Menjadi Positif Ketika Berfikir Demikian

Lagi heboh di semua perbincangan bahwa Kementerian Kesehatan membagikan kondom gratis dalam event Pekan Kondom Nasional, peringatan Hari AIDS Se-Dunia sebagai bentuk kampanye seks yang aman.

Kebanyakan komentar yang saya baca adalah menolak kampanye ini dengan pertanyaan, apakah tidak pernah terpikirkan oleh kemenkes dan KPAN bahwa ketika kondom itu dibagi-bagi gratis, apakah tidak akan terlintas di benak sang penerima bagaimana cara menggunakanannya? Apakah mereka tidak akan menjadi penasaran dan akhirnya mencoba melakukan ‘seks’ yang tentunya belum punya pasangan sah suami istri.

Perlu diketahui bahwa kondom bukanlah alat pencegah HIV AIDS, melainkan alat kontrasepsi atau pencegah kehamilan karena dalam konferensi AIDS Asia Pacific di Chiang Mai, Thailand (1995) dilaporkan bahwa penggunaan kondom aman tidaklah benar. Pori-pori kondom berdiameter 1/60 mikron dalam keadaan tidak meregang, sedangkan bila meregang pori-pori tersebut bisa mencapai 10 kali lebih besar. Sementara kecilnya virus HIV berdiameter 1/250 mikron. Ini artinya… walaupun menggunakan kondom, tetap saja pengguna dapat terpapar virus HIV AIDS.

Menurut salah satu pakar yang gencar mengkampanyekan rendahnya efektivitas penggunaan kondom sebagai pelindung dan penangkal penyebaran virus HIV, Prof.Dr.dr.H.Dadang Hawari, kondom terbuat dari lateks (karet). Bahan ini merupakan senyawa hidrokarbon dengan polimerisasi yang berarti mempunyai serat dan berpori-pori. Di samping itu, karena proses pembuatan, maka kondom juga memiliki lubang cacat mikroskopis atau ‘pinholes’.

Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini sejak bertahun-tahun lalu gencar menyerukan fakta bahwa survei di lapangan dan penelitian di laboratorium membuktikan bahwa penggunaan kondom hanya dapat mereduksi resiko penularan, tetapi tidak dapat menghilangkan sama sekali resiko penularan virus HIV AIDS.

Jadi kita jangan salah beranggapan bahwa dengan menggunakan kondom bisa terbebas dari virus HIV. Lebih baik, ketika pikiran sudah mulai terbebani dengan hawa nafsu, maka pilihlah satu laki-laki atau perempuan yang kamu suka, menikahlah dan hiduplah secara sehat bersama-sama.

Bisa juga baca catatan yuhana.wordpress.com/2007/11/29/kampanye-dukungan-untuk-menolak-pekan-kondom-nasional-2007 tentang detail bukti ilmiah kondom tidak 100% aman.

Jadi… jika kamu berfikir bahwa memerangi HIV dengan menggunakan kondom, coba deh direnungkan kembali… Lebih baik hindari free sex, hindari berhubungan dengan yang bukan pasangan kamu dan hidup lebih bersih.

 

#RenunganVie

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s