cepat bahkan memberikan energi baru.  Pink membuatku merasa girly atau menaikkan feminimisme dalam diriku, membuatku sangat perempuan, cokelat dan hitam menjadikanku sedikit misterius meski moca dan cream membuatnya sedikit lembut dan hangat.

Terkadang, sebuah warna baru tercipta dari campuran dua atau lebih warna dasar. Seperti hijau dari percampuran kuning dan biru, atau ungu dari percampuran biru dan merah.  Uniknya, karena warna baru itu juga memberikan rasa yang baru, gairah baru, harapan baru. Seperti pelangi yang muncul setelah hujan, meski badai baru saja menerjang, namun kemunculan pelangi membuat bibir tersenyum menyaksikan indahnya perpaduan warna ciptaan Tuhan.

Akh, sore yang indah dengan warna-warna ceria. Terpatri bahwa bahagia bukan milik dia yang hebat dalam segalanya, namun dia yang mampu menemukan hal sederhana dalam hidupnya dan tetap bersyukur.
.
.
@cahyadi_takariawan
@_dssttaa credit for the pict 

#belajarmenulis
#kmobasicbatch49
#antologi17
#200kata
#ceritavie
#viestory
#vienulis

KECEWA

DAY 16 – KECEWA

Mengapa hatiku gundah? Mengapa hatiku resah? Bukankah ini sudah menjadi inginku? Mengapa tidak menjadi bahagiaku? Salahkah aku melangkah? Benarkah arah langkahku? Akankah ini berujung bahagia? Akankah seperti apa yang kudamba? Bilakah waktu akan tiba? Pada siapa aku mendamba? Pada siapa aku dapat bertanya? Gerangan apakah yang terjadi padaku. Sejenak aku terpana, karena diam telah menyapa.

Bukan sebuah hal yang baru saat inginku menjadi duri dalam dagingku. Memporakporandakan kisi-kisi relung hatiku. Membuncah dan mencabik setiap helaan nafasku. Saat tubuh ini berkhianat atas titah hatiku. Bergelanyut manja pada keegoisan jiwaku. Meronta dalam dekapan asmara yang memabukkan. Cawan-cawan yang berdenting di peraduan. Memaksa hati ini menerima sebuah pernyataan.

Terdengar lolongan lirih. Sebuah sayatan sembilu telah meninggalkan jejak ambigu. Pada relung hati yang paling dalam. Menyatu dalam sebuah kenistaan. Menyatu dalam amarah dan dendam. Remuk merapuh meninggalkan jejak-jejak pengkhianatan. Sebuah penghambaan yang memilukan. Bisikan halus serta desahan nafas yang beradu, melupakan kata terhormat di ujung waktu. Menyisakan hasrat untuk memiliki lebih dari yang semestinya.

Kecewa. Sebuah kata yang menguasai aliran darahku. Menyusup hingga sudut sanubariku. Kata-demi kata yang teruntai indah meninggalkan sebuah kisah yang pilu. Lembaran-demi lembaran terkuak menambah keperihan dalam batinku. Jiwa yang meronta telah menjadi saksi ketidakberdayaanku. Tidak kah rasa malu bisa menghentikan langkahmu? Haruskah aku tetap berharap pada keadilan dalam ketidakadilanmu? Catatanku di penghujung hari.

.
.
@cahyadi_takariawan
@_dssttaa credit for the pict 

#belajarmenulis
#kmobasicbatch49
#antologi17
#200kata
#ceritavie
#viestory
#vienulis

SENJA

Day 15 – SENJA

Senja temaran melewati ujung kamarku. Sesaat sebuah nama terlintas dalam benakku. Satu persatu potret menari di ujung mataku. Meliuk dan merajai relung hatiku. Berdentum tanpa syair mengisi kealpaan lirik dalam desah nafasku. Kabut semakin dekat, badai menerjang dan aku terjatuh dalam isak tangisku. Lirih, sunyi membayangi setiap langkahku. Ada damai kudamba. Namun hampa jua yang menyapa.

Aku terdiam dalam bisu. Mencoba mencari arti dengan kesendiriankku. Meraba setiap relung dalam kehidupanku. Mencoba menemukan arti diriku. Menjadi mandiri dalam kesunyianku. Tertawa dalam kehammpaanku. Namun aku tidak sendiri. Setidaknya mentari pun terkadang bersembunyi di balik awan. Menenggelamkan diri dalam pelukan malam. Lalu kembali bersinar saat waktunya tiba.

Semilir angin mengurai sukmaku. Menjelajah relung waktu yang begitu syahdu. Menggetarkan setiap sendi dalam jiwaku. Asaku telah hilang. Hanya titik air mata yang tertinggal. Saat penantian tak juga berujung. Aku yang terdiam sesekali memandang jauh ke dalam kegelapan. Seraya menyebut namamu dalam doaku. Berharap Tuhan berikan karunianya untuk membawamu kembali.

Sesekali isakan kecil menyadarkanku. Helaan nafas membawaku kembali menjejak bumi. Entah berapa kali gelungan rambut ini kukibaskan. Hempasan gelombang meninggalkan gelungan air. Menyisakan butiran-butiran pasir yang menutupi kakiku, sebelum ombak kembali menyapunya. Matahari semakin tenggelam, hembusan angin pun semakin terasa menyelimuti dingin tubuhku. Kembali, kurengkuh malam dalam kesendirian.

.
.
@cahyadi_takariawan
@_dssttaa credit for the pict 

#belajarmenulis
#kmobasicbatch49
#antologi17
#200kata
#ceritavie
#viestory
#vienulis

BAJU LABBU

Day 14 – BAJU LABBU

Sejak launching program Rabu Sehat dan Jumat Sedekah serta berpakaian adat nusantara setiap tanggal 10 bulan berjalan, maka setiap tanggal 10 pun menjadi hari selfie se-Luwu Timur. Semua ASN Luwu Timur mengenakan busana adat nusantara. Dari Sabang sampai Merauke dan hampir semua berusaha mengabadikan moment ini.

Pilihan busanaku hari ini adalah pakaian adat Sulawesi Selatan dengan memadukan baju labbu modern berwarna hitam polos dan sarung sutera motif lagosi dasar kuning. Sulawesi Selatan memiliki 2 suku besar yakni Bugis dan Makassar. Untuk warga Bugis pakaian adat ini disebut Waju Tokko sedangkan bagi orang Makassar disebut Baju Bodo

Baju adat Sulawesi Selatan ini dikenal pertama kalinya di abad ke-9, merupakan baju pendek segiempat berbahan tipis bahkan cenderung transparan. Kemudian kehadiran Islam merubahnya menjadi lebih tebal. Baju ini digunakan untuk menghadiri sebuah perayaan atau moment upacara adat atau  pernikahan.

.
.
.

@cahyadi_takariawan
@abhy_zahirah thanks for the picts 

#belajarmenulis
#kmobasicbatch49
#ceritavie
#viestory
#vienulis

TERBAIK

Day 13 – TERBAIK

Teringat sebuah nasihat bijak, “saat memberi, berilah yang terbaik dan paling kau sukai” setidaknya, meringankan hati ini saat melepaskannya. Dari semua buku yang kumiliki, buku-buku ini termasuk yang sulit didapatkan. Bahkan harganya cukup besar untuk kalangan sepertiku apalagi mahasiswa.

Dulu saya memburu buku ini paska diskusi dengan kanda Mubarika Damayanti dan ayahnya Prof. Mukhlis Paeni dalam sebuah kunjungan ke kediaman mereka. Sebuah transkripsi dan terjemahan dari naskah I La Galigo yang dikerjakan oleh Yayasan La Galigo. Kemudian saya mendengar langsung ko-editor buku ini Prof. Nurhayati Rahman saat menceritakan bagaimana perjuangan untuk bisa menjadikan buku ini setiap jilidnya, bahkan edisi buku ini belum selesai dan masih berjuang untuk mencari donatur guna menterjemahkan jilid-jilid selanjutnya. Sungguh sebuah perjuangan yang luar biasa.

Untuk itu, saat kami diminta mendonasikan buku dalam gerakan Sejuta Buku Luwu Timur, 3 Januari 2022, saya pun memilih menyerahkan 1 set buku sejarah ini demi sebuah niat semoga menjadi ladang ibadah saat buku-buku ini dibaca orang lain dan menambah pengetahuan pembacanya. Saya juga berharap, setelah membaca buku-buku ini ada pihak-pihak yang tergerak hatinya untuk melanjutkan perjuangan menterjemahkan jilid-jilid selanjutnya, inshaallah, aaminn yra.
.
.
.

@cahyadi_takariawan

#belajarmenulis
#kmobasicbatch49
#ceritavie
#viestory
#vienulis

PENGGANTI

Day 11 – PENGGANTI

Entahlah.. tapi peran pengganti sering sekali diberikan padaku. Ketika si A berhalangan maka aku diminta menggantikan. Ketika si B lagi tidak bisa, maka aku menjadi pengganti. Padahal dalam pengertian wikipedia, peran pengganti itu memiliki resiko seperti cacat atau kematian.. ih mengerikan sekali.

Kalau dari pengertiannya sih keren banget. Pemeran pengganti atau “Stuntman” adalah seseorang yang bertugas menggantikan pemeran utama dalam pengambilan gambar adegan-adegan berbahaya sehingga si aktor utama tidak cedera dan menghambat proses pengambilan gambar. Untuk itu, seorang Stuntman harus memiliki kemampuan khusus sehingga bisa meminimalisir kemungkinan terjadinya cidera.

Namun sayangnya, seorang Joi Harris pun tetap merenggang nyawa saat berperan sebagai stuntman pengganti Zazia Beetz dalam pengambilan adegan bermotor tanpa helm di film “Deadpool 2”. Jadi selincah bagaimanapun, seahli apapun, saat sebuah resiko pekerjaan terjadi baik pemeran utama, ataupun pemeran pengganti akan tetap mengalaminya. Bersiaplah…
.
.
.

@cahyadi_takariawan

#belajarmenulis
#kmobasicbatch49
#ceritavie
#viestory
#vienulis

MENUNGGU

Day 10 – MENUNGGU

Entah sudah berapa kali aku harus mengalami rasa yang sama. Rasa yang senantiasa menguji kesabaranku. Rasa yang membuat emosiku membuncah. Rasa yang membuatku menangis. Rasa yang membuatku terluruh. Rasa yang membuatku kuat dalam ketidakberdayaan.

Sungguh sangat tipis perbedaan menunggu dan bodoh. Namun aku senantiasa menjaga sabar di hatiku, sehingga aku berharap menunggu menjadi sebuah bukti sabar yang kumiliki dan menjadi ibadah dalam penantianku.

Kadang, aku harus berhenti agar detak jantungku dapat kuatur kembali. Setiap helaan nafasku berburu dalam hitungan waktu yang terus berdetak. Meski inginku menjadi harapan terbesarku, namun aku akan selalu menunggu hingga saat untukku tiba. Karena aku ingin sabar menjadi teman terbaikku selamanya.
.
.
.

@cahyadi_takariawan

#belajarmenulis
#kmobasicbatch49
#ceritavie
#viestory
#vienulis