CUCCO

Day 29 – CUCO

Saat disampaikan bahwa panitia menyiapkan makanan khas Bantilang, saya sih merasa biasa-biasa saja. Saya pikir, paling ikan pangkilang atau sejenis ikan teri danau tapi bentuknya besar dan lebih gelap. Atau ikan butini, ikan purba danau Towuti. Tapi saat kami mengambil makanan, ternyata yang disajikan adalah siput danau atau yang dikenal dengan sebutan Cuco.

Wah.. tidak terasa saya menghabiskan satu piring Cuco. Betapa tidak, Siput ini dimasak dengan cara yang sangat sederhana dan tradisional. Hanya 10 menit dimasak dengan air mendidih kemudian dicampurkan garam dan sereh, lalu ditambah cabe rawit utuh sebagai pemanis hidangan Cuco. Lalu, menambah sedap hidangan, dibuatkan sambal dari campuran cabe rawit, garam dan jeruk. Betul-betul hidangan istimewa di hari yang cerah.

“Sudah lama sekali saya tidak makan siput danau Pak De, wah.. terima kasih sudah dihidangkan disini,” jelasku sambil menikmati Cuco. Cara menikmatinya cukup dihisap, maka daging siputnya kan keluar. Dan bisa langsung dikonsumsi.

“Dulu saya sering makan siput danau Matano  saat masih kecil di Sorowako,” jelasku lagi. Wah, serasa mengenang masa lalu.

Jangan salah, di negara Eropa seperti Perancis, hidangan siput disebut Escargot merupakan   hidangan pembuka yang eksklusif di negara Eifel. Selain Perancis, makanan yang dinilai menjijikkan ini juga merupakan hidangan andalan Nigeria untuk Snail Stew, Vietnam – Oc Len Xao Dua, Moroko – Babbouche dan Filipina – Ginataang Kuhol. Pokoknya, hari ini aku bisa makan Sultan.

 

.

.

@cahyadi_takariawan

 

#belajarmenulis

#kmobasicbatch49

#antologi17

#200kata

#ceritavie

#viestory

#vienulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s