Keep Persistent

Pernah tidak ketika kita menulis dan tiba-tiba stuck, blank ,  kehilangan ide dan tidak mampu meneruskan kembali tulisan kita.

Masalah ini sering sekali aku alami dalam menulis. Banyak halaman-halaman baru yang aku buat tapi tidak pernah selesai. Kemudian ketika terpikirkan untuk memulai kembali, kadang kesulitan baru pun muncul, bagaimana menghilangkan gap atau membuat koneksi sehingga ide sebelumnya dapat terhubung dengan ide baru.

Menanggapi pertanyaan ini, Graham Hancock, penulis buku bestseller The Sign and The Seal, Fingerprints of The God dan Heaven’s Mirror dalam perbincangan singkat kami di Garuda Lounge Bandar Udara Adisucipto Jogyakarta jumat (14/12) lalu mengisahkan bahwa semua penulis pernah dan sering mengalami hal di atas.

It’s about persistency Sulvi. When you stuck, sit still until the idea comes back. This happen a lot especially for the young writer so don’t worry.’

Semua itu tentang kegigihan Sulvi. Ketika kamu terhenti, tetap duduk sampai ide itu muncul kembali. Hal ini sering terjadi khususnya pada penulis-pemula jadi g perlu khawatir.’

Hehehe enak banget yah ngomongnya. Tapi lumayan juga sih dapat motivasi dari penulis hebat.

Hancock mulai bercerita muasal dia mulai menulis diawali dengan membuat puisi, lalu menjadi wartawan, menulis buku hingga ketertarikannya pada dunia Antropologi.

“Semua itu membutuhkan proses, laiknya sebuah pisau, semakin diasah akan semakin tajam. Begitupula dengan ilmu pengetahuan juga menulis. Semakin sering kita menulis, kemampuan dalam mengolah kata, membuatnya menarik akan semakin baik,” jelas Hancock.

Beliau juga menambahkan, ‘menulis itu sama dengan berbicara… it’s a story telling , bercerita adalah intinya. Bagaimana kita mau bercerita, bagaimana awal hingga akhir dari cerita itu, bagaimana cara kita meyakinkan jika benar cerita itu adalah nyata atau khayalan, bagaimana kita ingin mendapatkan respon dari pembaca. Disitulah seorang penulis dapat berimprovisasi.

“Start with something you were confident about! Let it flows like a river. Mulailah dengan hal-hal yang kamu percaya diri karenanya dan biarkan mengalir seperti sungai”,  tambah Hancock.

Seakan tak ingin menyudahi perbincangan kami. Sayangnya.. belum ada tulisan yang aku buat dalam bahasa Inggris sehingga tak ada yang dapat kubuktikan padanya. Namun hal yang amazed ketika aku menghitung tulisan noteku di bulan Desember ini yang ternyata lebih dari target yang aku buat sendiri.

See, you can write. You just need more confident about it. 15 writings in half month, means you write aprox once  a day, amazing! Lihat, kamu dapat menulis. Hanya perlu lebih percaya diri. 15 tulisan dalam setengah bulan. Artinya kamu menulis kira-kira sekali sehari, luar biasa!” Ujarnya.

Aku sendiri termangu, menghitung tulisan yang aku buat pada blog yang baru saja aku mulai awal Desember ini. Iya yah… memang belum sekaliber para penulis-penulis profesional lainnya. Tetapi aku telah memulai untuk menulis dan harus aku lanjutkan terus sehingga kemampuan menulisku bisa semakin baik.

“A good writer should read someone else’s writing. They should learn how others writing is world worthed and become bestseller. So they can do it them self and learn to write better. Seorang penulis yang baik harus membaca tulisan orang lain. Mereka harus belajar bagaimana tulisan orang lain sangat layak di dunia dan mendapat penjualan terbaik. Sehingga mereka dapat belajar untuk keberhasilan mereka sendiri dan belajar untuk menulis lebih baik,” Jelasnya.

Panggilan untuk penerbangan kami berulang yang kedua. Akhirnya kami berpindah ke ruang tunggu untuk naik ke pesawat. Dengan penerbangan yang sama menuju Jakarta, mereka akan melanjutkan terbang pulang kembali ke London sementara Jakarta merupakan tujuan penerbanganku.

Sebelum berpisah, kembali Hancock mengingatkanku, “keep persistent and sit still when you get lost! Tetap bertahan dan tetap duduk ketika kau tersesat!” Teriaknya.

#RenunganVie

Hikmah Menunggu

Bangun subuh bukanlah hal yang luar biasa… namun bangun subuh untuk menunggu bukanlah pekerjaan yang mudah.

Kunjunganku ke Jogja kali ini terbilang paling singkat. Tidak cukup 24 jam sejak kedatangan hingga keberangkatan kembali ke Jakarta. Bahkan aku lebih banyak menghabiskan waktu menunggu di bandara.

Ketika baru tiba, aku harus menunggu pesawat delay dari Makassar selama 4 jam. Dan saat kepulangan, aku harus menunggu jadwal penerbangan yang padat selama 7 jam.

Awalnya terfikir untuk kembali ke kota mencari tempat untuk tidur. Namun akhirnya kuputuskan untuk tetap di bandara tapi menunggu di Garuda Lounge dengan menggunakan Kartu GFF atau Garuda Frequent Flyer serta boarding pass Garuda.

Menunggu itu tidak pernah menyenangkan, namun menunggu dengan kesempatan berdiskusi dengan seorang penulis buku Internasional besarta istrinya yang merupakan fotographer dunia adalah hal yang luar biasa.

Awalnya mereka berdua duduk di bangku depan, namun karena orang-orang cukup ramai bersorak mengikuti pertandingan tinju akhirnya mereka pindah dan duduk di hadapanku yang memang terletak di pojok ruangan.

Dalam percakapan singkat itu, aku mengetahui behwa kedua ‘bule*’ dihadapanku adalah pasangan suami istri antropologi, Graham Hancock, penulis buku dan Shanta Faiia, fotographer.

image

Aku ingat dulu sering melihat tulisan-tulisan Graham Hancock dan bukunya banyak terpampang di toko buku. Buku-buku bestsellernya antara lain The Sign and The Seal, Fingerprints of the Gods, dan Heaven’s Mirror yang terjual lebih dari lima juta copy di seluruh dunia dan diterjemahkan dalam 27 bahasa.

Tak sabar, sembari diskusi, aku membuka situs resmi dan halaman Facebook beliau dan menemukan informasi yang membuatku terpukau pada sosok sederhana pasangan suami istri di hadapanku.

Hancock mulai menulis sejak usia 12 tahun. Melanjutkan kuliah jurusan sosiologi dan berkarir di jurnalistik dan menulis artikel untuk surat kabar terkemuka di Inggris termasuk The Times, The Sunday Times, The Independent dan The Guardian.

Sebelum tahun 1990, beliau adalah penulis ekonomi, namun setelah 1990, beliau lebih tertarik pada kemungkinan adanya hubungan antara fenomena yang tampaknya tidak berhubungan.

Hancock sering memberikan ceramah dan kuliah umum sebagai seorang wartawan yang mengajukan pertanyaan berdasarkan observasi serta penyeimbang yang diyakininya sebagai bentuk yang ‘dipertanyakan’ terhadap apa yang disajikan para ahli baik melalui bidang pendidikan, media dan masyarakat umum.

Graham juga sering tampil di Tv dan Radio termasuk 2 serial utama TV untuk Channel 4 di Inggris dan The Learning Channel di Amerika Serikat – Quest For The Lost Civilisation and Flooded Kingdoms of The Ice Age – yang menempatkan dirinya sebagai pemikir ‘unconventional‘ yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan kontroversi tentang masa lalu manusia.

Istrinya, Shanta Faiia adalah seorang fotografer profesional yang mengkhususkan dirinya pada pengambilan gambar-gambar budaya dan monumen kuno. Karyanya telah dipublikasikan internasional dan pada tahun 1990 pameran fotonya Ethiopian Trilogy dibuka pada The Royal Geographical Society London  oleh yang mulia Puteri Anne.

Tahun 1998, foto-foto Faiia diterbitkan dalam bentuk buku Bestseller Heaven’s Mirror dengan teks oleh Graham Hancock. Gambar Faiia diambil dari situa suci Candi Angkor di Kamboja dan Piramida terbesar Giza di Mesir yang membawa kehidupan dunia yang hilang dan ‘mencapai preatasi langka mwmbuat Anda merasa Anda berada di sana’ (Western Mail).

Faiia bekerja sama dengan Hancock pada Dunia di Bawah – Underworld. Foto-fotonya dari reruntuhan kuno bawah air di lepas pantai Jepang, seluruh Pasifik, beberapa di Indonesia dan Malaysia, juga di India, Mediteranian, Atlantik dan Karibia yang menambahkan dimensi baru pada konteks kata-kata.

Tertarik untuk mengenal beliau, ide-ide beliau tentang masa lalu manusia dapat membuka situs http://www.grahamhancock.com

Dalam bincang-bincang singkat kami, mereka membuatku penasaran ketika menjelaskan kemiripan candi Sukuh di Karanganyar Jawa Barat dengan Chichen Itza di Mexico. Dimana keduanya berada di belahan dunia yang berbeda yang dibangun sejak ribuan tahun silam dan diyakini tidak memiliki hubungan sama sekali ketika pembangunannya dilaksanakan.

image

image

Akhirnya, aku mulai melakukan pencarian di Google dan menemukan bahwa banyak sekali situs-situs kuno yang memiliki kemiripan dan sepakat dengan hipotesa Graham bahwa yang harus dibuktikan para ahli antropologi adalah hubungan ada pada masa-masa dan seharusnya korelasi itu ada.

Suskes terus pak Graham dan ibu Shanta…. Luar biasa perbincangan dalam penantian yang panjang di bandara Adisucipto, Jogyakarta. Worthedlah. … 🙂

#CourtesyVisit

*bule adalah panggilan kepada tamu  asing di daerahku Sulawesi Selatan

GangNam JangGeum Ganjen

“How you’ve been? You were in Korea?
Seorang kawan menyapa lewat facebook. Aku hanya tertawa dan menjawab bahwa Korea masuk dalam list negara-negara yang akan aku kunjungi suatu hari nanti. Foto-foto yang pernah aku upload dengan background budaya Korea itu, pengambilannya berlokasi di sebuah restaurat di Jogyakarta.

Jawabnya, “Ohh hahaha you tricked me.”

Terakhir kunjunganku ke Jogyakarta benar-benar pengalaman yang luar  biasa. Kota gudeg ini tiba-tiba berubah menjadi negara Korea bagiku. Bermula dari pertemuan dengan para juniorku sesama alumni Universitas Hasanuddin Makassar yang sementara melanjutkan kuliah di Jogya.

Malam itu kami memutuskan untuk menghibur diri setelah seharian aku mendapat 3 ledakan bom dahsyat terkait urusanku ke Jogya. Kami memutuskan untuk melepaskan seluruh aura-aura negatif lewat vokal yang tentunya tanpa pelatih vokal sebenarnya hehehehe.

image

Masuk di Happy Puppy Karaoke, kami harus menunggu sejenak sampai akhirnya mendapatkan room. Bahkan menyempatkan diri berpose di lorong menuju room yang disiapkan.

image

Berasa biduan tak bertuan, satu-satu dari kami pun mulai memilih lagu andalan walaupun terbukti diantara sekian banyak hanya satu dua yang benar-benar dapat bernyanyi. Tapi itu bukanlah soal, yang penting happy di Happy Puppy. Dan semua tersentak ketika lagu-lagu yang terpilihpun terdapat lagu-lagu Korea hits sebagai penutup fun seperti Gang Nam Style, Mr. Awesome dsb.

Jelang tengah malam, kami bergeser ke  Legend Cafe, tempat paling top buat nongkrong di malam hari. Selain menikmati hidangannya, kami juga menikmati suasana dan kenyamanan bangunan heritage dan unik ini dengan mempertahankan arsitektur design awal  bangunan dengan sedikit sentuhan modern minimalis.

image

Keesokan harinya, setelah melakukan perburuan data terkait urusan yang harus kuselesaikan, aku dan keempat kawan yang bersamaku pun mulai mencari alamat restaurant Korea DaeJangGeum untuk membuktikan keakuratan informasi yang kami dapat pada malam sebelumnya. Tentu saja karena berada pada arah yang sama dengan yang kami tuju dalam pencarian ini.

Tempat ini terletak di Jalan Palagan Yogyakarta, bisa dibilang cukup jauh dari pusat kota. Kalau datang dari arah Monjali ( Monumen Jogja Kembali), maka bisa lurus terus sampai menemukan hotel Hyatt, nah belum sampai, masih lurus lagi kira-kira ± 2km nanti di kiri jalan akan ada papan nama Dae Jang Geum.

Kami sempat bolak balik karena tidak tampak bahwa tempat yang kami tuju adalah restaurant. Lebih tampak seperti rumah kediaman seorang pejabat teras dengan pagar kayu tinggi mengelilingi halaman rumah.

image

Setelah kami masuk, nampaklah pemandangan luar buasa, seakan memasuki dunia yang berbeda dari tanah Jogyakarta. Sampai di pintu kami disambut oleh beberapa pelayan yang menggunakan hanbok seragam seperti dayang-dayang dapur istana.

Mereka memiliki 3 macam tempat makan, yaitu indoor tapi di tempat terbuka, pendopo, dan model private room, ruang kecil-kecil yang berkapasitas 6-15 orang. Dan kami memilih pendopo.

image

Tak sabar akhirnya kami bertanya tentang pakaian adat korea yang bisa digunakan. Dan ternyata benar. Akhirnya kami pun ke ruang ganti dan mulai memilih pakaian-pakaian khas Korea. Asli… ganjen deh…!

Setelah bersalin pakaian, hidangan korea yang kami pesan pun telah tersedia. Karena menunya banyak dan kondisi kami kelaparan, kami memilih barbeque menu dengan dilengkapi hidangan pembukan khas Korea seperti kimchi,  asianan tauge, dan beberapa hidangan lainnya.

Puas mencicipi hidangan yang tersedia, kami mulai bergerilya mengabadikan segala moment. Karena setiap sudut menawarkan background foto yang berbeda dan hasilnya tidak menggambarkan kami berada di Jogyakarta seperti aslinya.

image

Sungguh terbayangkan jika di suatu sudut di negara orang lain, juga terdapat sebuah restaurant Indonesia yang tidak hanya menawarkan makanan khas Indonesia, namun juga budaya, pakaian dan nuansa daerah kita yang beragam.

Saat ini, aku kembali ke Jogyakarta. Berharap akan menemukan pengalaman baru yang berbeda dalam setiap kunjunganku ke kota keraton ini.

Sampai bertemu dalam perjalananku berikutnya…

#CourtesyVisit

Jenjang Karir & Income di Prudential Indonesia

image

Dalam bisnis Prudential,  setiap pebisnis menerima 2 manfaat ekslusif secara lamgsung yaitu income dan Jenjang Karir .

Ada 5 tahapan penting Jenjang Karir Prudential :

   1. AGENT
   2. A . U . M  (Associate Unit Manager)
   3. U . M  (Unit Manager)
   4. S . U . M  (Senior Unit Manager)
   5. A . M  (Agency Manager)

Sesuai Standarisasi Sistem Bisnis Prudential, perkiraan pendapatan pebisnis Prudential adalah sbb:

Tahun 1 —>   Agent   —> Income akhir tahun sekitar Rp 5,000,000 /bln
Tahun 2 —> A. U. M  —> Income akhir tahun sekitar Rp 10,000,000 /bln
Tahun 3 —>   U. M   —> Income akhir tahun sekitar Rp 20,000,000 /bln
Tahun 4 —> S. U. M  —> Income akhir tahun sekitar Rp 40,000,000 /bln
Tahun 5 —>   A. M    —> Income akhir tahun sekitar Rp 100,000,000 /bln

Sistem Kerja Tahunan Dalam Sistem Bisnis Prudential

Sistem penghitungan omset adalah sistem API.

A.P.I (Annual Premium Income) adalah Pendapatan Premi Pertahun.
Penghitungan jumlah API dihitung berdasarkan dari jumlah total premi berkala tahunan.

Contoh 1 :
Nasabah 35 tahun menabung premi Rp 6,000,000/thn (atau Rp 500,000/bln). Dari total Rp 6,000,000/thn, dialokasikan Rp 4,000,000/thn untuk premi berkala (proteksi) + Rp 2,000,000/thn untuk premi saver (investasi).
Nilai API dalam contoh ini adalah Rp 4,000,000.

Nasabah 45 tahun menabung premi Rp 12,000,000/thn (atau Rp 1,000,000/bln). Dari total Rp 12,000,000/thn, dialokasikan Rp 8,000,000/thn untuk premi berkala (proteksi) + Rp 4,000,000/thn untuk premi saver (investasi).
Nilai API dalam contoh ini adalah Rp 8,000,000.

Nasabah membuka rekening di awal tahun ataupun di akhir tahun akan diperhitungkan sama jumlah API nya.
Contoh nasabah A membuka rekening Rp 500 ribu/bln di bulan Januari atau bila  nasabah A membuka rekening di bulan Desember maka perhitungan nasabah A tetap Rp 4 Juta API.

Note :

Porsi besarnya % premi berkala ditentukan atas kesepakatan bersama dan sesuai usia-resiko nasabah. Usia nasabah yang lebih tua akan membutuhkan porsi premi berkala yang lebih tinggi dibandingkan usia lebih muda. Contoh penghitungan API di atas tadi merupakan contoh pembagian API standar pada umumnya.

Tahun Ke 1 (AGENT)

Bapak ANDI join pada awal tahun 2012 start sebagai Agent pada tahun pertama. Agent Andi masih dalam tahap belajar dan akan dibimbing langsung di lapangan oleh leader senior dan dibimbing melalui sistem pelatihan ekslusif Prudential.

Sebagai seorang Agent, Agent Andi tidak ada kewajiban target API tertentu, tetapi agent Andi memutuskan ingin mencapai income besar maka agent Andi mengikuti step by step panduan sesuai sistem bisnis Prudential.

Step pertama yang harus dilakukan Agent Andi adalah melakukan FORMULA SUKSES 150 Juta API.

[ Formula Sukses 150 Juta API ] —> Anak Tangga Pertama untuk dapat mencapai Agency Manager Rp 100 Juta/bln

1 hari             = Agent Andi SHARING Rekening Khusus @5 menit ke min 2 orang (terlepas closing atau belum)
1 minggu      = 5 hari Sharing, Agent Andi sudah SHARING total ke 10 orang
1 tahun         = asumsi hanya 40 minggu hari sharing X 10 orang maka Agent Andi sharing total ke 400 orang

Asumsi  Closing Ratio New Agent hanya 10%. Artinya dari 400 orang tersebut ada 90% menolak dan hanya ada 10% (40 nasabah) yang setuju membuka rekening khusus dengan Agent Andi.

Ke 40 Nasabah menabung rata-rata hanya  @Premi Rp 500ribu/bln (@API 4Juta)

Di akhir tahun 2012, artinya Agent Andi telah mengantongi omset = 40 X 4Juta API = 160 Juta API
Kita bulatkan ke angka API 150 Juta untuk memudahkan perhitungan.

:: Perhitungan Income Agent Andi akhir 2012 ::

API Pribadi Agent Andi  : Rp 150,000,000

Dari produksi thn 2012, Agent Andi berhak mendapatan income total = 99% x API, dengan perincian sbb :

Tahun #1 (2012)   :  42% x Rp 150 Juta = Rp 63,000,000/thn (setara Rp 5,000,000 per bulan)
Tahun #2 (2013)   :  42% x Rp 150 Juta = Rp 63,000,000/thn
Tahun #3 (2014)   :  5%   x Rp 150 Juta = Rp 7,500,000/thn
Tahun #4 (2015)   :  5%   x Rp 150 Juta = Rp 7,500,000/thn
Tahun #5 (2016)   :  5%   x Rp 150 Juta = Rp 7,500,000/thn

Seorang Agent berhak memperoleh total income yang hampir sama dgn total  omset API yg dicapai (99% X API)

Apabila misalkan seorang Agent dalam 1 tahun memperoleh API 400 Juta, maka seorang agent tersebut artinya sudah memiliki cadangan tabungan hampir Rp 400 Juta. Di mana apabila agent menyicil rumah senilai Rp 400 Juta maka akan lunas dalam hanya 5 tahun saja.

Note:
Komisi diberikan setiap periode, bonus di berikan tahunan. Ketika nasabah disetujui, agent langsung mendapatkan komisi yang keluar per 2 minggu sekali (tanggal 5 atau tanggal 20). Jika nasabah menabung tahunan maka komisi diberikan total setahun, jika menabung semesteran maka komisi diberikan per 6 bulan, jika menabung triwulan maka komisi diberikan per 3 bulan, jika menabung bulanan maka komisi diberikan perbulan.

Tahun Ke 2 (A.U.M)

Asc Unit Manager (AUM) adalah tahapan crusial di mana AUM Andi sedang dilatih secara intensif untuk menjadi seorang calon leader besar atau CALON UM (Unit Manager) untuk tahun berikutnya.

Kualitas pelatihan para AUM lebih tinggi dibandingkan pelatihan agent. AUM diberikan banyak bekal berupa materi dan skills yang akan sangat berguna untuk kelangsungan bisnis Prudential milik bpk Andi di masa depan. AUM akan mulai belajar mandiri dalam prospecting, harus mulai bisa merekrut & membimbing anggota tim barunya, tetapi tetap masih dalam pengawasan leader senior di atasnya.

Untuk syarat mencapai posisi UNIT MANAGER tahun berikutnya, seorang AUM harus memenuhi kriteria :

API Pribadi AUM minimal Rp 150 Juta API
Memiliki 4 agent dengan masing2 memiliki minimal @Rp 30 Juta API
Total API Group (API Pribadi AUM+ API agent) minimal Rp 300 Juta

Tahun 2013, AUM Andi bekerja menggunakan FORMULA SUKSES 150 Juta API seperti tahun sebelumnya.

Di akhir tahun 2013, AUM Andi ternyata berhasil mendapatkan omset = 180 Juta API
AUM Andi memiliki 4 anggota tim yang sudah berproduksi masing-masing Rp 30 Juta API.

AUM Andi dinyatakan sudah QUALIFY untuk naik ke posisi UNIT MANAGER, karena memenuhi kriteria :

API Pribadi AUM Andi Rp 180 Juta API
4 agent direct minimal @Rp 30 Juta API
Total API Group = Rp 300 Juta
:: Perhitungan income AUM Andi akhir 2013 ::

Keterangan :

Komisi + Bonus Agent 2012                         = 42%  X  Rp 150 Juta APi = Rp  63,000,000 /thn
(komisi dari produksi Agent Andi tahun 2012 yang lalu)

Komisi + Bonus AUM 2013                          = 42%  X  Rp 180 Juta API = Rp 75,600,000 /thn
(komisi dari produksi AUM Andi tahun 2013 saat ini)

Bonus OVERRIDING (OR) AUM ke Agent     =  3%   X  Rp 150 Juta API = Rp 4,500,000 /thn

Total income AUM Andi pada akhir 2013 adalah sebesar Rp 143,100,000/thn atau sekitar Rp 11 Jutaan perbulan

Note :
Bonus OR diberikan pada tahun berjalan ketika seorang pebisnis sudah memiliki anggota tim baru dan berproduksi. Bonus OR akan semakin tinggi sesuai posisi jabatan pebisnis.

Tahun Ke 3 (U.M)

Seorang Unit Manager (UM) adalah tahap aman pertama dalam sistem bisnis Prudential di mana seorang UM diibaratkan adalah seorang owner bisnis yang telah berhasil membuka sebuah toko kecil milik sendiri. Saat ini seorang UM Andi sudah diberikan hak dan kewajiban untuk turun tangan 100% incharge terhadap kelangsungan bisnis barunya tersebut. Leader senior pada tahun ini hanya memantau saja. Kendali penuh bisnis berada di tangan UM Jhon.

Pelatihan untuk para Unit Manager akan lebih tinggi kualitasnya dibandingkan pada saat AUM/Agent, di mana UM Andi akan menerima skill pelatihan bertaraf internasional dan materi-materi yang lebih advanced agar lebih sesuai untuk bekal bisnis di masa depan.

Untuk mencapai posisi berikutnya yaitu Senior Unit Manager (SUM), maka UM Andi harus memenuhi kriteria sbb :

Total Group minimal Rp 900,000,000 API
Minimal 6 agent direct @30 Juta API

Untuk itu UM Andi memakai strategi ‘WORK GROUP’ di mana API yang dihasilkan adalah gabungan berimbang antara API Pribadi dan API anggota tim nya, dan pada akhir tahun 2014 di capai hasil sbb  :

UM Andi API Pribadi Rp 150,000,000
Ada 2 AUM dari unit UM Andi yang berhasil capai target naik UM @300 Juta API = Rp 600 Juta API
Produksi Agent lama (2013) + Agent baru (2014) menghasilkan total API Rp 150,000,000
Total API Grop UM Andi adalah Rp 900,000,000
UM Andi sudah QUALIFY untuk naik posisi ke SUM di tahun 2015
:: Perhitungan income UM Andi akhir 2014 ::

Keterangan :

Komisi + Bonus AUM 2013                         = 42%  X  Rp 180 Juta APi = Rp  75,600,000 /thn
(komisi dari produksi AUM Andi tahun 2013 yang lalu)

Komisi + Bonus UM 2014                          = 42%  X  Rp 150 Juta API = Rp 63,000,000 /thn
(komisi dari produksi UM Andi tahun 2014 saat ini)

Bonus OVERRIDING (OR) UM ke Agent     =  12%  X  Rp 900 Juta API = Rp 108,000,000 /thn

Total income UM Andi pada akhir 2014 adalah sebesar Rp 256,600,000/thn atau sekitar Rp 21 Jutaan perbulan

Note:
Data Komisi Agent thn ke 3-5 (5% X API) memang tidak ditampilkan pada perhitungan contoh di atas tetapi pebisnis akan tetap menerima komisi tersebut. UM Andi juga akan menerima uang rutin ‘Insentif  Secara Triwulan’ atas total API tim nya. Selain komisi+bonus+OR, seorang UM juga mendapatkan fasilitas seperti Mid Year Leader Challenge, National Leader Conference, Starclub Leader, Double Starclub Leader, President Cabinet Club Leader, President CLub Leader, dan berbagai kontes-kontes bertaraf international lainnya.

Tahun Ke 4 (S.U.M)

Seorang Senior Unit Manager (SUM) adalah tahap berikutnya dalam sistem bisnis Prudential di mana seorang SUM sudah memiliki para unit manager (UM) di dalam tim nya. SUM Andi bertanggungjawab atas memantau kinerja para UM di bawah supervisinya dan sekaligus SUM Andi harus membangun kekuatan dari para AUM dan Agent yang berada di bawahnya agar kelak mereka juga bisa sukses naik menjadi Unit Manager berikutnya.

Untuk mencapai posisi berikutnya yaitu Agency Manager (AM), maka SUM Andi harus memenuhi kriteria sbb :

Total Group minimal Rp 2,700,000,000 API
Minimal 6 agent direct @30 Juta API

Untuk itu UM Andi memakai strategi ‘WORK GROUP’ di mana API yang dihasilkan adalah gabungan berimbang antara API Pribadi dan API anggota tim nya, dan pada akhir tahun 2015 di capai hasil sbb  :

SUM Andi API Pribadi Rp 150,000,000 (biasanya seorang SUM sudah tidak full beraktifitas mencari new cases tetapi API new cases di dapat dari repeat selling, dari existing client atau referensi2)
Ada 2 AUM dari unit SUM Andi yang berhasil capai target naik UM @Rp 300 Juta API = Rp 600 Juta API
Ada 2 UM berhasil capai target naik SUM @Rp 900 Juta = Rp 1,8 Milliar API
Produksi Agent lama (2013-2014) + Agent baru (2015) menghasilkan total API Rp 150,000,000
Total API Grop SUM Andi adalah Rp 2,700,000,000
SUM Andu sudah QUALIFY untuk naik posisi ke AM di tahun 2016
:: Perhitungan income SUM Andi akhir 2015 ::

Keterangan :

Komisi + Bonus UM 2014                            = 42%  X  Rp 150 Juta APi = Rp  63,000,000 /thn
(komisi dari produksi UM Andi tahun 2014 yang lalu)

Komisi + Bonus SUM 2015                          = 42%  X  Rp 150 Juta API = Rp 63,000,000 /thn
(komisi dari produksi SUM Andi tahun 2015 saat ini)

Bonus OVERRIDING (OR) SUM ke Agent     =  21%  X  Rp 900 Juta API = Rp 189,000,000 /thn
Bonus OVERRIDING (OR) SUM ke UM         =   9%   X  Rp 1,8 Milliar API = Rp 162,000,000 /thn

Total income SUM Andi pada akhir 2015 adalah sebesar Rp 477,000,000/thn atau sekitar Rp 40 Juta perbulan

Note:
Seorang SUM Andi mendapatkan fasilitas seorang UM plus mendapatkan fasilitas INVESTASI DANA PENSIUN gratis dari Prudential berupa Long Term Incentive (LTI). Dana investasi tersebut nilainya sangat besar (sudah ada pebisnis yang memiliki dana pensiun sekian milliar Rupiah). Dana pensiun LTI ini kelak boleh ditarik sebagian atau seluruhnya oleh Bpk Andi min di atas 5 tahun kemudian. Artinya seorang pebisnis di Prudential DIJAMIN akan hidup sejahtera di masa pensiun walaupun ia sebenarnya tidak pernah membuka rekening dana pensiun. Prudential lah yang telah beritikad luar biasa memberikan fasilitas LTI ini untuk para pebisnisnya.

Tahun Ke 5 (A.M)

Seorang Agency Manager (AM) adalah tahap aman tertinggi dalam sistem bisnis Prudential di mana seorang AM merupakan posisi Ekslusif di sistem bisnis Prudential. Seorang AM Andi memiliki group yang besar jumlahnya, di atas ratusan bahkan sampai ribuan agent. Tugas AM Andi lebih kepada pengembangan kineja Group Manager di bawah supervisinya, sambil terus membangun kekuatan baru dari para agent-AUM yang akan kelak naik promosi menjadi UM tahun berikutnya.

Seorang AM tidak ada target untuk tahun berikutnya. Fokus seorang AM adalah menciptakan banyak AM baru berikutnya. Sesuai sistem bisnis Prudential, maka pada akhir tahun 2016 produksi Group AM Andi akan sbb :

:: Perhitungan income AM Andi akhir 2016 ::

Keterangan :

Komisi + Bonus SUM 2015                        = 42%  X  Rp 150 Juta APi = Rp  63,000,000 /thn
(komisi dari produksi SUM Andi tahun 2015 yang lalu)

Komisi + Bonus AM 2016                          = 42%  X  Rp 150 Juta API = Rp 63,000,000 /thn
(komisi dari produksi AM Andi tahun 2016 saat ini)

Bonus OVERRIDING (OR) AM ke Agent     =  30%  X  Rp 900 Juta API = Rp 270,000,000 /thn
Bonus OVERRIDING (OR) AM ke UM         =  21%   X  Rp 1,8 Milliar API = Rp 378,000,000 /thn
Bonus OVERRIDING (OR) AM ke SUM       =  12%   X  Rp 5,4 Milliar API = Rp 648,000,000 /thn

Total income AM Andi pada akhir 2016 adalah sebesar Rp 1,422,000,000/thn atau sekitar Rp 120 Juta perbulan

Note:
Seorang AM Andi yang telah memiliki income di atas Rp 1,000,000,000 /thn sudah tergolong sebagai seorang Milliarder. Seorang AM Andi juga memiliki fasilitas yang luar biasa yaitu JAMINAN KELANGSUNGAN BISNIS, di mana kerajaan bisnis yang telah ia bangun selama ini tidak akan hilang sia-sia apabila seorang AM telah mengalami cacat tetap total atau meninggal dunia.

Contoh konkrit di dunia bisnis konvensional, seorang bapak direktur dengan gaji Rp 50 Juta/bln apabila si direktur mengalami kondisi cacat tetap atau meninggal maka pendapatan direktur tidak bisa diwariskan lagi kepada anak atau istinya karena pihak perusahaan akan mencari pengganti direktur yang baru.

Berbeda sekali dengan sistem bisnis di Prudential. Ahli waris AM Andi yaitu istri atau anak yang akan melanjutkan bisnis AM Andi dan menerima income AM Andi.

:: Ekstra Royalti Seumur Hidup ::

Apabila kelak AM Andi telah memiliki AM-AM baru berada di bawah supervisinya maka AM Andi disebut sebagai SAM Andi (Senior Agency Manager), sebutan SAM adalah pertanda bahwa si AM sudah memiliki min ada 1 AM di bawahnya.

Seorang SAM memiliki fasilitas tambahan baru yaitu LIFE TIME ROYALTY AM on AM

Misalkan dalam beberapa tahun kemudian SAM Andi sudah memiliki 4 AM direct dan ada total 4 AM indirect dan setiap AM tersebut misalkan berproduksi Rp 8,1 M API Group, maka SAM Andi akan mendapatkan EXTRA INCOME berbentuk royalti sbb :

Royalti SAM ke AM Direct = 6%
Royalti SAM ke AM Indirect = 4%

Royalti dari 4 AM direct  = 6% X (4 X Rp 8,1 M API) = Rp 1,944,000.000 /thn
Royalti dari 4 AM direct  = 4% X (4 X Rp 8,1 M API) = Rp 1,296,000.000 /thn
Total Royalti untuk SAM Andi = Rp 3,240,000,000 /thn

Dimana income Royalti AM on AM tersebut masih belum termasuk income rutin SAM Andi dari kinerja API Pribadinya – API Agent – API AUM – API UM – API SUM yang berada dalam supervisinya.

Income SAM Andi pastinya akan sangat fenomenal !

Anda mungkin saja adalah Bpk Andi yang berikutnya.

Karakter Bisnis Prudential yang luar biasa plus SISTEM Bisnis yang luar biasa akan menjamin kesuksesan Anda  !

”Nilai Anda saat ini akibat keputusan yang telah Anda ambil di masa lampau, tetapi Nilai Anda di masa mendatang akan ditentukan oleh keputusan Anda hari ini“

Bergabunglah di Bisnis Bersama Prudential untuk masa depan yang PASTI LEBIH BAIK !

#PrudentialIndonesia

Komitmen Jakarta – 2013

sebuah Kongres Luar biasa yang diadakan oleh Forum Redaksi, sebuah forum yang digagas oleh beberapa pemimpin redaksi sejak 18 Juli 2012 lalu.

Usai debut kongres pertama di Nusa Dua Bali, yang melahirkan 9 komitmen Nusa Dua, kembali Forum Pemred melaksanakan Forum Pimred ke-2 di Jakarta dalam bingkai Kongres Kebangsaan Menggagas Kembali Haluan Bangsa Menuju 100 Tahun Indonesia Merdeka yang melahirkan 8 Komitmen Jakarta.

Kegiatan ini berlangsung di Birawa Function Hall Bidakara, Jakarta pada 10-11 Desember 2013.

Sebanyak 25 tokoh yang berbicara dalam Kongres Pimred ini, diawali Dewan Pakar dan Dewan Pekerja, Panglima TNI, Para pimpinan Lembaga dan Non Lembaga Negara, para ketua-ketua partai politik, para praktisi bisnis utama negara hingga diakhiri Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

image

Pasca reformasi, kemajuan yang terlihat jelas pada bangsa kita diawali dengan pemilihan presiden langsung sejak tahun 2004, pembentukan lembaga-lembaga baru, seperti Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Yudisial (KY), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun pertanyaan yang muncul kemudian adalah, dengan pembentukan itu, sudah solidkah pondasi bangsa kita pasca reformasi?

Untuk itu, pokok-pokok permasalahan pun diurai dalam Kongres kebangsaan ini, diantaranya tentang Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang hilang sejak reformasi. Peran MPR sekarang sudah tidak ada, sementara MPR merupakan wadah yang dibentuk untuk melakukan konsensus nasional dari berbagai komponen bangsa. Keberadaan dan peran DPD juga semakin melemah. Peran dan kredibilitas DPR dalam menyusun UU yang berkualitas bersama pemerintah juga dipertanyakan serta pemerataan pembangunan di daerah sebagai perwujudan otonomi daerah masih dianggap belum berjalan sebagaimana mestinya. Hal-hal inilah yang mendasari kongres kebangsaan forum pimred di jakarta.

Republik ini berdiri diatas tiang harapan, merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur seperti yang disampaikan Presiden SBY bahwa “menuju Indonesia yang lebih baik adalah sebuah harapan”.

SBY juga menjelaskan bahwa ada 2 tipe manusia, yang senang dengan perubahan dan yang anti perubahan. “Selalu saja ada benturan dari kedua kubu ini, terutama yang ekstrim di masing-masing kubu sehingga perlu disepakati bahwa perubahan itu diperlukan untuk perbaikan sehingga segala konsekuensi dari perbaikan harus terukur,” jelas Presiden.

Dalam uraiannya Presiden SBY juga mengemukakan beberapa point untuk diterima dalam kongres kebangsaan ini sebagai langkah-langkah dalam penataan kembali bangsa ini, antara lain pertama terkait dengan pemilihan presiden presidential atau parlementer. Kedua, cek dan balance tugas dan tanggung jawab masing-masing eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Ketiga, hubungan antara pusat dan daerah. Terutama terkait dengan pembagian kewenangan dalam Otonomi Daerah. Kempat, hubungan yang tepat antara negara dan rakyat, otoritariankah? Atau ruang dan peran yang lebih luas untuk masyarakat.

Kelima, pemilihan sistem dan kebijakan dasar ekonomi. Keenam, hubungan internasional seperti apa yang kita anut. Ketujuh, sistem pemilu dan pemilihan pemerintahan daerah kita. Kedelapan, hak dan kewajiban yang berimbang.

Kesembilan, sistem keuangan negara terutama terkait dengan sistem bagi hasil untuk pembangunan di pusat, sektoral dan daerah sehingga tepat sasaran. Kesepuluh, toleransi yang kokoh dalam masyarakat majemuk, perlukah selalu berlaku law inforcement?

Kesebelas, stabilitas politik. Jika dibiarkan menjadi tidak tertib ataukah menjadi anarkhi karena diredam, terbelenggu dan tidak berkembang. 12. Kepatuhan masyarakat terhadap hukum karena dimanapun tidak ada freedom of excelency. 13. Bagaimana membangun sistem tanpa korupsi.

image

Di penghujung kongres, dimaklumatkan Komitmen Jakarta yang berisi:
1. Kami bersepakat untuk memperkokoh kembali rumah besar negara-negara Indonesia sebagai rumah kebahagiaan bagi semua dengan memperkuat kembali Pancasila sebagai pondasinya.

2. Kami bersepakat bahwa perjuangan politik diabdikan untuk membentuk Pemerintah Negara yang dapat melindungi, mensejahterakan, dan mencerdaskan segenap bangsa dan seluruh wilayah Indonesia, serta menjaga kemerdekaan, perdamaian dan keadilan dalam hubungan internasional.

3. Kami beraepakat bahwa untuk mengkonsolidasikan demokrasi berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi konstitusional dipandang perlu untuk melakukan konsolidasi terhadap Konstitusi Negara, termasuk amandemen kelima konstitusi dan proses peninjauan peraturan perundangan.

4. Kami bersepakat untuk perlunya penyempurnaan lembaga perwakikan dan pemerintahan melalui penataan kembali sistem kepartaian, sistem pemilu, dan sistem perwakilan, termasuk fungsi DPD (Dewan Perwakilan Daerah), yang dapat mengembangkan partisipasi dan keterwakilan yang lebih luas, lebih bermutu, lebih inklusif, tanpa biaya yang mahal.

5. Kami bersepakat atas perlunya penataan kembali otonomi daerah dalam suatu konektivitas integrasi nasional, untuk meningkatkan partisipasi, pelayanan publik dan kesejahteraan sosial, dengan mencegah tumpang tindih kewenangan, pemborosan, pengurasan sumber daya alam, dan korupsi.

6. Kami bersepakat atas perlunya upaya untuk memulihkan wibawa hukum dan keadaban publik melalui pemilihan aparat penegak hukum dan mahkamah yuridis yang bersih dan kompeten, penegakan etika penyelenggaraan negara melalui mahkamah etika, serta penguatan budaya demokrasi dan demokrasi berkebudayaan.

7. Kamu bersepakat atas pentingnya keberadaan haluan negara mengenai arah utama kebijakan pembangunan jangka panjang, yang disusun dengan melibatkan segenap lembaga perwakilan dan pemangku kepentingan, guna menjamin gerak pembangunan yang lebih terencana, terpadu dan berkesinambungan.

8. Kami bersepakat untuk meminta Majelis Permusyawaratan Rakyat agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menindaklanjuti berbagai kesepakatan yang muncul dalam Kongres Kebangsaan ini.

Jakarta, 11-12-13
Kongres Kebangsaan

#KegiatanVie

Setelah 10 Tahun

Baru saja aku merebahkan badan sebuah pesan masuk ke bbmku. Rupanya dari kawan lama. “Vi, aku di Jakarta.”

“Kapan,” Balasku? Setelah pesanku terkirim aku memperhatikan foto profil bbm temanku, Ira. Lalu aku mengirim pesan kembali, “Lagi di Bidakara yah? Ikut Kongres Forum Pimred,” tanyaku ulang.

Ira menjawab, “sekarang, iya”. Setelah berganti pesan dan temanku menjawab bisa bertemu di tempat kongres, akupun melupakan penat yang kurasakan. Ku kontak sahabatku, Tety untuk menemaniku kembali dan mengabaikan bahwa dia pun lelah mengikuti perjalanan panjangku hari ini.

Bagaimana tidak lelah, sehari ini aku mengajak Tety menemaniku mengantarkan laporan Dana DAK ke bagian Anggaran Daerah Kementerian Keuangan di Senen, lantas menuju Cibubur Junction terkait dengan informasi mobil milik daerah serta ke dokter gigi di Rumah Sakit Premier, Jatinegara.

Ketiganya terletak di lokasi yang berbeda dengan kondisi kemacetan yang ramai lancar. Itulah mengapa akupun merayu sahabatku untuk tetap menemaniku malam ini. Padahal akupun merasa lelah dengan perjalanan seharian ini. Namun membayangkan bertemu sahabat lama, setelah 10 tahun lamanya membuatku menjadi tak lelah.

Berfikir acara telah selesai, akupun berpakaian seadanya. Hanya menggunakan jins dan kaos serta blazer aku jemput sahabatku dan menuju tempat kongres. Namun apa lacur, ternyata kami bertemu sahabat lamaku itu persis disaat dan di tempat kongres masih tengah berlangsung. Jiah…… alih-alih, akhirnya aku dan Tety pun ikut mendaftar untuk mengikuti Kongres yang luar biasa ini.

image

Ki-ka Sulvi, Ira, Tety

Akhirnya bertiga kami mengikuti kongres dan bertemu teman-teman sahabat lamaku itu. Sungguh luar biasa, setelah 10 tahun aku bertemu kembali dengan sahabat lamaku waktu kuliah strata satu di Makassar.

Malampun terasa sangat singkat, bahkan aku dan sahabatku sepakat untuk menginap di tempat kongres sehingga dapat bercengkerama dan berbagi kisah dengan sahabat2ku ini. Tak banyak perubahan yang aku temukan pada sahabatku satu ini. Bedanya, sekarang dia adalah istri dan ibu dari 2 orang anak. Dia pun masih tetap fokus dan komit dalam melaksanakan tugas-tugas jurnalistik. Kami menghabiskan malam dengan bercerita mengenang masa-masa bersama serta waktu yang hilang setelah kami berpisah 10 tahun lalu, saat dia memutuskan untuk menerima pekerjaan jurnalistik di Bogor.

image

Ki-ka: Untung, Tety, Sulvi dan Ira

Berhubung aku memutuskan untuk menginap di tempat kongres. Paginya kami mengikuti kongres hari kedua bersama-sama. Akupun teringat masih memiliki sahabat lain yang juga bekerja di tempat kongres ini, namun di perusahaan yang berbeda. Kucoba kontak dan ternyata dapatlah bertemu.

image

Ki-ka: Sulvi, Toha, Ira

Sungguh luar biasa, pertemuan yang tidak terduga dengan sahabat-sahabat yang luar biasa dari 3 instansi yang berbeda. Ira, masih berkutat dengan jurnalistik sebagai Pemimpin Redaksi Radar Bogor, Toha bekerja di Perusahaan Tambang Dairy Prima mineral tambang singh n timbal di Sumatera Utara dan aku mengabdi pada negara sebagai Perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan di Jakarta.

Sukses terus sahabat-sahabatku….

#KegiatanVie

Ya Allah, Kuatkanlah Aku

Seorang teman mengganti photo profile bbmnya. Tampak sebuah ruangan dengan hiasan pengantin bernuansa hijau. Laksana singgasana raja Luwu dengan segala ornamen-ornamen kemegahan dimana sepasang calon mempelai akan berikrar janji setia, sehidup semati dalam ridha Allah SWT.

Kemarin aku menghadiri acara pernikahan seorang teman di mesjid Raya Pondok Indah. Walaupun disela-sela rasa capek yang terpancar di matanya, senyuman sumringah pertanda kebahagian selalu tersungging dari bibirnya. Ratusan tamu undangan memadati ruang resepsi bergantian memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.

Sehari sebelumnya, aku mengantarkan 4 karton kiriman berisi undangan dan souvenir pernikahan adikku ke bandara Soekarno Hatta untuk dikirimkan ke Makassar. Pernikahannya akan berlangsung di minggu terakhir Desember ini.

Pagi tadi, ibuku menelpon dan menyampaikan doa yang senantiasa dipanjatkannya. Doa agar diberikan kesehatan dan umur panjang untuk dapat menghantarkan semua anak-anaknya ke mimbar pelaminan. Yang artinya setelah pernikahan adikku, aku harus mensegerakan pernikahanku sendiri.

Ya Allah, kuatkan hatiku mengikuti segala proses yang harus kulalui dalam hidupku. Hanya Kaulah Yang Maha Mengetahui betapa inginku memenuhi kehendak kedua orang tuaku. Dan atas ijin, ridha, dan kehendakMulah semuanya bisa terjadi ya Allah.

Pernikahan adalah impian setiap wanita, begitu pula dengan diriku. Duduk di pelaminan bersama lelaki yang kupuja, berikrar setia sehidup semati dalam bimbinganMu ya Allah. Namun semua itu adalah kehendakMu, untuk itu aku mohon padamu ya Allah….

اللَّهُمَّ أِنِّىْ أُرِيْدُ أَنْ أَتَزَوَّجَ فَقَدِّرْ لِيْ مِنَ الرِّجَالِ مَنْ هُمْ اَعَفُّ وَ أَحْفَظُهُمْ لِيْ فِيْ
نَفْسِيْ وَ مَالِيْ وَ أَوْسَعُهُمْ رِزْقًا وَ أَعْظَمُهُمْ بَرَكَةً وَ قَدِّرْ لِيْ وَ لَدًا طَيِّبًا تَجْعَلُ لَهُ خَلَقًا صَالِحًا فِيْ حَيَاتِيْ وَ مَمَاتِيْ

Allaahumma innii uriidu an atazawwaja faqaddir lii minar-rijaali man hum a’affu wa ahfazhuhum lii fii nafsii wa maalii wa ausa’uhum rizqan wa a’zhamuhum barakatan wa qaddir lii waladan thayyiban taj’alu lahuu khalaqan shaalihan fii hayaatii wa mamaatii.

“Ya Allah, sungguh aku ingin menikah, maka tetapkanlah untukku lelaki yang sangat peduli untuk menjaga diriku dan hartaku, yang sangat luas rezekinya, yang besar keberkahannya. Dan tetapkanlah untukku anak yang baik yang Engkau jadikan sebagai pewaris yang baik dalam hidupku dan matiku.”

اللَّهُمَّ زَوِّجْنِي رَجُلاً صَالِحاً تَقَرُّ بِهِ عَيْنِيْ و تَقَرُّ بِيْ عَيْنُهُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَ الْإِكْرَامِ

Allaahumma zawwijnii rajulan shaalihan taqarru bihii ‘ainii wa taqarru bii ‘ainuhuu yaa dzal jalaali wal-ikraam.

“Ya Allah, nikahkanlah aku dengan lelaki yang shalih yang menyejukkan hatiku (tenang dipandang) dan aku pun membahagiakan hatinya, wahai Dzat yang Mahaluhur dan mulia.”

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Wahai Rabb kami, berikanlah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat dan jagalah kami dari azab neraka.” (QS. Al-Baqarah [2]: 201)

رَبِّ هَبْ لِي حُكْماً وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
(Ibrahim berdoa): “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku Hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh.
Q.S.26 (Asy-Syu’araa) ayat 83 :

وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا

“Dan aku memohon kepada-Mu agar menjadikan setiap ketetapan (takdir) yang Engkau tetapkan untukku sebagai (takdir) kebaikan.”

Ijabahlah doaku ya Allah. Dengan perkenanmu, pertemukanlah aku dengan seorang laki-laki yang akan menjadi imamku, pelindungku serta teman hidupku dalam beribadah kepadamu.

Seandainya telah Engkau catatkan dia akan menjadi teman menapaki hidup, satukanlah hatinya dengan hatiku. Titipkanlah kebahagiaan diantara kami agar kemesraan itu abadi. Dan ya Allah… ya Tuhanku Yang Maha Pengasih, seiringkanlah kami melayari hidup ini ke tepian yang sejahtera dan abadi.

Tetapi, ya Allah… Seandainya telah Engkau takdirkan dia bukan milikku, bawalah ia jauh dari pandanganku. Luputkanlah ia dari ingatanku. Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku. Dan peliharalah aku dari kekecewaan.

Ya Allah, ya Tuhanku Yang Maha Mengerti..berikanlah aku kekuatan melontar bayangannya jauh ke dada langit, hilang bersama senja nan merah. Agar aku bisa berbahagia walau tanpa dia.

Ya Allah yang maha mengetahui hati… Gantikanlah yang telah hilang, Tumbuhkanlah kembali yang telah patah. Walaupun tidak sama dengan dirinya, Ya Allah ya Tuhanku….Pasrahkanlah aku dengan takdir-Mu. Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan adalah yang terbaik buatku. Karena Engkau Maha Mengetahui segala yang terbaik buat hamba-Mu ini.

اَََللّهُمَّ اِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّيْ وَ عَلَانِيَّتِيْ فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِيْ

” Allohumma innaka ta’lamu sirrii waalaa niyyatii faqbal ma’dzirotii ”

” Ya Allah, Engkau mengetahui apa yang aku sembunyikan dan aku lahirkan, maka terimalah “zurku”

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah puas, juga dari doa yang tidak terkabul.”

اللهم صل على محمد و على آل محمد وبارك على محمد و على آل محمد كما صليت وباركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shollaita wa baarokta ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid.

“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad,sebagaimana Engkau telah bershalawat dan memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia”

اَمِين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

#RenunganVie

Berobat Pertama Dengan Askes

Sejak menerima kartu peserta askes, inilah kali pertama aku memulai sejarah menggunakannya untuk berobat. Untuk menggunakan kartu kuning kecil ini, membuat panjang hariku ditengah kondisi macet ibukota.

Bermula dari perjalanku kembali dari kota Daeng di Makassar. Menggunakan pesawat pilihan penumpang yang juga menjadi Official Global Airlines Partner Liverpool Football Club dalam kegiatan Liverpool FC Asia Tour 2013 lalu yaitu Garuda Indonesia.

Dalam perjalanan menggunakan pesawat terbang, sudah menjadi terbiasa ketika terjadi tekanan udara yang tinggi, maka aku akan menutup hidung dan menghembuskan nafas kencang-kencang sehingga udara dapat keluar dari kedua telingaku.

Namun siapa sangka, ternyata telinga kiriku tidak dapat mengeluarkan udara. Terasa sangat sakit sekali terutama di daerah kening.

Awalnya aku berfikir, sakit itu akan hilang dengan sendirinya setelah istirahat yang cukup. Namun dua minggu berlalu, dengungan di telinga masih tetap ada. Beragam metode pun telah aku lakukan untuk terapi mengikuti bacaanku hasil browsing bersama om Google.

Tapi semuanya tetap saja tidak berhasil. Dengungan di telingaku tetap saja ada dan bahkan mungkin menjadi penyebab sakit kepala di kening.

Akhirnya kuputuskan untuk berobat. Akupun menuju Rumah Sakit Tebet. Aku sempatkan bertanya bagaimana cara menggunakan kartu Askes jika hendak berobat. Karena memang sejak pertama kali mendapatkan kartu askes, tidak pernah sekalipun aku menggunakannya.

Setelah dijelaskan panjang lebar mengenai prosedur penggunaan askes, aku pun mendaftarkan diri untuk bertemu dokter THT karena prakteknya di sore hari. Namun aku mendaftar untuk pelayanan pribadi saja dulu, karena masih panjang proses yang harus aku lakukan jika ingin menggunakan kartu askes.

Prosedurnya adalah, pertama aku harus ke kantor PT Askes di Pasar Minggu untuk pembaharuan data perubahan domisili. Apalagi aku telah pindah domisili dan menggunakan KTP Tebet, Jakarta Selatan. Setelah itu aku harus ke puskesmas kecamatan Tebet dan mengambil surat rujukan ke rumah sakit.

Untuk urusan begini biasanya membutuhkan waktu yang lama. Makanya aku mendaftar saja untuk pasien pribadi.

Namun ternyata urusannya tidak seribet yang aku bayangkan. Aku ke kantor PT. TASPEN dan langsung dilayani. Namun sayangnya, sistem prubahan data yang mereka gunakan sedang error sehingga mereka hanya bisa mengeluarkan surat rekomendasi dan pengantar ke puskesmas Tebet.

Akupun bergegas ke puskesmas kecamatan Tebet. Setiba disana, semua pelayanan poli telah tutup. Untunglah, petugas bagian pendaftaran menyarankan untuk langsung naik saja ke lantai 4, barangkali masih bisa dibantu.

Akupun segera naik ke atas. Dan alhamdulillah, aku masih bisa dilayani walaupun pelayanan poli telah tutup dan ruang tunggu pasien sudah kosong. Berhubung dokter THT di puskesmas kecamatan Tebet baru saja pensiun dan belum ada dokter pengganti, maka surat rujukan ke Rumah Sakit Tebet pun segera dibuatkan.

image

Jadinya aku bisa berobat ke Rumah Sakit Tebet menggunakan kartu peserta Askes. Hehehehe, tidak sampai disitu pengalaman pertamaku menggunakan Askes. Ternyata, pelayanan Askes tidak sepenuhnya. Aku masih harus membayar administrasi Rp.50.000 dan dari 4 obat yang diresepkan dokter, hanya 1 yang ditanggung askes, selebihnya harus aku beli sendiri.

image

Aku bahkan sempat menanyakan kepada dokter dan suster di bagian THT dan pendaftaran. Apakah beda penanganan yang diberikan kepada pasien pribadi dan peserta askes? Karena harapanku ada tindakan yang diberikan dokter terhadap telingaku.

Karena begitu aku konsultasi ke dokter, hanya diperiksa menggunakan alat untuk melihat ke dalam telinga lalu buka mulut dan juga memeriksa hidung. Dan selesai. Saya pikir, akan dibantu mengeluarkan lendir yang mengganjal dengan alat sehingga tidak harus meminum obat dan bisa melegakan hidung mampet dan telinga yang berdengung akibat sumbatan pada rongga telinga

Tapi dokter selesai memeriksa langsung menuliskan resep obat, tanpa tindakan apa-apa. Duh…. kalau cuma seperti ini mungkin tidak perlu ke Rumah Sakit yah… Hanya terfikir, seandainya pemda tidak menggratiskan biaya berobat mungkin saja lebih banyak dokter-dokter otodidak yang nanti ke rumah sakit ketika kondisi pasien sudah benar-benar parah karena kalau ke dokter memang hanya dilihat langsung di kasih obat.

Jadi identik, ketemu dokter untuk diberi obat, seperti kata dokter yang menanganiku “kalau tidak mau minum obat, ya jangan sakit!”

Jiahhhh dok…. siapa juga manusia yang mau sakit. Kita semua maunya sehat koq.

#RenunganVie

Jaga Lisanmu!

Wahai perempuan… jagalah lisanmu karena kemuliaan dan kehancuranmu berada di lisanmu. Karena syarat perempuan masuk ke dalam syurga sangat mudah pertama mekaksanakan shalat fardhu 5 waktu, kedua berpuasa pada bulan Ramadhan. Ketiga menjaga kehormatan dan keempat taat pada suami.

Tapi kenapa pengisi neraka kebanyakan perempuan? Padahal syarat-syaratnya jelas dan sudah disampaikan.

Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Surah At Tahrim ayat 6)

Imam At-Tobari (rahimahu ‘llah) menyatakan di dalam tafsirnya : “Ajarkanlah kepada keluargamu amalan ketaatan yang dapat menjaga diri mereka dari Neraka.”

WANITA PENGHUNI NERAKA

Mengenai hal ini, Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud :

“Aku melihat ke dalam Syurga maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah fuqara’ (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam Neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penghuninya adalah wanita.” (Hadis Riwayat Al- Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjelaskan kepada kita apa yang disaksikan oleh Rasulullah s.a.w tentang penghuni Syurga yang mayoritas adalah fuqara (para fakir miskin) dan Neraka yang majoriti penghuninya adalah wanita.

“ … dan aku melihat Neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. Para sahabat pun bertanya : “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?” Baginda s.a.w menjawab : “Kerana kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Baginda menjawab : “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) nescaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (Hadis Riwayat Imam Al-Bukhari)

Imam Qurthubi (rahimahu ‘llah) menjelaskan maksud hadis di atas dengan pernyataannya :

“Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk Syurga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari akhirat kerana kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal. Kemudian mereka juga sebab yang paling kuat untuk memalingkan kaum lelaki dari akhirat disebabkan adanya hawa nafsu dalam diri mereka, kebanyakan dari mereka memalingkan diri-diri mereka dan selain mereka dari akhirat, cepat tertipu jika diajak kepada penyelewengan terhadap agama dan sulit menerima jika diajak kepada akhirat.”

Untuk itu, mari kita sama-sama menjaga lisan kita. Jauhilah dari menceritakan kebaikan maupun keburukan orang lain. Karena ketika itu benar maka disebut dengan ghibah yang lebih buruk dari zina dan ketika informasi itu salah maka itu menjadi fitnah dan hukumnya lebih buruk dari pembunuhan.

#RenunganVie