Email PNS Satu Pintu, Efektifkah?

Dari koran Fajar, korannya Sulawesi Selatan (2/1), saya membaca laporan tentang peraturan yang dikeluarkan pemerintah pusat tentang pemberlakuan aturan baru terkait aktivitas e-mail atau surat elektronik bagi para pegawai negeri sipil (PNS).

Image

Sungguh ironis ketika sebuah aturan dibuat dan diberlakukan, namun pendukung pelaksanaan aturan-aturan tersebut belum maksimal. Terkadang saya berfikir, bagaimana sebuah aturan itu dapat ditegakkan jika pelaku aturan tidak dapat memaksimalkan fasilitas dan potensi yang ada untuk menegakkan aturan tersebut. 

Sama halnya dengan aturan ini, yang dibuat untuk menghindari penyadapan. Apakah kemutlakan penggunaan domain yang sama justru memberikan peluang besar untuk penyadapan? Bagaimana dengan mekanisme pelaksanaan penggunaan email ini? 

Saya mencoba membuka domain website yang dimaksud, namun alih-alih bisa mendaftarkan diri, saya justru mendapatkan status “maaf, pendaftaran tidak dapat dilakukan karena terjadi gangguan pada bkn.go.id”.

Ketentuan yang diatur dalam Peraturan Presiden 81/2010 ini dipertegas dengan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) 6/2013. Menteri PAN-RB Azwar Abubakar mengatakan, saat ini seluruh instansi pemerintah pusat maupun daerah telah menggunakan perkembangan teknologi informasi untuk menunjang kinerja.

“Termasuk layanan e-mail,” katanya. Nah, masih banyak PNS yang menggunakan e-mail dengan domain nonpemerintah seperti Yahoo, Gmail, dan sejenisnya. (fajar 2/1)

Image

Kenyamanan berkomunikasi lewat email inilah yang menjadi perhatian pemerintah, karena ketidaktertiban PNS dalam mengirim atau menerima e-mail melalui domain nonpemerintahan berpotensi disadap pihak lain. Padahal banyak dokumen kedinasan yang berkategori rahasia atau untuk diketahui terbatas. “Kami ingin menata supaya PNS tertib dalam menjalankan roda birokrasi,” katanya.

Justru saya berfikir ketika website instansi pemerintahan masing-masing misalnya bkn.go.id, kemenpora.go.id, dsb dapat dikelola dengan baik, dan mendapat perlindungan IT yang layak, disertai aturan penyebaran informasi rahasia menggunakan account resmi pemerintahan, tentu saja setiap PNS yang memiliki account tersebut dapat lebih berhati-hati dan tidak akan menggunakan email pribadi dalam berkomunikasi terkait pekerjaannya atau informasi yang sifatnya rahasia.

Image

Namun dari pengalaman saya, ketika baru pertama kali bergabung dalam birokrasi PNS, ketika saya mengajukan pengusulan penggunaan email resmi go.id dan direspon positif oleh pimpinan kami. Pada saat itu, seluruh pejabat eselon diberikan email secara khusus dan diberikan alternatif password sebagai langkah awal. 

Namun dalam aplikasinya, ternyata para pejabat eselon tersebut tidak semuanya dapat mengakses email masing-masing dan membutuhkan bantuan staf untuk mengakses email mereka dikarenakan kondisi kerja di daerah yang terkadang masuk ke pelosok-pelosok daerah. Sehingga dari segi efektifitas, justru menambah beban pekerjaan terkait dengan informasi yang dibutuhkan.

Kendala lain yang seringkali muncul adalah terbatasnya kuota yang diberikan kepada setiap PNS justru cenderung menghambat pekerjaan masing-masing. contoh saja ketika saya harus mengakses email yang telah saya terima dari tahun sebelumnya, namun dikarenakan terbatasnya kuota yang saya miliki, saya harus menghubungi server dan akhirnya kembali saya harus menggunakan email pribadi untuk berkomunikasi.

Image

Belum lagi ketika file yang dikirimkan atau diterima dalam kapasitas yang besar. Tentu saja menjadi kendala kecuali di buka langsung di server terkait.  Apalagi jika harus mengakomodasi 4,2 juta PNS seluruh Indonesia seperti yang disampaikan oleh praktisi IT dari Manajemen Informatika dan Teknik Komputer Program Diploma Institut Pertanian Bogor (IPB) Medhanita Dewi Renanti. 

Menurutnya, penggunaan domain kedinasan atau pemerintah memang bisa lebih save ketimbang domain umum  tetapi, sebagai PNS, dia menyayangkan ketika server penyedia domain kedinasan itu penuh. Sehingga akses penyimpanan data hasil penerimaan email menjadi tersendat.

“Jika setiap PNS mendapatkan kuota 1 GB, berarti server yang disiapkan harus mempu menampung data sebanyak 4,2 juta GB,” jelasnya. Sehingga, tanpa kapasitas server yang besar, tentu akan menjadi kendala dalam pekerjaan.

 

ps. Fasilias dalam e-mail kedinasan berdomain @pnsmail.go.id itu adalah kapasitas penyimpanan data hingga 1 Gigabyte (GB), bisa dikoneksikan dengan portal atau website instansi tempat berdinas, proteksi dari spam, virus, dan lain-lainnya. Selain itu, domain @pnsmail.go.id bisa diakses melalui ponsel atau tablet.

#RenunganVie

 

Do You Dare?

I can’t sleep. All I think was about my big day. How will it be? How will I looked like? How’s everything will organized?

It keep spinning around in my head. When will it be? Where will it be held? How it will be? About the date, about the dressess, about the ring, about the venue, about the caterer, about the invitation, about the souvenir, about the processes, everything comes in once.

I can’t stop thinking about it untill I can’t sleep. I keep search and googling, looking for the unique, elegance and ‘very me’ design and motives. Saved some interesting figures for further choices.

But than I realise, who will be standing next to me? Do you dare?

image

The wedding will not just about you and me, but about uniting the two big family of us both. It’s about acceptance and togetherness as well as dignity. I will not only belongs to you but to your family as well, and it will applied to you either.

All plans has been set up, already figured how I want it be. It’s also been calculated and un-negotiable hihihihi unless it depends on who is the whisperer 😀

#RenunganVie

Welcome 2014

Welcome 2014, Farewell 2013
Seems like we are welcoming a new friend and leaving an old friend. Some peolpe said, to achieve, change needed as well as the time changing.

Every seconds, every minutes, ever hours, every days, every weeks and so on.. we will changed. Even a burried death body changed under the ground.
The changes happen in every way of our living

So to get your success an years ahead, you should change!
Change the way you think, change the way you speak, change the way you speak, change the way you move. Change from getting a negative message into a positive image. You’ll see the power of positive will drives your kindness. So, you’ll find better in 2014 and years ahead.

So folks, lets start commit to our self.
A better changes in life for successes!
image

2014 New year celebration at Losari Beach Makassar

I wish you all, a prosperious year with a positive changes….

#RenunganVie

Forget Me Not

Forget me not oh my distance friend
Many memories left behind and I’m willing not to forget
Since the moment we shared together ’till we apart by the circumstances
It was the best moment ever, happened in my life
Knowing you is precious, meeting you is treasure

Forget me not oh my distance friend
It’s a still do part of my life
Everytime I look back to time we were spent together
The way we laughed of a funny thing
The way we cried for the sadness thing
The way we shared for every stories
The way we comment on each other’s partner
The way we sneezed behind someones back
The way we giggled after teasing someone

Forget me not oh my distance friend
No matter where are you now
No matter how they treated you after the vow
Because thou you far from me
You are still my best friend ever
‘Coz I believe, since the moment first we met
I have the sense of a long time friendshid
And our relationship was meant to be

#ViePoet

Jakarta – 30122013

Kaulah Jiwaku

Mungkin selama ini
Aku hanya nyanyian bagimu
Senandungmu riang kala kau bahagia
Senandungmu syahdu kala kau tergugah
Senandungmu merdu kala kau bersahaja
Bahkan terkadang
Senandungmu anjriiiiitttttt merusak gendang telinga
Dengan segala sumpah serapah

Tapi sekarang aku bukan hanya milikmu
Setelah kau putuskan untuk memberi label padaku
Pun aku tak peduli lagi
Meski kau sesak dengan air mata

Nyanyianmu telah hilang
Senada dengan denting dawai di malam hari
Seirama dengan debur imbak di pasir putih
Bahkan segemerisik air yang jatuh ke dasar kolam

Rantingmu telah patah
Kini kau hanya bisa terpaku
Nyanyianmu telah sumbang
Kemilau itu telah meradang dan menyatu pada diriku
Kini aku bebas menapaki sayapku
Lepas….

Tapi kau tahu…
Ku menantimu di penghujung malam
Karena rinduku dan hatiku hanya untukmu…
Kasihku, belahan jiwaku…
Panggil aku kembali dan sebut namaku abadi
Karena aku akan selamanya menjadi nyanyianmu

#RenunganVie

Sent from Samsung Mobile

Protokol adalah Pengatur

Aku terperangah mendengar cerita sohibku. Bagaimana seorang protokol menarik tangan pejabat dalam sebuah acara hanya untuk menunjukkan posisi tempat duduknya. Bagaimana seorang protokol membuat pejabat mengekorinya ke arah yang salah dan harus berputar seperti rombongan bebek. Bagaimana seorang protokol yang tidak mengenali pejabat yang dilayaninya. Sungguh luar biasa!

Saya memang bukan protokol yang hebat. Saya juga belum pernah menduduki jabatan tinggi terkait dengan keprotokoleran. Tetapi saya sedih ketika orang-orang selalu memandang remeh pekerjaan seorang protokoler di lapangan. Menganggap bahwa kesalahan-kesalahan minor seperti yang saya kemukakan di atas adalah wajar dan biasa-biasa saja.

Dari pengalaman dan semua yang pernah saya pelajari tentang keprotokoleran, seorang protokoler sangat menentukan terciptanya suasana yang mempengaruhi keberhasilan jalannya sebuah acara. Seorang protokoler harus memiliki kemampuan mengatur orang-orang  yang bertugas dalamnsebuah acara sehingga dalam pelaksanaannya acara tersebut  berlangsung khidmat, megah, ekslusif, tertib, aman dan lancar.

Ada banyak hal tidak terduga dapat terjadi saat acara berlangsung. Butuh kecekatan, naluri antisipasi dan spontanitas yang tinggi untuk mengatasi keadaan, ketelitian dan kecermatan dan sangat penting ketika terkait dengan nama, pangkat, jabatan, gelar dsb.

Seorang protokoler diharapkan bertindak sebagai mediator karena keberadaan seorang protokoler mencerminkan keteraturan, efektifitas dan bahkan memiliki estetika tersendiri pada setiap kesempatan. Bahkan kadangkala persepsi yang muncul adalah protokoker itu ribet, rumit, kaku, berbelit dan lain sebagainya. Padahal perlu kerja ekstra bagi seorang protokol sehingga acara dapat berjalan lancar, tertib dan aman.

Seorang protokol tidak hanya membangun citranya pribadi, tapi merupakan representasi organisasi yang dibawakannya. Seorang protokol yang profesional harus menguasai pengetahuan, keterampilan dan kode etik protokol serta memiliki komitmen yang kuat dan konsisten sesuai integritasnya dalam memberikan pelayanan yang terbaik sehingga menimbulkan kepuasan dan peka serta tanggap dalam bertindak.

Mungkin juga banyak yang menggampangkan tugas protokoler itu karena mereka melihat para protokol selalu berada di barisan depan, di atas panggung, bersama para pejabat-pejabat. Padahal mereka tidak paham, untuk berada di depan dan melakukan berbagai hal dengan biasa itubadalah sangat sulit apalagi di depan para pejabat. Dibutuhkan rasa percaya diri yang sangat tinggi, serta kemampuan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan bahasa dan tindakan yang beretika, bermoral dan sangat hati-hati.

Jadi protokol itu bukan seperti pengertian bahwa hanyalah seorang         pembawa acara biasa seperti yang terpatri pada sebagian besar manusia. Protokol itu adalah pengatur jalannya kegiatan dan itu mencakup seluruh aspek. Tidak ada kata lelah ketika protokol itu bertugas dilapangan. Masih mau menganggap remeh tugas seorang protokoler?

#RenunganVie

Keep Persistent

Pernah tidak ketika kita menulis dan tiba-tiba stuck, blank ,  kehilangan ide dan tidak mampu meneruskan kembali tulisan kita.

Masalah ini sering sekali aku alami dalam menulis. Banyak halaman-halaman baru yang aku buat tapi tidak pernah selesai. Kemudian ketika terpikirkan untuk memulai kembali, kadang kesulitan baru pun muncul, bagaimana menghilangkan gap atau membuat koneksi sehingga ide sebelumnya dapat terhubung dengan ide baru.

Menanggapi pertanyaan ini, Graham Hancock, penulis buku bestseller The Sign and The Seal, Fingerprints of The God dan Heaven’s Mirror dalam perbincangan singkat kami di Garuda Lounge Bandar Udara Adisucipto Jogyakarta jumat (14/12) lalu mengisahkan bahwa semua penulis pernah dan sering mengalami hal di atas.

It’s about persistency Sulvi. When you stuck, sit still until the idea comes back. This happen a lot especially for the young writer so don’t worry.’

Semua itu tentang kegigihan Sulvi. Ketika kamu terhenti, tetap duduk sampai ide itu muncul kembali. Hal ini sering terjadi khususnya pada penulis-pemula jadi g perlu khawatir.’

Hehehe enak banget yah ngomongnya. Tapi lumayan juga sih dapat motivasi dari penulis hebat.

Hancock mulai bercerita muasal dia mulai menulis diawali dengan membuat puisi, lalu menjadi wartawan, menulis buku hingga ketertarikannya pada dunia Antropologi.

“Semua itu membutuhkan proses, laiknya sebuah pisau, semakin diasah akan semakin tajam. Begitupula dengan ilmu pengetahuan juga menulis. Semakin sering kita menulis, kemampuan dalam mengolah kata, membuatnya menarik akan semakin baik,” jelas Hancock.

Beliau juga menambahkan, ‘menulis itu sama dengan berbicara… it’s a story telling , bercerita adalah intinya. Bagaimana kita mau bercerita, bagaimana awal hingga akhir dari cerita itu, bagaimana cara kita meyakinkan jika benar cerita itu adalah nyata atau khayalan, bagaimana kita ingin mendapatkan respon dari pembaca. Disitulah seorang penulis dapat berimprovisasi.

“Start with something you were confident about! Let it flows like a river. Mulailah dengan hal-hal yang kamu percaya diri karenanya dan biarkan mengalir seperti sungai”,  tambah Hancock.

Seakan tak ingin menyudahi perbincangan kami. Sayangnya.. belum ada tulisan yang aku buat dalam bahasa Inggris sehingga tak ada yang dapat kubuktikan padanya. Namun hal yang amazed ketika aku menghitung tulisan noteku di bulan Desember ini yang ternyata lebih dari target yang aku buat sendiri.

See, you can write. You just need more confident about it. 15 writings in half month, means you write aprox once  a day, amazing! Lihat, kamu dapat menulis. Hanya perlu lebih percaya diri. 15 tulisan dalam setengah bulan. Artinya kamu menulis kira-kira sekali sehari, luar biasa!” Ujarnya.

Aku sendiri termangu, menghitung tulisan yang aku buat pada blog yang baru saja aku mulai awal Desember ini. Iya yah… memang belum sekaliber para penulis-penulis profesional lainnya. Tetapi aku telah memulai untuk menulis dan harus aku lanjutkan terus sehingga kemampuan menulisku bisa semakin baik.

“A good writer should read someone else’s writing. They should learn how others writing is world worthed and become bestseller. So they can do it them self and learn to write better. Seorang penulis yang baik harus membaca tulisan orang lain. Mereka harus belajar bagaimana tulisan orang lain sangat layak di dunia dan mendapat penjualan terbaik. Sehingga mereka dapat belajar untuk keberhasilan mereka sendiri dan belajar untuk menulis lebih baik,” Jelasnya.

Panggilan untuk penerbangan kami berulang yang kedua. Akhirnya kami berpindah ke ruang tunggu untuk naik ke pesawat. Dengan penerbangan yang sama menuju Jakarta, mereka akan melanjutkan terbang pulang kembali ke London sementara Jakarta merupakan tujuan penerbanganku.

Sebelum berpisah, kembali Hancock mengingatkanku, “keep persistent and sit still when you get lost! Tetap bertahan dan tetap duduk ketika kau tersesat!” Teriaknya.

#RenunganVie

Ya Allah, Kuatkanlah Aku

Seorang teman mengganti photo profile bbmnya. Tampak sebuah ruangan dengan hiasan pengantin bernuansa hijau. Laksana singgasana raja Luwu dengan segala ornamen-ornamen kemegahan dimana sepasang calon mempelai akan berikrar janji setia, sehidup semati dalam ridha Allah SWT.

Kemarin aku menghadiri acara pernikahan seorang teman di mesjid Raya Pondok Indah. Walaupun disela-sela rasa capek yang terpancar di matanya, senyuman sumringah pertanda kebahagian selalu tersungging dari bibirnya. Ratusan tamu undangan memadati ruang resepsi bergantian memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.

Sehari sebelumnya, aku mengantarkan 4 karton kiriman berisi undangan dan souvenir pernikahan adikku ke bandara Soekarno Hatta untuk dikirimkan ke Makassar. Pernikahannya akan berlangsung di minggu terakhir Desember ini.

Pagi tadi, ibuku menelpon dan menyampaikan doa yang senantiasa dipanjatkannya. Doa agar diberikan kesehatan dan umur panjang untuk dapat menghantarkan semua anak-anaknya ke mimbar pelaminan. Yang artinya setelah pernikahan adikku, aku harus mensegerakan pernikahanku sendiri.

Ya Allah, kuatkan hatiku mengikuti segala proses yang harus kulalui dalam hidupku. Hanya Kaulah Yang Maha Mengetahui betapa inginku memenuhi kehendak kedua orang tuaku. Dan atas ijin, ridha, dan kehendakMulah semuanya bisa terjadi ya Allah.

Pernikahan adalah impian setiap wanita, begitu pula dengan diriku. Duduk di pelaminan bersama lelaki yang kupuja, berikrar setia sehidup semati dalam bimbinganMu ya Allah. Namun semua itu adalah kehendakMu, untuk itu aku mohon padamu ya Allah….

اللَّهُمَّ أِنِّىْ أُرِيْدُ أَنْ أَتَزَوَّجَ فَقَدِّرْ لِيْ مِنَ الرِّجَالِ مَنْ هُمْ اَعَفُّ وَ أَحْفَظُهُمْ لِيْ فِيْ
نَفْسِيْ وَ مَالِيْ وَ أَوْسَعُهُمْ رِزْقًا وَ أَعْظَمُهُمْ بَرَكَةً وَ قَدِّرْ لِيْ وَ لَدًا طَيِّبًا تَجْعَلُ لَهُ خَلَقًا صَالِحًا فِيْ حَيَاتِيْ وَ مَمَاتِيْ

Allaahumma innii uriidu an atazawwaja faqaddir lii minar-rijaali man hum a’affu wa ahfazhuhum lii fii nafsii wa maalii wa ausa’uhum rizqan wa a’zhamuhum barakatan wa qaddir lii waladan thayyiban taj’alu lahuu khalaqan shaalihan fii hayaatii wa mamaatii.

“Ya Allah, sungguh aku ingin menikah, maka tetapkanlah untukku lelaki yang sangat peduli untuk menjaga diriku dan hartaku, yang sangat luas rezekinya, yang besar keberkahannya. Dan tetapkanlah untukku anak yang baik yang Engkau jadikan sebagai pewaris yang baik dalam hidupku dan matiku.”

اللَّهُمَّ زَوِّجْنِي رَجُلاً صَالِحاً تَقَرُّ بِهِ عَيْنِيْ و تَقَرُّ بِيْ عَيْنُهُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَ الْإِكْرَامِ

Allaahumma zawwijnii rajulan shaalihan taqarru bihii ‘ainii wa taqarru bii ‘ainuhuu yaa dzal jalaali wal-ikraam.

“Ya Allah, nikahkanlah aku dengan lelaki yang shalih yang menyejukkan hatiku (tenang dipandang) dan aku pun membahagiakan hatinya, wahai Dzat yang Mahaluhur dan mulia.”

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Wahai Rabb kami, berikanlah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat dan jagalah kami dari azab neraka.” (QS. Al-Baqarah [2]: 201)

رَبِّ هَبْ لِي حُكْماً وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
(Ibrahim berdoa): “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku Hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh.
Q.S.26 (Asy-Syu’araa) ayat 83 :

وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا

“Dan aku memohon kepada-Mu agar menjadikan setiap ketetapan (takdir) yang Engkau tetapkan untukku sebagai (takdir) kebaikan.”

Ijabahlah doaku ya Allah. Dengan perkenanmu, pertemukanlah aku dengan seorang laki-laki yang akan menjadi imamku, pelindungku serta teman hidupku dalam beribadah kepadamu.

Seandainya telah Engkau catatkan dia akan menjadi teman menapaki hidup, satukanlah hatinya dengan hatiku. Titipkanlah kebahagiaan diantara kami agar kemesraan itu abadi. Dan ya Allah… ya Tuhanku Yang Maha Pengasih, seiringkanlah kami melayari hidup ini ke tepian yang sejahtera dan abadi.

Tetapi, ya Allah… Seandainya telah Engkau takdirkan dia bukan milikku, bawalah ia jauh dari pandanganku. Luputkanlah ia dari ingatanku. Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku. Dan peliharalah aku dari kekecewaan.

Ya Allah, ya Tuhanku Yang Maha Mengerti..berikanlah aku kekuatan melontar bayangannya jauh ke dada langit, hilang bersama senja nan merah. Agar aku bisa berbahagia walau tanpa dia.

Ya Allah yang maha mengetahui hati… Gantikanlah yang telah hilang, Tumbuhkanlah kembali yang telah patah. Walaupun tidak sama dengan dirinya, Ya Allah ya Tuhanku….Pasrahkanlah aku dengan takdir-Mu. Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan adalah yang terbaik buatku. Karena Engkau Maha Mengetahui segala yang terbaik buat hamba-Mu ini.

اَََللّهُمَّ اِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّيْ وَ عَلَانِيَّتِيْ فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِيْ

” Allohumma innaka ta’lamu sirrii waalaa niyyatii faqbal ma’dzirotii ”

” Ya Allah, Engkau mengetahui apa yang aku sembunyikan dan aku lahirkan, maka terimalah “zurku”

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah puas, juga dari doa yang tidak terkabul.”

اللهم صل على محمد و على آل محمد وبارك على محمد و على آل محمد كما صليت وباركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shollaita wa baarokta ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid.

“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad,sebagaimana Engkau telah bershalawat dan memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia”

اَمِين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

#RenunganVie

Berobat Pertama Dengan Askes

Sejak menerima kartu peserta askes, inilah kali pertama aku memulai sejarah menggunakannya untuk berobat. Untuk menggunakan kartu kuning kecil ini, membuat panjang hariku ditengah kondisi macet ibukota.

Bermula dari perjalanku kembali dari kota Daeng di Makassar. Menggunakan pesawat pilihan penumpang yang juga menjadi Official Global Airlines Partner Liverpool Football Club dalam kegiatan Liverpool FC Asia Tour 2013 lalu yaitu Garuda Indonesia.

Dalam perjalanan menggunakan pesawat terbang, sudah menjadi terbiasa ketika terjadi tekanan udara yang tinggi, maka aku akan menutup hidung dan menghembuskan nafas kencang-kencang sehingga udara dapat keluar dari kedua telingaku.

Namun siapa sangka, ternyata telinga kiriku tidak dapat mengeluarkan udara. Terasa sangat sakit sekali terutama di daerah kening.

Awalnya aku berfikir, sakit itu akan hilang dengan sendirinya setelah istirahat yang cukup. Namun dua minggu berlalu, dengungan di telinga masih tetap ada. Beragam metode pun telah aku lakukan untuk terapi mengikuti bacaanku hasil browsing bersama om Google.

Tapi semuanya tetap saja tidak berhasil. Dengungan di telingaku tetap saja ada dan bahkan mungkin menjadi penyebab sakit kepala di kening.

Akhirnya kuputuskan untuk berobat. Akupun menuju Rumah Sakit Tebet. Aku sempatkan bertanya bagaimana cara menggunakan kartu Askes jika hendak berobat. Karena memang sejak pertama kali mendapatkan kartu askes, tidak pernah sekalipun aku menggunakannya.

Setelah dijelaskan panjang lebar mengenai prosedur penggunaan askes, aku pun mendaftarkan diri untuk bertemu dokter THT karena prakteknya di sore hari. Namun aku mendaftar untuk pelayanan pribadi saja dulu, karena masih panjang proses yang harus aku lakukan jika ingin menggunakan kartu askes.

Prosedurnya adalah, pertama aku harus ke kantor PT Askes di Pasar Minggu untuk pembaharuan data perubahan domisili. Apalagi aku telah pindah domisili dan menggunakan KTP Tebet, Jakarta Selatan. Setelah itu aku harus ke puskesmas kecamatan Tebet dan mengambil surat rujukan ke rumah sakit.

Untuk urusan begini biasanya membutuhkan waktu yang lama. Makanya aku mendaftar saja untuk pasien pribadi.

Namun ternyata urusannya tidak seribet yang aku bayangkan. Aku ke kantor PT. TASPEN dan langsung dilayani. Namun sayangnya, sistem prubahan data yang mereka gunakan sedang error sehingga mereka hanya bisa mengeluarkan surat rekomendasi dan pengantar ke puskesmas Tebet.

Akupun bergegas ke puskesmas kecamatan Tebet. Setiba disana, semua pelayanan poli telah tutup. Untunglah, petugas bagian pendaftaran menyarankan untuk langsung naik saja ke lantai 4, barangkali masih bisa dibantu.

Akupun segera naik ke atas. Dan alhamdulillah, aku masih bisa dilayani walaupun pelayanan poli telah tutup dan ruang tunggu pasien sudah kosong. Berhubung dokter THT di puskesmas kecamatan Tebet baru saja pensiun dan belum ada dokter pengganti, maka surat rujukan ke Rumah Sakit Tebet pun segera dibuatkan.

image

Jadinya aku bisa berobat ke Rumah Sakit Tebet menggunakan kartu peserta Askes. Hehehehe, tidak sampai disitu pengalaman pertamaku menggunakan Askes. Ternyata, pelayanan Askes tidak sepenuhnya. Aku masih harus membayar administrasi Rp.50.000 dan dari 4 obat yang diresepkan dokter, hanya 1 yang ditanggung askes, selebihnya harus aku beli sendiri.

image

Aku bahkan sempat menanyakan kepada dokter dan suster di bagian THT dan pendaftaran. Apakah beda penanganan yang diberikan kepada pasien pribadi dan peserta askes? Karena harapanku ada tindakan yang diberikan dokter terhadap telingaku.

Karena begitu aku konsultasi ke dokter, hanya diperiksa menggunakan alat untuk melihat ke dalam telinga lalu buka mulut dan juga memeriksa hidung. Dan selesai. Saya pikir, akan dibantu mengeluarkan lendir yang mengganjal dengan alat sehingga tidak harus meminum obat dan bisa melegakan hidung mampet dan telinga yang berdengung akibat sumbatan pada rongga telinga

Tapi dokter selesai memeriksa langsung menuliskan resep obat, tanpa tindakan apa-apa. Duh…. kalau cuma seperti ini mungkin tidak perlu ke Rumah Sakit yah… Hanya terfikir, seandainya pemda tidak menggratiskan biaya berobat mungkin saja lebih banyak dokter-dokter otodidak yang nanti ke rumah sakit ketika kondisi pasien sudah benar-benar parah karena kalau ke dokter memang hanya dilihat langsung di kasih obat.

Jadi identik, ketemu dokter untuk diberi obat, seperti kata dokter yang menanganiku “kalau tidak mau minum obat, ya jangan sakit!”

Jiahhhh dok…. siapa juga manusia yang mau sakit. Kita semua maunya sehat koq.

#RenunganVie

Jaga Lisanmu!

Wahai perempuan… jagalah lisanmu karena kemuliaan dan kehancuranmu berada di lisanmu. Karena syarat perempuan masuk ke dalam syurga sangat mudah pertama mekaksanakan shalat fardhu 5 waktu, kedua berpuasa pada bulan Ramadhan. Ketiga menjaga kehormatan dan keempat taat pada suami.

Tapi kenapa pengisi neraka kebanyakan perempuan? Padahal syarat-syaratnya jelas dan sudah disampaikan.

Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Surah At Tahrim ayat 6)

Imam At-Tobari (rahimahu ‘llah) menyatakan di dalam tafsirnya : “Ajarkanlah kepada keluargamu amalan ketaatan yang dapat menjaga diri mereka dari Neraka.”

WANITA PENGHUNI NERAKA

Mengenai hal ini, Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud :

“Aku melihat ke dalam Syurga maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah fuqara’ (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam Neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penghuninya adalah wanita.” (Hadis Riwayat Al- Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjelaskan kepada kita apa yang disaksikan oleh Rasulullah s.a.w tentang penghuni Syurga yang mayoritas adalah fuqara (para fakir miskin) dan Neraka yang majoriti penghuninya adalah wanita.

“ … dan aku melihat Neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. Para sahabat pun bertanya : “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?” Baginda s.a.w menjawab : “Kerana kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Baginda menjawab : “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) nescaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (Hadis Riwayat Imam Al-Bukhari)

Imam Qurthubi (rahimahu ‘llah) menjelaskan maksud hadis di atas dengan pernyataannya :

“Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk Syurga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari akhirat kerana kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal. Kemudian mereka juga sebab yang paling kuat untuk memalingkan kaum lelaki dari akhirat disebabkan adanya hawa nafsu dalam diri mereka, kebanyakan dari mereka memalingkan diri-diri mereka dan selain mereka dari akhirat, cepat tertipu jika diajak kepada penyelewengan terhadap agama dan sulit menerima jika diajak kepada akhirat.”

Untuk itu, mari kita sama-sama menjaga lisan kita. Jauhilah dari menceritakan kebaikan maupun keburukan orang lain. Karena ketika itu benar maka disebut dengan ghibah yang lebih buruk dari zina dan ketika informasi itu salah maka itu menjadi fitnah dan hukumnya lebih buruk dari pembunuhan.

#RenunganVie