Ribut Banget, Brisik!!!

Pang ping pang ping, pengen banget rasanya keluar dari group ini. Ribut banget.. brisik… tapi kalau keluar jadinya ga update informasi dah. Trus kalo bertahan sebenarnya seh keganggu banget dengan semua update yang bertubi-tubi. Hmmm bagaimana yahh??

Mungkin sebenarnya ga masalah andaikata informasi yang disampaikan itu adalah kebenaran, hal-hal yang positif dan membangun. Lah ini, lebih pada saling menghujat, saling mem-bully, saling memojokkan bahkan mengarah pada fitnah dan black campaign semata.  Hmmmm.. kira-kira manfaatnya apa yah?? Belum lagi yang berkomentar itu bergelar guru, tokoh agama, ustdadz(ah), tokoh masyarakat, tokoh pemuda(i), tokoh perempuan, panutan dalam masyarakat hmmmmn menjadi ganjal dah…

Saya sering membayangkan, dalam moment-moment pemilihan umum, baik itu pemilihan presiden (Pilpres), pemilihan wakil rakyat seperti DPR/DPRD maupun DPD (Pileg) terutama Kepala Daerah (Pemilukada), para calon dan tim suksesnya berlomba-lomba membuat program yang positif di masyarakat. Saling iri dengan keberhasilan calon dan timses lain dalam menarik simpati calon pemilihnya, sehingga berlomba-lomba menciptakan inovasi-inivasi kreatif yang membangun.

Misalnya sekarang yang lagi bencana asap dimana-mana, pun latah di Luwu Timur. Nah para calon dan timsesnya ini membuat program penyiraman lokasi kebakaran, menjadi donatur penyuluhan lingkungan agar masyarakat tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar hutan, sosialisasi menjaga lingkungan dari tindakan-tindakan yang tidak bertanggung jawab, sosialisi lahan-lahan rawan kebakaran karena kondisi lahan gambut, program menjaga hutan sebagai sumber penangkap air bagi kelangsungan hidup danau purba di Luwu Timur.

Nah.. kalau itu dilakukan pasti banyak simpati. Pun kalau mendengar keluhan masyarakat yang lagi latah membuka lahan untuk merica karena harganya lagi tinggi, paling tidak memberikan pendampingan pada petani selain berfikir tentang dampak ekonomi, juga berfikir tentang dampak lingkungan..

Hahhaha.. itu kerja pemerintah?? Benar.. lah.. bukannya maju sebagai calon bupati (calbup) / calon wakil bupati (cawabup) kan tujuannya mau menjadi bagian dari pemerintah daerah. Lah kalau program2nya sebelum menjadi kepala daerah sudah diterima oleh masyarakat kan berarti dukungan masyarakat untuk program itu sudah terbukti dan  bisa dilanjutkan terus toh…

Iya seh, itu memang semua terkait dana. Bener sekali.. tapi apakah tidak pake dana juga buat program-program sosialisasi lainnya bahkan black campaign sekalipun?? Apa tidak melihat itu sebagai program hambur-hambur duit semata?

Hmmm, kalo nda terima ide itu, bagaimana kalau program penyuluhan pertanian saja? Membantu program pemerintah yang sudah ada. Jadi masuk ke desa-desa bukan hanya sekedar mendengar keluhan masyarakat dan kemudian berjanji ini dan itu demi mendapatkan suara rakyat. Apakah tidak lebih asyik jika, rakyat dibantu dengan workshop-workshop, tentang keterampilan praktis mengolah tanah, program olah tani hidroponik, tentang bagaimana membentuk kelompok tani yang bisa menjadi pemasaran yang baik, bahkan, bagaimana cara pengelolaan dana hasil panen sehingga petani bisa survive hingga panen berikutnya. Lah, apa itu tidak memberikan dampak positif baik bagi calon maupun masyarakat? Namanya juga calon pemimpin daerah.. kan ada yang namanya affirmasi, berbahasa atau bisa juga berkelakuan seolah-olah sudah menjadi kepala daerah, dalam konteks positif tentunya hehehehe tidak hanya sekedar foto dengan seragam kepala daerah tentunya 😆 tapi yang paling penting Kerja… Kerja… Kerja…

Masih berat?? Bagaimana dengan program-progran lain misalnya, sponsorship kegiatan-kegiatan kemasyarakatan? Lomba-lomba pengetahuan, ketetampilan bahkan kecekatan sebagai langkah awal dari program-program yang ditawarkan setelah menjabat sebagai kepala daerah?

Kebayang saya.. kalau ketiga calon dengan timses dan fans fanatiknya saling beradu inovasi kreatif, maka Bumi Batara Guru ini akan menjadi lebih berkembang. Menjadi lebih maju, menjadi lebih sejahtera. Menjadikan pemilukada ini sebagai sebuah ajang kompetisi kreativitas tentu yang positif bukan yang negatif. Sedihnyaaa, melihat foto-foto calon yang di bully, yang dicorat-coret bahkan ada yang disobek dan dibakar.. kenapa bukan memasang foto masing-masing calon andalan yang sedang melakukan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan? Calon dukungan yang sedang bersuka cita bersama masyarakat atas keberhasilan dalam sebuah pencapaian misalnya.. akh… banyak lainnya..

Tapi apa daya… yang saya simak hanyalah gugatan-gugatan, hanyalah janji-janji manis, hanya mengumbar kesalahan dan kelemahan lawan, akh… padahal hal itu justru menggambarkan kekerdilan cara berfikir kita, melihat hanya pada hal-hal negatif saja. Sementara banyak sekali hal-hal positif yang dapat kita lakukan yang hasilnya akan jauh lebih bermanfaat. Hmmm mungkin saya salah dalam menilai, hanya saja saya berharap sesuatu yang lebih baik dan lebih nyata dari orang-orang yang mengaku pinter dan cerdas-cerdas itu dalam menyalahkan lawan mainnya.

Andai saja ribut itu, berisik itu bisa memberikan manfaat bukan mudharat, bisa memberikan kebaikan bukan sekedar pengumbar rasa dengki dan amarah semata. Karena, yang saya pikirkan adalah paska pemilukada. Usai pemilihan itu, mereka yang bertikai itu, mereka yang saling menghujat itu, mereka yang saling memaki itu, tentunya masih akan bertemu satu sama lain. Karena mereka sama-sama masih mencari hidup di bumi batara guru ini. Bisa jadi mereka adalah paman dan kemenakan, keluarga dekat. Bisa saja bertemu di kondangan-kondangan, tahlilan bahkan mungkin bisa besanan.. allahu alam bissawab..

Akh.. malam ini aku ingin istirahat, semoga malamku tak harus terganggu oleh pang ping pang ping yang ribut banget… brisik! Hmmm kata kawan sekaligus sahabatku, baban bantal, biarkan saja angin membawa pang ping pang ping itu menelusur hitamnya malam. Baban akan bersenandung serta membawaku berkelana di bawah alam sadar sehingga pang ping pang ping itu menjadi medley lagu pengantar tidur untukku… indahnyaaaaa khayalku…

#renunganvie

la_vie

Tentang Asap

Gila aja… seperti latah, kampungku juga ikut-ikutan memeriahkan rangkaian asap di udara. Ternyata bukan di Sumatera dan Kalimantan saja yang bisa, di kampungku Luwu Timur, di kaki pegunungan Verbeck juga tidak mau ketinggalan akhirnya diberitakan media tentang kondisi asap hasil dari pembakaran lahan.

Sungguh aneh tapi nyata. Kita sering berkoar-koar tentang kondisi di daerah lain, tapi membuat kondisi yang sama bahkan lebih parah di tempat sendiri. Seperti pepatah, tampak semut di ujung samudera sementara gajah di pelupuk mata tak tampak sedikitpun.

Sebelum-sebelumnya, kasus asap hanya terdengar di pulau Sumatera dan Kalimantan saja, yang bahkan sempat mempengaruhi hubungan antara pemerintah Republik Indonesia dan  Singapura juga Malaysia. Dan ternyata hal itu dikarenakan upaya pembakaran lahan yang dinilai sangat ekonomis oleh masyarakat Indonesia dalam program pembukaan lahan pertanian maupun ladang untuk perkebunan kelapa sawit.

Tak dinyana.. perbuatan ini justru mendapatkan perlindungan hukum dengan adanya peraturan pemerintah daerah setempat sebagai dampak dari desentralisasi otonomi daerah. Ketika pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk memberikan izin, maka dengan perhitungan dampak ekonomi tanpa mempertimbangkan dampak lingkungannya, izin pun diberikan.

Satu KK diberikan lahan 2 hektar yang dapat dibuka secara tradisional seperti dibakar, maka dari 100 KK menjadi 200 hektar lahan terbuka untuk kelapa sawit. Ekonomi masyarakat setempat naik, pengusaha mendapat 200 hektar lahan secara murah karena sistem pembukaan lahan tidak memerlukan biaya yang banyak, Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat dan negara juga untuk dari nilai ekspor. Semua senang sampai akhirnya menangis, mengutuk bahkan sampai membully pemerintah pusat karena dampak asap yang ditimbulkan karena kondisi alamnya berlahan gambut dan makanan yang gurih penyubur penyebaran api.

Apakah kondisi ini yang kita harapkan di Luwu Timur? Karena nilai ekonomis, hutan yang menjadi penampung air danau tektonik kita dibakar hanya karena harga merica yang tinggi. Masyarakat hanya melihat, karena merica, mereka bisa seenaknya membakar hutan. Kita bicara tentang kemakmuran versus lingkungan. Siapakah yang akan  bertanggung jawab ketika tanah itu longsor? Ketika hutan itu terbakar dan meninggalkan luka karena korban seperti yang terjadi di Riau?

Apakah kita akan menyalahkan pemerintah daerah? Atau pemerintah pusat? Atau bahkan kepada perusahaan tambang PT Vale dengan isu tenaga kerja atau Corporate Social responsibility (CSR)? Sementara, kondisi itu kita ciptakan, kita biarkan, bahkan mungkin milik dari elite-elite di daerah.

Kita selalu meminta perusahaan-perusahaan raksasa seperti PT Vale untuk menjaga lingkungan kita, lantas mengapa kita sendiri yang merusaknya? Baru saja kita bisa bernafas dengan penanganan illegal lodging yang pada dasarnya hanya menebang pohon-pohon besar bernilai ekonomis di hutan, eh sekarang kasus pembakaran lahan, yang justru menghilangkan semua tanaman yang ada dibatas lahan.

Sungguh miris, ketika bercerita dengan kawan-kawan yang baru saja tiba dari Malili, ibukota kabupaten Luwu Timur, bahwa hutan kota di belakang kantor bupati Luwu Timur habis diludes api beberapa pekan laku. “Gunung Lampenai yang biasa kita lihat dari depan kantor Bupati sudah tidak nampak selain cokelat kehitaman,” jelasnya. Sedihku mendengarnya.

Begitulah kita, kadangkala, nilai ekonomis menjadi tumpuan sementara lingkungan kita hancur. Padahal lingkungan itu untuk keberlangsungan masa depan daerah kita sendiri, yang kalau tidak kita jaga, lantas, siapa?

#RenunganVie

la_vie

Ayo Ke Lutim

Perintah itu harus dilaksanakan. Meskipun sedikit malas, tetapi karena perintah, segala alasan pun terpaksa harus diabaikan. Tapi ternyata, perintah itu menjadi nikmat, ketika rasa malas itu dirubah menjadi positif dan dikerjakan dengan ikhlas.

Sosoknya dingin ketika pertama bertemu. Bicaranya tidak banyak. Hanya memperhatikan, tersenyum sekenanya, namun tetap terlihat kharisma dan bersahaja. Begitulah penilaian pertamaku bertemu Penjabat Bupati Luwu Timur, Irman Yasin Limpo yang juga merupakan adik dari Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo.

Usai menjemput beliau yang tiba bersama Kepala Bapedda Luwu Timur,  Kepala KPPT Luwu Timur juga ajudan dan rombongan lainnya di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, beriringan kami menuju Mess Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Yusuf Adiwinata. Akh.. syukurnya kami menjemput dengan 2 kendaraan, sekiranya hanya kendaraan utama saja, tentu sedikit kalang kabut proses penjemputannya hehehehe.

image

Rupanya Pak Gubernur, kakak Pak Irman juga diundang mengikuti agenda Rapat Kerja di Istana Negara Jakarta siang itu, sehingga beliau menyempatkan untuk bersilaturahmi bertemu kakaknya terlebih dahulu di Mess Pemprov Sulsel. 

Pertemuan dengan Gubernur SulSel tidak begitu lama sehingga waktu masih cukup lowong sebelum menuju Istana Negara. Jadilah kami menyempatkan diri untuk ngaso sejenak di Starbuck Thamrin. Rupanya, beliau termasuk orang-orang yang senang berdiskusi dan nongkrong di warung kopi.

Walhasil, aku jadi ikut terlibat pada percakapan yang sangat menarik terutama terkait dengan ide-ide pengembangan Luwu Timur ke depan dengan tagline “Ayo ke Lutim”. Dalam kesahajaan beliau, banyak sekali ide-ide kreatif untuk masa depan tanah kelahiranku yang kupikir sejalan dengan mimpi-mimpiku selama ini. “Pucuk dicinta ulam pun tiba,” pikirku sedikit lebay hehehhehe.

image

“Pelaksanaan Festival Danau Matano itu harus kreatif dong. Kita harus menampilkan sesuatu yang berbeda, bentuknya semestinya paket, mulai dari sajian untuk pengunjung, atraksi sampai pada jenis pelayanannya,” ujarnya bersemangat menjelaskan tentang konsep Festival Danau Matano yang akan diselenggaran 28-30 November 2015 di Luwu Timur.

Beliau menambahkan bahwa konsep yang sebaiknya dilakukan adalah memberikan sebuah tawaran kepada pengunjung, bukan saja keindahan danau Matano nya, tetapi juga bagaimana sebuah kondisi internasional yang disajikan pada sebuah desa di pedalaman hutan di Sulawesi.

“Pengunjung kita jamu dengan tinggal di homestay atau di kontainer-kontainer yang fasilitasnya lebih lux dari kamar hotel. Pengunjung kita sajikan dengan hiburan dari artis lokal, hingga mancanegara. Beragam atraksi air di kejernihan danau Matano, bukan saja tradisional performance tetapi juga modern attraction. Kunjungan ke titik-titik keunikan danau Matano seperti “bura-bura spot” di desa Matano di seberang danau dari sorowako, gua bawah air yang cantik dengan stalaktitnya, penyelaman di lokasi ditemukannya benda-benda pusaka purba tanpa harus menyentuh mereka, mereka bisa melihat keragaman hewan-hewan air danau Matano yang unik seperti ikan purba Butini dan ikan endemik Opudi, seminar tentang Danau Matano dan keunikan Cascade dan Kompleks Danau Malili di Luwu Timur, bahkan sebuah tur tambang dimana pengunjung boleh selfie dengan latar ban truk tripple 7 (777) yang setinggi rumah, yang operatornya adalah perempuan serta membuka wawasan pengunjung bahwa dalam proses reboisasi pun revegetasi lahan purna tambang, tidak bisa kita mengembalikan hutan sekejap mata, tetapi membutuhkan proses yang lama, pengunjung dapat melihat bagaimana usia tanaman yang 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun, sampai ratusan tahun.

image

Akh, betapa beruntungnya Luwu Timur yang dipimpin oleh orang-orang yang sangat cerdas dengan visi pengembangan wilayah, bukan pemimpin yang hanya memikirkan kepentingan mereka semata, pikirku sambil menikmati kerenyahan tawa Bapak Penjabat Bupatiku.

Kekagumanku bertambah, ternyata, beliau suka berkelakar, dan dalam kelakarnya itu terselip harapan-harapan yang luar biasa untuk kampungku, meskipun beliau hanya akan menjabat sementara hingga Pemilukada serentak 2015 melahirkan pemimpin baru di Luwu Timur.

Akh, andai saja kuperturutkan kata hati dan kemalasanku, tentu kesempatan bertemu dan mengenal beliau kulewatkan begitu saja..

la_vie

Oh Malam…

Semburat merah perlahan menjelajah, merengkuh satu-persatu awan putih di cakrawala. Sesekali nampak awan-awan nakal yang menggeliat menampakkan dirinya dibalik pelukan cahaya mentari. Mencoba melepaskan diri, tak ingin masuk ke dalam jelajah dan bertahta pada gelapnya malam.

Akh malam.. betapa aku tak ingin bertemu denganmu. Masih perih rasa yang tak ingin kuceritakan kepadamu. Masih ingin aku bermain bersama awan-awan putih itu. Mengapa kau rebut waktu itu dari kami.

Andai bisa aku memperpanjang waktu. Sungguh aku ingin bertemu denganmu kala aku telah siap. Kala aku telah berdamai dengan hatiku. Kala bimbang ini telah terjawab dengan syahdu.

Karenaku dia telah pergi. Karenaku, duka itu tertoreh pada keluarganya. Karenaku… , akh… semua karenaku.

Berita bahagia yang ditunggu-tunggunya, justru menghantarkannya pada akhir kisah hidupnya. Berita bahagia yang justru membuatnya hilang dari keceriaan mereka yang mencintainya. Berita bahagia yang kemudian menjadi duka dan semua karena aku.

Oh malam.. sungguh aku tak ingin menemuimu. Masih ingin aku bermain bersama awan-awan putih itu. Bersama mereka aku melihat keceriaan, bersamamu aku melihat duka, airmata dan kepedihan. Maafkan aku yang tak ingin bersahabat denganmu lagi. Maafkan aku yang enggan bersamamu lagi. Karena kehadiranmu akan terus mengingatkanku padanya.

Namanya telah terpatri di hatiku. Rasa yang tak mungkin hilang oleh lekangnya waktu. Kepergiannya menyisakan sesak di dadaku. Sungguh, perangaiku menjadi siksaan yang baru. Semua karena kepergiannya yang adalah karenaku.

Oh malam.. bagaimana aku dapat berdamai denganmu??

#mengenangmu #inmemorian

la_vie

Maksud Hati…

Selalu terngiang di kepalaku.. kata-kata mantan Manajer HRD ku dulu ketika aku masih bekerja di perusahaan tambang Nikel di Sorowako.

“Jangan pernah mengambil keputusan apapun berdasarkan asumsi!”

image

Meskipun pada saat itu aku yakin sekali dengan apa yang aku kerjakan dan berontak ketika dinyatakan bahwa itu salah.

Namun akhirnya pelajaran itu mendidik aku untuk senantiasa bertanya memperjelas, ketimbang aku sok tau terhadap suatu kejadian lalu ternyata aku salah. Walhasil, aku lebih sering dikatakan bego, bodoh, tidak bisa diandalkan sehingga aku lebih suka melepaskan daripada bertahan pada suatu kondisi, meski aku sangat menginginkannya.

image

Keputusan itu tidak harus selalu keputusan yang besar dalam hidup ini. Bisa keputusan sehari-hari, misalnya pemilihan pakaian, pemilihan bahasa, pemilihan tindakan, keputusan untuk menghadiri suatu acara, dan banyak lagi yang intinya adalah keputusan yang kita ambil dari memilih dalam suatu kondisi dengan segala pilihan dan alternatifnya.

Contoh kecil ketika aku memutuskan menggunakan pakaian dinas dengan asumsi kegiatan itu dihadiri pak Menteri dan dilaksanakan pada hari kerja, tanpa bertanya lagi, aku mengenakan pakaian resmi padahal ketika menghadiri rapat, ternyata peserta diminta memakai batik.

Atau seperti kejadian, aku membayangkan, ketika pimpinan dijemput di bandara sekitar jam 6 sore, tentu perjalanan macet membuatnya lelah dan langsung menuju mess sehingga tidak sempat makan. Maka dengan senang hati kuhidangkan sajian santap malam. Namun ternyata beliau tiba di mess pukul 22.00 dengan kondisi kenyang. Maka dari itu makanan yang tersaji pun sia-sia. Sehingga pada kejadian berikutnya, dimana aku tidak siap apa-apa, pimpinan datang dengan belum makan, jadinya kita buatkan indomie saja hehehe

image

Banyak hal-hal kecil yang kita putuskan dalam hidup ini hanya berdasarkan asumsi tanpa suatu kejelasan. Karena kita menganggap keadaan itu akan sama dengan keadaan sebelumnya, padahal belum tentu demikian. Ada saja faktor yang mempengaruhi sehingga dampaknya beda. Dan bisa saja dalam.proses pengambilan keputusan itu, kita bisa bertanya untuk memperjelasnya.

Karena itulah, beberapa orang yakin bahwa sebenarnya aku sangat bodoh, aku dinilai lamban, tidak dapat mengambil keputusan, aku tidak kreatif, aku masih perlu belajar banyak dan pendidikan tinggi tidak membuatku pintar, justru membuatku semakin terbelakang.

image

Mungkin ada benarnya juga yak. Meskipun di awal aku menolak pernyataan itu. Aku sedih, kesal, marah karena mereka menyinggung pendidikanku, menyinggung posisi aku di kerjaan, menyinggung hal-hal yang sebenarnya tidak ada  sangkut pautnya dengan keputusan yang aku ambil. Hanya karena aku mempertanyakan pendapat mereka. Memperjelas kondisi yang mereka ciptakan sendiri.

Lantas.. mengapa itu menjadi masalah?

Jika kita menelusuri permasalahan-demi permasalahan, ternyata kebanyakan adalah bersumber pada komunikasi yang tidak efektif. Lantas, dimana ketidakefektifannya? Hehehe, terpulang kembali pada asumsi yang terbangun saat komunikasi itu tercipta.

image

Kecenderungan manusia adalah melakukan mental blok pada dirinya sendiri. Ketika bertemu dengan sebuah situasi, maka akan langsung terbayang pengalaman saat berada pada situasi yang sama di masa sebelumnya. Sehingga, jalur keputusan bisa menjadi sangat cepat, seiring dengan istilah ala bisa karena biasa.

Nah ketika kondisi itu masih sama, pelakunya masih sama, sifatnya juga masih sama, maka.. tidak akan ada persoalan. Namun ketika ada sedikit saja yang berubah, maka yang muncul adalah masalah. Nah bagi orang-orang tertentu, masalah itu bisa diselesaikan atau semakin dipertajam, kembali lagi pada jenis keputusannya.

image

Sama saja diriku. Ketika aku diberikan satu kebijakan untuk mengelola suatu dana. Perintah yang aku terima adalah, dana itu dikelola untuk keperluan operasional. Tapi yang terjadi ketika terjadi perubahan pucuk pimpinan adalah, kebijakan itu salah dan aku yang dipersalahkan karena aku menjelaskan dengan asumsi bahwa pimpinan yang baru sudah paham tentang kebijakan itu sebelumnya.

Dan ternyata, pimpinan yang baru memang sudah melakukan blok mental bahwa aku salah dalam mengelola kebijakan itu sehingga aku harus diberikan hukuman bahkan aku harus diganti.

image

Hahaha, banyak kasus kehidupan tidak sejalan karena kita melakukan mental block dengan asumsi. Lalu menjadikannya dasar dalam pengambilan keputusan, yang pada akhirnya, berujung pada penyesalan. Entahlah, kembali berpulang pada kita semua.. sasaran tujuan, dan akhir dari keputusan itu, menguntungkan kah… atau justru sebaliknya, merugikan..

Hanya saja, pemikiran positiflah yang akan membawa kita pada jawabannya, bisa saja itu merugikan, namun jika kita bisa melihat sisi positifnya, maka akan positif hasilnya, jika kita melihatnya negatif, maka yakinlah, biar dicarikan jalan keluar, sampai perang urat leherpun, tetap akan negatif… hehhehe.. selamat memikirkannya..

image

Walhasil, jadilah aku tergantikan, namun ketika aku kembali ke tempat itu dan melihat gerangan perbaikan apakah yang terjadi, ternyata kondisinya bukan membaik, malah memburuk. Wah, sedih, ingin membantu, namun apa daya, kemampuanku terbatas.

image

Images source: googling

la_vie

Sejarah itu dimana

Kita ada karena ada sejarah yang telah terlukiskan oleh waktu. Kita seperti sekarang karena telah ada pendahulu kita yang telah merintis jalan. Kita hanya sebagai pelanjut, kita memberikan bumbu kehidupan sehingga sejarah itu menjadi bagian masa lalu.

image

Kita hidup di masa kini, yang akan menjadi sejarah di masa yang akan datang. Yang pasti, sejarah itu bisa berulang dengan ijin yang kuasa.

Lantas dimana sejarah Luwu Timur? Apakah kita hanya akan mengenal Luwu Timur dari aturan perundang-undangannya saja? Siapa yang menuliskan sejarahnya itu? Dimana kita bisa melihat secara riil bukti sejarah Luwu Timur?

image

Ketika kita bicara tentang kemashyuran I Laga Ligo dengan taman surgawinya di Kaki Gunung Lampenai.. tentang jejak kemahadigdayaan Sawerigading di Bulu Poloe sebagaimana tertuang dalam kitab I Laga Ligo, tentang Pua Sanro di Wotu, atau kisah memilukan tentang Malili dan Sorowako yang terbakar dalam kasus DI/TII, tentang perjuangan masyarakat Sorowako yang tanahnya dirampas untuk kepentingan investor Kanada dengan senapan di tangan oleh penguasa negeri ini.

Siapakah lagi yang akan menceritakan kisah-kisah perjuangan para pendahulu kita jika para tetua telah tiada tanpa sebuah dokumentasi. Siapa yang akan menebarkan semangat juang, membakar keyakinan akan nilai-nilai perjuangan tanah leluhur kita di Luwu Timur?

image

Bagaimana dengan budayanya? Apa tariannya? Apa lagu daerahnya? Seperti apa pernak pernik budayanya? Bagaimana kehidupan masyarakatnya? Adakah dokumentasi tentangnya??

Akankah kita hanya berbangga hati hanya dengan membaca kisah perjuangan orang lain.. daerah lain.. tempat lain.. sementara untuk menjadikan kita seperti sekarang ini, pendahulu2 kita juga telah memekikkan kata MERDEKA! BERJUANG!! ALLAHU AKBAR!!!

image

Jangan sampai kita terpana dengan gemerlap lampu saja, terlena oleh alunan nada dan syair masa lalu, tapi kita tidak mampu mendokumentasikan mereka dan menuliskan sejarah kita sendiri. Karena bangsa yang hebat adalah bangsa yang senantiasa mengingat sejarah mereka.

Pemikiran liar ini mengalir begitu saja usai menonton film singkat tentang budaya Kabupaten Kutai Kartanegara. Film berdurasi 1jam 30 menit ini  aku tonton dalam perjalananku dari Kota Daeng Makassar menuju ibukota Jakarta ternyata diproduseri sendiri oleh Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.

image

Film ini mengangkat sebuah cerita pencarian cinta sejati dengan berlatar belakang Budaya Kutai Kartanegara. Mengambil tempat di Tenggarong, dalam kisah pesta adat Erau, sehingga diberi judul ERAU KOTA RAJA.

Akh.. jadi berkhayal lagi dengan kemunculan kisah-kisah lain untuk memperkaya khasanah budaya negeri kita.

Ya Allah… ijinkanlah aku berdamai dengan masa laluku… berikanlah ijin, ridha dan kehendakMu agar bisa kuselesaikan goresan-goresan yang telah ku mulai… Berikanlah manfaat dari apa yang kutuliskan… bagiku dan para pembacanya..

image

Aminnn ya rabbal alamin…

la_vie

Belajar itu Dimanapun

Banyak yang beranggapan bahwa belajar itu hanya di sekolah, di kelas, bersama seorang guru. Namun semestinya, kita bisa belajar apapun dimanapun kapanpun dan dengan siapapun.

image

2 hari nongkrongin sahabatku, berburu informasi tentang kampung tempat kelahiranku, Sorowako, membawaku pada informasi yang luar biasa. Secara tidak sengaja, kami justru menyisir sejarah antropologi daerah ini.

image

Dalam sejarah terbentuknya kampung Nuha di seberang danau Matano dari Sorowako, ternyata karena sebuah kesalahpahaman. Dua keluarga yang persaudaraannya terpecah, hanya karena mengikuti ego hati.

image

Namun ternyata, alam memiliki jawabannya sendiri. Penyatuan dua hati dari kelompok yang bertikai telah meleburkan rasa benci dan amarah. Menyatukan kembali dua keluarga yang bertikai.

image

Akh.. aku sangat ingin memiliki kekuatan untuk menyelesaikan dokumentasi kisah ini. Karena cerita yang ingin kubaca ternyata haruslah kutuliskan sendiri karena memang belum terabadikan dalam tulisan manapun.
Semoga….

image

la_vie

The Wind Blows

The sun was start rising when I got up. It’s Idul Adha 1436H. I started to hear all the noise. Akhhh, another Idul adha abroad, which has two side effects. I was happy but also sad coz it’s far from my family.

But here, I can meet the new family that I had when I was here for the big exchange of my life. It was a big movement through my life story and will remain still ’till the end of my life. A new family that shined the darkness spot of my life after my grief.

image

It was also a big sacrifice for me, to be brave of loosing all the luxury life just to learn what life is about. The same meaning of Idul adha, which is teaches us about sacrification.. when Prophet Ismail obyed the God’s will to sacrificed his son, and with all the fight inside himself, he dicided to obeyed.

When I decided to leave my hometown, for me, it was also a big sacrification. I got everything that a normal people aims in life. It’s not only enough but exceeded my expectation, but the changes is still needed. So I just leave.

image

And the things that I always remember is, no matter where we go, when we do good we’ll get good, sometimes it might delay, but doesn’t meant we will not get what we want. Because Allah decides everything, we just can ask and pray for His guidance, His kindness and His bless…

“Say: ‘Nothing will happen to us except what God has decreed for us: He is our protector’: and on God let the Believers put their trust.  (The Noble Quran, 9:51)”

image

May Allah SWT always gives us the best in our life…

la_vie

Around Canberra

Tahun 2009, before I came back to Indonesia after completed my study at Griffith University Queensland Australia, bersama Rinie dan Joy, bertiga kami sempat melakukan sebuah perjalanan. Rinie dan Joily adalah teman kuliah. Rinie berasal dari Aceh dan Joy asli Taiwan.

image

Maka dimulailah petualangan tiga srikandi ini ke Sydney sekalian mengunjungi  Frida, anak Indonesia yang kuliah disana. Dalam kunjungan itu kami juga menyempatkan diri berkunjung ke Canberra, ibukota negara Australia.

Kala itu, kami sempat berkunjung ke New Parliament House, War Memorial Building, Kedutaan Besar Indonesia untuk Australia dan Canberra Art Gallery di Canberra.

Setelah kembali ke Indonesia, kali ini, saya berkesempatan lagi berkunjung ke Canberra, guna menghadiri undangan Mining workshop yang didahului dengan Indonesia Update 2015. Bertempat di Australia National University Canberra.

image

Meskipun matahari bersinar, namun udara begitu dingin. Sangat berasa begitu saya naik pesawat Qantas melanjutkan perjalanan transit dari Melbourne ke Canberra. Sebelumnya aku menggunakan Garuda Indonesia dari Jakarta ke Melbourne.

Begitu tiba di Canberra, sungguh kejutan karena dijemput langsung oleh Professor Kathryn.. lalu kami menunggu kawan lain yang datang. Setelah komplete, kami lalu diantar ke pemondokan kami.

image

Aku ditempatkan di ANU University House, which is very close to the workshop venue. Soo in love with this place. Especially with all the flowers surrounds.

image

2 hari mengikuti Indonesia Update, 2 hari mengikuti Mining Workshop.. huffff luar biasa pengaruhnya. Ide-ide yang luar biasa, diskusi yang great, belajar dari pakar Antropologi dan sosiologi dan semua diskusi tentang Indonesia. Berharap kedepannya, akan semakin banyak mahasiswa Indonesia yang tertarik dengan penelitian tentang Indonesia.

Saya juga senang sekali bisa menikmati kehidupan sosial di Canberra, bertemu orang-orang baru dan luar biasa, bertemu dengan kakak kelas di SMP YPS yang baik dan cantik, Wanda Sumual Beby bersama suami dan anak perempuannya yang canti., Kak Wanda sudah menjadi warga negara Australia mengikuti suami.

image

Saya juga berkesempatan bertemu mb Nikmah, setelah rencana pertemuan di Jakarta yang gagal hehehe. Mb Nik, paggilan kecilnya saya kenal ketika beliau masih di Amerika mengikuti suami, dan mengenalkan saya pada bisnis online dBCN Oriflame.

image

Namun hal yang sangat luar biasa, dimana saya berkesempatan mengetahui sebuah fakta sejarah bahwa saya berteman dengan keturunan dari salah seorang yang sangat berharga di Canberra, dr. Michael Hohnen. Lewat facebook, dr. Mike, panggilannya, menyampaikan bahwa ANU adalah “my father’s baby” so I went to see the history of ANU dan saya diperlihatkan sebuah bukti sejarah bahwa ayah dr. Mike, Ross Hohnen adalah seorang Registrar di jamannya.

image

Another thing that always amazed me of Australia is their respect to their history. They even named a room as Ross Honen’s room at Cancellery’s building of ANU. Mereka memiliki banyak memorial building dan mereka memberikannya nama orang-orang yang bersejarah. Hal ini bukan hanya di kota, tetapi sampai di desa-desa terpencil sekalipun.

Saya juga sempat berkeliling, mengunjungi Pameran bunga terbesar di Camberra, Flouride Festival, Canberra Museum, old Parliament House yang di depannya, berdiri tenda-tenda yang ”illegal but noticable’s” pondok as the Aboriginal’s embassy as a symbol of their protests for indiginious land that has been taken by the state.

image

Sungguh pengalaman perjalanan yang luar biasa. Dan besok saya akan terbang ke Queensland. Sedikit bernostalgia sebelum saya kembali ke Indonesia bersama teman-teman yang saya kenal disana, berkunjung ke Griffith University, tempat saya kuliah Master in Business Event Management.

Huuuu the shows must over and it feels so short…. but I love to share and encourage people to see the other part of the world. Where the life could be so much different than our daily permanently life but I believe, as long as we are able to connect to the locals, we will enjoy the journey. Definitely!!!

la_vie

Ga Harus Pejabat

Visa granted!!! Yeiiiii ga percaya.. amazed.. unbelieavable.. fabulous.. speechless.. poko’e amazing lah…

image

Dapat info dari visa agent kalau berkas dah setor jam 10 pagi.. nah.. dalam perjalanan menuju ITB Bandung, jam 11.20 dapat telpon konfirmasi dari Kedutaan Besar, eh, jam 2 siang dapat email Visa Granted… OMG.. serasa di awang2.. sampe-sampe sambil nyetir goyang badan sorong kanan sorong kiri hahhaha.. dan hasilnya tadaaaaa penumpang pada takut.. sory yah Wie Sweet n Princess Yola 😀  I’m Happy bo…!!!

image

Jadilah kita berangkat.. cihuyyyyy… cutinya jadi… kebayang masuk kampus ANU Canberra terutama di library dengan segala journal accessnya, kebayang melihat festival bunga yang lagi mekar-mekarnya di Canberra, kebayang bisa mampir ketemu kakak2 dan teman-teman di Sydney, Brisbane, Gold Coast, dan Banora Points, kebayang jalan-jalan di kampusku dulu Griffith Uni, ke Parkwood, Arundel, Harbour Town.. n kalau memang sempat ke QLD… pastinya aku bakal ke Mesjid Gold Coast dan ceruk tempatku dan Rinie Indriyani dulu suka mancing ikan yeiiiiiii hahhahaaha ga tau dah.. apa semua bisa terwujud.. yang pasti I’m so happy and wish it will come true

Ternyata ga perlu jadi pejabat tuk apply Visitor Visa for Business Purpose ke Australia cieeee… yang artinya gw masuk Ozy dah menggunakan 3 jenis visa uhuyyyy.. senangnya hatiku. Hilang panas demamku *sing a song.

Nah.. jadi pengen share neh… secara gw bukan orang banyak duit dalam keseharian.. tapi image ke luar negeri itu susah.. hmmmm sepertinya ga begitu2 amat kelessss.

Pertama gw masuk Ozy tuh pake Tourist Visa (Sc676).. hahaha jadi inget jalan-jalan ke Perth hanya 48 jam doank karena cutinya dibatalkan, dapat perintah pulang berhubung akan ada kunjungan VVIP… secara waktu itu tanggung jawab aku lah yang ngurusin tamu-tamu VIP di perusahaan tambang tempatku kerja. Tapi berhubung 7 menit telat gegara cari parkiran jadilah nambah 15 jam lagi nunggu di Perth to catch the next flight 😄😄😄 jadilah ibu Linda Griffin yang sibuk kanan kiri bolak balik nganter ke Bandara… love you bu.

image

Anyway busway.. ternyata pengalaman itu membuatku harus kembali lagi ke Ozy, panggilan sayangku buat Australia.. tapi di lokasi yang berbeda. Visanya pun beda.. secara, tinggalnya pun bukan 2.5 hari lagi tapi 2 tahun dengan Student Visa (Sc573) hehehhehe.. belum lagi ternyata tempatku kuliah itu di Gold Coast, Queensland equal to trourist destination Indonesia keq Balinya Indonesia gitu dah…

image

Tinggal di Australia itu kalau orang kaya seh.. tanpa kerja juga gpp.. tapi kalo bangsa diriku yang berangkatnya nekat, kerja itu menjadi keharusan.. syukur bangettt, pemerintah Australia itu baik banget.. kita-kita yang mahasiswa boleh tuh apply visa kerja paruh waktu ketika sudah berada di Australia.

image

Sebenernya untung banget koq kalau mahasiswa apply limited work permit sebelum kerja. Mereka bisa mendapatkan gaji UMR perhour. Kalau masaku dulu seh dapatnya $14-$16/jam untuk hari Senin-Jumat trus Sabtu $20/jam, Minggu $25/jam dan hari libur nasional $40/jam. Daripada kerja non permit hanya dapat $8 – $12 saja per jam nya… lumayan banget kan bedanya… coba aja dikalikan 8 jam sehari x 4 minggu sebulan bruakakakak buanyakkkkk…. apalagi sekarang.. mungkin lebih tinggi yaaa karena kurs $ naik… psttt kerja paruh waktu itu sehari hanya 4 jam loh yaaaa. Jadi kerjanya mesti rajin donk biar dapat tambahan jam kerja meski non tax hehehe..

Hahahha n kini aku akan kembali lagi ke Australia dengan menggunakan Visitor Visa for Business Purpose (Sc600). Kunjunganku kali ini guna menghadiri undangan Indonesian Update dan Mining Workshop at Australian National University (ANU) 18-21 September 2015.

image

Ckckckckck.. intinya, ternyata ga perlu jadi pejabat lah tuk menikmati fasilitas ini.. hehehehehe…

Hmmm masuk Australia dengan Tourist Visa sudah, Student Visa sudah, Visitor for Business Purpose tinggal berangkat … hmmmm jadi pertanyaan dalam hati neh  (also a little wish kalo didengerin para angel) apa next aku akan balik lagi ke Australia dengan Work Visa???? #ngarep.com Hahhahahaha atau.. jangan-jangan Spouse Visa for permanent resident yakkkk huakakkakakak

Yang pasti dan ingin aku sharing disini.. bahwa jalan-jalan ke luar negeri itu ga seribet yang sering kita bayangkan.. memang rada mahal kalau pakai duit sendiri.. tapi bukan berarti ga mungkin koq. Apalagi sekarang jaman dah canggih.. banyak maskapai penerbangan sering memberikan promo tiket murah.. trus coba aja gabung di tim backpacker Indonesia.. mereka punya banyak sekali agenda jalan-jalan murah.. asal aja ga minta tinggal di hotel mewah.. naik limousine.. hahaha.. kalo itu seh… silahkan merogoh kocek sendiri.

image

Tapi bagi yang suka travelling, jalan-jalan menikmati alam.. curious dengan kehidupan lokal di suatu daerah.. backpacker is the best choice hahaha koq jadi #ngiklan neh…

Nah… kalo yang pengen jalan-jalan gratis.. dapat dinner ala raja dan ratu.. menikmati pesona alam bahkan dikasih uang jajan gabung aja di Prudential Glory Vision Agency. Bisa kontak diriku HP/SMS/WA/Line di 081342036240 Pin BB by request dan skype Ayank_Upi… seppp kan yakkk???

Okeee.. gotta go now.. will let you up-date for my next week trip at Ozy…

Bubayyyyy

la_vie