Sotta

Inimi yang namanya sotta.. bahasa kerennya sok tahu, hahahhaha…

Pesan singkat sudah aku kirimkan ke kakakkku lalu aku memilih tidur dalam perjalanan yang panjang. Begitu subuh tiba, tak lupanaku memastikan jemputan di tempat biasa. Namun tak dinyana, begitu aku tiba, tak ada jemputan sama sekali.

Aku coba kontak kakak dan kemenakan-kemenakanku, namun tak ada balasan. Kupikir, mungkin semua ketiduran. Syukurlah matahari telah menampakkan sinarnya, hingga tanpa ragu aku menghentikan angkutan bentor (becak motor) menuju rumah kakakku.

image

Sumber gambar: google

Melewati jalan panjang berliku, udara pagi tetap saja terkontaminasi debu jalanan yang di lalui truk-trus besar pengangkut semen. Meskipun disisi lain, pemandangan perkampungan denga sawah yang membentang menyapu perhatianku.

image

Sumber gambar: google

Ponselku berdering, “sudah dimana ki?” Pertanyaan dari suara laki-laki di seberang sana menyapaku.

“Tabek*, siapa ini? Tanyaku ingin tahu.

“Saya, Edi, diminta kakak ta untuk menjemput”, jawab Edi yang kubayangkan dengan kepanikan karena terlambat menjemputku.

“Yah, saya sudah dalam perjalan ke perumahan”, jawabku.

“Naik apa ki?, naik taxi ki?” tanyanya beruntun?

“Iye, taxi bentor”, jawabku singkat.

image

Sumber gambar: google

“Dari manaki?”, lanjut Edi.

“Dari Sorowako”, jawabku.

“Oh, saya jemputki?”, tanya Edi.

“Janganmi, nanti saja jam 12 kita antarka ke Bandara. Saya mau balik ke Jakarta. Saya juga sudah hampir tiba di rumah”.

“Oh iye, jawabnya sambil menutup telpon.

Tibalah aku di rumah kakakku, setelah menyapa akupun melanjutkan tidur karena kantuk yang menyerang.

Kurang jam 12 siang, Edi datang menjemputku untuk diantar ke bandara. Dalam perjalanan, dia bersaksi.

“Tabe di, tadi pagi itu saya telponki karena saya tunggu-tungguki tidak keluar dari Bandara padahal hari telah siang. Tadi malam saya diperinyahkan jemputki, tanpa bertanya dimana dan dari mana. Ternyata kita dari sorowako bukan dari Jakarta”, jelas Edi panjang lebar.

Penjelasan Edi kusambut dengan tawa lepas dan sebutan ooooo yang panjang. “Pantasan kita tanya ka naik apa?”, jawabku.

“Iye, saya sempat heran, kenapa saya tiba tidak kena semprot dari juragan laki-laki dan nyonya meneer. Siapa yang bukakan ki pintu?” Tanya Edi.

“Ooo, Dhea yang bukakan pintu.” Jawabku.

“Pantasan tidak ditegurka karena naik bentorki,” jelas Edi dengan suara bersalah.

“Gimana mau ditauk, kan semuanya masih tidur pas saya tiba. G adalah yang tau saya naik apa, taunya saya tiba di rumah dengan selamat, ujarku.

Lantas Edi terkekeh, “wah.. inimi kalo sotta, merasa tau perintah. Akhirnya, disuruh jemput kesana, jemputnya kemana.”

“Hahahha”, aku tertawa n pamit tidur lagi. Rasanya malas melanjutkan.. toh aku baik-baik saja 😆 * * *

Ket:
* Tabek : Permisi dalam bahasa Bugis, Sulawesi Selatan.

#RenunganVie

la_vie

Refleksi Jemari

Mendengar berita ibu sakit membuatku gundah gulana,dan akhirnya memutuskan untuk pulang ke kampung. Tak dinyana, dampak dari pesawat delay menghantarkanku berkenalan dengan sosok yang luar biasa sebagai teman perjalanan menuju Sorowako, Sulawesi Selatan.

image

Sumber foto : dok. Pribadi

Namanya Idris (32) asal Pinrang, Sulawesi selatan. Dengan keahliannya di bidang las, dia akhirnya berhasil menciptakan beberapa mesin teknologi pertanian tepat guna. Diantaranya mesin perontok jagung dan mesin panen padi yang sudah merambah pasar nasional.

image

Sumber foto : Google

10 tahun merintis usaha yang awalnya bermodalkan cincin pernikahan ini, juga telah menghantarkannya bertemu dan berdiskusi langsunh dengan sosok nomor satu Indonesia, Presiden Joko widodo dalam lawatannya ke Sidrap dan Pinrang beberapa waktu lalu.

image

Sumber foto: Google

Dari diskusi panjang kami, satu hal yang menggelitik adalah konsep Refleksi Jemari yang dikemukakannya. Dimana dalam sebuah usaha, terdapat lima fase utama seperti tingkatan dalam jemari kita.

image

Sumber foto : Google

Tahun pertama bisnis diibaratkan jari kelingkin. Lalu masuk tahun kedua meningkat ke prose usaha. Tahun ketiga mencapai puncak. Lalu pada tahun keempat mau tak mai terjadi penurunan yang akan menentukan tahin-tahun selanjutnya apakah jempol yanh naik ke atas dalam konteks sukses, ataukah menghadap kedepan sejajar yanh diartikan ‘survive’ atau bertahan ataukah menghadap ke bawah atau berhenti usaha.

image

Sumber foto : dok. Pribadi

Tentu saja tidaklah mutlak demikian, namun dalam pengalaman hidupnya, Idris telah melewati 2 fase dalam 10 tahun berusaha dan telah membuktikannya. “Paling tidak berusahalah selama 3 tahun. Karena ketika bertahan dan tetap bertahan hingga tahun kelima, maka insyaallah kita bisa meraih puncak lagi dalam tiga tahun berikutnya dan seterusnya,” jelas Idris.

Perjalanan panjang semakin tidak terasa, terutama ketika Idris yang juga alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) Teknik mesin ini tiba di tempat tujuannya, Bengkel las Sicandu Bone-Bone Kabupaten Luwu Utara, Sulawesu Selatan.

Terima kasih atas konsep Refleksi Jemarinya yaa.. mudah-mudahan bisa berguna sebagai pencerahan dan pembelajaran kita bersama dalam memulai dan bertahan di bisnis kita masing-masing. Saya bahkan sepakat.. memang banyak orang pintar dan cerdas namun hanya orang-orang terpilihlah yang akan fokus dan komit dalam menjalankan bisnis untuk bisa berhasil. Bahkan ada kecenderungan ketika selesai pendidikan tinggi, akan memilih pekerjaan berdasi di belakang meja ketimbang berkreasi dan menciptakan lapangan pekeejaan.

Salut buatmu Idris.. teruslah berkreasi dan sukses menuju AFTA 2015…

Sayapun melanjutkan perjalanan menuju Sorowako bertemankan cemilan hehehehe.

image

Sukseski semua…

#RefleksiVie

la_vie

Harga Menunda

Hari ini bertemu seorang kawan dari masa lalu. Tak banyak yang berubah darinya, hanya saja kemuraman tengah menyelimuti wajahnya dan aku hanya terpana mendengarkan kisahnya.

image

‘Andai dulu kami jadi mengambil program kesehatan yang kau tawarkan, mungkin istriku dapat terbantu, karena pada saat itu, biaya rumah sakitlah yang menjadi hambatan terbesar kami. Beruntung kakak istriku tiba, sehingga kami bisa meminta bantuannya dan perusahaan bisa memberikan pinjaman sehingga istrikj bisa ditangani rumah sakit, meskipun terlambat. 😦 dan sekarang, setelah kepergiannya, aku tetap harus mengembalikan dana-dana yang aku pinjam sebelumnya.

image

Sahabat.. itulah harga menunda. Tanpa menafikan kondisi kita yang sebenarnya, sesungguhnya menyisihkan sebahagian dari rejeki yang kita miliki untuk persiapan kondisi-kondisi kritis sungguh merupakan suatu antisipasi. Mengapa demikian? Ibarat kita membeli payung… kita membelinya untuk persiapan ketika hujan turun atau panas menyengat. Apakah dengan memiliki payung kita akan benar-benar tidak basah dan tidak kepanasan?

Memang jawabannya tidak, namun dampak memiliki dan menggunakan payung tersebut akan mengurangi resiko basah dan panas jika tidak menggunakannya. Bayangkan, tanpa menggunakan payung ketika hujan, maka mulai dari kepala hingga kaki, akan basah. Sehingga, payung disini memberikan perlindungan. Jika payungnya besar, maka sekujur tubuh tidak akan basah, namun ketika payungnya kecil, perlindungannya juga lebih sedikit, hanya pada tempat-tempat tertentu saja.

image

Nah asuransi kesehatanpun demikian. Pada saat terjadi kondisi kritis, apakah itu sakit kronis, kecelakaan maupun meninggal dunia, si nasabah maupun keluarganya akan sangat terbantu terutama dari sisi keuangan.

image

Ketika terjadi kondisi kritis seperti sakit jantung, liver, tumor, maka kita akan rela menjual seluruh aset yang kita peroleh dari hasil kerja keras kita untuk biaya pengobatan, betul? Tapi apakah perlu seperti itu? Sementara hidup masih akan terus berlanjut jika Allah SWT menghendaki?

image

Haruskah kita menambah beban pinjaman hutang untuk membiayai pengobatan tersebut? Ataukah kita merendahkan diri dan meminta sumbangan untuk bantuan ini? Padahal dengan memiliki proteksi kesehatan, kita bisa terhindar dari resiko-resiko hidup itu.

Jika kita memiliki proteksi kesehatan yang besar, maka resiko itu bisa kita minimalkan seperti dengan menggunakan payung maka kita bisa mengamankan tubuh kita dari basah. Semakin besar proteksi kesehatan yang kita miliki, semakin besar resiko keuangan karena kondisi kritis kesehatan bisa kita dapatkan.

Fren, terima kasih atas kisahmu yang  menginspirasi tulisanku kali ini. Karena resiko menunda memiliki proteksi kesehatan sangat besar. Pun bagi dirimu, milikilah semampumu. Karena manfaat proteksi kesehatan itu bukan hanya untuk dirimu, tapi untuk keluarga yang kau cintai.

image

Memang ada orang-orang seperti istrimu, yang sebenarnya tidak ingin membebani orang-orang disekitarnya karena penyakit mereka, sehingga lebih memilih diam. Tapi tanpa mereka sadari, justru dampaknya akan sangat menyakiti keluarganya.

Apalagi jika faktor biaya pengobatan yang menjadi pokok permasalahan. Bukan hanya si penderita saja yang merasakah susah dengan penyakitnya, tapi keluarga juga akan pusing dengan masalah biaya pengobatannya. Dan penyakit-penyakit seperti tumor, jantung, liver, kanker, dan ratusan penyakit berat lainnya, akan sangat berdampak pada masalah keuangan, seberapa kayapun orang itu.

Semoga ini menjadi pembelajaran untuk kita semua. Memang pada saat kita membutuhkan biaya pengobatan untuk orang yang kita cintai, kita akan melakukan apapun tanpa berfikir dampaknya, namun jika kita telah memikirkan tentang suatu resiko dan mulai memikirkan serta melakukan upaya untuk  mengantisipasinya, maka ketika masalah itu datang, kita tidak perlu terlalu kehilangan segala-galanya untuk membiayai kesehatan kita sendiri maupun orang yang kita cintai.

image

Jangan menunda. Miliki proteksi kesehatanmu sekarang. Mungkin kecil, namun manfaatnya luar biasa besar.

#RenunganVie

Sumber foto: http://www.google.image.com

la_vie

Hasil Pilpres 2014

Intinya, besok tidak boleh kemana-mana! Jangan sampai Jakarta kacau. Ketegangan terjadi dimana-mana!

Itu pesan yang aku terima, memintaku tidak keluar rumah pada hari penetapan hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 kemarin. Sedih dan jengah berkecamuk dalam dada namun pada akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti siaran langsung sidang pleno di televisi saja.

image

Salah satu keunggulan TV adalah siaran langsung. Meskipun kita tidak berada di lokasi kejadian, namun kita dapat menyaksikan jalannya sidang, para komentar yang saling berargumentasi tentang apa yang terjadi bahkan yang akan terjadi seperti prediksi ramalan masa yang akan datang.

Saya yakin, berdasarkan prediksi inilah maka saya pun dilarang keluar rumah. Mungkin juga Anda seperti itu? Kita merupakan penderita akibat ramalan-ramalan tersebut.

Banyak yang menarik perhatianku pada pilpres 2014 ini. Pertama tentang keindependenan calon presiden, baik nomor 1 Pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa maupun nomor urut 2 pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Tidak ada pasangan incumbent.

image

Keduanya berjuang dari titik nol, saling beradu argumen visi dan misi, saling berebut koalisi. Dan yang serunya adalah berkumpulnya para tokoh-tokoh sepuh nasionalis di koalisi no 1 berbanding terbalik dengan koalisi yang berada di nomor 2.

Kedua yang menarik bagiku adalah geliat antusias dari rakyat Indonesia untuk mengikuti pilpres kali ini yang luar biasa massiv. Dimana sebagian besar orang-orang yang selama ini setahuku golput pada pemilihan kepala daerah (pilkada) pemilihan legislatif (pileg) hingga pemilihan presiden (pilpres), menjadi sangat aktif mulai dari berkomentar pada status di jejaring sosial hingga aktif kampanye melibatkan jiwa-jiwa muda yang kreatif.

image

Ketiga, munculnya pendukung-pendukung fanatik yang berani bernazar dengan bersumpah dalam emosinya. Misalnya sumpah Amin Rais yang akan jalan kaki dari Monas ke Jogya PP, sumpah Putri Raja Dangdut Rhoma Irama yang mau pindah kewarganegaraan jika bukan pilihannya yang terpilih, sumpah tokoh muda musik Indonesia Ahmad Dhani untuk memotong kemaluannya, sumpah remaja-remaja putri yang akan lari telanjang keliling monas. Belum lagi yang mau masturbasi di tempay umum, yang rela diperkosa secara bergiliran bahkan ada yang mau murtad…. ihhhh seremmmm. Astaghfirullah al adzim….

image

Dan keempat adalah lukisan sejarah yang ditorehkan dengan permintaan penundaan penetapan hasil rekapitulasi pemilihan umum hingga ketika penarikan diri pasangan nomor 1 pada detik-detik terakhir menjelang penetapan hasil pemungutan suara pilpres 2014.

image

Namun demikian, Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetap menyelesaikan tugasnya dan pada 22/7 kemarin dengan telah dibacakan Surat  Keputusan KPU Nomor: 536/Kpts/KPU/Tahun 2014 tentang Penetapan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014.

Keputusan yang dibacakan Ketua KPU Husni Kamil Manik, menetapkan pasangan JOKO WIDODO dan JUSUF KALLA sebagai peraih suara terbanyak sebesar 70.997.833 atau 53,15% sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2014-2019.

Sementara Pasangan nomor urut 1 Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa memperoleh 62.576.444 atau 48,85% suara dari 33 Provinsi dan 130 Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN).

Sukses Jokowi-JK…
Insyaallah amanah…
Salam 3 jari – Persatuan Indonesia!

image

#RenunganVie

la_vie

Nangka dan Sambal Goreng

Yummy.. tidak terasa yaaa sudah hampir seminggu Ramadhan… kartu-kartu lebaran sudah mulai terkirim satu persatu dan persiapan sahur hari ini saya memilih menu sayur nangka dan sambel goreng teri.. aihhhh sedappp.

image

Nah… bagaimana resepnya?

Resep Sayur Nangka

Bahan :
300 g nangka muda, potong-potong
250 g daging tetelan, rebus sampai empuk
2 sdm minyak goreng
3 lbr daun jeruk
3 lbr daun salam
1 btg serai, memarkan
1 cm jahe, memarkan
1 cm lengkuas, memarkan
500ml santan
Bawang goreng secukupnya

Haluskan:
8 bh bawang merah
4 siung bawang putih
3 bh cabai merah, buang bijinya
1 cm kunyit bakar
4 btr kemiri, sangrai
1 sdt garam

Cara Membuat Sayur Nagka:
Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus hingga harum. Tambahkan daun jeruk, daun salam, serai, jahe, dan lengkuas. Masak sampai bumbu matang.
Masukkan potongan nangka muda dan masak sampai nangka terlumuri bumbu.
Tambahkan daging tetelan rebus dan santan. Masak sampai matang.
Terakhir, tambahkan bawang goreng.

image

Resep Sambal Goreng Teri

Bahan dan Bumbu :
200 gram teri besar
2 tempe iris kecil serong
150 gram kacang tanah
1 sdm air asam
2 sdt gula pasir
4 sdm air

Bumbu :
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
2 butir kemiri
2 iris tipis lengkuas
4 buah cabe merah
1 sdt ketumbar
4cm Gula merah
1 buah tomat
2 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
1 btg sereh, dimemarkan
2 cabe hijau, iris tipis-tipis
garam secukupnya
Kecap secukupnya

Cara buat sambal goreng teri :
Goreng teri sampai matang dan kering/ garing, tiriskan. Goreng tempe sampai matang dan kering, tiriskan. Goreng juga kacang tanah hingga matang, tiriskan.
Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum, Tambahkan air asam, gula pasir, kecap, daun salam, daun jeruk, sereh dan air. Masak dan aduk hingga mendidih. Matikan api, biarkan dingin lalu masukkan teri tempe, kacang tanah dan irisan cabe hijau, aduk rata. Angkat dan sajikan.

image

la_vie

Sahur Spaghetti

Tidak ada rotan akar pun jadi.. hehehe begini nih kalau masak tanpa persiapan. Tiba-tiba saja pengennn makan spaghetti bolognese buat sahur. Eh, ternyata daging gilingnya ntee alias abis, jiahhhh… walhasil sosis pun jadi pengganti 😀

image

Bahan-bahan Spaghetti Sosis Sapi

– 250 gr spaghetti La Fonte
– 5 sendok makan La Fonte saus pasta
– 6 buah sosis sapi, cacah halus
– 1 bawang bombay kecil
– 1 paprika merah iris halus
– 1 paprika hijau iris halus
– Keju parut sesuai selera (bagusnya seh keju parmesan, tp g adaa huksss)

Cara membuat Spaghetti Sosis Sapi

– Rebus spaghetti kemudian tiriskan
– Tumis bawang bombay hingga kecoklatan
– Masukkan La Fonte saus bolognese
– Masukkan sosis sapi, aduk rata
– Aduk perlahan sampai mendidih
– Masukkan spaghetti, aduk rata dan hidangkan bersama paprika dan keju

Tadaaa.. jadi deh spaghetti sosis ala vie 🙂 selamat sahur….

My Day

Aihhh.. mengenang setahun lalu… kena surprise yang luar biasa… tahun ini jauh lebih luar biasa.. bertemu bulan suci Ramadhan…. Subhanallah…

Untuk itu.. menu spesial Day-5 Ramadhan yang bertepatan dengan My Day adalah nasi putih dan sambel goreng ati dan kue pancake durian.. yummyyyy…

image

Sambel Goreng Ati

SAMBAL GORENG ATI AMPELA

Bahan-bahan/bumbu-bumbu:
500 gram kentang, dipotong kotak, digoreng
1/2 kg hati sapi, dipotong kotak, digoreng
20 buah mata petai, dibelah 2 bagian
2 siung bawang putih, diiris tipis
3 butir bawang merah, diiris tipis
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas, dimemarkan
1 batang serai
4 buah cabai merah besar, dibuang biji, diiris serong
2 sendok teh garam
1 sendok makan gula merah
300 ml santan dari 1/2 butir kelapa
3 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu Halus:
3 siung bawang putih
6 butir bawang merah
4 buah cabai merah besar
4 buah cabai merah keriting
1 sendok teh terasi, dibakar

Cara membuat :
Panaskan minyak. Tumis bawang putih, bawang merah, daun salam, dan lengkuas sampai layu. Masukkan cabai merah iris dan bumbu halus. Aduk sampai harum.
Masukkan petai, kentang, dan hati. Aduk rata. Tambahkan garam dan gula merah. Aduk rata.
Tuang santan. Aduk  sampai matang dan kental.
 

Nah.. gimana? Berani mencoba?

Atau pengen  mencoba resep pancake durian…?

Bahan Kulit :
250 gram tepung terigu protein sedang
50 gram tepung maizena
3 kuning telur
1 sdm gula
½ sdt garam
500 ml susu UHT plain
1 sdm margarin, cairkan
1 sdm parutan kulit jeruk, opsional
Bahan Isi :
500 ml whipped cream non dairy, kocok kaku
1 buah durian montong atau durian medan matang, daging buah, haluskan

CARA MEMBUAT PANCAKE DURIAN :
Ayak terigu, maizena, garam dan gula. Tuangkan susu sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga kekentalan adonan tidak terlalu encer dan juga tidak terlalu kental.

Masukkan kuning telur dan margarin cair, aduk dengan whisk hingga rata.
Buat dadar tipis-tipis di atas wajan dengan api sedang.

Ambil selembar dadar tipis lalu beri isi dengan whipped cream secukupnya. Tambahkan daging durian kemudian lipat berbentuk amplop. Dinginkan sebentar dalam lemari es dan sajikan.

Yummy Bubur Menado

Pengen makan yang segar-segar hari ini, saya memutuskan membuat Bubur Menado tentu saja menu yang lengkap sayur ditambah ikan asin dan perkedel teri basah… yummy deh. Jadi silahkan mencoba..

image

Bahan Bubur:

2 cup beras (cuci bersih)
1,5 lt air bersih (kalau kurang cair ditambah air panas lagi )
0,5 kg ubi jalar, kupas, potong dadu 1,5 x 1,5cm
0,5 kg labu kuning parang potong dadu 1,5 x 1,5 cm.
2 ikat sayuran hijau (kangkung, kacang panjang, daun melinjo). Siangi dan cuci bersih
2 tongkol Jagung manis, cuci terus di pipil.
2 ikat daun kemangi.
2 batang serai (keprek)
2 lembar daun salam
garam secukupnya
Ikan asin digoreng secukupnya

Sambal tomat:
2 buah cabe merah, iris kasar
5 buah cabe rawit, iris kasar
4 butir bawang merah, iris halus
2 buah tomat, iris kotak2
1 sdm air jeruk nipis
1/4 sdt garam
1 sdm minyak goreng

Pengolahan:
Masak air, beras, serai dan daun salam sampai air mendidih. Masukkan labu dan singkong. Masak sampai beras hancur.
Jangan lupa sering-sering diaduk supaya dasar panci tidak gosong.
Masukkan jagung dan garam.
Setelah bubur mencapai kekentalah yang diinginkan, masukkan sayur. Aduk-aduk sampai sayur matang. Terakhir masukkan kemangi, kemudian matikan api.
Ulek bahan sambal, tidak perlu terlalu halus lalu tumis.
Sajikan bubur dengan pelengkapnya.

image

#Ramadhan1435H #menuberbuka

Opor Ayam Vie

image

Alhamdulillah… selesai juga masak Opor ayam…. yummiiiii

Buat yang pengen buat juga untuk menu sahur berikut info bahan-bahan dan cara membuatnya yah…

BAHAN :
6 potong paha ayam bagian atas (boleh juga 1 ekor ayam)
3 buah kentang dipotong dadu ukuran sedang
minyak goreng secukupnya
2 lembar daun salam
1 batang serai, di memarkan
1 cm lengkuas, dimemarkan
4 cm kayu manis
300 cc santan dari satu butir kelapa

BUMBU :
10 butir bawang merah
4 siung bawang putih
1 sendok makan ketumbar
10 butir jintan
1 /2 sendok teh merica bulat
2 cm jahe
2 cm kunyit
garam secukupnya

Resep buatnya :
• Bersihkan ayam kemudian di goreng dalam minyak panas sampai berwarna kekuning-kuningan. Angkat dan tiriskan.
• Haluskan semua bumbu sampai halus. Selanjutnya panaskan 3 sendok makan minyak. lalu tumis bumbu yang sudah dihaluskan. masukkan daun salam. serai, lengkuas dan kayu manis.
• Setelah keluar aromanya. masukkan santan dibarengi dengan ayam. Masak terus sampai santan mendidih dan ayam empuk.
• Setelah matang. angkat dari atas kompor dan siap disajikan 😀 biasanya seh bersama dengan lontong atau ketupat tapi kali ini saya sahur dengan nasi putih saja:)

Selamat mencobaaaa