Strategi Penjualan BOZ

Bagaimana seorang motivator hebat bisa sukses, padahal di balik kesuksesannya ada upaya licik untuk mengelabui para pengikutnya.

Alkisah ada seorang motivator yang luar biasa. Dia dikenal dengan sebutan BOZ singkatan dari Brahma Orsien Zein. Boz sering mengadakan prrsentasi-presentasi luar biasa yang mengajarkan para pengikutnya untuk cepat kaya.

image

Dengan kemampuannya beretorika, Boz acapkali tidak susah ketika merekrut orang-orang baru untuk masuk ke dalam timnya. Dia hanya menyebarkan panflet rencana seminarnya dan orang pun berduyung-duyung membayar kelas yang mahal demi mengikuti presentasinya.

Tanpa merasa canggung, datanglah peserta seminar ini di acara luar biasa yang diadakan Boz. Dengan kemampuan komunikasi persuasive tingkat tinggi, Boz mulai melahap para peserta satu-persatu. Dia mulai berbicara dengan usaha-usaha yang digelutinya dalam bidang real estate.

Lalu dengan lihai, di sela-sela retorikanya, Boz mulai menanyakan kepada peserta siapa-siapa yang ingin cepat kaya. Tentu saja, para peserta pun mengangkat tangannya. Lantas Boz menurunkan semangat peserta sebelum menaikkannya kembali dan meminta orang-orang yang betul-betul mau cepat kaya untuk berdiri dan maju ke depan untuk bersalaman dengannya.

Setelah peserta ini maju, Boz pun menyuruh mereka untuk berjalan ke arah para registrer-registrer cantik yang siap dengan kertas formulir dan pen. Merrka dengan ramah mulai mengambil data diri para peserta ini.

Dan ternyata para peserta ini pun diminta untuk menyerahkan sejumlah dana, yang menjadi biaya perjalanan mereka menuju suatu tempat untuk melihat unit real estate yang ‘dijual’ secara terselubung oleh Boz.

Tentu saja, secara tanpa disadari ke dalam alam pikiran para peserta itu, untuk menjadi kaya dan berpenghasilan besar, tentulah tidak sebanding dengan biaya yang mereka keluarkan saat itu. Apalagi ditambah dengan bumbu kata-kata bahwa ketika mereka tidak jadi berangkat, maka hanya dana transportasi yang dipotong, selebihnya akan dikembalikan.

Jika Anda berada ditempat itu, tentu Anda akan tergiur dengan pemahaman tentu tidak sebanding antara dana yang Anda keluarkan dengan unit yang Anda miliki.

Padahal, untuk sebuah unit real estate yang Anda sepakati, harus diselesaikan karena baru nilai indent yang Anda bayar sebelum unit selesai. Nah setelah unit selesai, Anda harus bekerjasama dengan pihak pengembang untuk memasarkan unit tersebut. Nah… taruhlah harga unit tersebut sebagai unit kosong, bagaimana denga unit yang dipasarkan lengkap dengan furniture. Tentu saja Anda harus mengeluarkan investasi yang cukup besar untuk seluruh furniture itu.

Nah, kira-kira berapa lama investasi Anda akan kembali? Jika harga unitnya tidak sebanding dengan yang Anda bayangkan?

image

Itulah teknik si Boz dalam mendapatkan nasabah baru.. secara lugas menjual ide dalam presentasinya tentang motivasi, namun sesungguhnya dia memasarkan bisnisnya kepada para peserta-peserta yang terbuai dengan kata-katanya.

So! Be aware terhadap hal-hal seperti. Cara Boz ini sudah mulai banyak diminati dan dilakukan oleh beberapa motivator. So be carefull….. jangan sampai berfikir mengeluarkan dana untuk keuntungan sebesarnya-besarnya, eh ternyata buntung di tengah jalan hehehehhee…

image

High Return High Risk. Sesuatu yang mudah datangnya kadangkala cepat juga hilangnya. Karena kita dapat menuai hasil yang kita tanam. So hati-hati…

#renungan vie

Sakit Itu Tidak Enak

Tidak pernah terbayang, betapa sulitnya hidup ini ketika kita sakit. Dan betapa bahagianya mendapatkan ucapan sekedarnya, “cepat sehat ya…”. Meskipun kadang kala kita merasa itu hanya di bibir saja.

Sehat itu memang luar biasa. Kita bisa beraktifitas seperti biasa. Bisa jalan sesuka hati, bisa bercengkerama dengan saudara maupun kawan. Bisa melakukan semua hobby.

Nah ketika sakit, semua menjadi tidak enak. Tidak enak makan, tidak enak baring, tidak bisa bekerja, tidak bisa main. Yang paling menjengkelkan adalah harus terbaring di tempat tidur sepanjang hari, syukur-syukur kalau tidak perlu masuk rumah sakit dan diinfus.

image

Seperti yang saya alami minggu lalu. Sungguh tidak menyenangkan. Selama 2 hari saya demam. Saya pikir hanya flu biasa. Tapi demam saya tidak turun-turun. Walhasil, di hari ke-3 saya pun memaksakan diri untuk ke rumah sakit Tebet yang dekat dengan mess.

Begitu tiba di rumah sakit. Sayapun menuju tempat registrasi yang ternyata sudah tutup. Akhirnya saya ke UGD dan langsung dipersilahkan istirahat di UGD.

Semakin tidak enaklah. Ada satu jam barulah saya diperiksa. Itupun setelah saya bertanya ke suster, kenapa saya belum diapa-apakan. Whuakakakakka setelah bicara barulah saya cerna kembali kata-kata saya… hehehehhe harusnya saya bertanya kenapa saya belum diperiksa… memangnya saya mau diapakan? Huakakakakka.

Jiah.. apa sudah tidak ada dokter lagi di rumah sakit ini? Sungguh miris, saya diperiksa oleh seorang dokter laki-laki yang “maaf” sudah uzur. Selayaknya dokter itu sudah tinggal di rumah, menikmati waktu bermain bersama cucu-cucunya. Tangannya sudah gemetaran, berbicarapun pelan dan terbata. Subhanallah…. Dok, jika saya putrimu, tidak akan kubiarkan kau tetap di rumah sakit. Sudah cukup pengabdianamu selama ini. Sudah saatnya kau beristirahat dan menikmati sisa-sisa usiamu bersama keluargamu.

Usai diperiksa, saya diminta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Untuk itu saya pun mengambil air seni untuk pemeriksaan urine dan pengambilan darah. Dalam kondisi yang sangat lemah, akhirnya saya mengiyakan saja ketika suster meminta ijin untuk memasang infus neurolbine, penambah darah.

image

Sebenarnya saya sudah tergerak untuk opname, apalagi dokter sudah menyatakan bahwa saya terkena typus, namun miris karena pasien di sekitar saya terkenan penyakit Demam Berdarah. Saya jadi takut akan terjangkit sehingga memutuskan untuk pulang dan di rawat di rumah saudara.
Walhasil, terkaparlah saya selama 8 hari tidak bisa beraktifitas apapun. Bahkan makan pun harus di tempat tidur dengan demam tinggi disertai batuk.

Ya allah…. jauhkanlah sakit dariku dan orang-orang yang kusayangi.

#renunganvie

Valentine’s Day vs Kelud Mountain

Semua orang laiknya telah terlelap. Walau tetap saja sebagian kecil masih di jalanan mengais sejumput rejeki untuk dibawa pulang. Tidak ada panik, tidak ada teriakan orang berlarian seperti musibah-musibah lainnya. Semua tenang, meskipun perut bumi menyala dan bergeliat dalam selasar hitungan detik.

Ketika di belahan bumi lainnya, semua sibuk menyampaikan ungkapan kasih dalam bingkai coklat, bunga dan boneka teddy bear sebagai lambang cinta kasih, disisi barat Indonesia, duka bagai tak ada ujung. Belum hilang dari ingatan ketika gunung Sinabung menyisakan perih pada masyarakat di Sumatera Utara, banjir yang melanda ibukota Jakarta dan beberapa kota lainnya, kini meletusnya gunung Kelud menambah jejeran duka di bumi Indonesia.

Tak ada henti, derai air mata membasahi bumi pertiwi. Duka yang semakin menyayat hati.

Pun ku sapa kawan di timur Jawa, Malang dan Jogyakarta. Tak ada lagi ucapan Happy Valentine Day seperti waktu-wakyu sebelumnya. Hanya untaian doa semoga semua keluarga dan kerabat senantiasa diberi kesehatan dan keselamatan.

image

Adik ipar yang sementara menanti kehadiran buah hati pertama di kota ibundanya di Jogyakarta pun mengisahkan duka. Betapa pekarangan rumah menjadi tertutup debu hingga 3 sentimeter. Kemana-mana harus mengenakan masker penutup hidung dan mulut. Terkadang debu masuk ke mata dan menyebabkan iritasi. Sungguh pemandangan yang mengenaskan bagi sebuah kota hijau.

Semoga semuanya baik-baik saja.

#renunganvie

Goal Setting

Sering dengar ‘Goal Setting‘? Bagaimana kita menentukan sebuah target.

Sebuah ilustrasi yang bagus ketika mengikuti pelatihan dimana sang lecture memberikan perintah yang jelas kepada tiga orang volunteer. Ketiga orang ini telah mengambil masing-masing sebuah kertas yang telah diremas menjadi bentuk bola yang kemudian akan dilemparkan ke papan tulis yang telah digambari target.

Lalu volunteer pertama, diminta untuk melempar target dengan posisi membelakang. Tentu saja diartikan bahwa pria ini tidak memikiki target hidup sehingga dia melakukan sesuatu tanpa kejelasan. Tentu saja lemparan pria ini tidak mencapai target yang ada.

Kemudian, volunteer kedua, juga melakukan hal yang sama yakni melempar target namun dengan kertas remasan yang dibentuk menjadi bola kecil dan ringan. Nah, yang terjadi adalah, kertas itu hanya mendekati target tanpa content, value untuk kepentingan bersama.

Terakhir, pria ketiga juga melakukan hal yang sama. Namun berhubung pria ini mengambil ucelan kertas yang diisi pemberat berupa batu dan berdiri menghadap target saat melempar maka lemparan itu menjadi tepat sasaran.

Nah, apa pelajaran dari ilustrasi ini?

Target itu harus dibuat sebelum melakukan sesuatu. Jikalau tidak, maka kita akan beraktifitas tanpa tujuan. Mengapa para volunteer itu diminta melempar ke papan? Di papan pun tetap harus digambarkan sebuah obyek sehingga itulah yang menjadi fokus dari sasaran tersebut. Bukan hanya sekedar melempar papan.

Teori Goal Setting dikemukakan oleh Edwin Locke. Teori ini mengatakan bahwa kita akan bergerak jika kita memiliki tujuan yang jelas dan pasti.

Edwin Locke mengemukakan bahwa dalam penetapan tujuan memiliki empat macam mekanisme motivasional yakni :
a.      Tujuan – tujuan mengarahkan perhatian;
b.     Tujuan – tujuan mengatur upaya;
c.      Tujuan – tujuan meningkatkan persistensi;
d.     Tujuan – tujuan menunjang strategi-strategi dan rencana-rencana kegiatan.

Teori ini juga mengungkapkan kuat lemahnya tingkah laku manusia ditentukan oleh sifat tujuan yang hendak dicapai. Kecenderungan manusia untuk berjuang lebih keras mencapai suatu tujuan, apabila tujuan itu jelas,  dipahami dan bermanfaat. Makin kabur atau makin sulit dipahami suatu tujuan, akan makin besar keengganan untuk bertingkah laku.

Penetapan tujuan seperti halnya individu, kita menetapkan tujuan dan kemudian bekerja untuk menyelesaikan tujuan tersebut. Orientasi terhadap tujuan menentukan prilaku kita.

Sama halnya ketika volunteer satu melempar tanpa melihat target, dia melempar tanpa tujuan. Lalu volunteer kedua sudah melihat target, tapi tanpa strategi yang jitu, tanpa persuapan, tanpa persistensi, tanpa pengaturan yang kuat sehingga hanya bisa mendekati target.

Sedangkan volunteer ketiga, telah melihat target, memiliki strategi yang bagus dengan mengukur jarak, memberikan beban pada kertas yang akan dilemparnya, melempar ke arah yang tepat dengan sekuat tenaga karena jarak yang cukup jauh dan ada semangat untuk mencapai tujuan.

Locke mengemukakan bahwa penetapan tujuan adalah proses kognitif dari keperluan praktis. Pandangan Locke ialah bahwa maksud dan tujuan individu yang didasari adalah determinan utama prilaku.

Salah satu dari karakteristik prilaku yang mempunyai tujuan tersebut terus berlangsung sampai prilaku itu mencapai penyelesaiannya, yaitu sekali orang memulai sesuatu (misalkan pekerjaan) ia terus terdorong sampai tercapainya tujuan. Berikut uraian tentang penetapan tujuan :
a.      tujuan adalah subjek suatu tindakan
b.     keterincian tujuan (goal specifity) ialah tingkat presisi kuantitatif/kejelasan tujuan tersebut
c.      kesukaran tujuan (goal difficulty) ialah tingkat keahlian atau tingkat prestasi yang dicari
d.     intensitas tujuan (goal intensity) ialah menyangkut proses penetapan tujuan atau menentukan bagaimana mencapai tujuan tersebut
e.      komitmen tujuan (goal commitment) ialah kadar usaha yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan.

Teori ini digunakan pada Individu menetapkan sasaran pribadi terhadap motivasi yang ingin dicapai. Sasaran – sasaran pribadi memiliki nilai kepentingan harapan pribadi (valence) yang berbeda – beda.

Nah, kunci dari sukses itu adalah Goal Setting, yang diikuti dengan strategi yang jitu dan dilaksanakan dengan penuh percaya diri!

Apa goal Anda? Sudahkah di setting?

#RenunganVie

2 Jam Panjang

Luar biasa kemacetan di arah Cikoko melalui terowongan Cawang menuju Stasiun kereta Cawang. Setiap hari pada pagi  dan sore hari disaat para pelajar dan pekerja berangkat dan kembali dari tempat aktifitas masing-masing.

image

Hari ini, saya pun mengalami 2 jam panjang ini. Menghindari macetnya tol akibat pengalihan jalan karena beberapa lokasi yang terendam banjir, saya memutuskan untuk kembali ke rumah di tebet melalui jalan cikoko ke arah terowongan cawang.

Namun apa mau dikata, kendaraan tidak bisa bergerak dengan ratusan motor yang memadati sisi kiri dan kanan mobil. Bahkan jalur yang seharusnya hanya untuk sepasang mobil dan motor pada satu lajur, akhirnya diisi sebuah mobil dan dua motor yang bersisian.

Bahkan pada kejadian hari ini, tampak seorang laki-laki menyuruh wanita yang diboncengnya, yang bisa jadi adalah istrinya, berjalan kaki menunggu di ujung jalan karena suhu yang cukup panas di tengah-tengah terowongan. Apalagi wanita itu sedang menggendong seorang bayi yang menangis, mungkin karena kegerahan.

Suatu pemandangan yang ironis.. dikala semua orang tampak tergesa-gesa sehingga tidak lagi memikirkan keselamatan diri dan pengendara lain. Semua sibuk dengan kepentingannya sendiri hingga akhirnya membunyikan klakson kendaraan  bertubi-tubi. Sedangkan di sisi lain, tampak kendaraan-kendaraan yang tidak saling memberikan kesempatan untuk bergerak.

image

Belum lagi motor-motor yang mengambil jalur sebelah, sehingga kendaraan dari arah berlawanan tersendat sehingga menyebabkan kemacetan luar biasa.

Sore tadi tidak ada polisi. Biasanya ketika polisi sedang bertugas, keteraturan akan nampak karena setiap pengguna jalan tampak berhati-hati. Tapi itu bukanlah kesadaran diri akan keselamatan, tetapi takut mendapatkan sanksi.

Nah, mengapa tidak terfikirkan, jika dengan berhati-hati dan memberikan kesempatan pengendara lain mendahului jika memang demikian, dapat menjaga keselamatan diri sendiri dan mereka. Artinya tidak perlu khawatir akan berdesakan atau bersentuhan kendaraan.

Dan mungkin saya tidak perlu menempuh 2 jam perjalanaan untuk menyisir pinggir rel kereta api di sepanjang jalan Cikoko menuju Tebet melalui terowongan Cawang.

#RenunganVie

Tomcat di Sorowako

Ya ampun… kaget juga dengar berita ada tomcat menyerang teman yang sedang membangun rumah di Sumasang, Sorowako. Tahun lalu, berita yang menyebar tomcat menyerang surabaya, sekarang di kampung sendiri. Hiiii seremmmmm.

image

Dari berbagai sumber saya menemukan bahwa tomcat biasa juga disebut semut kanai atau semut kayap. Serangga tersebut adalah kumbang memiliki ukuran relatif kecil, sekitar 1 cm sehingga kadang tidak dikenali.

image

Serangga Paederus/Pestisida ini biasanya menyerang untuk mempertahankan diri atau apapun yang dianggap menggangggu.  Keunikan serangga ini adalah bagian sayap yang tak menutupi seluruh abdomen.

Akibat jika terserang serangga ini adalah dermatitis, dimana kulit melepuh seperti mengalami luka bakar dan mengeluarkan cairan. Tapi tidak usah panik karena tidak menyebabkan kematian.

image

Nah, jika terkena serangga ini, jangan di garuk tetapi cucilah dengan air mengalir dan sabun agar menetralisir racun. Bisa juga dibilas dengan air hangat yang dicampur garam dapur. Lalu bisa dioleskan Kalium permanganat atau salep untuk mengobati.

Setelah penanganan pertama, laporkan pada petugas kesehatan di sekitar Anda dan berhati-hati karena tomcat hidup di tanaman dan kayu dan tempat yang lembab dan terang.

#RenunganVie

Melayang

Yang, kita tau… tidak terlalu jelas mataku baca tulisan di hp… tapi begitu saya perhatikan kita yang menelpon, wuihhhh kayak melayangka di udara…

image

Huakakaka serasa abg saja omongannya… mendengarnya aja udah geli hehehehe…

Memang betul, ternyata kelakuan orang-orang yang sudah berumur itu kembali pada sensitifitas anak-anak. Kejadian di atas mungkin geli menggemaskan… tapi ada juga yang menyebalkan.

Misalnya sakit yang harus ditongkrongi, ata pesan makanan yang harus sama. Atau misalnya lagi kalau mereka bercerita, sangat tahu jika tidak diperhatikan. Terus tiba2 nyeletuk, memang kalo orang tua sudah tidak didengar lagi. Atau bilangnya.. tunggu saya mati yah… supaya tidak dengar ocehan…

image

Wadowwww serba salah deh…

#RenunganVie

Used To Call You My Friend

I used to call you my friend… but it was long long long time ago. I can’t believe to have this sparkling after a while. It was far noticeable.
image

I’m sorry for letting this friendship over. I realise how you questioning why, I just can’t say a words.

I just want to share, sometimes life seems unfair. But Allah the Al-Mighty Who knows all the answer. We can pre-assume but I believe there is a reason for it.

May you have a happy life…It is my pleasure to finally meet you and the family after a long time. Although we have millions words to say but we were talk in silence instead. You are still there as a friend.
image

#RenunganVie

Luar Biasa Pemborosan

Terkadang saya bingung deh dengan kebijakan yang seharusnya bisa dibuat murah menjadi mahal. Misalnya laporan Aktifitas harian pegawai yang harus dibuat setiap hari. Bayangkan saja.. dengan 4,5jt Pegawai Negeri Sipil di Indonesia.. yang diharuskan mengisi lembaran kertas, hitunglah selama bekerja 300 hari dalam setahun. Berapa banyak biaya kertas yang sebenarnya pun tidak akan dimanfaatkan dengan baik. 

Image

Bagus kalau kertas-kertas yang diisi itu memang dimanfaatkan sebaik-baiknya. Tapi kalau kertas-kertas laporan kerja itupun tidak dibaca, atau tiap hari isinya sama sehingga tidak dilirik, contohnya seorang honorer cleaning service dengan tugas: menyiram tanaman, menyapu, mengepel, mencuci piring dan gelas, dsb… setiap hari isinya hanya itu saja.. apakah itu tidak sama dengan membuang-buang duit?

Mungkin ada pertimbangan lain dari hanya sekedar isian ini.. tetapi sangat disayangkan jika tidak dipergunakan sebaik-baiknya. 

Saya sepakat, jika memang form isian ini nantinya menjadi wadah untuk menilai apakah seseorang mendapatkan beban kerja sesuai dengan porsinya. Atau sebagai bahan untuk penilaian ketika disebuah institusi memiliki kelebihan pekerja atau sebaliknya. Namun jika ini hanya menjadi salah satu lembaran yang tidak akan diperhatikan, mungkin lebih baik tidak dilaksanakan saja 🙂 Sayang kan, di satu sisi kita menekan penebangan kayu yang digunakan untuk membuat lembaran-lembaran kertas ini, sedangkan di sisi yang lain kita menggunakan kertas-kertas ini dengan tidak bijaksana. 

Nah, akan lebih baik jika kita semua sadar bahwa dalam setiap amanah jabatan dari posisi yang kita emban terdapat tanggung jawab yang sangat besar, sehingga kita bisa senantiasa mengerjakanan tugas kita dengan sebaik-baiknya. 

 

#RenunganVie