Sahur Spaghetti

Tidak ada rotan akar pun jadi.. hehehe begini nih kalau masak tanpa persiapan. Tiba-tiba saja pengennn makan spaghetti bolognese buat sahur. Eh, ternyata daging gilingnya ntee alias abis, jiahhhh… walhasil sosis pun jadi pengganti 😀

image

Bahan-bahan Spaghetti Sosis Sapi

– 250 gr spaghetti La Fonte
– 5 sendok makan La Fonte saus pasta
– 6 buah sosis sapi, cacah halus
– 1 bawang bombay kecil
– 1 paprika merah iris halus
– 1 paprika hijau iris halus
– Keju parut sesuai selera (bagusnya seh keju parmesan, tp g adaa huksss)

Cara membuat Spaghetti Sosis Sapi

– Rebus spaghetti kemudian tiriskan
– Tumis bawang bombay hingga kecoklatan
– Masukkan La Fonte saus bolognese
– Masukkan sosis sapi, aduk rata
– Aduk perlahan sampai mendidih
– Masukkan spaghetti, aduk rata dan hidangkan bersama paprika dan keju

Tadaaa.. jadi deh spaghetti sosis ala vie 🙂 selamat sahur….

My Day

Aihhh.. mengenang setahun lalu… kena surprise yang luar biasa… tahun ini jauh lebih luar biasa.. bertemu bulan suci Ramadhan…. Subhanallah…

Untuk itu.. menu spesial Day-5 Ramadhan yang bertepatan dengan My Day adalah nasi putih dan sambel goreng ati dan kue pancake durian.. yummyyyy…

image

Sambel Goreng Ati

SAMBAL GORENG ATI AMPELA

Bahan-bahan/bumbu-bumbu:
500 gram kentang, dipotong kotak, digoreng
1/2 kg hati sapi, dipotong kotak, digoreng
20 buah mata petai, dibelah 2 bagian
2 siung bawang putih, diiris tipis
3 butir bawang merah, diiris tipis
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas, dimemarkan
1 batang serai
4 buah cabai merah besar, dibuang biji, diiris serong
2 sendok teh garam
1 sendok makan gula merah
300 ml santan dari 1/2 butir kelapa
3 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu Halus:
3 siung bawang putih
6 butir bawang merah
4 buah cabai merah besar
4 buah cabai merah keriting
1 sendok teh terasi, dibakar

Cara membuat :
Panaskan minyak. Tumis bawang putih, bawang merah, daun salam, dan lengkuas sampai layu. Masukkan cabai merah iris dan bumbu halus. Aduk sampai harum.
Masukkan petai, kentang, dan hati. Aduk rata. Tambahkan garam dan gula merah. Aduk rata.
Tuang santan. Aduk  sampai matang dan kental.
 

Nah.. gimana? Berani mencoba?

Atau pengen  mencoba resep pancake durian…?

Bahan Kulit :
250 gram tepung terigu protein sedang
50 gram tepung maizena
3 kuning telur
1 sdm gula
½ sdt garam
500 ml susu UHT plain
1 sdm margarin, cairkan
1 sdm parutan kulit jeruk, opsional
Bahan Isi :
500 ml whipped cream non dairy, kocok kaku
1 buah durian montong atau durian medan matang, daging buah, haluskan

CARA MEMBUAT PANCAKE DURIAN :
Ayak terigu, maizena, garam dan gula. Tuangkan susu sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga kekentalan adonan tidak terlalu encer dan juga tidak terlalu kental.

Masukkan kuning telur dan margarin cair, aduk dengan whisk hingga rata.
Buat dadar tipis-tipis di atas wajan dengan api sedang.

Ambil selembar dadar tipis lalu beri isi dengan whipped cream secukupnya. Tambahkan daging durian kemudian lipat berbentuk amplop. Dinginkan sebentar dalam lemari es dan sajikan.

Yummy Bubur Menado

Pengen makan yang segar-segar hari ini, saya memutuskan membuat Bubur Menado tentu saja menu yang lengkap sayur ditambah ikan asin dan perkedel teri basah… yummy deh. Jadi silahkan mencoba..

image

Bahan Bubur:

2 cup beras (cuci bersih)
1,5 lt air bersih (kalau kurang cair ditambah air panas lagi )
0,5 kg ubi jalar, kupas, potong dadu 1,5 x 1,5cm
0,5 kg labu kuning parang potong dadu 1,5 x 1,5 cm.
2 ikat sayuran hijau (kangkung, kacang panjang, daun melinjo). Siangi dan cuci bersih
2 tongkol Jagung manis, cuci terus di pipil.
2 ikat daun kemangi.
2 batang serai (keprek)
2 lembar daun salam
garam secukupnya
Ikan asin digoreng secukupnya

Sambal tomat:
2 buah cabe merah, iris kasar
5 buah cabe rawit, iris kasar
4 butir bawang merah, iris halus
2 buah tomat, iris kotak2
1 sdm air jeruk nipis
1/4 sdt garam
1 sdm minyak goreng

Pengolahan:
Masak air, beras, serai dan daun salam sampai air mendidih. Masukkan labu dan singkong. Masak sampai beras hancur.
Jangan lupa sering-sering diaduk supaya dasar panci tidak gosong.
Masukkan jagung dan garam.
Setelah bubur mencapai kekentalah yang diinginkan, masukkan sayur. Aduk-aduk sampai sayur matang. Terakhir masukkan kemangi, kemudian matikan api.
Ulek bahan sambal, tidak perlu terlalu halus lalu tumis.
Sajikan bubur dengan pelengkapnya.

image

#Ramadhan1435H #menuberbuka

Opor Ayam Vie

image

Alhamdulillah… selesai juga masak Opor ayam…. yummiiiii

Buat yang pengen buat juga untuk menu sahur berikut info bahan-bahan dan cara membuatnya yah…

BAHAN :
6 potong paha ayam bagian atas (boleh juga 1 ekor ayam)
3 buah kentang dipotong dadu ukuran sedang
minyak goreng secukupnya
2 lembar daun salam
1 batang serai, di memarkan
1 cm lengkuas, dimemarkan
4 cm kayu manis
300 cc santan dari satu butir kelapa

BUMBU :
10 butir bawang merah
4 siung bawang putih
1 sendok makan ketumbar
10 butir jintan
1 /2 sendok teh merica bulat
2 cm jahe
2 cm kunyit
garam secukupnya

Resep buatnya :
• Bersihkan ayam kemudian di goreng dalam minyak panas sampai berwarna kekuning-kuningan. Angkat dan tiriskan.
• Haluskan semua bumbu sampai halus. Selanjutnya panaskan 3 sendok makan minyak. lalu tumis bumbu yang sudah dihaluskan. masukkan daun salam. serai, lengkuas dan kayu manis.
• Setelah keluar aromanya. masukkan santan dibarengi dengan ayam. Masak terus sampai santan mendidih dan ayam empuk.
• Setelah matang. angkat dari atas kompor dan siap disajikan 😀 biasanya seh bersama dengan lontong atau ketupat tapi kali ini saya sahur dengan nasi putih saja:)

Selamat mencobaaaa

Kenapa Harus Malu

Asumsi itu jangan dipelihara untuk menjadi justifikasi atau dasar penilaian kita pada seseorang. Harus berdasarkan data dan fakta. Tidak selamanya yang performanya bagus adalah yang tepat. Begitupun sebailknya, tidak ada yang lebih dari penampakannya tapi lebih berbobot isinya.

Mengenal ibu ini menjadi pelajaran berharga lagi buatku hari ini. Aku mengenalnya baru 4 hari, sejak mengikuti Pelatihan Gelar Profesi Registered Financial Planner (RFP) atau Perencana Keuangan di Universitas Indonesia (UI), Jakarta. Namun pengalaman hidupnya telah mengajarkan banyak dan menjadi inspirasi bagiku.

image

Betapa tidak, ibu Parmi (63) ini telah berhasil menghantarkan kedua putra putrinya menjadi sarjana di Universitas Indonesia, Jakarta dari hasil berjualan jamu gendong dibantu hasil berjualan bakso oleh suaminya. Dari harga  kunyit Rp.1.500,- per kg untuk dijual dengan harga jamu Rp.500,- hingga saat ini dimana harga kunyit telah meningkat mencapai  Rp.10.000,- per kg, jahe Rp.20.000,- per kg dan kencur seharga Rp.30.000,- per kg untuk dijual dengan harga Rp.3.000,- per gelas jamu.

Tak ada rasa malu di wajahnya, bahkan dengan sumringah dia tertawa dan bercerita tentang kedua putra putrinya. “Kenapa harus malu? Aku tidak berbuat jahat, tidak merugikan siapapun. Bahkan kedua anakku tidak malu kalau ibunya berjualan jamu di kampus, bahkan justru sering memesankan jamu untuk teman-teman bahkan dosen mereka.”

image

Entah mengapa aku melontarkan pertanyaan malu ini. Apakah karena justifikasiku yang berdasarkan asumsi bahwa anak-anaknya tentu merasa malu dengan ibunya yang hanya seorang penjual jamu sementara mereka adalah lulusan Universitas terbaik di Indonesia, Universitas Indonedia. Ataukan aku yang malu untuk mengetahui betapa pengorbanan seorang Parmi untuk memberikan sekolah terbaik bagi putra-putrinya ini hingga mereka bisa lulus dan hidup dengan lebih baik.

Ibu parmi telah berjualan jamu gendong di pelataran kampus Universitas Indonesia ini sejak tahun 1987. Waktu yang cukup lama untuk bertahan dengan penghasilan yang kecil.

image

Akh… lagi2 aku berasumsi terlebih dahulu tentang penghasilan bu Parmi! Bagaimana denganmu?

Padahal, setelah saya hitung-hitung, pendapatan ibu Parmi cukup besar. Bayangkan saja, minimum setiap harinya, ibu Parmi mendapatkan penghasilan bersih sebesar Rp. 100.000,- dari Rp.300.000  sampai dengan Rp.400.000,- bruto. Kalau dalam sebulan, bu Parmi berjualan 20 hari saja, berarti minimum pendapatan bersihnya selama sebulan adalah Rp.2.000.000,-.

Belum lagi fakta bahwa selain menjual jamu, ibu Parmi juga berjualan makanan buatan kemenakannya yang berlaku hukum titip jual. Serta memiliki suami yang adalah pedagang bakso keliling.

image

Dari seluruh pelanggan mba Parmi di kampus UI Salemba dr. Hana, dr. Eka, dr. Yosi adalah pelanggan Bu Parmi yang paling dirindukan. Karena paling lama dan selalu beli selama mereka kuliah di UI hingga merrka selesai dan meniti kehidupan mereka sendiri. Pun ingin kusapa dalam tulisan ini sebagai salam dari Bu Parmi, andaikata Allah mengizinkan mereka untuk membaca tulisan ini.

image

Bu Parmi, terima kasih telah mengajarkanku tentang asumsi dan justifikasi keuangan hari ini. Semoga kisahmu ini dapat menginspirasi siapa saja bahwa keuletan, semangat serta kerja keras yang terintegrasi dan terukur dapat mengantarkan kehidupan yang lebih baik.

#RenunganVie

Kerja Keras vs Kerja Cerdas

Banyak dari kita lebih memilih untuk bekerja keras demi mendapatkan hasil. Hanya sedikit yang memilih untuk menginvestasikan waktunya dalam memikirkan cara cerdas dalam menyelesaikan pekerjaannya untuk mendapatkan hasil yang berlimpah di masa depan.

Untuk itu perlu belajar dari kisah pipo dan ambro ini. Bagaimana sebuah gagasan menjadi jalan keluar untuk menikmati hidup ini.

 

#Renungan Vie

Pohon Kekayaan

Tidak sengaja menemukan filsafah yang mengajarkan tentang pohon kekayaan dengan pertanyaan apakah ‘kekayaan’ itu?

Mari belajar dari sebatang pohon dengan mengibaratkan pohon itulah kekayaan dimana dedaunannya adalah uang.

Kata Awie Wang, penulis buku Rahasia Sang Waktu ,”Kita tidak bisa menanam daun untuk menumbuhkan pohon, tapi kita bisa menanam pohon untuk menumbuhkan daun”!

Luar biasa….

Script

POHON KEKAYAAN

Setiap orang menginginkan kekayaan…
Tetapi apa sebenarnya yang dimaksud “kekayaan”?

Kekayaan dan Uang adalah berbeda…
Kekayaan bagaikan pohon sedangkan Uang bagaikan daun.

Pohon akan terus tumbuh sedangkan Daun suatu saat akan lepas dari batang pohon.

Jika yang Anda lakukan sekarang adalah menanam pohon,
Maka pada waktunya pohon akan menghasilkan daun.

Dan apabila yang Anda lakukan sekarang adalah memungut daun…
Sudah dipastikan berapapun banyak daun yang Anda kumpulkan tidak akan pernah cukup…

Tanamlah pohon sekarang juga!!

Anda tidak bisa menanam DAUN untuk menghasilkan POHON.

Kenali & pilihlah bibit yang terbaik menurut Anda…
Karena setiap orang memiliki PENILAIAN yang berbeda…

Bibit yang sama juga bisa menghasilkan HASIL yang berbeda..

Berilah air & pupuk dengan KEYAKINAN bibit yang Anda tanam akan tumbuh menjulang tinggi…

Yang pertama tumbuh bukanlah batang atau daun…
Melainkan akar yang tidak kelihatan Seperti pikiran yang mulai berkembang.

Bersabarlah dan jangan putus asa, semua indah pada waktunya…

Pohon memerlukan CAHAYA untuk tumbuh….
Begitu juga dengan kita, Terimalah NASEHAT dan teruslah belajar.

Semakin tinggi pohon, semakin kencang diterpa angin,
Hanya akar yang kuat yang sanggup menahannya.

GODISNOWHERE
what did u read?

GOD IS NO WHERE
or
GOD IS NOW HERE?

depends on understanding each other’s…

#RenunganVie

Berteman Dengan Masalah

Banyak orang tidak suka dengan masalah, benar? Banyak orang menghindari masalah daripada menyelesaikannya, bagaimana menurut Anda?

image

Padahal kita hidup di dunia ini selalu memiliki pilihan hidup… mau lebih baik atau sebaliknya…. memilih apapun kita tetap akan terbentur dengan masalah… mengapa?

image

Ambil contoh misalnya kita memilih untuk mencari hidup lebih baik. Berapa banyak manusia yang memilih urbanisasi atau perpindaham dari desa ke kota di Jakarta misalnya. Apakah ketika mereka memikih untuk mencari hidup yang lebih baik kemudian menyelesaikan masalah mereka? Hmmmmm mari kita pikirkan.

Ketika mereka tinggal di desa… misalnya mereka hanya menjadi buruh tani di sawah orang. Nah, artinya mereka harus mencari kerja yang kadangkala hanya dibayar dengan makanan seadanya. Lalu mereka pindah ke jakarta dengan bekal uang seadanya. Tiba di kota, mereka mulai mencari pekerjaan, alih-alih jika memiliki skill atau keterampilan, kalau tidak? Apakah itu bukan masalah?

image

Tarolah mereka memiliki dana yang cukup untuk memulai usaha, bagaimana dengan tempat tinggal mereka, bagaimana dengan biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Kalau ke kota sendiri, nah bagaimana jika pindah bersama keluarga? Suami, istri dan anak-anak? Hmmmm apakah ini merupakan suatu masalah?

Sekarang… mereka mungkin bisa mengatasi masalah tersebut diatas, nah anak-anak akan bertumbuh besar dan mulai mengenal sekolah, bagaimana dengan biaya pendidikannya? Apakah sanggup kita teris menerus menyarankan anak untuk belajar dan meraih ranking di sekolah namun pada saat mereka mulai memilih sekolah yang bagus… dan keluarga ini hanya memiliki dana seadanya, apakah ini bukan masalah?

Lantas bagaimana jika sang ayah atau ibu karena kelelahan bekerja, mencari uang untuk keluarga dan mereka tiba-tiba jatuh sakit, tentu hal ini adalah pengeluaran. Ditambah lagi karena sakit sehingga income selama sakit menjadi berkurang, apakah ini bukan masalah?

Beranjak dari sini, anak mulai dewasa, mulai mengenal lawan jenis bahkan berkehendak membentuk keluarga sendiri, apakah ini tidak menjadi beban keluarga.

Baiklah… mereka bisa mengatasi semua masalah-masalah itu. Sang ayah bekerja di perusahaan yang membayarnya cukup, sang ibu juga mulai bekerja dan menambah penghasilan keluarga. Mereka mulai sering bergaul dan akhirnya rumah besar, mobil, pakaian yang bagus sudah mulai terasa sebagai kebutuhan… apakah ini bukan masalah?

Nah intinya… dalam hidup ini, apapun pilihan kita pasti akan ada masalah. Nah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah itu bukanlah dengan memusuhinya… tapi bertemanlah demgan masalah itu. Juatri ketika Anda berteman dengan masalah itu, penemuan-penemuan baru akan tercipta dan menjadi solusi bagi permasalah Anda. SIMPLE KAN?

image

Bagaimana berteman dengan masalah? Luangkanlah waktu sejenak untuk merenungkan masalah anda. Buatlah hubungan komunikasi antara otak kita dengan hati kita. Mulailah mencari jawaban atas 3 pertanyaan:
1. Apa yang Tuhan inginkan dari hidupku ini?
2. Apa yang aku inginkan dengan hidupku?
3. Manusia seperti apakah diriku di akhir masalah ini? Apakah semakin bertanggung jawab ataukah terpercaya atau seperti apa?

Jika telah berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan itu maka mulailah merencanakan hidup Anda. Sehingga solusi permasalahan hidup Anda mulai terjabarkan satu persatu dan solusinya pun akan nampak seiring dengan kondisi yang ada.

Jadi… bertemanlah dengan masalah!

#Renunganvie

Terlalu banyak Excuse

Entah mengapa, perasaan iba terlalu besar buatnya. Kadangkala menjadi sangat menjengkelkan namun rasa prihatin masih jauh lebih besar.

image

Setiap bertemu, banyak sekali keluh kesah, tentang keluarganya, tentang hidupnya, tentang dirinya dan tentang orang-orang disekitarnya. Selalu adaaaa saja yang disebutnya.

Tapi entah kenapa, setiap diberikan peluang, diberikan kerjaan, adaaaaa saja excuse, alasan sehingga dia tidak harus mengerjakan apa-apa. Aduh…. gimana ceritanya yah.

Dia adalah aku. Karena keakuankulah sehingga terlalu jaim untuk menyebut diriku sendiri sehingga menggunakan dia dalam menjelaskan masalahku.

Aku bingung dengan diriku sendiri. Ingin sukses tapi selalu punya alasan untuk tidak melakukan apa-apa. Aku terlalu malas untuk bergerak. Padahal keinginanku untuk bisa berhasil seperti orang-orang itu sangat besar bahkan terlalu besar.

Ibarat kata, tiba-tiba terbangun dari tidur. Lalu mengambil jas terbaik, dan memperbaiki penampilan di depan cermin. Lalu, berteriak dengan semangat menggebu-gebu 3 kali “Aku mau sukses, aku harus berubah, Aku akan Sukses!”.

image

Setelah itu, perlahan membuka jas, membuka pakaian dan kembali menarik selimut dan berbaring di tempat tidur.

Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Namun semuanya hanya mungkin dengan kerja keras. Bukan hanya kerja keras, tapi juga kerja cerdas. Tanpa kerja keras dan kerja cerdas, apapun yang kita inginkan hanya menjadi khayalan semata.

Apalagi, jika yang dimunculkan hanyalah alasan-alasan pembenaran sehingga kita tidak perlu melakukan kerja apapun.

Alkisah di sebuah negeri. Ada seorang pengembara yang berkunjung hanya dengan sebuntal kain. Setelah shalat dan mengelilingi mesjid tua dan reyot itu lalu dia mengambil tempat dan duduk di emperan mesjid. Dia mulai berdendang berisi petuah dan nasehat. Tak lama, mulailah orang berdatangan dan mengerumuninya.

Setelah cukup ramai, sang pengembara ini mulai menangis tersedu. Semakin lama semakin keras dan kencang. Sontak saja warga menjadi heran dan merasa iba.

Entah siapa yang memulai, satu per-satu warga mulai melemparkan koin. Semakin banyak koin yang dilemparkan ke hadapan sang pengembara, semakin keras tangisannya dan semakin menyayat hati. Hingga akhirnya orang-orang pun berhenti melemparkan koin dan pengembara itu pun berhenti menangis.

Lalu dia mulai berdendang kembali. “Wahai puan cantik berhati mulia, wahai tuan tampan berhati emas, dimuliakanlah semua yang telah melemparkan keping-keping perak di hadapan hamba. Hamba telah datang jauh dari ujung langit namun sebentar saja melepas lelah di mesjid ini telah mengumpulkan ratusan keping perak. Adalah kiranya puan dan tuan berbesar hati, kepingan-kepingan ini akan menjadi tiang penyangga mesjid ini sehingga kembali kokoh laiknya istana yang puan dan tuan miliki.”

Semua orang terkejut mendengarkan dentang pengembara ini. Sesungguhnya selama ini mesjid tua itu telah mereka tinggalkan dan berpindah pada mesjid agung milik raja. Untuk mencapai mesjid raja itu, mereka harus berkendara sementara mesjid tua ini berada di pinggir desa dan tidak terurus.

Lanjut sang pengembara, “tentulah mesjid tua ini juga akan menjadi indah, jika keping-kepingan perak ini terkumpul sedikit demi sedikit dan digunakan untuk membangunnya. Terkadang kita lebih puas dengan milik orang lain sementara mengabaikan harta yang kita miliki. Terkadang kita puas dengan kesuksesan orang lain namun tidak mencari sukses kita sendiri.”

“Wahai puan dan tuan pemilik tanah ini. Peliharalah semua yang menjadi milik kalian, karena akan lebih mulia kesuksesan yang kalian terima ketika dibangun dari hasil jerih payah sendiri. Biar gubuk tapi hasil kesuksesan sendiri daripada puas menyaksikan hasil karya orang lain sementara milik sendiri terlantarkan.”

Mendengar lantunan gubahan sang pengembara, beberapa warga mulai menangis, bahkan perak yang tadinya hanya kepingan mulai bertambah dengan pundi-pundi bahkan kepingan emas.

Memang, kadangkala kita lupa bahwa apa yang kita miliki dapat dimaksimalkan untuk kesuksesan kita. Kita terbuai dengan rasa malas melihat kesuksesan orang lain. Padahal bisa jadi kemampuan kita lebih dari yang lain. Bisa saja para tukang yang membangun mesjid raja berasal dari negeri itu. Bisa saja material yang digunakan raja berasal dari negeri itu. Atau mungkin para pengukir, muadzin bahkan pengunjungnya kebanyakan warga negeri itu.

image

Kadangkala, terlalu banyak excuse untuk mencapai kesuksesan kita. Padahal, ketika kita melirik kebun tetangga, kita mungkin bisa lebih baik mengerjakannya dengan ide-ide kreatifitas kita.

Pengembara itu hanya bertindak kecil, tanpa excuse untuk sukses mempengaruhi warga menyumbang demi perbaikan mesjid. Tidak seberapa yang dia dapatkan, tapi merupakan bukti kongkrit dari apa yang diupayakannya.

image

Mari manfaatkan kemampuan yang kita miliki dan raih sukses kita!

#Renunganvie